Takdir hanya membawaku jauh dari tanah kelahiranku, bukan jauh dari hidupmu, sudah sejauh ini kenapa aku masih bertemu dengan mu lagi pria Brengkes! Alea Januartha
aku mencari mu 10 tahun lamanya, kamu datang padaku dengan cara seperti ini, kenapa kamu tidak mengakui, kalau itu kamu wanita kribo, kenapa harus ada kepergian untuk kedua kalinya, Jonathan Will
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 25
"Apakah saya harus pulang?" Alea kembali memastikan ucapan Jhonatan, kali saja dia salah dengar.
"Seperti nya pendengar mu masih sangat bagus, lagian buat apa kamu disini."
Alea menarik nafasnya panjang, didepan nya ini sungguh pria yang angkuh sekali ketika berbicara, "Hanya ingin menemani, lagian saya juga tidak bekerja, mamah sudah memberi saya ijin," Jawab Alea sambil terus menatap Jo yang membelakangi dirinya.
"Terserah kamu saja, Saya mau tidur." Akhirnya tidak lama Jo terlelap setelah meminum obat yang berdosis.
Alea keluar dari kamar Jonathan, dia berkeliling di dalam apartemen itu, menatap sekitar, nuansa gelap namun tetap nyaman, sangat jauh berbeda dengan apartemen Jo yang berada di Indonesia, membayangkan apartemen Indonesia, Alea tiba-tiba memikirkan sahabat nya Monic, sudah bertahun-tahun dia tidak tau kabar sahabat nya itu, apa kabar sekarang, namun dia juga tidak mungkin bertanya pada Jo, karena Jo tidak tau siapa dirinya saat ini, "Huft, dia pasti sangat bahagia, apa lagi tuan Reno sudah pasti sangat menyayangi dirinya, dan apa kabar dengan Raka ya, apa dia sudah sangat besar dan tampan," gumam Alea, wanita itu tersenyum jika mengingat masa di mana mereka hidup sederhana namun bahagia, sehingga perlahan semua berubah hingga saat ini.
Lamunan Alea terjaga ketika bell pintu apartemen Jonathan berbunyi, dia segera menuju pintu dan melihat siapa yang datang, setelah tau siapa yang datang dia segera membuka pintu apartemen itu, "Mamah Disini?" Alea mempersilahkan ibu mertuanya masuk dan mengekor dari belakang.
"Iya sayang, dimana Jonathan?" Tanya mamah Jasmin sambil menaruh tas tangan nya dan duduk di kursi empuk itu.
"Sedang istirahat mah, mamah mau minum apa? Biar Alea buatkan."
"Tidak usah, ayo kita keliling taman disini, ada sebuah taman yang bagus disini dan ada mall terdekat disini juga."
"Tapi tuan Jonathan," ujar Alea ragu, masak dia mau meninggalkan tempat ini, sedangkan suaminya sedang sakit, Gimana pun juga dia harus menjaga sang suami kan.
"Dia hanya sakit sayang, bukan lumpuh, ayo kita tinggal saja, lagian didepan sudah ada Alvin yang menjaga Jo, Jo tidak akan lama sakit nya, nanti juga baik sendiri."
Alea melongo, kenapa bisa mamah mertuanya tidak khawatir sama Jo, sedangkan Jo anaknya, namun Alea sebenernya yang tidak tau, jika hal seperti ini sering terjadi sama Jo, sehingga mamah Jasmin merasa bukan hal yang perlu di khawatir kan, namun mau tidak mau Alea mengangguk.
"Alea ambil tas dulu di kamar tuan Jonathan mah," Alea segera berdiri dan berlalu dari sana menuju kamar Jonathan.
Mamah Jasmin menatap punggung Alea yang mulai menjauh, "Sepertinya aku harus sering membuat mereka bersama, apa perlu aku bawa mereka berdua kerumah, tapi kan mereka bukan anak-anak lagi," gumamnya.
Waktu terus bergulir naik, kini mamah Jasmin meng habis KAn waktu bersama anak menantunya yang sudah dia anggap seperti putrinya sendiri, yang awalnya hanya ingin ke taman, pada akhirnya ke mall juga dan sudah jelas akan banyak menghabiskan pundi pundi dolar, apapun yang terlihat pasti wanita itu beli.
Sedangkan di apartemen Jo tengah uring-uringan gak jelas, setalah tau Alea di bawa pergi oleh mamahnya dari Alvin.
"Tidak sopan sekali, kenapa bisa tidak pamit kalau mau pulang," kesal Jonathan, Alvin yang melihat itu merasa aneh, namun Alvin tidak ingin bertanya, karena dia tau, bukan jawaban yang iya dapat, melainkan sebuah makian.
"Alvin!"
"Iya tuan?"
"Dimana mereka sekarang, ini sudah jam 2 siang dan aku belum di buat kan bubur sama Alea."
Alvin mengernyit bingung, sejak kapan tuannya meributkan hal sepele seperti ini, bukannya tinggal pesan atau di buatkan dari mansion utama.
"Alvin!!" Teriak Jonathan, sehingga membuat Alvin kaget.
"Masih berada di mall tuan." Ujar Alvin cepat, "Untuk makan siang sudah nona Alea siapkan," lanjut Alvin lagi.
"Suruh mereka cepat pulang."
"Pulang?" Tanya Alvin lagi, siapa tau dia salah dengar.
"Apa kamu tuli Alvin!"
"Baik tuan," Alvin segera berlalu dari sana, dan segera menghubungi nyonya besarnya, namun sayang ponsel nyonya besarnya Seperti sengaja di matikan, "Ah nona Alea saja," akhirnya Alvin men deal no Alea dan tidak lama ponsel itu tersambung.
"Iya tuan Alvin?" Tanya Alea dari sebrang sana.
"Tuan meminta anda segera kembali ke apartemennya nyonya muda," jawab Alvin cepat.
"Baik." Alea segera menutup ponselnya dan menatap ibu mertua nya yang tengah asyik makan siang.
"Apa dia meminta mu pulang sayang?" Tanya mamah jasmin tanpa menatap Alea, dia sudah paham maksud dari telpon Alvin.
"Iya mah," jawab Alea gak enak.
"Habiskan makananmu, dan kita segera pulang setelah ini." Alea segera melanjutkan makan siangnya, supaya bisa cepat kembali, dalam hati ada rasa senang Jonathan meminta dirinya segera kembali, namun dia juga tidak banyak berharap, Karena dia juga yakin kalau Jonathan pasti akan banyak permintaan padanya.
"Gak bisa ku bayangkan, bagaimana kalau dia sampai tau kalau aku Sofia, apa yang akan terjadi," batin Alea, seketika napsu makan Alea menguar begitu saja, dia menaruh alat makan itu dan menggeser makanan itu dari hadapannya.
"Kenapa sayang? Apakah kamu sudah tidak sabar ingin segera menemui Jonathan?" Goda sang mamah sambil mengambil tissu dan mengelap sisa makanan yang ada di bagian buburnya.
"Ah tidak mah, hanya sudah kenyang saja," kilah Alea, mana mungkin dia cerita masa lalu dia sama mertuanya dengan Jonathan dulu, yang ada makin kemana-mana masalah nya nanti.
"Ya sudah ayo kita pulang," mamah Jasmin segera berdiri di susul Alea, mereka berdua berjalan beriringan menuju parkiran dan tentu saja sambil berbincang banyak hal.
"Gimana ini mah, kalau nanti tuan Jonathan marah saat kita sampai," takut Alea, Karena baru kali ini juga Jonathan minta dirinya segera pulang, biasanya juga gak pernah peduli.
"Kalau dia marah ya kita tinggal saja lagi, gitu kok kamu pikirkan, sudah tenang saja, ada mamah disini, mana mungkin dia berani marah," mamah Jasmin menepuk-nepuk tangan Alea agar wanita itu tenang.
Alea menarik nafasnya panjang, langkahnya semakin lambat saat sudah memasuki lantai dimana apartemen Jonathan berada, mamah Jasmin yang menyadari itu sedikit terkekeh, namun dia tetap santai saja, hingga tidak lama pintu apartemen itu terbuka.
"Nyonya," sapa Alvin saat melihat nyonya besarnya masuk, dia segera berdiri dan membungkuk hormat.
"Dimana anak itu?" Tanya mamah Jasmin sambil menaruh beberapa barang belanjaan nya di meja.
"Tuan muda berada di kamarnya Nyonya."
Mamah Jasmin melenggang begitu saja sambil menarik tangan Alea mengikuti langkah nya, tidak lama mereka berdua sampai di kamar Jonathan.
"Sudah puas jalan-jalan nya! Sampai lupa saya sakit dan butuh makan!" Suara keras Jonathan menyabut pintu yang tertutup itu dengan arogannya.
"Cih kamu sakit, bukan lumpuh, jadi tidak perlu drama," bukan Alea yang menjawab, Melaikan mamah Jasmin, Jonathan segera berbalik dan menatap kesal karena ada sang mamah.
"Kenapa mamah tidak pulang saja." Kesal Jonathan sambil menduduki tubuhnya, dia melirik Alea yang hanya diam saja membuat dirinya semakin kesal saja.
"Suka-suka mamah lah, apa urusan nya sama kamu, lagian kenapa kamu ribut sekali menyuruh kita pulang hanya untuk makan, ada Alvin didepan, bisa kan kamu minta dia, mengganggu kesenangan orang saja" mamah Jasmin tidak kalah kesalnya.