NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pengawal

Terjerat Cinta Sang Pengawal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Buna_Ama

Siena Hartmann, gadis keras kepala dan sedikit bar-bar, selalu bisa membuat ayahnya pusing tujuh keliling. Tapi siapa sangka, di balik tingkahnya yang bebas, ada pria yang diam-diam selalu ada saat dia butuh.

Bastian Asher Grayson, muncul di hidupnya sebagai bodyguard baru dikeluarga Hartmann. Dia profesional, dingin, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat hati Siena berdebar meski dia menolak mengakuinya.

Hingga skandal di malam wisuda membuat mereka terpaksa berada dalam satu atap, dan keputusan mengejutkan pun diambil. Namun, sesuatu tentang pria itu masih disembunyikan. sesuatu yang bila terungkap, bisa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna_Ama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE TIGA PULUH DUA

Setibanya di depan gedung apartemen Bastian, Siena tak segera turun dari mobil. Ia kembali menatap ponselnya seolah memastikan jika ia tidak salah alamat.

Nomor gedung.

Nomor lantai.

Nomor unit.

Semuanya sama dengan yang dikirim Bastian.

Siena menghela napas pelan lalu mematikan layar ponselnya.

Beberapa detik kemudian ia membuka pintu mobil dan turun. Kaki jenjang nya berjalan masuk ke dalam gedung apartemen itu.

Apartemen yang tidak terlalu mewah, tapi juga bukan tempat murahan.

Beberapa menit kemudian Siena sudah berdiri di depan sebuah pintu apartemen.

Tangannya terangkat dan mengetuk.

Tok!

Tok!

Tok!

Tak butuh waktu lama terdengar suara langkah kaki dari dalam.

Klik!

Pintu terbuka.

Bastian berdiri di ambang pintu. Rambutnya masih sedikit lembap seperti baru saja mandi. Kemeja hitam lengan pendek yang melekat rapi di tubuh atletis nya seperti biasanya, membuat pria itu terlihat gagah dan tampan seperti setiap hari.

Seolah semalam tidak terjadi apa-apa.

“Nona Siena.” sapa Bastian.

Nada suaranya datar. Profesional.

Siena menatap Bastian dari ujung kepala sampai ke bahu. Tatapannya berhenti sebentar di lengan pria itu yang dibalut perban tipis di balik lengan kemejanya.

“Katanya tidak bisa bekerja hari ini?.” ucap Siena.

Bastian tidak langsung menjawab. “Benar, Nona.”

“Lalu kenapa kamu terlihat seperti siap berangkat kerja?”

Hening sebentar. Bastian sedikit menundukkan kepalanya.

“Kebiasaan.” Jawabnya singkat

Siena mendecih pelan, lalu tanpa menunggu dipersilakan ia melangkah masuk ke dalam apartemen.

Bastian menutup pintu di belakangnya dan bergegas menyusul masuk.

Terlihat disana Siena sudah meletakkan tas nya diatas meja lalu duduk dikursi sofa sambil menyilangkan kakinya. Matanya mengedar menatap sekeliling apartemen Bastian.

"Nona, anda ingin minum apa ?" suara Bastian membuyarkan lamunan Siena.

Gadis itu menoleh menatap kearah Bastian yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.

"Apa saja". Jawab Siena singkat

Bastian mengangguk dan segera melangkahkan kakinya menuju dapur. Tak butuh waktu lama, ia sudah kembali keruang tamu sambil membawa sebuah nampan berisi segelas orange juice.

Bastian meletakkannya di atas meja di depan Siena.

“Silakan, Nona.”

Siena tidak langsung menyentuh gelas itu. Tatapannya justru kembali jatuh ke arah lengan Bastian.

Perban itu masih terlihat samar di balik potongan lengan kemejanya.

“Duduk.” Titah Siena tiba-tiba.

Bastian berhenti bergerak.

“Ya nona?”

“Saya bilang duduk.”

Nada suaranya tidak keras, tapi jelas bukan permintaan.

Beberapa detik Bastian hanya menatap Siena, lalu akhirnya ia mengambil duduk dikursi single sofa yang bersebrangan dengan gadis itu.

Hening sejenak, Siena menyandarkan punggungnya disandaran kursi seraya menatap Bastian datar.

“Kamu yakin luka itu tidak perlu diperiksa lagi?” ujar nya membuka suara

“Tidak perlu nona". Jawab Bastian

“Jawabanmu cepat sekali.”

Bastian tidak bereaksi banyak. “Luka nya memang tidak serius.”

Jawaban Bastian sama sekali tidak sesuai dengan diagnosa dokter Carlos. Padahal semalam Dokter Carlos mengatakan jika ia tidak boleh banyak bergerak dulu ataupun melakukan hal-hal berat.

Siena menghela napas pendek, lalu tiba-tiba ia bangkit dari duduknya.

Bastian sedikit mengernyitkan dahinya ketika melihat gadis itu berjalan mendekat.

Siena berdiri tepat di depannya.

“Lenganmu.”

“Nona—”

“Jangan membantah.”

Siena membungkukkan sedikit tubuhnya dan tanpa izin langsung menarik sedikit lengan kemeja Bastian ke atas.

Gerakannya cepat tapi hati-hati. Perban putih itu terlihat jelas sekarang. Siena menatapnya beberapa detik.

“Ini yang kamu sebut tidak serius?”

Bastian menatap wajah Siena yang kini hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.

“Luka kecil.”

Siena mengangkat sebelah alisnya.

“Kalau luka kecil, kenapa kamu hampir sekarat semalam". Bibir Siena tak henti-hentinya terus mengomel.

Nada suaranya terdengar kesal. Entah karena jawaban Bastian, atau karena pria itu terlihat terlalu santai dengan kondisinya sendiri.

Bastian tidak langsung menjawab.

Tatapannya justru jatuh pada tangan Siena yang masih memegang lengannya.

Jarak mereka terlalu dekat sekarang.

Bastian bisa mencium samar aroma parfum Siena yang lembut.

“Nona terlalu berlebihan.” ucapnya dengan tenang.

Siena mendecih. “Berlebihan?” ulangnya tak percaya.

Tanpa sadar genggamannya di lengan Bastian sedikit mengencang.

“Orang yang hampir ditusuk semalam sekarang berdiri seperti tidak terjadi apa-apa, lalu kamu bilang aku berlebihan?”

Bastian menatap wajah cantik Siena beberapa detik.Wajah perempuan itu sekarang sangat dekat.

Terlalu dekat untuk ukuran hubungan mereka yang seharusnya hanya sebatas majikan dan bodyguard.

“Kalau saya benar-benar sekarat,” ujar Bastian pelan, “sepertinya Nona juga tidak akan datang jauh-jauh ke sini hanya untuk memeriksa luka saya.”

Kalimat itu membuat Siena terdiam sepersekian detik.

Ia baru menyadari posisi mereka.

Tangannya masih berada di lengan Bastian. Dan wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.

Siena segera melepaskan tangannya dan berdiri tegak kembali.

“Aku datang karena kamu bodyguard ku.” jawabnya cepat.

Bastian tidak mengatakan apa pun. Namun sudut bibirnya bergerak tipis, hampir seperti senyum yang sengaja ia tahan.

Melihat itu Siena langsung menyipitkan matanya.

“Jangan salah paham.”

“Saya tidak mengatakan apa-apa, Nona.” jawab Bastian tenang.

Justru itu yang membuat Siena semakin kesal. Siena menyilangkan tangannya di dada.

“Buka kemejamu.”

Bastian mengerjap pelan.

“Nona?”

“Kemejamu,” ulang Siena datar. “Aku ingin melihatnya".

Beberapa detik Bastian hanya menatapnya.

Lalu tiba-tiba ia menghela napas pelan dan menyandarkan punggung lebarnya di sofa.

“Maaf, Nona.” ucap Bastian

Siena semakin mengernyitkan dahinya, kebingungan melihat reaksi Bastian.

“Kenapa?”

Bastian menatap lurus kedepan. Tapi, sorot matanya berubah sedikit mengeras.

“Kalau Nona punya niat macam-macam, sebaiknya diurungkan saja.”

Alis Siena langsung naik.

“Maksudmu?”

Bastian berkata dengan wajah tenang yang nyaris tidak berubah.

“Saya masih perjaka.”

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Siena menatap Bastian dengan mata yang melotot tajam seolah baru saja mendengar sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

Lalu, tiba-tiba ia memekik.

“APA?”

Bastian tetap duduk santai ditempatnya.

“Nona tiba-tiba datang ke apartemen saya, menyuruh saya membuka kemeja—”

“BASTIAN.”

“—jadi saya hanya mengingatkan saja.”

Wajah Siena langsung memerah antara kesal dan tidak percaya.

“Kamu pikir aku datang ke sini untuk menggoda bodyguard ku sendiri?”

“Bukan menggoda.” jawab Bastian tenang. “Saya hanya berjaga-jaga.”

Refkeks, Siena mengambil bantal sofa dan melemparkannya ke arah Bastian.

“Dasar tidak waras!”

.

.

.

Bersambung....

1
💝F&N💝
buna, cerita ini menurutku bagus. tapi sayang buna jarang up. dan kalau up cuma satu bab saja.

ayo buna yang semangat💪💪💪
kami selalu bersamamu.
Buna_Ama 🌺: makasih yaa krisan nya. insyaallah buna perbaiki lagi updatenya 🙏🥰
total 1 replies
vnablu
justru bagus sekarang sudah terungkap semuanya biar Bastian bisa mendekati Siena 🤭🤭
Naufal Affiq
ya sudah siena,ada bastian yang mencintai mu salam diam
Dwi Winarni Wina
Evan pria berengsek mempermainkan siena, dan selingkuh sama sahabat baik siena....
Dwi Winarni Wina
Evan dan dena lagi maen gila dibelakang siena, dena sampai muak dan jijik sekali..
sahabat macam apa itu, sang pacar dan sahabat baik menusuk dari belakang
..m
Dwi Winarni Wina
bastian bukan bodyguard sembarangN, bastian manyamar jadi bodyguard...
Dwi Winarni Wina
Siena khawatir evan dan bastian pada berantem, evan cemburu bodyguardnya lebih protektif....
Naufal Affiq
lanjut buna
vnablu
iss issss sahabat macam apa ini jijik didepan bersikap baik eh ternyata penghianat emang ya sekarang justru orang terdekat itu adalah musuh dalam selimut 😌😌🤭🤭
Buna_Ama 🌺: 😅😅 emng kebanyakan skrg begtu. jadi agak agresif skrg kalo mau deket2 sama orang terdekat
total 2 replies
vnablu
wahh apakah Bastian akan menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya
💝F&N💝
up yg banyak, buna🙏😍😍
vnablu
ya udah bersambung ajaa 😄😄 ayo semangat up nyaa bunaa
💝F&N💝
buna, lupakah
Buna_Ama 🌺: buna ga lupa..cuma lagi sibuk akhir2 ini, harap maklum yaa 🙏🥰
total 1 replies
💝F&N💝
thor, ayo up lagi
Naufal Affiq
minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin buna
Buna_Ama 🌺: maafin ya kalo buna banyak salah 🙏🙏🥰🥰
total 1 replies
Dwi Winarni Wina
Minal aidzin wal faisdzhin, mohon maaaf lahirnya da bathin..
Buna_Ama 🌺: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
vnablu
minal aidzin wal Faidzin juga bunaa kalo ada salah maapinn yaa🤭
Buna_Ama 🌺: iya sama2 yaa 🫶🫶🥰🥰
total 1 replies
💝F&N💝
kapan up lagi, kak
💝F&N💝
up lagi dooooong.
aku menunggumu
Dwi Winarni Wina
Bastian gak betah tinggal mansion keluarga ayahnya angkatnya sangat jahat sekali...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!