Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.
Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.
Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.
Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.
Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?
Terus ikuti jalan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"Zay ... Zayyan!"
Jantung Dhona sempat berhenti berdetak saat menyadari, mobil yang dia tumpangi dan orang yang telah menolongnya adalah Zayyan. Suaminya yang kedapatan tidur bersama wanita lain.
"Apakah Anda mengenali saya?" Zayyan memperhatikan Dhona.
Zayyan tidak mengenaliku. Lega, wajahku sekarang berubah menjadi wajah Devi, batin Dhona.
"Saya pernah menghadiri pernikahan Anda di kota Opal," jawab Dhona.
"Maaf, apa yang terjadi? Apa pria itu menyakiti Anda?" Zayyan dengan sopan bertanya.
Dhona menstabilkan napasnya terlebih dahulu. Dhona memperkenalkan dirinya sebagai Devi. Dhona kemudian cerita dia sekarang bekerja di sebuah dealer di kota Garnet. Dan saat ini kantornya mengadakan outing di puncak.
Terjadi kesalahpahaman, Dhona dianggap sebagai orang ketiga dalam hubungan percintaan bosnya dan kekasihnya. Dhona merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk kembali ke kota Garnet.
"Anda baru saja tiba, bagaimana kalo hari ini Anda ikut saya saja. Besok kita sama-sama pulang ke kota Garnet."
"Maksudnya?" Dhona menaruh curiga.
"Saya ada kerjaan, kebetulan saya lagi cari orang untuk bantu bikin laporan. Saya akan bayar," kata Zayyan.
Dhona sebenarnya ingin sekali menghindari Zayyan. Dhona masih sakit hati. Tapi karena Dhona perlu tempat bermalam dan juga tumpangan kembali ke kota Garnet, Dhona bersedia kerja sampingan.
"Ok, Pak. Saya bersedia. Terima kasih sebelumnya sudah nolongin saya," ucap Dhona.
Zayyan membawa Dhona ke sebuah restoran. Di sana mereka sudah ditunggu beberapa orang. Zayyan ternyata melakukan perjalanan bisnis. Dia dan relasi bisnisnya sedang membahas sebuah proyek kerja sama.
Dhona mencatat semua hasil pembahasan metting. Dengan cepat Dhona mengetiknya di dalam laptop Zayyan. Zayyan dan relasi bisnisnya mencapai kesepakatan. Zayyan mengantar relasi bisnisnya ke parkiran mobil.
Dhona juga sudah menyelesaikan laporannya. Tanpa sengaja Dhona melihat wallpaper di laptop Zayyan. Foto pernikahan mereka yang dirayakan dengan mewah. Dhona langsung menutup laptopnya.
Zayyan kembali duduk di depan Dhona. Zayyan memeriksa laporan Dhona. Zayyan merasa puas dengan kerja Dhona. Zayyan memesan makanan untuk mereka berdua. Mereka makan siang bersama.
Zayyan juga mengajak Dhona nginap di vila yang sudah dipesannya. Di vila itu ada dua kamar tidur. Zayyan memilih tidur di kamar atas.
"Maaf Pak Zayyan, saya jadi merepotkan," Dhona merasa tidak nyaman.
"Tidak masalah. Boleh minta nomor rekeningnya? Saya akan transfer gaji Anda."
Dhona memberikan nomor rekeningnya. Dan Dhona mendapatkan gaji dari pekerjaannya. Zayyan sangat menghargai kerja Dhona.
"Coba dicek, apakah kurang?" Zayyan menunjuk ke ponsel Dhona.
"Pas, sudah cukup," Dhona menundukkan wajahnya.
Kalo begitu kamu istirahat saja. Saya permisi," Zayyan naik ke lantai atas.
Dhona juga masuk ke dalam kamarnya. Dhona menyesal kenapa tadi dia masuk ke dalam mobil Zayyan. Andai saja Dhona punya tujuan, pasti dia tidak akan masuk ke dalam mobil itu.
Dhona duduk di dalam kamarnya sambil memandangi pemandangan sekitar dari balik jendela. Ponsel Dhona berbunyi. Telepon dari Elvano. Dhona dengan malasnya menjawab telepon.
Elvano menanyakan keberadaan Dhona. Elvano ingin Dhona kembali ke vila Anggrek. Elvano ingin kesalahpahaman ini segera diselesaikan.
Dengan halus, Dhona meminta izin untuk kembali ke kota Garnet. Dhona terlanjur malu. Dan acara pasti akan terus lanjut walaupun Dhona tidak ada di sana. Dhona ingin sendiri. Dhona segera mematikan teleponnya.
Dhona merasa lelah. Dhona berisitirahat di dalam kamarnya. Dalam sekejap Dhona tertidur pulas.
Devi mengambil alih sepenuhnya raga Dhona. Devi keluar dari vila. Devi berjalan cukup jauh dari vila Mawar. Dengan kekuatannya Devi menghilang dan muncul di sebuah taman. Devi duduk santai sengaja menunggu Elvano di sana.
Elvano mulai panik. Tujuan utamanya mengadakan outing selama tiga hari, biar lebih dekat dengan Devi. Elvano sudah memesan dekorasi dan hadiah untuk menyatakan cintanya kepada Devi. Rencana yang sudah disusunnya gagal.
Elvano merasa lelah. Harus ke mana lagi dia mencari Devi. Dia memutuskan berisitirahat di taman yang ada di depannya.
"Devi, rupanya kamu di sini," Elvano tanpa malu-malu memeluk Devi.
Elvano sangat mengkhawatirkan Devi. Elvano membujuk Devi kembali ke vila Anggrek. Elvano mengutarakan perasaannya kepada Devi. Elvano jatuh cinta kepada Devi. Demi Devi, Elvano akan memutuskan hubungan dengan Alia.
Devi tetap dengan keputusannya. Devi tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan percintaan Elvano dan Alia. Devi akan mengundurkan diri dari kantor.
Elvano kembali memeluk Devi. Elvano tidak ingin jauh dari Devi. Elvano sebenarnya tidak begitu suka dengan Alia. Elvano mendekati Alia karena wajahnya sedikit mirip dengan Dhona mantan kekasihnya.
Elvano kemudian cerita kepada Devi. Dulu Elvano mempunyai kekasih bernama Dhona. Dhona punya penyakit mental. Oleh karena itulah Elvano memutuskan hubungan. Elvano mendekati Alia agar Elvano tidak terlalu sakit putus dengan Dhona.
Devi hanya tersenyum mendengar cerita Elvano. Devi ingin sekali menghabisi nyawa Elvano. Tapi belum waktunya. Devi merasakan kehadiran Alia. Devi tiba-tiba saja memeluk dan mengecup bibir Elvano.
Mata Elvano membelalak. Elvano dengan lembut membalas ciuman dari Devi. Elvano memegangi wajah Devi. Mereka saling berbagi saliva dan memainkan lidahnya. Elvano terhanyut dan sangat menikmati manisnya bibir cheri Devi.
Alia menghentikan mobilnya tepat di samping taman. Alia turun dari mobil. Dengan perasaan hancur, sakit hati melihat Elvano berciuman dengan Devi di depan matanya. Alia menarik bahu Elvano dan menampar wajah Devi.
Kali ini Devi tidak melawan, Devi membiarkan Alia sekali lagi menampar wajahnya. Devi meringis sambil memegangi wajahnya yang merah. Elvano menarik Alia agar menjauh dari Devi.
Alia tidak segan-segan melayangkan pukulannya ke wajah Elvano. Alia marah. Elvano selingkuh. Elvano mengkhianati kesetiaan Alia.
Elvano tidak terima Alia berani memukul wajahnya. Elvano membalas memukul wajah Alia.
PLAK!
"Ini karena lu sudah menampar wajah Devi!"
PLAK!
"Ini karena lu berani menampar gue! Siapa lu!" Teriak Elvano.
Alia menangis. Baru kali ini Elvano memperlakukan Alia begitu kasar. Elvano berubah setelah bertemu dengan Devi. Apa karena Devi berhasil memberikan keuntungan kepada perusahaan sehingga Elvano sangat baik terhadapnya.
Elvano mengaku jatuh cinta kepada Devi. Alia semakin emosi mendengarnya. Elvano juga sudah mengutarakan perasaannya kepada Devi. Elvano minta kepada Alia, agar tidak mengganggu Devi untuk kedepannya.
"Gue mau Devi segera dipecat! Gue benci dia!" Alia mendorong dada Elvano.
"Gak akan! Kalo Devi sampai dipecat, lu juga akan keluar dari perusahaan!" Ancam Elvano.
Elvano mencari Devi. Devi menghilang. Elvano meninggalkan Alia sendirian. Elvano terus berlari mencari dan memanggil nama Devi.
Alia masuk ke dalam mobilnya. Alia kembali ke vila Anggrek. Alia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Alia dalam keadaan hancur sehancur-hancurnya tidak fokus ke jalan. Alia kaget, tiba-tiba saja ada seorang wanita melintas di depan mobilnya.
BRAAAAAAK!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...