NovelToon NovelToon
ELEANOR

ELEANOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Haruskah cinta dan pernikahan yang diberikan sahabatnya, ia kembalikan?

Ini gila!
cinta dan pernikahan yang Elea jaga untuk Radjendra dan demi amanah yang diberikan sahabatnya, Erika. justru malah dihancurkan oleh Erika sendiri.

Apa yang harus Elea lakukan?
Haruskah ia kembalikan cinta dan pernikahan itu?
Atau ia harus mempertahankannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasangan sempurna.

Elea menatap wajahnya yang terpantul dicermin, ia duduk sambil memoles lipstik berwarna deep red. Selanjutnya ia memoles bedak padat yang sesuai dengan warna kulitnya, ia merasa wajahnya cantik tak ada cela.

Tapi kenapa suaminya tak tertarik padanya?

Ataukah ia terlalu memuji diri?

Karena kesempurnaan yang ia miliki sekarang.

Dimata Rajendra ia tetaplah Elea yang malang, kalau bukan karena Erika tak mungkin ia seberuntung ini.

Ia sudahi bersoleknya dan merapikan kembali penampilannya, hari ini ada acara keluarga dirumah mertuanya jadi ia akan pergi bersama suaminya kesana. Ia pun segera turun agar suaminya tak mengomel karena kelamaan menunggunya.

Hand bag berwarna moka ia genggam ditangan kirinya dan melangkah menuju lantai bawah, dimana suaminya sudah menunggunya sambil mendengarkan jadwal hari ini dari asistennya.

Saat ia sampai dibawah, Elea langsung menghampiri suaminya yang masih berkutat dengan ponsel miliknya itu.

"Ayo!" ajak Elea menghentikan aktivitas Rajendra.

"Cih! Apa saja yang kau lakukan? Hingga membuatku ...." ucapan Rajendra terhenti ketika wajahnya lurus melirik istrinya, ia terdiam seolah waktu ini mendadak berhenti.

Aroma parfum wanita yang tak bisa ia cintai begitu menusuk hidungnya, riasan sederhana namun tak menghilangkan kesan elegan sangat sempurna diwajah cantiknya. Gaya rambut yang disanggul pun memperlihatkan leher jenjang putih mulusnya, sangat cocok dengan dress putih yang dikenakannya yang bermodel v-neck.

Ia terpesona oleh kecantikan Elea, gadis yang ia nikahi secara terpaksa karena janji pada cinta pertamanya, bahwa ia akan hidup bahagia dengan sahabatnya.

Kaki yang mendarat dikaki lain ia rubah posisinya menjadi tegak, sedangkan matanya tak berhenti mengarah pada Elea. Sungguh ia gadis sempurna, memberinya anak kembar yang cantik dan membuatnya dipuji oleh setiap orang.

Mendapatkan tatapan dari Rajendra, Elea segera menundukkan kepalanya. Ia hanya berusaha agar tak terbawa perasaan dan berpikir bahwa suaminya terpesona olehnya.

"Tak mungkin, tak mungkin mas Rendra memujiku," itulah yang ada dalam pikiran ibu muda dua anak tersebut.

"Ehem!" deheman asisten Sen membuyarkan lamunan Rajendra.

"Nona, anda sangat cantik," puji Arsena tersenyum melihat istri tuannya, "benar kan tuan?" tanya asisten itu yang langsung melihat ke arah bosnya yang bangun dari angan-angan anehnya.

Rajendra berdiri, ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Mukanya ia palingkan dari Elea, wanita yang entah kenapa sangat ia benci.

"Apa matamu rabun?! Dia tampak biasa saja, walau ia pakai dress mahal dan barang mahal apapun yang melekat darinya. Bagiku ia tetap jelek," jawab Rajendra dingin.

Arsena menelan ludahnya, ia melihat Elea yang tampak sedih mendengar kata kasar yang terlontar dari mulut bosnya. Hal itu membuatnya menyesal memuji sang nona, padahal ia yakin bosnya terpesona tadi.

"Cepat! Kita sudah terlambat karena kau," ujar Rajendra berjalan lebih dulu, meninggalkan Elea tanpa memberinya sikap manis layaknya pasutri pada umumnya.

Elea hendak melangkahkan kaki mengekori suaminya, Arsena malah berdehem menghentikannya yang ia paham apa maksudnya.

"Maafkan saya, Nona. Karena saya anda dihina tuan," ucap Sena dengan kepala menunduk malu.

Elea tersenyum, "Asisten Sen, kita semua tahu sikapnya seperti apa. Aku sudah terbiasa dengan semua tentangnya, jadi jangan dipikirkan," ujarnya memahami.

Asisten Rajendra itu pun tersenyum, ia merasa sungkan pada Elea yang begitu sabar dengan sifat dan sikap bosnya. Lain dengannya yang kadang mengumpat tuannya didalam hati, kalau bisa ingin menggamparnya.

"Hei!" teriak Rajendra diambang pintu.

Elea dan Sena menoleh pada suara itu bersamaan, suara yang terdengar marah bak petir menggelegar disiang hari.

"Apa kalian tak dengar?! Cepatlah! Selalu membuatku menunggu saja," kesal Rajendra tiba-tiba, entah kenapa melihat Elea berbincang dengan asistennya saja membuatnya terasa terbakar amarah.

Elea dan Arsena saling melirik sejenak, watak Rajendra sudah diambang tensi level 200 membuat mereka bergidik takut mendadak.

Mereka berjalan menyusul sang tuan muda itu, pewaris Suma Group yang terkenal dengan perusahaan dibanyak bidang. Mereka memiliki anak perusahaan yang banyak, yang awalnya hanya memiliki perusahaan dibidang retail saja.

Semua itu berkat kepintaran Rajendra yang sukses mengembangkan perusahaan milik ayahnya, Reza hadi kusuma yang sudah lama tiada.

**

Mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai dirumah megah milik keluarga kusuma, rumah tiga lantai dengan luas hektaran itu memiliki corak yang etnis khas sekali dengan para sultan negara ini.

Elea turun bersamaan dengan Rajendra, disini sikap lelaki itu berubah 360 derajat. Aura yang tadinya dingin menjadi hangat dengan senyum yang terlukis dibibirnya. Rajendra berjalan memutari mobil dan menarik tangan istrinya untuk berpegangan pada lengannya, hal itu membuat Asisten Sen menggelengkan kepalanya kala tak sengaja melihatnya lewat spion mobil.

"Sumpah! Gue enek," umpat Arsena dalam hati, melihat gambaran pasangan yang sempurna dimata semua orang.

Rajendra yang tampan, kaya dan juga Family man berjalan dengan gadis berwajah cantik bak bidadari.

Elea hanya diam dan memaksakan diri untuk tersenyum, ia sudah paham maksudnya. Ia harus menyiapkan mental bahagia dihadapan keluarga suaminya, apalagi keluarga suaminya cukup terkenal di Negara ini.

Mereka orang terpandang, ada kerabatnya yang menjadi aktris pula sehingga mengundang para pencari berita yang datang. Ada juga pejabat negara yang membuat keluarga mereka makin dilevel hebat.

"Anakku," panggil ibunya Rajendra, ia melambaikan tangannya menyuruh sang anak dan menantunya untuk menghampirinya dan duduk bersamanya.

Pasangan itu berjalan kearah meja yang sudah ada keluarga inti disana, begitupun anak kembar mereka yang cantik dengan dandanan bak princess itu.

"Mamah, papah," panggil putri kembarnya bersamaan memeluk keduanya, sang kakak pada ayahnya dan sang adik pada ibunya.

Mereka pun duduk dengan jarak yang dekat, memperlihatkan bahwa mereka keluarga kecil yang harmonis dan romantis. Membuat pasangan lain dikerabat ibunya iri melihatnya, bahkan ada pula yang melihatnya dengan mata judes.

Mereka berbisik, membicarakan Elea yang beruntung bak cinderella. Namun ada pula yang tak suka pada Elea karena berasal dari level bawah dan tak pantas bersanding dengan Rajendra yang sempurna.

Tapi Elea tak peduli, toh takdir ini pun bukan keinginannya ia hanya mengikuti arus. Ini semuanya karena demi sahabatnya, Erika—mantan kekasih Rajendra.

"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Rajendra memberikan perhatiannya pada Elea, tak seperti tadi ia begitu manis dan hangat pada Istrinya sekarang.

"Apa aja, apa yang mas suka aku juga suka," jawab Elea membalas drama suaminya dihadapan keluarga.

Tentu mereka merasa iri dan dengki.

"So sweet banget, bikin kita iri aja," puji seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah bibi Rajendra.

"Iya, lain kali jangan manis-manis deh. Takut kita kena diabetes," timpal kerabat yang lain yang kemudian tersenyum merekah.

Mereka tertawa dengan candaan itu, seakan pasangan itu adalah pengantin baru yang sangat sempurna. Lain halnya dengan kakak Rajendra, ia sedari tadi hanya menyimak dan menyidik sikap keduanya.

Raisa, kakak Rajendra yang sudah menjadi janda itu merasa ada yang mencurigakan dengan adik dan iparnya. Ia sudah pengalaman, jadi sudah tahu apa yang pernah terjadi dalam rumah tangga.

"Rendra, kapan kamu ngasih keponakan laki-laki?" tanya Raisa begitu tiba-tiba, biasanya ia selalu bersikap masa bodoh dengan keluarga adiknya.

Rajendra yang tengah meneguk air sirup langsung tersedak dan terbatuk-batuk, melihat itu Elea segera mengambilkan tisu yang tak jauh darinya.

"Ini mas," ucap Elea mengusap sudut bibir suaminya.

"Iya, mamah sudah gak bisa sabar pengen punya cucu laki-laki," kini ibunya Rajendra yang bertanya.

Suasana mendadak hening, karena Rajendra pun mendadak diam seakan mencari kalimat yang pas untuk menjawabnya.

"Kita sedang berusaha, mah, kak. Mungkin karena aku sudah pernah KB, jadi sekarang agak susah," jawab Elea yang membuatnya jadi pusat perhatian dimeja besar itu.

Begitu pun Rajendra, ia melirik istrinya yang menjawabnya dengan tenang juga senyuman yang tak lepas sejak mereka masuk ke rumah itu.

"Iya juga sih, aku juga jadi sulit hamil lagi paska lepas KB," timpal kerabat lain yang mengalami nasib seperti itu.

Mereka semua memakluminya, dan mengangguk mendengar penjelasan dari Elea. Setelah itu suasana kembali ceria, namun tidak bagi Rajendra yang terus menatap istrinya.

1
Erda Erda
jangan pisah lah semoga
Erda Erda
galau kalau pisah apa kah bisa baca
Dew666
❤️‍🩹🏆
Erda Erda
kejar cinta isteri sampai dapat demi anak hilang kan ego mu ..😍
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
🌀 SãñõõR 💞
mantulll kakak
🌀 SãñõõR 💞
kita simak terus kaka sampe tamat😍👍
🌀 SãñõõR 💞
do'ain aja kak😍
Erda Erda
semoga gk pisah ..
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Erda Erda
apa kah .pisah nantik semoga gk ..kasihan anak ya
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
🌀 SãñõõR 💞
maaf othor telat update, soalnya lupa... 🙏
Erny Su
Aku sampai kesulitan bernapas ingin rasanya ikut tauran dan membantai wanita jalang itu 😄🤣
🌀 SãñõõR 💞: ya ampun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dew666
🍭🍭🍭🍭
🌀 SãñõõR 💞: makasih
total 1 replies
🌀 SãñõõR 💞
hai juga... makasih kakak Erni😍😍🙏
Erny Su: sama-sama
total 1 replies
Erny Su
Hai aku mampir... semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!