Di pesantren Queen Al-Falah, Abigail, seorang Ning yang dingin dan penuh talenta, lebih memilih kopi dan kesibukan pondok daripada cinta. Ia adalah permata yang tersembunyi di balik sikap judes dan penampilannya yang sederhana. Namun, takdir berkata lain ketika sang kakek menjodohkannya dengan seorang Gus Abdi Ndalem, partnernya dalam tim multimedia dan hadroh. Di antara jadwal padat, sholawat, dan misteri masa lalu, Abigail harus membuka hatinya untuk cinta yang tak pernah ia duga. Mampukah ia menemukan kehangatan di balik dinginnya ndalem dan kerasnya hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obrolan Santai, Pengaosan Kitab Kuning, dan Cahaya Ilmu di Ndalem Barat
[Rapatnya sudah selesai, tapi Ning Bijel masih menunggu suaminya yang mengobrol dengan para santri putra, para pengurus asrama putra, dan para kang keamanan pondok, membahas banyak hal.]
Gus Arya dengan yang Lainnya (Di Asrama Putra)
Gus Arya: "Jadi, gimana menurut kalian tentang rencana perbaikan kamar mandi di asrama ini?"
Pengurus Asrama 1: "Menurut saya, Gus, sebaiknya kita prioritaskan yang paling rusak dulu. Soalnya kasihan santri-santri yang mau mandi."
Santri 1: "Betul, Gus. Kamar mandi yang di ujung itu sudah parah banget kerusakannya."
Kang Keamanan 1: "Kalau soal keamanan, Gus, sebaiknya kita pasang CCTV di beberapa titik strategis. Biar lebih mudah memantau aktivitas di asrama."
Gus Arya: "Ide bagus! Nanti saya koordinasikan dengan pihak pesantren untuk pengadaan CCTV. Terima kasih atas masukannya ya."
Santri 2: "Sama-sama, Gus. Kami juga pengen asrama ini jadi lebih nyaman dan aman."
Gus Arya: "Oh iya, satu lagi. Saya minta tolong kalian semua untuk selalu menjaga kebersihan asrama ya. Jangan buang sampah sembarangan dan rajin-rajin piket."
Semua: "Siap, Gus!"
[Setelah mengobrol yang cukup lama, Gus Arya dan Bijel kembali ke ndalem barat. Sampai di ndalem, Bijel langsung memasak makanan untuk makan siang, sambil jualan. Juga nanti akan ada pengaosan ngaji kitab kuning online, tapi ada beberapa juga warga sekitar pesantren ikut, jadinya bisa online bisa juga langsung ke ndalem barat. Ngaji pengaosan Ning Bijel dimulai pada sore hari pukul 16.00 sampai pukul 16.45.]
Pengaosan Ngaji yang Dipimpin Ning Bijel dengan Jama'ah Perempuan (Di Ndalem Barat)
(Pukul 16.00, para jama'ah perempuan mulai berdatangan ke ndalem barat. Ada yang datang langsung, ada juga yang mengikuti pengaosan secara online melalui live streaming.)
Ning Bijel: (dengan nada lembut dan ramah) "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore, Ibu-ibu semuanya. Alhamdulillah, hari ini kita bisa bertemu lagi dalam pengaosan kitab kuning ini."
Jama'ah 1: "Waalaikumsalam, Ning."
Jama'ah 2: "Alhamdulillah, Ning. Senang bisa ikut ngaji lagi."
Ning Bijel: "Hari ini kita akan melanjutkan pembahasan kitab... . Mari kita mulai dengan membaca basmalah bersama-sama."
Semua: "Bismillahirrahmanirrahim..."
[Ngaji pengaosan kitab kuning yg dipimpin Ning Abigail dg jama'ah perempuan.
dialog beberapa pertanyaan dr kitab kuning juga jawaban Ning Abigail.]
Beberapa Pertanyaan dari Kitab Kuning dan Jawaban Ning Abigail
Ning Bijel: (setelah membaca beberapa bait dari kitab) "Baik, Ibu-ibu, apakah ada pertanyaan seputar materi yang sudah kita bahas tadi?"
Jama'ah 3: "Ning, saya mau tanya. Kalau seorang istri tidak taat kepada suami, apa hukumnya dalam Islam?"
Ning Bijel: (dengan nada bijaksana) "Dalam kitab ini dijelaskan bahwa seorang istri wajib taat kepada suaminya selama tidak melanggar syariat agama. Jika seorang istri tidak taat kepada suaminya tanpa alasan yang jelas, maka ia telah berdosa."
Jama'ah 4: "Ning, bagaimana cara mendidik anak agar menjadi sholeh dan sholehah?"
Ning Bijel: (dengan nada lembut) "Cara mendidik anak agar menjadi sholeh dan sholehah adalah dengan memberikan contoh yang baik, mengajarkan ilmu agama sejak dini, dan selalu mendoakan mereka agar diberi hidayah oleh Allah SWT."
Jama'ah 5: "Ning, apa hukumnya seorang wanita bekerja di luar rumah?"
Ning Bijel: (dengan nada hati-hati) "Dalam Islam, seorang wanita diperbolehkan bekerja di luar rumah selama mendapatkan izin dari suaminya dan tetap menjaga kehormatannya. Namun, jika pekerjaan tersebut dapat melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu, maka sebaiknya dihindari."
Ning Bijel: "Baik, Ibu-ibu, waktu kita sudah hampir habis. Semoga apa yang kita pelajari hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Mari kita tutup pengaosan ini dengan membaca hamdalah bersama-sama."
Semua: "Alhamdulillahirabbil'alamin..."
[Setelah pengaosan selesai, para jama'ah perempuan berpamitan kepada Ning Bijel dan pulang ke rumah masing-masing. Ning Bijel merasa senang karena dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan para jama'ah. Ia berharap dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pengaosan kitab kuning ini.]