NovelToon NovelToon
Gairah Sang Janda

Gairah Sang Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Konflik etika / Selingkuh / Romantis / Trauma masa lalu / PSK
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Warning!! Hanya untuk pembaca 21 tahun ke atas.

Lyra menjadi wanita yang haus akan kasih sayang setelah kepergian suaminya. Usia pernikahannya baru berjalan 2 bulan, namun harus berakhir dengan menyandang status janda di tinggal mati. Bertemu Dika seorang lelaki yang bekerja di daerah tempat tinggalnya. Membuat mereka terlibat dengan hubungan cinta yang penuh dosa.Tapi siapa sangka, ternyata Dika sudah menikah, dan terobsesi kepada Lyra.
Lyra akhirnya memutuskan untuk sendiri menjalani sisa hidupnya. Namun ia bertemu Fandi, rekan kerjanya yang ternyata memendam rasa padanya.

Bagaimana kisah kehidupan dan cinta Lyra selanjutnya?
Yuk simak kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Video

Bab 10

Video

"Bang..., ada yang ingin aku ceritakan ke Abang."

Desi berbicara pelan. Ia sedang berada di kamar bersama suaminya yang baru selesai sholat jum'at. Wanita itu tidak sabar ingin memberi tahu Malik, sang suami mengenai video yang mirip Dika. Ia duduk di depan suaminya dan memegang lutut suaminya.

"Ada apa? Muka mu serius begitu Abang jadi ngeri."

Desi memukul pelan suaminya, kemudian mengeluarkan handphonenya dan memberikannya kepada Malik. Layar yang sudah terbuka dengan video yang siap di putar itu menarik perhatian suaminya untuk melihatnya.

"Coba Abang lihat ini dulu deh."

Malik meraih handphone Desi kemudian memutar video yang dimaksud. Setelah di tonton sampai habis, rasanya tidak ada yang aneh menurutnya.

"Video kebakaran di daerah tempat Dika kerja?" Tanya Malik karena sudah tahu, berita itu cukup viral di media sosial seharian ini.

"Iya."

"Nggak ada yang aneh."

"Ada loh Bang...! Coba Abang perhatikan baik-baik di bagian ini."

Desi memutar ulang video. Sama-sama mereka menonton video tersebut. Begitu dibagian gambar orang yang meluk wanita mirip Dika muncul, Desi menghentikan pemutaran video itu.

"Nah lihat, siapa itu Bang?" Tanya Desi lagi.

"Dika." Jawab Malik dengan santainya lalu memandang Desi, sang istri.

Desi hanya memandang suaminya dalam diam dan tajam, sampai Malik mengerutkan dahinya karena merasa ada sesuatu yang Janggal. Malik kembali melihat ke layar handphone dan memperhatikan lagi dengan seksama.

"Loh, beneran Dika? Tapi sama siapa?!"

"Ssttt...!" Desi memberi kode dengan meletakkan jari telunjuk di bibirnya. "Kecilin suara Abang, jangan sampai Ibu dan Ayah dengar."

Malik mengangguk dengan cepat. "Dika sama siapa ini?!" Tanya Malik sedikit panik.

"Aku juga nggak tahu Bang."

"Apa Novia tahu?"

"Kayaknya Novia nggak tahu. Karena sampai sekarang nggak ada yang dia ceritakan soal Dika ke aku. Biasanya kalau ada apa-apa, dia langsung cerita."

"Jangan kasih tahu dulu kalau begitu. Kita juga belum tahu pasti perempuan ini siapanya Dika."

"Tapi kasihan Novia kalau Dika sampai selingkuh di sana Bang."

"Iya Abang tahu. Tapi nggak ada terdengar kabar mereka berantem soal orang ke tiga kan?"

Desi menggeleng pelan.

"Ya sudah. Jangan lagi kita bahas soal ini. Kalau kita sudah yakin dan menemukan bukti yang lain, barulah kita beritahu masalah ini kepada Novia."

"Iya Bang."

Meski keduanya sama-sama sepakat untuk tidak membahas lebih lanjut, tetapi baik Desi maupun Malik menjadi kepikiran soal video tersebut.

-

-

-

"Assalamualaikum..."

"Wa'alaikumsalam..., eh... ada Ibra."

Ibra langsung mengalami Nenek dan kakeknya yang sedang duduk sambil menonton televisi di ruang tengah. Begitu pula Novia dengan sebelah tangan kiri yang memegang rantang.

"Kalian dari mana?" Tanya Ayahnya Novia, Pak Hidayat.

"Dari rumah Kek." Jawab Ibra.

"Kok bawa tas?" Tanya Hidayat lagi melihat tas ransel di punggung Ibra.

"Mau nginap sini karena Papa nggak jadi pulang." Suara Ibra terdengar sendu.

"Bener, Nov?" Tanya Bu Rahma, ibunya Novia.

"Iya Bu. Mas Dika sibuk banyak kerjaan. Ibra, bawa dulu rantangnya ke belakang Nak. Sekalian, taruh tas kamu di kamar tengah ya?" Ujar Novia.

"Iya Ma."

Ibra mengambil rantang dari tangan Novia, kemudian membawanya ke dapur. Novia pun mendekat kepada Ayah dan Ibunya agar suaranya tidak di dengar Ibra.

"Mas Dika nggak jadi pulang karena sibuk gotong-royong membantu warga korban kebakaran membangun rumah mereka kembali." Jelas Novia.

"Oh, begitu. Ya sudah, kalian akhir pekan disini saja kita kumpul bersama." Ujar Pak Hidayat.

"Iya yah."

-

-

-

Di dapur, Ibra meletakkan rantang di atas meja. Mendengar ada suara orang datang ke rumah mereka, Desi dan Malik keluar dari kamar mereka yang letaknya paling ujung.

"Ibra, sama siapa Nak?" Tanya Desi menghampiri keponakannya yang sudah dianggap seperti anak sendiri.

"Tante Desi, Om Malik?" Ibra langsung menyalami om dan tantenya. "Sama Mama. Itu di ruang tengah lagi ngobrol sama Kakek dan Nenek."

"Nginap sini?" Tanya Desi lagi melihat tas di punggung Ibra yang biasanya di gunakan untuk membawa perlengkapan menginap.

"Iya. Papa nggak jadi pulang minggu ini." Ungkap Ibra apa adanya.

Desi menoleh kepada Malik, begitu pula sebaliknya. Pikiran mereka tertuju pada hal yang sama, yaitu ada hubungannya dengan video yang baru saja lihat.

"Ya sudah. Simpan tasnya ke kamar ya sayang, nanti malam kita jalan-jalan ya. Iya kan Om Malik?" Tanya Desi kepada suaminya sendiri.

Malik paham apa yang di pikirkan istrinya. Ia pun mengangguk mengiyakan.

"Wah, bener ya... Asik!"

Ibra senang sambil meloncat-loncat kegirangan. Ia pun setengah berlari menuju kamar tengah dan menyimpan tasnya disana. Lalu keluar rumah untuk bermain dengan anak-anaknya sekitar, sebayanya.

Desi dan Malik menuju ruang tengah untuk ikut mengobrol bersama Ayah, ibu dan juga Novia.

"Kamu bawa makanan Nov?" Sapa Desi kepada adiknya.

"Iya, Kak. Tadinya masak banyak untuk Mas Dika pulang. Tapi dia nggak jadi pulang, jadi aku bawa kesini saja."

"Alhamdulillah, nggak perlu masak buat malam nanti."

"Iya Kak."

"Dika kenapa nggak jadi pulang?" Tanya Desi lagi.

"Mas Dika nggak enak sama tetangga yang lain pada gotong royong bantu bangun rumah korban kebakaran. Apalagi Mas Dika hanya punya waktu senggang sabtu dan minggu saja."

"Oalah begitu rupanya. Aku dan Bang Malik sudah janji sama Ibra mau bawa dia jalan-jalan nanti malam. Kamu mau ikut Nov?"

"Ibra saja deh Kak. Aku menemani Ayah dan Ibu saja di rumah."

"Ikut saja, biar Desi ada kawannya." Ujar Malik.

"Sudah, ikut saja Novia." Ujar Bu Rahma dengan lembut kepada anak bungsunya.

"Ya sudah kalau begitu."

-

-

-

Pasar malam menjadi tujuan Malik membawa istri, ponakan, dan adik iparnya. Ibra terlihat senang karena ini kali pertama ia di ajak ke pasar rakyat seperti ini. Sebelum-sebelumnya, Ibra hanya di ajak Dika ke permainan di Mall saja.

"Waah...!"

"Kamu senang Ibra?" Tanya Malik.

Ibra mengangguk cepat. "Ibra boleh menaiki wahana yang itu Om?" Ijinnya.

"Boleh. Nanti Om dampingi. Yang itu, yang itu, dan sana juga boleh." Ujar Malik.

"Asiiik!! Ayo Om kita kesana?!" Ajak Ibra tidak sabar.

Desi dan Novia tersenyum melihat tingkah Ibra. Kemudian Malik sedikit mendekat pada Desi sang istri.

"Des, Abang bawa Ibra main dulu ya, nanti kita ketemu lagi di titik ini." Ujar Malik.

"Iya Bang. Aku sama Novia juga mau keliling dulu lihat apa saja yang di jual." Jawab Desi.

"Ya sudah kalau begitu."

Mereka pun berpisah. Desi dan Novia berjalan bersama melihat-lihat barang dagangan di depan mereka.

Pasar malam memang jauh berbeda dengan Mall. Meski sedikit sempit dan jalan tidak mulus, tetapi hiburan yang di berikan tidak kalah menariknya dengan yang ada di Mall.

"Nov, kamu jarang buka media sosial mu ya?" Tanya Desi di sela-sela kesibukan mereka melihat-lihat dagangan.

"Iya, kalau lagi pengen aja. Kenapa Kak?"

"Rasanya sayang kalau nggak di gunakan. Apalagi follower mu sudah lebih dari tiga ribu."

"Hehehe. Mas Dika suka merajuk kalau aku main media sosial Kak. Suka lupa waktu katanya."

"Tapi selama Dika nggak ada, boleh lah kamu buka media sosial mu. Kalau kamu bisa cari penghasilan dari sana kan lumayan juga buat tambahan."

"Iya sih Kak. Nanti deh, aku pikirkan lagi."

"Eh, ada aksesoris handphone. Lihat kesana yuk!"

Novia mengikuti langkah kaki kakaknya menuju ke pedagang aksesoris handphone. Mereka pun memilih aksesoris untuk handphone mereka.

"Aduh, maaf!"

Tanpa sengaja Novia punggung Novia menabrak orang yang lewat ketika ia sedikit mundur ke belakang. Seorang Ibu-ibu berhenti di dekat Novia karena kantung belanjaan jatuh.

"Maaf ya Bu, saya nggak sengaja." Kata Novia lagi sambil membantu mengambilkan kantung belanjaan si ibu yang ia tabrak tadi.

"Nggak apa-apa." Kata si ibu memperhatikan wajah Novia sesaat.

"Sekali lagi, maaf ya Bu."

"Iya. Nggak apa-apa."

Si ibu kembali berjalan. Keningnya terus berkerut karena ia merasa penasaran, dimana ia pernah bertemu dengan Novia karena wajahnya yang tidak asing. Sedikit lama berpikir, akhirnya ia ingat dimana pernah melihat Novia.

"Oh iya. Itu kan istri Pak Dika!" Gumam si ibu begitu mengingat Novia yang dulu pernah datang ke rumah dinas Dika 4 tahun yang lalu.

Namun begitu si ibu mencari lagi keberadaan Novia, wanita itu sudah menghilang di antara kerumunan orang yang lalu lalang.

-

-

-

Bersambung...

Note : likenya jangan lupa please.... 🥺

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅ᴳᴿ🐅Kᵝ⃟ᴸZ
dika itu udah cinta mati smaa lyra..lyra pergi pastilah hatinya ikutan pergi, masih ada harapan' buat pertahankan??
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅ᴳᴿ🐅Kᵝ⃟ᴸZ
bertahan Krn anak pasti nantinya tetap gakan baik" aja Novia..yakin kamu akan bahagia setelah kepergian lyra??
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ
lyra pergi .. taunya nanti malahan hamil bawa 😄
🏘⃝Aⁿᵘ🍒⃞⃟🦅♉🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Kᵝ⃟ᴸ
hhhhhh... tersangkanya msh dikantor.🤣
pas pulang lyra udah pergi.. kayaknya bakalan nambah Maslah deh Novia.. mending ber3 bicaranya..klo sepihak gitu nantinya badan dika dikamu tapi hati dan jiwanya di lyra
Author abal-abal
setelah Lyra pergi, Novia harusnya ceraikan Dika. biar double sakitnya 😤
💜Bening🍆
percuma kamu pastiin lyra pergi klo suamimu gk bisa berubah.... yg lbh perlu itu pastiin dika tobat bkn hanya sekedar mastiin kamu berhasil nyingkirin lyra... kamu kira setelah sukses bikin lyra pergi semua bakal baik2 aja n dika jd suami idaman yg setia... preettlah, yg ada bisa aja dika malah sibuk nyari lyra atw bahkan nyari lyra2 yg lain utk menuhin egonya
💜Bening🍆
setelah lyra pergi jd kamu mau bertahan? suamimu yg inisiatif selingkuh bkn di goda wanita lain... kamu mau diem2 aja n kembali lanjutin rumah tanggamu gitu
💜Bening🍆
bojomu yg sengkelek novia.... jgn krn cinta kamu nutup kemungkinan bahwa yg buaya emang suamimu bkn wanita lain yg menggoda suamimu
💜Bening🍆
bkn e kamu dah ada curiga kemaren2 lyra... meski wajar terkejut tp hrsnya kamu punya kemungkinan soal kebohongan dika yg ini
Author.N.
kirain mau jambak2an duluuu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
terus setelah kamu nyingkirin lyra kamu akan baik2 saja dan seperti semula sama dika begitu?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lyra tapi gak ngejar looo
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
harusnya kamu udah memprediksikan hal ini ly
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Lie𝐙⃝🦜🅟ᴳ᯳ᷢ
Bagus lira kebahagian kamu diluar sana pasti lebih baik, Novia sekali selingkuh tetep susah di maafkan bersama hanya karena anak? apa mungkin bisa ya??
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Lie𝐙⃝🦜🅟ᴳ᯳ᷢ
Semangat mom, ceritanya bagus gak semua pelakor itu jahat, meski salah apapun caranya.
Author.N.
Pas labraknya jangan lupa video ya wak, nanti kita up di tik tok. Biar kalau viral novia diundang di pagi2 amburadul sama podcast Danny sumarso 😆
Author.N.
Lahhhh malah nunggu dika pergi 🤣
Author.N.
😅 bakarrr Ball, iqbal. bakarrr sekalian emosi novia
Author.N.
Dika harus kamu cabik2 mah nop
Author.N.
iparku cinta pertamaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!