Niat awal Langit ingin membalas dendam pada Mentari karena telah membuat kekasihnya meninggal.Namun siapa sangka ia malah terjebak perasannya sendiri.
Seperti apa perjalanan kisah cinta Mentari dan Langit? Baca sampai tuntas ya.Jangan lupa follow akun IG @author_receh serta akun tiktok @shadirazahran23 untuk update info novel lainnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Pagi-pagi sekali Langit sudah bersiap meninjau lokasi pembangunan hotel yang baru berjalan 35 persen. Beberapa investor dijadwalkan datang, dan mau tak mau ia harus hadir langsung di sana,meski agenda hari itu terbilang padat. Akhirnya, sebagian tugas ia bagi dengan Riko.
“Sayang, Papa berangkat dulu, ya,” ucap Langit sambil mengecup kening Mina yang tengah sarapan.
“Iya, Pa,” jawab Mina ceria.
Di dapur, Mentari baru saja menyeduh teh hangat.
“Sarapan dulu, Mas,” pintanya lembut.
“Dibekalin saja, ya. Aku sudah terlambat sekarang,” balas Langit sambil melirik jam tangannya.
Mentari mengangguk.
“Ya sudah, minum dulu tehnya. Aku siapkan bekalnya sekarang.”
Langit menuruti. Ia meneguk teh hangat itu pelan, menikmati sejenak ketenangan sebelum hari kembali berlari.
Belum juga lima menit berlalu, suara klakson mobil terdengar dari halaman depan.
Mentari yang sedang memasukkan nasi goreng lengkap dengan telur ceplok ke dalam paper bag langsung mempercepat gerakannya.
“Sayang, sepertinya nggak keburu,” ucap Langit sambil melongok ke luar. “Mario sudah menjemput, ya.”
Mentari terdiam sepersekian detik, lalu menyerahkan paper bag itu ke tangan Langit.
“Hati-hati di jalan, Mas,” katanya sambil tersenyum tipis.
Langit mengangguk,lalau mengecup kening Mentari sebelum akhirnya ia berlari keluar.
Dari kejauhan, Mentari melihat suaminya masuk ke dalam mobil yang dikendarai Mario. Entah mengapa, perasaannya tiba-tiba tak menentu. Ada kegelisahan samar yang sulit ia jelaskan. Namun ia berusaha menepisnya, memaksa diri untuk berpikir positif.
Di dalam mobil.
“Maafkan aku terlambat,” ucap Langit begitu duduk di kursi penumpang.
“Tak apa,” balas Mario santai. “Mereka bisa menunggu.”Pria itu melirik kearah paperbag yang Langit bawa.
Saat Langit hendak memasang sabuk pengaman, pandangannya tak sengaja tertuju pada sebuah gambar kecil yang terselip di dashboard,sebuah ilustrasi sederhana tentang sepasang keluarga lengkap dengan seorang putri.
Dan Langit mengenalinya.
Mario yang menyadari tatapan itu segera angkat bicara.
“Mina yang menghadiahkannya untukku.”
Langit terdiam sesaat.
“Dia bilang,” lanjut Mario pelan, “dia sangat mencintai papa dan mamanya.”
Ia tersenyum tipis. “Hal itu… membuatku iri.”
Langit ikut tersenyum, bangga.
“Dia memang kebahagiaanku,” jawabnya mantap. “Begitu juga istriku.”
Hening sejenak menyelimuti kabin mobil, hanya diisi suara mesin yang mulai melaju.
“Boleh aku tanya sesuatu?” ucap Langit akhirnya.
Sambil tetap memegang kemudi dan menatap jalan di depannya, Mario mengangguk ringan.
“Tanyakan saja.”
"Orang seperti apa yang sedang Pak Mario usahakan itu?” tanya Langit pelan.
Refleks, Mario menginjak rem mendadak.
Mobil berhenti nyaris membuat keduanya terhentak ke depan.
“Maaf,” ucap Mario lirih, napasnya sedikit tertahan.
“Tak apa,” balas Langit tenang, meski sorot matanya mengamati perubahan sikap pria di sampingnya.
Mario menoleh sekilas ke arahnya, lalu kembali menatap jalan. Perlahan, ia kembali menekan pedal gas kali ini jauh lebih pelan.
“Dia wanita yang sangat kucintai,” jawab Mario akhirnya. “Tapi karena keegoisanku… aku kehilangan dia.”
Nada suaranya datar, namun luka di baliknya terlalu jelas untuk disembunyikan.
“Kesalahan apa yang Pak Mario lakukan sampai dia pergi?” tanya Langit hati-hati.
Mario mengangguk pelan.
“Sangat fatal,” katanya lirih. “Aku membuatnya sangat menderita.”
Ia terdiam sejenak, jemarinya mengencang di setir.
“Dan anak kami juga…”
Langit menoleh tajam.
“Jadi… kalian punya anak?”
Mario terkekeh kecil tawa yang terdengar lebih seperti usaha bertahan.
“Anak yang bahkan tidak aku ketahui kehadirannya,” balasnya pelan.
Ada hening panjang di antara mereka.
“Maaf,” ucap Langit akhirnya.
Mario menggeleng ringan.
“Tak masalah.”
Dan tanpa terasa mereka sudah sampai di lokasi pembangunan proyek.
Begitu turun dari mobil, Langit langsung disambut beberapa orang pengawas proyek, disusul para investor yang memang sengaja datang untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan.
“Mari, Pak Langit. Kita lihat ke dalam,” ujar salah satu pengawas bangunan sambil menyerahkan helm pelindung.
Langit mengenakan helm itu, lalu melangkah mengikuti rombongan. Di dalam area proyek, suara denting besi, dengung mesin, dan teriakan koordinasi para pekerja saling bersahutan. Masing-masing tampak sibuk menjalankan tugasnya.
Langit menyusuri setiap sudut dengan sorot mata tajam. Ia memperhatikan struktur bangunan, kualitas material, hingga cara para pekerja beraktivitas detail kecil yang tak pernah ia abaikan.
Kini ia berada di lantai dua. Dari sana, kerangka hotel itu mulai memperlihatkan bentuknya. Meski baru 35 persen rampung, Langit bisa membayangkan masa depan bangunan ini sebuah proyek yang ia pertaruhkan bukan hanya dengan modal, tetapi juga harga diri dan masa depannya.
Tanpa ia sadari, dari lantai atas sebuah besi besar tiba-tiba terlepas.
Semuanya terjadi begitu cepat.
Suara logam berderak memecah hiruk-pikuk proyek, disusul teriakan panik yang terlambat. Besi itu jatuh lurus menghantam tubuh Langit tanpa ampun.
“Pak Langit!”
Tubuhnya terlempar, lalu terhempas ke lantai. Helm pelindungnya terlepas, berguling menjauh. Langit tergeletak diam, tak bergerak.
Namun dari kejauhan tampak seseorang yang menarik bibirnya keatas...
Bersambung...
Riko. kasian ya di culik hingga sepuluh tahun baru di ketemukan oleh kakanya
Riko ga boleh cemburu ya Ok
sendiri. orang tua luknat 🤮 muntah Rini nasib nya menyedihkan sekali pantas ga mau menikah karena sudah ga perawan
biadap sekali menghancurkan seorang gadis yang akan menjalin sebagai pasangan jahat,, apabila masih hidup, kelak renta Jangan di tolong terkecuali
tunggu sampai muncul atau update lgi 👍😁
semoga belum janda wekkk
gugu di tiru,,,,dan dokter Siska nanti apa akan membalas ke langit dan mentari seandainya tau awal mulanya,,,jangan ya saling mengasihi dan berbalik hati karena kalau selalu bermusuhan hidup seperti di neraka' ga nyata ga fiksi, Ok lanjutkan,,,lope lope sekebon jengkol buat Author bunga ya jengkol mahal 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂
jangan ada pelakor atau apapun lho thor,baru aja bahagia ,sdh bikin deg2an ini 🙏🙏, jangn digoncang lg lah thor kasihan 🙏🙏