NovelToon NovelToon
THE SECRETARY SCANDAL

THE SECRETARY SCANDAL

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Obsesi / Kehidupan di Kantor / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:93.3k
Nilai: 5
Nama Author: NonaLebah

My bad story

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NonaLebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

"Maaf... Maaf... Maaf terus bisa lo!" Renzi menggeleng, wajahnya menunjukkan ekspresi jijik. "Mending lo keluar deh dari sini! Gue nggak butuh sekretaris bodoh kayak lo!"

Renzi memutar badannya, menghadap Fano dengan tatapan yang lebih dingin dari es. "Oh sekarang lo yang mau ngatur gue, Fan?" tukasnya dengan suara rendah yang berbahaya.

"Bukan begitu pak," Fano cepat-cepat membela diri, tangannya terangkat sedikit sebagai gesture menenangkan. "Maksud saya..."

"APA!" bentak Renzi tiba-tiba, membuat kedua karyawan itu hampir melompat ketakutan.

"Bapak boleh pecat saya juga kalau dia berbuat masalah lagi," Fano menjawab dengan keyakinan penuh, meski hatinya berdebar-debar.

"Pit, besok-besok sebelum laporan dikasih ke si boss, kamu kasih ke aku dulu aja," ujar Fano dengan suara lembut. "Biar aku cek dulu."

Pita mengangguk pelan, matanya masih basah oleh air mata. "Iya... Makasih, Fan," bisipnya, penuh rasa syukur bahwa masih ada yang peduli padanya di tengah kerasnya dunia korporat ini.

***

Mereka terlihat begitu akrab. Karmel tersenyum lepas, sesuatu yang sudah lama tidak Renzi lihat. Tangannya sesekali menyentuh lengan Bima saat tertawa, dan yang paling membuat Renzi geram adalah cara Bima memandang Karmel - penuh kekaguman dan perhatian yang tulus.

"Sayang..." suara kencannya mengagetkannya. "Kok malah berdiri disini sih. Kita duduk disitu." Wanita cantik berambut panjang itu menunjuk ke meja yang tak jauh dari tempat Karmel duduk.

Renzi mengangguk kaku, wajahnya berusaha tetap netral. Saat melewati meja Karmel, sengaja atau tidak, pandangan mereka bertemu. Karmel terkesiap sebentar, senyumnya pudar, sebelum akhirnya mengalihkan pandangan dan berpura-pura tak mengenalinya.

Sepanjang makan siang itu, Renzi hampir tak menyentuh makanannya. Matanya terus mengawasi Karmel dan Bima. Ia melihat bagaimana Bima dengan sopan menyiapkan kursi untuk Karmel, bagaimana mereka berbagi makanan, dan yang paling menyakitkan - bagaimana Karmel terlihat begitu bahagia dan bebas.

"Kamu kenapa? Kok dari tadi diam aja," tanya kencannya, sedikit kesal.

Renzi tak menjawab. Di benaknya, hanya ada satu pikiran: Karmel adalah miliknya, dan tak seorang pun berhak membuatnya tersenyum seperti itu. Rasa posesif yang gelap mulai menggerogoti pikirannya, merencanakan cara untuk kembali menguasai wanita yang sudah ia anggap sebagai haknya.

***

Setelah beberapa saat duduk dengan perasaan tidak nyaman, Karmel akhirnya berdiri. "Aku ke toilet dulu ya, Mas," ujarnya pada Bima dengan suara lembut.

Bima mengangguk dengan senyum hangat. "Iya, Mel."

Karmel berjalan menyusuri koridor restoran yang mewah menuju area toilet. Begitu masuk ke dalam, ia berdiri sejenak di depan cermin besar, mengambil napas dalam-dalam. Pertemuan tak terduga dengan Renzi telah mengoyak ketenangannya. Dengan tangan sedikit gemetar, ia membenarkan riasan wajahnya yang hampir sempurna.

Begitu keluar dari toilet, dadanya hampir sesak ketika melihat Renzi sedang bersandar di dinding koridor, menunggunya dengan ekspresi yang membuatnya geram.

"Apa kabar, Mel?" ujar Renzi sambil mendekat, tangannya dengan lancang membelai pipi Karmel.

Karmel segera menepis tangan itu. "Minggir!" desisnya dengan suara tertekan, berusaha tidak menarik perhatian pengunjung restoran lain.

"Jangan begitu dong," Renzi menyeringai, tak bergerak dari posisinya. "Kita baru aja nikmati malam berdua belum lama ini di Jeju. Harusnya kamu bisa lebih santai kalau ketemu aku."

"Aku bisa laporin kamu atas tindakan pelecehan!" ancam Karmel, matanya membara.

"Terus?" Renzi tak sedikit pun gentar, malah terlihat semakin terhibur oleh ancaman itu.

"Kamu pikir segalanya bisa selesai pakai uang dan kekuasaan kamu?!" sergah Karmel, meski dalam hatinya ia tahu betul jawabannya.

"Kalau gitu lakuin apa yang kamu bilang tadi," tantang Renzi dengan senyum penuh kemenangan. "Kita buktiin siapa yang menang."

1
leahlaurance
nah kan,air yang tenang jangan sangka tiada buaya.
leahlaurance
ya bab berulang
leahlaurance
cerita menarik
leahlaurance
jangan berharap dulu.
wina
lebih seru ..si cewek bunuh diri demi mempertahankan harga dirinya
its anna
pret
its anna
hadeh mel
leahlaurance: hum........,.......
total 1 replies
its anna
oon mak nya Karmel
its anna
penulisan dan gaya bahasanya rapih betul
Lia Amelia
hadeh .. mosok wes end,🤦
putrie_07
ah ngk mau aq kok tamatttttt g mauuuuuuuuu😭😭😭😭😭😭😭
lanjut Thor plissssss🙏🙏🙏
Anonymous
Halah renzot sama Karmel cerdas dari Hongkong, pretlah, mereka berdua ini menurutku couple terPRET. Dah bener tamatin aja Kak, create tokoh baru aja, baru kali ini sebel sama tokoh fiksi 🤣
dian
kok end????
sukensri hardiati
ibu anak sama aja
sukensri hardiati
ibunya karmel gampang disogok...
Rina Zulkifli
gantung?
Anonymous: Nih aku kasih konsep, Mora versi dewasa aja gimana? jodohin sama anaknya bita Rama 🤣
total 8 replies
IndahMulya
lanjut thor..
IndahMulya
wahh kerenn.. emg aku udah curiga si bima itu jahat
Rina Zulkifli
makin seru
astr.id_est 🌻
so sad
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!