NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 : Kenalan Lama

"Kamu ... kamu benar-benar Firda?" Risma menatap Firda dari atas ke bawah, memastikan. "Apa jangan-jangan kamu bukan Firda, tapi seseorang yang operasi plastik menyerupai wajah Firda demi menipuku."

Firda tertawa sumbang. "Operasi plastik? Kalau pikir pakai otak. Uang 1 miliar darimu mana cukup buat itu."

Risma terdiam, membenarkan ucapan Firda dalam hati. Dia menelan ludah, lalu mendekati Eric, melingkarkan tangan pada lengan kekasihnya, seolah minta perlindungan dari kemungkinan amukan Firda. "Mm ... Fi-Firda, duduklah dulu. Kita bicara dengan kepala dingin, okay?"

Di tempat lain, Arman dan Pras saling menatap, penasaran dengan ekspresi Firda yang membuat Risma sampai ketakutan begitu. Juga suara tawa aneh yang baru kali ini dia dengar dari sosok yang mereka kenal lembut dan penyayang tersebut. Kalau kata-kata dan nada bicara Firda, mereka bisa dengar sendiri. Kedengarannya memang sangat dingin dan menusuk.

"Bos, sepertinya kita berdua sama-sama belum pernah melihat sisi lain dari Firda," lirih Pras.

Arman mengangguk mengiyakan. "Jujur, ini di luar espektasiku, Pras. Tadinya aku pikir dia gampang ditekan, tidak tahunya malah sebaliknya," kata Arman tak menyangka. Dia lupa bahwa rasa kecewa, rasa benci, dan sakit hati yang teramat besar bisa merubah watak dan karakter seseorang. Dari yang awalnya berhati lembut bak malaikat, bisa berubah menjadi seperti ib*is.

"Ya, Bos, tadinya aku juga berpikiran seperti itu," ucap Pras.

"Sepertinya ada untungnya juga dia terlahir sebagai anaknya Subroto yang pemberani, tapi aku harap dia tidak mewarisi sifat buruk ayahnya yang pengkhianat." Arman tersenyum tipis penuh arti di akhir kalimatnya.

Pras melirik Arman sekilas. Kalau sudah menyebut nama orang tua Firda, dia jadi tidak mau berkomentar banyak, karena biasanya Arman sangat sensitif dengan nama itu, takutnya dia salah bicara dan berujung membuat bosnya marah.

Kembali ke layar monitor kecil di dashboard, posisi Firda sepertinya sudah lebih dekat dengan Risma dan Eric, lebih tepatnya mereka sudah duduk saling berhadapan. Risma terlihat menyerahkan buku menu dengan agak takut–takut.

"Pesanlah apa pun yang kamu inginkan, nanti Mama yang bayar semuanya," kata Risma.

Firda mendorong kembali buku menu tersebut. "Tidak perlu. Aku tidak mau apa pun, karena tidak ada yang berani menjamin, makanan atau pun minuman itu bersih dari racun."

Risma sontak berdiri. Dia tidak kuat lagi menghadapi sikap Firda. "Kamu ini bicara apa, Firda? Siapa yang mau meracunimu, dan siapa yang mau membunuhmu?" katanya emosi. Untungnya ada Eric yang sigap menenangkannya, merangkul dan mengusap-usap lengannya dengan lembut.

"Tenang, Tan. Marah bisa berpengaruh bagi kondisi kesehatanmu." Mendengar itu, Risma menarik napas dalam-dalam, mencoba mengatur pernapasan.

"Romantis sekali." Firda tersenyum smirk. "Oh iya, apa kabar dengan papa? Terakhir kali sehari sebelum aku melahirkan, kondisinya dinyatakan sudah lebih baik oleh dokter, dan kemungkinannya untuk sembuh semakin besar. Apakah papa tahu kalau kamu berselingkuh di belakangnya?" tanyanya pura-pura tidak tahu tentang kabar kematian ayah mertuanya.

Risma melirik Eric sebentar, lalu mulai menangis tersedu-sedu. "Papa ... papa sudah meninggal 4 bulan lalu, Firda. Kondisinya memang sempat membaik, tapi dia meninggal karena jatuh dari tangga. Setelah papa meninggal, di rumah Mama kesepian, tidak ada yang menemani, jadi Mama cari kamu, mau minta kamu pulang kembali ke rumah buat temani Mama."

"Cih, aku tidak percaya kalau itu alasanmu mencariku sampai rela mengeluarkan banyak uang. Kalau kamu memang kesepian setelah papa meninggal, lalu apa fungsinya brondongmu itu, hem? Apa gunanya pelihara dia kalau kamu masih saja kesepian? Mending kamu buang saja dia kalau begitu."

Eric yang tersinggung langsung berdiri dari duduknya. "Jaga bicaramu!"

Firda langsung menatapnya tajam. "Diam kamu! Laki-laki peliharaan tidak punya hak untuk bicara di sini!"

Entah punya kekuatan apa, ucapan Firda ternyata mampu membuat Eric menciut dan langsung duduk kembali.

"Jangan pikir aku tidak tahu apa-apa. Kabar kematian papa sudah aku ketahui sebelumnya, dan aku juga sudah pernah bertemu dengan Pengacara Mark."

Mata Risma langsung membulat sempurna. Wajahnya seketika pucat. Dia panik. "E–Eric, keluar lah dulu. Tante ingin bicara 4 mata dengannya."

"Mau bicara apa, Tan? Katakan saja, aku juga penasaran mau dengar," kata Eric dengan nada manja.

"Tidak bisa, Eric. Ini privasi," tegas Risma tidak mau dibantah.

Dengan terpaksa laki-laki itu menurut. Setelah Risma memastikan kekasihnya keluar dari ruangan, dia akhirnya bisa kembali bicara.

"Untuk apa kamu bertemu dengan pengacara itu, Firda?! Siapa yang menyuruhmu?!" tanyanya. Suaranya meninggi, tak lagi selembut sebelumnya. Matanya juga melotot, menampakkan sosok yang dulunya sering dilihat Firda di kesehariannya.

Firda tersenyum miring. Akhirnya, wujud asli Risma nampak juga. "Aku tahu, sebelum papa meninggal, dia meninggalkan wasiat, bahwa aku adalah pewaris sesungguhnya. Sementara kamu, tidak dapat apa-apa."

Wajah Risma langsung pias. Tidak bisa berkata-kata. Isi kepalanya masih ribut, bagaimana bisa Firda mengetahui semuanya. Siapa yang memberitahunya.

"Jadi, selagi aku masih berbaik hati, segera kemasi barang-barangmu. Aku beri kamu waktu 1 minggu. Amankan semua barang-barang branded, perhiasan, dan segala barang berharga yang kamu punya, karena jika tidak, di hari aku kembali ke rumah, aku tidak akan membiarkanmu membawa apa pun kecuali pakaian yang melekat di badanmu." Firda lantas bangkit dari duduknya. "Oh ya, sebentar lagi semua ATM–mu akan kubekukan. Jadi kamu sudah tidak punya akses lagi untuk itu."

'Kamu—" Risma langsung memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sakit dan nyeri, tak bisa berkata-kata untuk melawan Firda. Rencananya mencari Firda tidak berjalan sesuai rencana, karena rupanya Firda sudah tidak selemah dan sebodoh dulu.

Di saat Firda meninggalkan ruangan, Risma berteriak memanggil Eric.

"Astaga, Tan! Ada apa?! Kamu kenapa?!" tanyanya panik. Risma menggeleng. Napasnya seketika menjadi sesak. "Tan, kamu pucat sekali, aku bawa ke rumah sakit ya?"

"Iya, Tante mau ke rumah sakit, tapi tunggu sebentar, Tante atur napas dulu."

"Memang Tante kenapa sih? Kenapa tiba-tiba jadi seperti ini? Apa yang sudah dia lakukan sama Tante?"

Risma menggeleng. Dia tidak akan pernah mau menceritakannya kepada Eric, takutnya kekasihnya itu berubah dan segera meninggalkannya ketika tahu dia sudah tidak sekaya dulu.

...****************...

Pa**dara Firda mulai terasa penuh. Baju bagian depannya mulai mencetak noda basah berbentuk lingkaran tepat di ujung kedua d4d4nya.

"Semoga saja Akira tidak menangis. Sekarang sudah waktunya dia menyusu," gumamnya, semakin mempercepat langkahnya menuju pintu keluar restoran.

Karena terburu-buru dan tidak terlalu fokus, Firda malah tak sengaja menabrak seseorang di depan pintu masuk. Hampir saja dia terjatuh jika tidak segera ditahan oleh pria yang ditabraknya itu.

"Firda?" Pria itu terkejut, tapi senang di waktu yang bersamaan.

"Mas Juna." Firda yang juga terkejut buru-buru Firda melepaskan diri. "Maaf, Mas. Saya tidak sengaja."

"Tidak masalah." Pria bernama Arjuna itu tersenyum. "Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Kamu tidak apa-apa, 'kan?"

Firda menggeleng sambil tersenyum canggung. Dengan perlahan dia melangkah mundur. "Saya tidak apa-apa. Mari, Mas, saya permisi dulu. Buru-buru soalnya."

"Eh, Firda! Tunggu dul—" Tangan kanan Arjuna menggantung di udara. Teriakannya langsung terhenti ketika melihat Firda berlari dengan cepat ke arah parkiran. "Sepertinya dia memang sangat terburu-buru. Padahal banyak hal yang ingin aku bicarakan dengannya," gumamnya, menurunkan kembali tangannya.

Arjuna terus mengikuti Firda dengan tatapannya, alisnya sedikit terangkat ketika melihat wanita itu masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam. Karena rasa penasarannya, Arjuna membuka aplikasi pengecekan data kendaraan di ponselnya dan mengetik plat nomor mobil tersebut. Matanya melebar ketika hasilnya muncul. "Valmara Holding? Apa hubungan Firda dengan perusahaan itu?"

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!