"Ra, lo liat sahabat lo sakit Ra.. dia kehilangan lo disisinya. Gue nggak tahu kehidupan Gema di hari berikutnya tanpa lo di sisinya... Dia akan menjadi manusia versi apa, gue tahu lo capek, lo sakit, lo menderita dan lo pilih pergi dari neraka ini, keputusan lo tepat ra.."
"Tapi bagi Gema itu semua nggak tepat, dia akan jauh lebih sakit ketika lo nggak ada di sisinya lagi. Gue berharap Gema bisa menjalani hari - hari selanjutnya tanpa lo walaupun itu mustahil, dan gue berharap lo disana bahagia Ra... Dan sering - sering untuk datang ke mimpinya Gema Ra"
" Selamat tinggal Tiara Arabella.."
.
.
.
.
Jangan lupa ramaikan!
Yang ngak suka SKIP!!
Terima kasih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonya_860, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
"Gue_ gue ngak jadi minta deh buat lo aja, "
"Lah terus lo mau makan pakai apa Ra?" tanya Kayla,
"Gue makan pakai tempe nya aja, " Ara menunjuk dua potong tempe goreng di tempat makan nya.
"Ouh yaudah, nih kebetulan gue bawa banyak" Kayla memberikan dua tempe goreng milik nya untuk Ara,
"Makasih Kayla..."
"Sama - sama yaudah di makan gih," Ara menganguk dan mulai mengigit tempe goreng pemberian Kayla.
"Baru kali ini gue nemuin cewek yang mau teman sama gue? Apa dia bakal betah sama gue kalau gue tiba - tiba nunjukin sifat em asli gue?" Batin Ara memandang Kayla yang tengah menikmati makan nya.
"Semoga," lirih nya.
Ara kembali menghela nafas nya kasar saat kembali menatap wadah bekal nya... "Kambing?" gerutu Ara, dengan tidak ikhlas nya Ara menutup sayur pare milik nya dengan sebelah telapak tangan nya.
Dia mulai memakan nasi nya dengan tempe, simpel namun sangat lezat. Tiara dulu sangat menyukai makanan dari bahan utama kedelai atau sebut saja nama nya tempe.
Ara melirik Kayla sekilas, "Lo kayak nya suka banget yah sama sayur bayam?" tanya Ara, pasal nya Kayla makan sayur bayam dengan lahap nya sudah seperti makan dendeng sapi, mungkin,
Kayla menganggukkan kepala nya menatap Ara dengan tersenyum cerah, "He'em gue suka banget sama bayam, apa lagi kalau di campur tepung terus di goreng behhh enak banget Ra," ucap Kayla antusias,
Ara mengaruk tengkuknya kikuk, "Iya kah?"
"Ho'oh besok - besok gue bawain deh biar lo tahu gimana rasa nya, dan yah gue jamin min min lo pasti suka karena rasa nya ngak kaya bayam tapi kaya daging" ucap Kayla dengan sedikit kebohongan tentu nya.. Yakali bayam bisa berubah jadi rasa daging kecuali jika benar - benar di campur dengan daging, baru bisa real rasa daging.
Ara hanya menganggukkan kepala nya antara percaya dan tidak percaya akan ucapan Kayla, tapi bagi Ara tempe goreng tepung tetap nomer satu tidak ada yang bisa mengantikan nya.
Pecinta tempe _–
"Eh liat itu kakel kita kan yah??"
"Eh iyah ganteng banget gilak!!"
"Eh eh dia mau jalan ke sini kan yah?"
"Eh iya dia beneran jalan ke arah sini.."
"Pasti mau nyamperin gue itu pasti!"
"Halu lo! Kakel ganteng itu mau nyamperin gue kayak nya deh,"
"Aduh make up gue luntur ngak? Kaca mana kaca gue mau ngaca,"
"Eh itu_ itu bukan nya kakel yang kemarin bukan sih?"
"Eh lah iya gue baru sadar dia kan orang yang kemarin."
"Dia mau ngapain ke sini yah?"
"Mau nyamperin cewek nya mungkin?"
"Sok tahu siapa tahu dia nyamperin gue hihihi.."
"Mungkin nyamperin adik nya? Atau.. "
Mendengar suara yang terlalu heboh dan berisik dari teman - teman nya membuat Ara mendengus kesal, Ara mendongakkan kepala nya menatap ke depan siapa orang yang benar - benar menganggu waktu makan nya.
Seketika bola mata nya melotot, terkejut, syok, depresi.. Bercanda,
"Kayla Kayla Kayla!!" Ara mengoyang - goyang kan badan Kayla yang tengah melahap nasi nya, membuat sang empu mendengus kesal akan tindakan sahabat nya ini.
"Ish!! Apa an sih lo Ra? Lo ganggu gue yang lagi menik_"
"Shut!! Diem dulu! Liat depan Kay!!" pekik Ara tertahan.
Kayla langsung menatap ke arah depan dan, "Bused dah ganteng banget deh tuh cowok Ra," Ucap Kayla yang terpesona membuat Ara berdecak kesal.
"Ck Kay!! Lo inget kan gue kemarin cerita kalau gue liat drakula yang mata nya merah??" Kayla menganguk namun tak mengalihkan pandangan nya dari laki - laki tampan di depan sana.
"Itu dia orang nya Kayla! Dia orang nya!! Cowok itu yang mata nya merah kayak titisan drakula Kayla!" pekik Ara panik,
Sontak Kayla langsung menatap ke arah Ara, "Masa sih Ra?" Kayla kembali menatap ke depan menatap laki - laki yang ada di depan sana dengan mata memincing.
"Gak tuh Ra, gue ngak da liat mata dia merah malah sama kayak kita bola mata nya," jawab Kayla
"Ih beneran Kayla kemarin gue liat sendiri mata dia merah menyala kayak drakula kal_"
"Drakula?"
Deg,
Ara menatap orang yang ada tepat di depan nya dengan gugup luar biasa takut nya.
"Ka_ kak Ki_ king" gugup Ara saat Gabriel berdiri di depan nya menatap nya lekat bahkan jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja.
"Drakula apa?" tanya Gabriel kembali,
"O_ouh itu Ara lagi cerita sama Kay tentang film drakula yang kemarin malam Ara tonton kak" jelas Ara dengan menahan nafas nya berharap orang yang ada di depan nya percaya seratus persen, atau lebih baik seribu persen.
Gabriel mengangguk percaya, hinga tatapan mata nya terarah pada kotak bekal milik Ara yang masih tersisa banyak, "Suka pare?" tanya Gabriel.
Ara mengelengkan kepala nya lesu dan memasang wajah masam nya, "Ngak suka..." ucap Ara ah lebih tepat nya rengekan Ara,
Gabriel menganggukkan kepala nya, dia mengeluarkan kotak bekal warna biru tua dari paper bag yang tadi dia bawa dan menyodorkan nya ke Ara.
Ara menyergitkan alis nya bingung, "Ini apa kak?" tanya Ara
"Buka,"