NovelToon NovelToon
Benih Kakak Tiri

Benih Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Single Mom / Hamil di luar nikah / Lari Saat Hamil
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qwan in

Sejak usia lima tahun, Raya Amelia hidup dalam neraka buatan ayahnya, Davin, yang menyalahkannya atas kematian sang ibu. Penderitaan Raya kian sempurna saat ibu dan kakak tiri masuk ke kehidupannya, membawa siksaan fisik dan mental yang bertubi-tubi. Namun, kehancuran sesungguhnya baru saja dimulai, di tengah rasa sakit itu, Raya kini mengandung benih dari Leo, kakak tirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qwan in, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Keesokan harinya, kabut tipis masih menyelimuti perkebunan teh, namun suasana tenang itu mendadak pecah oleh kegaduhan kecil.

Raya berlari menyusuri jalan setapak dengan napas yang mulai terputus-putus. Di depannya, Lili berlari kencang tanpa memedulikan teriakan ibunya.

"Dasar anak nakal," gumam Raya sambil berusaha mengatur napas. "Lili! Kembali ke sini! Jangan buat Ibu marah!" teriaknya lagi.

"Nggak mau! Lili nggak mau sekolah! Ibu jahat! Ibu jahat!" balas Lili tanpa menoleh. Kakinya yang mungil terus dipaksa berlari, berusaha menghindar dari jangkauan ibunya.

Drama itu sebenarnya sudah dimulai sejak fajar menyingsing. Lili bangun dengan wajah masam dan bibir mengerucut. Meski Raya sudah berusaha membujuknya dengan sarapan hangat dan suara selembut mungkin, Lili tetap pada pendiriannya, mogok sekolah sampai Leo datang. Baginya, menunggu Leo jauh lebih penting daripada belajar di kelas.

"Jangan berlari seperti itu, nanti kamu jatuh!" teriak Raya penuh cemas.

Benar saja, baru sedetik peringatan itu terlontar, kaki kecil Lili tersandung batu. Dan membuat tubuh mungil itu tersungkur ke tanah.

"Lili!" pekik Raya. Ia mempercepat lari untuk menolong putrinya. Namun, langkah Raya mendadak terkunci saat sebuah mobil hitam mewah berhenti dengan decitan halus tepat di samping Lili.

Pintu mobil terbuka, dan sosok Leo muncul dengan gurat kecemasan yang nyata di wajahnya. "Lili? Kamu tidak apa-apa?" Suara Leo berat namun penuh kelembutan.

Melihat pria yang ia tunggu-tunggu sejak kemarin muncul seperti keajaiban, pertahanan Lili runtuh. Matanya seketika berkaca-kaca.

"Om Leo..." bisik Lili dengan suara bergetar.

"Selamatkan aku, Om!" tangisnya pecah. Ia memohon dengan wajah memelas, seolah-olah ia sedang diburu oleh sosok paling menyeramkan sedunia dan Leo adalah ksatria berkuda yang datang untuk menyelamatkannya.

Leo segera meraih tubuh mungil itu ke dalam gendongannya. Tangan besarnya dengan canggung namun lembut mengusap air mata yang membasahi pipi Lili.

"Sudah, jangan menangis. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Leo setelah isak tangis Lili sedikit mereda.

"Ibu jahat... Ibu bilang Om nggak akan kembali," adu Lili sambil menyembunyikan wajahnya di bahu Leo.

Mendengar aduan itu, Leo menoleh ke arah Raya yang berdiri mematung tak jauh dari sana. Ia memberikan tatapan tajam yang seolah-olah menghakimi Raya karena telah mengecewakan putri kecilnya.

"Sudah, jangan sedih lagi. Om bawa banyak hadiah untuk Lili di mobil," bisik Leo, yang langsung membuat mata Lili melebar.

"Beneran, Om?" mata Lili berbinar seketika, air matanya hilang entah ke mana.

Leo mengangguk pasti. "Tentu saja."

"Asik!" seru Lili kegirangan.

Leo membawa Lili masuk ke dalam mobil. Setelah memastikan bocah itu duduk dengan tenang di kursi belakang, ia kembali keluar dan menatap Raya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Ayo ikut sekalian," tawar Leo, memberikan tumpangan.

"Tidak perlu," jawab Raya singkat, mencoba menjaga jarak.

"Baiklah," ucap Leo pelan, ia memutuskan untuk tidak memaksa Raya lebih jauh.

Namun, sebelum benar-benar masuk ke dalam mobil, Leo berhenti sejenak. Ia menoleh sekali lagi ke arah Raya, menyunggingkan senyum tipis yang tampak menyebalkan.

"Dan satu lagi... jangan pasang wajah menyeramkan seperti itu. Kamu membuat anakku takut," ucapnya kemudian.

Tanpa menunggu balasan, Leo masuk ke mobil. Kendaraan mewah itu pun melaju tenang, meninggalkan kepulan debu tipis dan Raya yang hanya bisa berdiri mematung, merutuki sikap angkuh pria itu yang baru saja menyebut Lili sebagai anaknya.

Raya mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. "Sejak kapan dia punya hak menyebut Lili sebagai anaknya?" desisnya tajam.

Rasa sesak di dadanya bukan lagi karena lelah berlari, melainkan karena rasa takut yang mulai merayap. Keangkuhan Leo tidak berkurang sedikit pun, malah kini pria itu terlihat lebih berbahaya karena ia mulai menggunakan Lili sebagai tamengnya.

* * *

Di dalam rumah kayu sederhana itu, kemewahan boks mainan yang dibawa Leo tampak sangat kontras dengan dinding kayu yang mulai kusam. Leo menanggalkan keangkuhannya sejenak, ia duduk bersila di atas lantai beralaskan tikar tipis, membiarkan celana kain mahalnya menyentuh lantai demi menemani Lili yang sedang asyik dengan dunia barunya.

"Om... semua ini beneran boleh buat Lili?" tanya Lili ragu-ragu, matanya berbinar menatap boneka dan kotak-kotak kado di depannya.

Leo tersenyum tulus, sesuatu yang jarang ia lakukan. "Iya, semuanya hadiah untuk Lili."

Mendengar itu, perasaan senang Lili membuncah. Tanpa aba-aba, bocah kecil itu menghambur dan memeluk leher Leo dengan erat. "Terima kasih, Om!" seru Lili ceria.

Leo tertegun sejenak sebelum akhirnya membalas pelukan itu. Ada rasa hangat yang menjalar di dadanya saat tubuh mungil itu bersandar padanya. Karena rasa bahagia yang meluap bisa sedekat ini dengan putrinya, Leo tanpa sadar mendekap Lili sedikit terlalu erat.

"Aduh, sakit..." ringis Lili tiba-tiba.

Leo tersentak dan segera melepaskan pelukannya. Wajahnya berubah panik saat melihat Lili memegangi lengannya dengan raut wajah tidak nyaman.

"Coba sini Om lihat," ucap Leo cemas. Ia meraih tangan kecil itu dan perlahan menggulung lengan pakaian hangat Lili.

Seketika, mata Leo melebar. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat beberapa plester medis dan bekas memar kebiruan yang menempel di lengan kecil yang rapuh itu.

"Lili sayang... ini kenapa?" tanya Leo pelan, suaranya mulai bergetar.

"Ini bekas jarum suntik, Om," jawab Lili polos, seolah itu adalah hal biasa dalam hidupnya.

"Jarum suntik?" ulang Leo, tenggorokannya mendadak terasa kering.

Lili mengangguk pelan. "Iya, setiap kali Lili cuci darah, Lili harus disuntik dulu," ucap bocah itu lagi tanpa beban.

"Lili!"

Suara Raya menggelegar dari ambang pintu, memecah suasana. Dengan langkah seribu, ia segera menghampiri mereka dan menarik tubuh mungil Lili menjauh dari jangkauan Leo, menyembunyikan tangan putrinya di balik punggung.

"Ibu... maaf, Lili lupa," cicit bocah itu ketakutan. Karena terlalu bahagia melihat kehadiran Leo, Lili sampai melupakan janjinya pada sang ibu untuk merahasiakan penyakit berat yang selama ini ia pikul sendirian bersama ibunya.

Suasana ruangan itu mendadak menjadi sangat kaku. Leo perlahan bangkit berdiri, namun gerakannya terasa limbung. Matanya yang kosong menatap lurus ke arah Raya, menuntut penjelasan atas kenyataan pahit yang baru saja ia dengar.

"Raya... apa yang sebenarnya terjadi pada Lili?" tanya Leo. Suaranya rendah, nyaris seperti bisikan, namun penuh dengan getaran luka dan guncangan hebat. Dunia yang tadi ia bangun dengan hadiah-hadiah mewah, seketika runtuh hanya karena satu kalimat tentang jarum suntik dan cuci darah.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
merry
gk rela si raya ksh kesempatan gt buat Leon,, keslhn Leon msk krmh besar dmn raya tgl. bukn y ksh perlindungan dr perbuatan Bpk kandung tp leo dan mmy mlhnn nambah luka buat raya,, di jambak,, di tampar,, dipukul,, trs di perkosa lgg,, mrk ber3 monster buat raya smpai raya loncat dr jmbatan itu,,, tapi Leon juga gila dan ud menyesal ats perbuatan ya smpai smpai nywan roni do ujung tanduk klo leo ngmukk😄😄😄 ,,, gmn raya dech tau yg terbaik buat dirinya lgian seorang ibu psti ngalah demi ank ya 🙏🙏🙏tp jgn cepat juga maaf inn mrk raya anggp ajj ap yg Leon lakukan itung itung nebus dosa y 🙏🙏🙏🤭🤭🤭🤭
Bunda Dzi'3
raya meskipun leo bnykkk mmberi luka di hdupmu...mungkin leo bisa menyembuhkan luka dihdupmu juga
Bunda Dzi'3
raya knpa slalu mncari kesalahan leo trs....hehehehhee trs aja raya di uji kesabaran leo🤭😄
merry
nasibmu Ron apes 🤣🤣🤣🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor
merry
kirain cerita y bklnn tegang ajjh,, ternyta ada juga gokil ya 🤣🤣🤣🤣 syukur lhh ada yg bkn gokil disini 🤣🤣🤣 aduh Ron hrs y td pgl raya
Fitri Yama
cari pasangan Roni,,biar engga di tuduh LGBT
merry: bnr Ron bos mu sok kuat pdhl semlm ngamuk kyk singa hutan yg kehilangan mangsa ya 😄😄😄😄
total 1 replies
Dian Fitriana
double up thor
Bunda Dzi'3
up thor...smngts💪😍
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Dian Fitriana
update...smoga raya mau mnerima Leo demi kesembuhan lili
Muji Lestari
lanjutt thor slalu di tggu
Bunda Dzi'3
kaa doubel bab...biar raya tau rapuhnyaa leo meskipun tdk sehancur raya
Bunda Dzi'3
roni hrsnya kmu ksh tau raya selama ini leo juga sakit mentalnyaa dgn rasa bersalah telah buat raya bunuh diri
Her$a: kan dia kerja sama Leo baru 5 tahun, sedangkan raya ngilang 7 tahun lalu 😁
total 3 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor up trs thor
Reni Anjarwani
semanggat doubel up
Bunda Dzi'3
Raya berdamailah dgn masa lalu&rasa sakitmu demi kesembuhan lili...Leo bnr2 mau berjuang demi klian😍
merry
ksh ginjal mu br lili sembuh,,,, ray km jgn salahin dri kmu tp semuanya salh bokmu yg banjingan itu sm mm trimu dan leo hrsy lindungi kmu tp yg perbuatan pdmu,, bukti sm bpk mu klo kmu dlu kcil gk mngkin bunuh mmu klo kmu pembunuhnya mlam mu mngkin lili dh kmu gugurin wktu itu setelah slmt dr sungai
merry
akhir leo hutan tau lbh cept keadaan lili
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!