Raisa cukup kaget saat mertuanya menyurunya menjadi ibu susu keponakannya sendiri anak dari adik suaminya. apakah Raisa menyetujuinya atau menolaknya?..
*******************************
"milikmu enak sekali beda jauh dengan milik istriku" pujinya kala milik mereka telah menyatu, membuat wanita yang dibawahnya tersenyum bangga " aku ingin setiap hari kita melakukan ini" ucapannya lagi sambil mulai menggoyangkan pinggulnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myabra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
" Eh ibu Talita " sapa orang yang sedang membuat kopi yang ternyata office boy yang biasa mengantarkan kopi keruangan atasan.
" E.., mas Kirain siapa?" Ujarnya berjalan mendekat. " Mas ko belum istirahat?" Tanya Talita sok akrab seperti biasanya.
" Ini lagi istirahat Bu , saya kepengen ngisap kopi biar gak puyeng" Ujarnya grogi karena ada wanita cantik menghampirinya
" Ibu ko gak keluar" tanyanya heran karena semua orang pada keluar untuk istirahat dan wanita itu biasanya setiap jam istirahat pasti keluar, karena dia Diam-diam dia memperhatikan wanita cantik itu. yang dijawab gelengan oleh Talita.
" Mas mau enggak ngisap yang lain, dan bantu keluarin?" Tanyanya Sambil telapak tangannya menyentuh dada pria yang diperkirakan berusia dua puluh tiga tahun itu. Membuat jantung si OB berdebar kencang dengan sentuhan tangan lembut bidadari didepannya.
" Ngisap yang lain?" Ujarnya. yang pikirannya sudah kemana-mana karena dia bukan pria polos, dia tahu arah pembicaraan wanita itu. Wanita yang pernah dilihatnya pernah melakukan masturbasi di toilet kantor dan melakukan hal lain digudang barang.
" Iya ngisap yang lain" ulang Talita, yang kini tengah berjalan menuju pintu untuk menguncinya, setelah pintu terkunci Talita berjalan menuju meja pantry naik diatasnya menggunakan kursi. Dia duduk manis sambil melebarkan kakinya. Talita menggunakan rok tutu selutut berwarna hitam dengan blus berwarna kalem. Dia menyibak roknya memperlihatkan selangkangan yang putih tidak hitam, dia bangga untuk itu.
OB melihat wanita cantik yang sedang menyerahkan diri itu, tidak percaya seperti mimpi disiang bolong dapat rezeki nomplok. Jakunnya naik turun melihat pemandangan indah didepannya. Talita menutupi intinya yang masih tertutup dengan kain segitiga dengan telapak tangannya, jari tengahnya bergerak berputar pada klitoris yang masih tertutup, giginya menggigit bibir bawahnya. Sedangkan tangan satunya bertumpu pada meja untuk menjaga tubuhnya yang condong kebelakang agar tidak terjerembab.
OB jalan mendekat seperti ada magnet menariknya membuat Talita tersenyum. Kini pria itu meraih kursi yang menjadi tumpuan kaki wanita itu, Dan mendudukinya. Dia menyingkirkan tangan Talita yang menutupi intinya yang sudah basah terlihat dari Jarit berwarna putih yang membentuk pola basah dibagian tengah. Pria itu mengusapnya pelan membuat Talita membuka mulutnya sambil mengeluarkan desahan.
Pria itu langsung melepaskan cd yang dikenakan Talita dengan tidak sabar dia ingin melihat rawa indah yang akan menelan miliknya nanti. Dia melucuti CD Talita setelah cd terlepas dia menciumnya sebentar aromanya bercampur . dia Langsung kenakan untuk menutupi kepalanya seperti topi membuat Talita ingin tertawa dengan tingkah konyol pria itu.
Kaki Talita yang tadi menggantung kini sudah berada di pundaknya. Napasnya memburu melihat pemandangan indah didepannya hutan gundul milik Talita begitu indah sepertinya wanita itu sangat pandai merawatnya. Maklum orang kaya . Mulutnya sudah seperti bayi yang sedang mengecap makanan membuat Talita menggigit ujung jarinya manja. Perlahan namun pasti pemuda itu mendekatkan wajahnya dan membenamkan bibirnya disana dia goa terlarang milik Talita membuat Talita mengerang.
" Akhh" desahnya kala lidah pria itu mulai menyapu dan mengitari belahan disekelilingnya dengan rakusnya. Ternyata pria yang terlihat polos itu sangat mahir bermain disana diperkirakan pria itu adalah pemain buktinya bisa membuat Talita mendesah dengan jilatan, Isapan dan tusukan lidah yang pria itu berikan bahkan selangkangannya pun tidak terlewat oleh lumatan dan jilat-jilatan lidahnya. Talita meremas dadanya tidak tahan " oahh.. hmmm.. Aghk.." erangannya membuat orang yang dibawanya tambah semangat.
Wajah Talita seperti orang yang sedang menahan bersin. Menggap-menggap dia baru tahu jika pria itu sangat mahir lebih mahir dari panji. " Desah.. sayang biar aku tambah semangat" titah pria yang ada dibawahnya yang sedang memasukan jarinya yang kasar ke milik Talita. Terasa perih bercampur nikmat. Dan tangan satunya menyelinap ke pakaian Talita dan meremas payudara wanita itu membuatnya tambah menggila. " Enak kan sayang" ujar pria itu . Talita tidak bisa bicara apa-apa lagi dia sudah tidak sabar ingin milik pria itu menancap dimilikinya.
Tentu saja pria itu tau maksud Talita, karena dia juga menginginkannya. Dia mulai membuka gesper yang dia pakai sambil mulutnya mengulum bibir Talita yang menggoda. Setelah semua terlepas terlihat benda panjang yang sudah membengkak. Talita cukup kaget dengan ukurannya yang panjang walaupun tidak terlalu besar. Talita menyentuhnya mengurutnya sebentar membuat si pemilik mengerang dan makin mengerang saat tangan halus Talita menuntunnya masuk kedalam goa miliknya yang langsung dapat hentakan oleh si pria dan kini miliknya masuk sempurna mmm membuat Talita gila.
Dia mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan ritme yang pelan sebelum naik ke fase sedang dan semakin cepat karena banyak pelumas yang keluar dari inti wanita itu. Posisi Talita masih sama, memudahkan pria itu bergerak bebas tanpa penghalang.
" Akhh.. hmm.." desah keduanya. Pria itu mengangkat tubuh Talita, mengubah pose agar Talita membelakangi Nya dengan posisi menungging, miliknya yang tadi terlepas kini dia bernamakan lagi dengan Talita yang tubuh depannya tengkurap di atas meja pantry sedangkan bagian bawahnya menggantung begitu saja...
" Talita gak pergi istirahat sama kalian?" Tanya Mila tak melihat wanita itu dimana-mana. Padahal dia lagi ada perlu.
"Kayaknya dia lagi nggak pergi keluar deh" ujar rekannya
" Mungkin galau habis digugat cerai sama suaminya" ujar rekannya lagi
" Ah.. elu sok tahu" ujar mereka tak percaya
" Ye... Dibilangin gak percaya, ini berita udah nyebar, orang sekampung udah pada tau. Cuman kalian yang ketinggalan berita." Ujarnya lagi yang mendengar keributan dirumah tetangganya.
" Ko bisa suami Talita sampai gugat cerai gitu? Emang masalahnya serius?" Tanya mereka masih tidak percaya.
" Yah mana gw tau, serius apa enggaknya, yang jelas Talita sekarang sudah tidak tinggal lagi dirumah suaminya" ujarnya sambil mendekatkan tubuh atasnya kedepan sambil berbisik membuat mereka yang mendengar ikut mencondongkan kepala mereka maju agar bisa mendengar lebih jelas.
" Ahh.. paling juga dia kepergok selingkuh " tebak Hani yang baru gabung. Karena dia tadi habis makan bersama Angga dan Angga pun menceritakan masalah keluarganya. Hani bersyukur saat Arga memergoki Talita, Talita sedang bersama orang lain bukan bersama Angga suaminya.
" Bisa jadi " balas Mila yang tau karakter Talita, sama dengannya suka menggatal.
" Pantas dia gak gabung, gak taunya galau" tebak mona
" Elu percaya? Kalau gw sih kaga, kalau dia galau" ujar Hani. Melihat tingkah Talita tadi pagi biasa saja, seperti orang tidak punya Masalah. Malah minta ijin ingin bercinta dengan Angga.
" Udah jangan ngomongin Talita Mulu, lima menit lagi masuk" ujar Mila segera merapikan penampilannya .
gak ngomong langsung👍👍👍