"Apa kau tau, sebenarnya aku adalah istri pertama Aldan, dan kau adalah madu ku Aura" ujar Vega.
Aura terkejut dengan fakta yang di berikan Kakak ipar palsunya itu, selama 2 tahun mereka hidup bersama ternyata Aura membiayai kehidupan istri pertama suaminya. aura tidak bisa membalas perkataan Vega karenya tubuhnya sangat lemah berbicara pun sangat kesulitan.
"Aura apa kau tau kenapa kamu bisa selemah ini? kamu bisa selemah ini Karen obat ini, selama 2 tahun aku memberikannya kepada mu perlahan - lahan sampai kamu mati secara perlahan. dan Seseorang yang sangat membantu ku adalah!!"
seseorang masuk ke dalam kamar aura dan itu adalah Virsa Asisten nya di perusahan ternyata dia seorang penghianat.
"Apa wanita itu sudah mati sayang?" tanya Aldan
"Dia sedang sekarat sayang" balas Vega
di detik - detik kepergiannya semua orang yang dia anggap baik muncul dan menertawakan kepergiannya.
"Tuhan beri aku kesempatan sekali saja, dan membalas semua perlakuan mereka terhadap ku....."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
"Kampret. Berani - beraninya dia minta harta Gono gini sama gue, gak tau diri banget bisa - bisanya gue cinta sama makhluk kaya gitu anjir" omel Aura
Emmmmm...
"Apa gue minta harta Gono gini juga ya sama si bajingan itu Tapi jangan lah gua ada cara yang lebih menguntungkan lagi nanti" gumam Aura sambil tertawa bahagia
Amanda pun pergi menuju perusahan nya dan meninggalkan kerusuhan pengadilan perceraian.
1 Jam Kemudian
Aura pun kembali ke Perusahaan nya, hari ini dia akan bertemu dengan direktur utama salah satu Perusahaan besar yang terkenal ke pintaran dan ketampanan nya.
"Jam berpa mereka datang?" tanya Aura
"Jam 3 Bu" jawab Niken
"Apa ruangan sudah siap? Saya tidak mau membuat Perusahaan kita terlihat buruk di hadapan mereka" perintah Aura
"Sudah Bu. Saya sudah melihat dan ruangan sudah siap di gunakan" balas Niken
"Bagus lah" ucap Aura
Aura tidak mau memberi kesan buruk kepada rekan bisnis nya ini karena project ini sangat bernilai tinggi mungkin ini adalah project terbesar selama dia memimpin Perusahaan ini.
Aura pun sampai di Perusahaan dia langsung masuk ke dalam Perusahaan menuju ruangannya di sepanjang jalan semua karyawan Aura berhenti dan menunduk kepada Aura Aura pun membalas dengan anggukan dan senyum ramah.
Karena di masa lalu yang kelam Aura sama sekali tidak ramah kepada karyawan nya Karen hasutan dari Vega yang berkata pemilik Perusahaan harus terlihat garang dan karismatik di depan karyawan agar karyawan semakin bekerja keras, namun bukan bekerja keras yang Aura lihat tapi cibiran dan banyak karyawan yang tidak menyukainya.
Namun sekarang Aura kembali ke setelah awal, ramah baik dan murah senyum.
Ting!!
Pintu lift terbuka Aura dan Niken pun keluar dari dalam lift, Aura langsung masuk ke dalam ruangannya untuk berganti baju karena sebentar lagi meeting akan di mulai.
"Jangan lupa kamu harus mandi terus ganti baju dengan yang baru Niken" perintah Aura
"Baik Bu" balas Niken
Aura pun langsung masuk ke dalam ruangnya, dia masuk ke dalam kamar nya dan di sana juga ada kamar mandi jadi Aura bisa beristirahat dan mandi dengan baik saat sibuk di kantor.
Jam 3 Sore
Viki sudah ada di lobby untuk menyambut CEO dari salah satu Perusahaan besar untuk membicarakan satu project dengan Aura.
Cklek...
Pintu pun terbuka Viki masuk dan di susul 2 laki - laki bertubuh tinggi kekar dan sangat tampan memaki jas hitam dan tatapannya sangat tajam hidung mancung wajah yang sangat sempurna.
"Bu.. Bu Aura" panggil Niken kepada Aura karena Aura malah terdiam melihat rekan bisnis nya.
"O-oh iya sorry" ucap gagap Aura
"Selamat sore pak Sean" ucap Aura sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
"Selamat Sore Bu aura" balas singkat Sean sambil membalas uluran tangan Aura, dan langsung di lepas dengan cepat.
"Kenapa sih aneh banget" gumam Aura dalam hati
"Silahkan duduk pak" ucap Aura
Sean pun duduk di kursi yang sudah di siapkan, mereka pun langsung memulai meeting mereka dengan tegang karena Sean sangat - sangat teliti membuat Niken dan Aura sedikit gugup karena ke telitian seorang Sean.
2 Jam Kemudian
Meeting selesai dengan Aura mendapatkan project itu walupun sangat tidak mudah untuk mendapatkannya tapi mereka bisa mendapatkannya.
"Terima kasih pak sudah bekerja sama dengan Perusahaan kami" ucap Aura
"Sama - sama. kalau begitu kamu permisi Bu" balas Regor asisten Sean bukan bukan Sean yang membalas ucapan Aura
"Silahkan pak" balas Aura
Sean dan Regor pun keluar dari rumah meeting di antar oleh Viki, kenapa bukan Aura yang mengantar Sean ke luar Perusahaan karena Sean tidak terlalu suka dan tidak ramah saat dirinya berada dekat dengan seorang wanita jadi daripada dia mendapatkan masalah lebih baik dia menyuruh Viki yang mengantarkan Sean pergi.
"Wow..... Kita dapet Project terbesar kita...." senang Aura
Niken pun ikut bahagia dengan pencapaian Perusahaan ini yang terus meningkat setelah Aura datang dan kembali aktif di perusahaan.
**
"Kamu siapa? Tiba - tiba datang minta tanggung jawab anak saya" ucap Rianti emosi
"Memang benar Tante, saya Caca saya yang sudah di tiduri anak Tante Aldan awalnya saya santai saja mungkin karena kita mabuk tapi ternyata benih Aldan berkembang di perut saya, saya tidak ada pilihan lain untuk hal ini" penjelasan Caca
"A-apa?? Kamu hamil....." kaget Rianti
dah tahu sibangsat tu ada dlm bilik bawa sekali yg dikehendaki oleh keluarga sibangsat sedih