Aira memergoki suaminya selingkuh dengan alasan yang membuat Aira sesak.
Irwan, suaminya selingkuh hanya karena bosan dan tidak mau mempunyai istri gendut sepertinya.
akankah Aira bertahan bersama Irwan atau bangkit dan membalas semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazilla Shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lisa Ingin Honeymoon
"Apa? Kenapa bisa semahal itu?" tanya Irwan dengan frustasi.
Irwan sangat pusing sekali setelah tahu jika sewa hacker yang sangat profesional berada di kisaran ratusan juta.
"Iya Pak Irwan, memang segitu tarifnya. Karena hacker yang akan bekerja sama dengan Pak Irwan adalah hacker profesional. Gimana? Apa Pak Irwan mau melanjutkan kerja samanya?" tanyanya.
"Saya pikirkan dulu Pak, nanti akan saya hubungi lagi. Selamat sore," ucap Irwan langsung mengakhiri panggilannya.
Uang 300 juta lebih baik ia gunakan untuk membuka usaha baru, daripada harus membayar jasa hacker. Hanya untuk menemukan Aira, belum tentu jabatannya di Alexander Group akan tetap sama.
"Apa aku tidak bisa tinggal di kursi ini lagi ya? Sebaiknya aku segera mengamankan uang yang bisa aku bawa. Aku harus memiliki usaha baru setelah nanti keluar dari Alexander Group," ucap Irwan.
Tok ... tok ... tok
Terdengar suara ketukan pintu yang begitu keras.
"Ya masuk!" ucap Irwan.
Pintu pun terbuka, dan terlihat Lisa yang masuk ke dalam ruangan Irwan.
"Udah jam pulang, apa kali ini kamu nggak ingin langsung pulang lagi?" tanya Lisa.
Irwan melirik jam yang menggantung di dinding ruangannya. "Gara-gara sibuk mencari Aira, aku sampai lupa pulang. Tunggu sebentar, kita akan pulang."
Irwan membereskan mejanya dan memasukan laptopnya ke dalam tas kerjanya. Setelah selesai, Irwan berdiri dari duduknya dan menghampiri Lisa.
"Ayo!" ajak Irwan yang melihat Lisa masih mematung.
"Kamu nggak ingin minta maaf dulu sama aku, Mas? Dari pagi lho kamu nggak ada keluar dari ruangan," ujar Lisa.
Irwan menghela napas, karena menurutnya Lisa yang bersalah juga bukan hanya dirinya saja. Tapi ia tidak ingin masalah ini semakin larut, kepalanya terasa sangat pusing hanya untuk mengurus masalah kecil saja.
"Baiklah, aku minta maaf ya Sayang. Sekarang kita pulang ke rumah ya," ucap Irwan dengan lembut.
Lisa langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia segera melingkarkan tangannya pada lengan Irwan dan keduanya pun keluar dari ruangan Irwan. Setelah masuk ke dalam lift, Lisa melepaskan tangannya.
"Emang sesulit itu ya menemukan istri kamu yang gendut itu? Semalam kamu mencarinya sampai jam berapa?" tanya Lisa.
"Sampai jam 9 Sayang, tapi jejak Aira benar-benar nggak ada. Bahkan nggak ada satupun orang yang pernah melihat Aira. Aku sangat yakin kalau ada orang yang ingin memanfaatkannya, dan si Aira yang bodoh itu malah langsung percaya saja kalau orang itu mau membantunya," ucap Irwan dengan jengkel.
"Jadi kamu benar-benar nggak bisa mempertahankan kursi CEO di Alexander Group Mas?" tanya Lisa.
"Kayaknya beneran nggak bisa Sayang. Yang pertama kalau aku harus menyewa hacker harus membayar cukup mahal. 300 juta sayang dan meskipun nanti Aira ketemu, dia tidak akan langsung setuju aja kalau aku yang bakalan tetap megang Alexander Group kan? Jadi aku putuskan tidak ingin mencarinya lagi," putus Irwan.
"Iya sih kamu bener juga, Mas. Uang segitu mending buat aku aja, bisa beli tas baru dan bisa perawatan agar tetap kelihatan cantik," ucap Lisa.
Untung saja pintu lift terbuka sehingga membuat Irwan dan juga Lisa tidak lagi memperpanjang obrolan mereka lagi.
Keduanya melangkahkan kakinya melewati lobby dan sampai di parkiran. Lisa sengaja ikut ke parkiran karena telinganya tidak ingin mendengar para karyawan mencibirnya lagi.
Mereka masuk ke dalam mobil dan Irwan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk segera bisa sampai ke rumah.
"Mas, kalau emang kamu harus keluar dari Alexander Group, kita honeymoon yuk Mas. Setelah nikah, kita kan juga nggak pernah liburan," ucap Lisa.
"Kamu bener juga Sayang. Nanti aku atur lagi ya," jawab Irwan.
Irwan tidak ingin membuat Lisa kembali merajuk kalau dirinya sampai menolak secara terang-terangan keinginannya. Lisa yang mendengarnya langsung memegang tangan Irwan dengan manja.
"Kamu emang pengertian sekali, Mas. Aku jadi makin cinta deh," ucap Lisa dengan manja.
Irwan hanya tersenyum tipis saja pada Lisa. Karena ia tidak benar-benar akan menempati janjinya pada Lisa.
Mereka berdua sampai di rumah. Pak satpam segera membukakan pintu dengan cepat, hingga Irwan bisa memasukan mobilnya ke dalam rumah.
"Pak Irwan malah bawa wanita itu kesini lagi. Bu Aira kapan ya balik lagi dan rebut rumahnya ini? Kasihan banget hidup Bu Aira yang harus di selingkuhi," gerutu Pak Satpam.
Irwan dan juga Lisa sudah masuk ke dalam rumahnya. Bi Rumi yang melihat Irwan sudah pulang segera menghampirinya.
"Selamat sore, Tuan. Saya ingin bertanya menu makan malam yang Tuan inginkan apa?" tanya Bi Rumi.
Lisa langsung menjawab, karena ia ingin makan enak malam ini.
"Bibi turuti aja semua keinginannya," ucap Irwan pada Bi Rumi.
"Baiklah, Tuan. Kalau begitu saya pamit kedapur dulu," ucap Bi Rumi sambil berjalan meninggalkan Irwan dan Lisa.
"Kamu ternyata beneran dengerin aku ya, Mas. Makasih banyak karena sudah rekrut art buat aku Mas," ucap Lisa dengan senang karena ia tidak perlu capek-capek.
"Apa sih yang nggak buat kamu Sayang. Sekarang aku harus mendapatkan hadiah dong," jawab Irwan dengan kedipan nakalnya.
"Ah, kamu bisa aja," ucap Lisa dengan malu-malu.
Keduanya pun langsung melangkahkan kakinya ke lantai dua dengan cepat karena semangat sudah membara.
*****
Hari pun berganti. Hari weekend akhirnya tiba juga. Aira segera bersiap untuk pergi ke rumah Pak Dani. Tidak lupa ia sudah membuatkan kue kesukaan putrinya dan juga untuk Bu Melati.
Aira sengaja memakai hijabnya, sepertinya ia akan benar-benar Istiqomah berhijrah agar tidak ada lagi pria yang menyukainya hanya karena cantik dan kemolekan tubuh saja setelah nanti ia sudah kembali kurus.
"Sepertinya udah nggak ada lagi yang ketinggalan. Tapi aku bawa baju ganti aja deh, kali aja nanti aku bisa nginep di sana dan tidur sama Syifa," ucap Aira.
Aira mengambil tas dan memasukan baju seta makeupnya. Ia sudah membawa semuanya ke luar dimana mobilnya berada.
Aira langsung membuka gerbang dan mengeluarkan mobilnya. Ia mengunci gerbangnya kembali, lalu pergi melajukan mobilnya untuk langsung ke rumah Bu Melati.
Perjalanan pagi ini terasa begitu lenggang, mungkin karena hari ini adalah hari weekend. Tidak banyak orang yang pergi keluar dan masih tidur di kasur.
Aira akhirnya sampai di rumah Bu Melati. Satpam segera membukakan pintu dengan lebar saat melihat Aira yang datang.
Syifa berlari dengan sangat cepat keluar rumah saat mendengar suara deru mobil yang berhenti, karena tadi Bu Melati mengatakan kalau Bundanya akan datang.
Aira turun dari mobil dan matanya langsung berkaca-kaca melihat Syifa yang juga sedang menatapnya. Tanpa pikir panjang lagi, Aira segera menggendong tubuh kecil anaknya.
"Bunda rindu banget sama anak Bunda yang cantik ini," ucap Aira sambil terus mencium wajah cantik anaknya.
"Aku juga sangat merindukan Bunda," jawab Syifa. Walaupun kangen, ia tak pernah merengek karena ingin Bundanya bahagia.
Bu Melati yang melihat itu hanya bisa mengusap air matanya. Jika bukan karena si mokondo Irwan, Aira dan anaknya tidak akan harus berpisah seperti ini.
"Bunda bawain kue kesukaan Syifa. Bunda ambilkan dulu ya, Sayang!" ucap Aira sambil membuka pintu belakang mobil dan mengambil kue buatannya untuk Syifa.
"Aku senang sekali, Bun. Pasti sangat lezat kue buatan Bunda," ucap Syifa dengan riang.
"Tentu dong," jawab Aira sambil mengelus kepala anaknya.
mo ngomong apa itu c lisa