Siapa bilang pria dingin yang telah tumbuh dewasa itu tidak menyimpan rasa pada sang adik angkat, yang jelas-jelas dirinya hanyalah kakak angkat yang kebetulan di rawat oleh keluarga Satuan.
"Siapa suruh kamu begitu menarik, jangan salahkan kakak jika kamu selama ini jadi fantasi kakak, kamu cantik dannnn menarik Sea. " Delane menatap bingkai foto milik Sea.
Tapii, hubungan itu telah membawa keduanya ke jenjang yang seharusnya tidak di lakukan. Apalagi setelah itu mereka terpisah negara dan juga waktu, belum lagi lantaran kesalah pahaman yang berujung retaknya sebuah hubungan yang sudah berjalan dengan baik selama itu.
"ya aku memang tergoda akan pesonamu Sea, tapi hanya tubuhmu. Setelah insiden ulang tahunmu itu aku merasa jijik melihat dengan bajing@n itu. "
Deg.
Mampukah Sea meyakinkan dan memulihkan kepercayaan Delane kembali setelah insiden itu, apa keputusan terakhir yang Sea ambil setelah segala usahanya tidak di anggap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.cemburu yg memuncak sampai des@h
"mana bisa lupa, kalau kekasih ku ini seperti ini proporsi tubuhnya idaman banget, udah pinter, cantik, manis, baik dan rich. "
Tuhkan ada embel-embel lagi, kalau kismin di buang gitu.
Sea cemberut. "kalau miskin di buang gitu? jangan matre ya kamu kak Delane. "
"aku gak matre kesayangan ku, cuma hidup itu realistis baby. apalagi saat kita punya anak setelah menikah, mau kan menikah denganku baby? "
Dilamar, saat berangkat ke sekolah dan umur belum genap 17 tahun, oh my god. mimpi apa semalam.
"mau, kapan? "
Cetak.
Dahi Sea di sentil.
"sekolah yang bener dan raih impian dengan prestasi yang membanggakan, baru nikah kita baby. Dan jangan lupa, kita harus siap secara finansial dan mental baby,"
Sea mengangguk setuju.
"Sini." meraih tangan Sea dan menggenggamnya.
Rasanya hangat telapak tangannya saat Delane menggenggam nya.
"kak, kenapa kakak menyukai ku? "
Alamak, pertanyaan jawab salah gak di jawab tetap salah, memberi alasan ini itu juga salah.
"karenaaaa, " hanya itu saja.
Sea menyipitkan matanya.
"karena apa? tubuh aku ini? " nada suaranya ketus.
"bukan, yaaa karena perasaan tidak bisa di letakkan ke sembarangan Sea, "
"ohhh, "
Selama di perjalanan mereka berdua asik mengobrol panjang lebar, lalu sampailah di sekolah.
"kak, kalau orang-orang melihat kita bersama. "
Mengacak-acak rambut Sea dan tersenyum.
"tidak akan, kamu jangan khawatir ya. Lebih baik pikiran cara mencari alasan pada Kai," terlihat Kai sedang menatap mobil Delane.
Benar saja, tak berselang lama Kai mendekati mobil Delane.
"ehemmm."
Sea segera turun dan canggung.
"kak Kai, tumben pagi datangnya. "
"iya, " wajahnya begitu dekat sampai Kai membungkuk di depan wajah Sea untuk mensejajarkan posisinya.
Sea langsung mundur dan menghindari nya, lebih baik daripada buat masalah, oh ya kenapa Kai mendekati dirinya bukan Delane yang jelas-jelas bersahabat baik itu.
"kak, jangan dekat-dekat. aku gak mau terjadi kesalahpahaman. " berjalan meninggalkan Kai.
"gak akan ada yang mengganggumu Sea, beda cerita kalau kamu sama Delane atau Sky. " jelasnya.
Tapi bagi Sea tetap sama saja.
"aku ke kelas ya kak, permisi. " berjalan cepat.
Kai mendes@h kesal.
"ckkk sulit banget taklukin Sea, ibarat kata mutiara dalam lautan terdalam. " menatapnya sampai hilang dari pandangannya.
Sea bernafas lega, setidaknya aman saja hidupnya pagi ini disekolah.
Tiinnn.
Delane sengaja, dilihat-lihat Kai ini terus maju pantang mundur, padahal sudah di kasih kode keras banget tapi gak sadar orangnya.
"aahh woy, kaget aku. " kesalnya lalu bergerak ke samping menghindari mobil Delane yang hendak di parkirkan.
Kai senantiasa menunggu sedangkan Delane keluar dengan wajahnya yang masam.
"kenapa tuh muka? " heran.
Lebih baik ia berwajah dingin daripada masam begini.
"cemburu, "
"aaa ha ha, kamu tiap hari ketemu dan satu atap masih saja cemburu. Kita ini saingan secara sehat bro bukan dengan cara curang. "
Kai tak tau saja, bahkan Delane sudah melihat setiap inci tubuh Sea tanpa terkecuali sudah ia cicipi tapi ya semua orang tidak tau kecuali dirinya dengan Sea.
Wajahnya yang tadinya masam kini merah merona, ia segera mengambil masker untuk menutupi sebagian wajahnya tapi telinganya tetap merah.
"eh, ngapain pakai masker. jangan bilang kamu sange lagi, " telah Kai selalu benar.
"berisik." bergegas ke kelas.
Kai membawa pakaian ganti begitu juga Delane, hari ini acara penting sebab acara perpisahan di adakan secara mewah, uang bukan masalah untuk mereka yang bersekolah disini.
"jas kamu. " Kai memberikan jasnya pada Delane.
"baru? "
"iyalah, gak mungkin barang bekas sekali pakai aku berikan. Itu bukan Delane namanya pakai pakaian bekas milik orang lain, "
"bagus deh. "
Sea berada di kelasnya, sial sekali padahal hari ini ada acara perpisahan tapi tetap saja yang lain masuk meski tidak ada jam kelas.
Brian dan Gea bersiap-siap.
"mas, gak nyangka ya anak-anak sudah besar dan hari ini Delane wisuda ya mas. "
"iya ay, gimana ay. mas udah terlihat tampan belum? " menatap wajah istrinya.
Gea menatap balik dan melihat wajahnya yang semakin bertambah umurnya tapi tetap tampan.
"tampan mas, bahkan sangat menggoda sekali, " menyentuh dad@ lalu turun ke perutnya saat hendak semakin kebawa tangan Brian menghentikan nya sebab intinya sudah naik lagi.
"jangan ya ay, kita mau berangkat. Atau kamu mau kita bermain di dalam mobil seperti biasanya? "
Gea segera pergi, panjang urusannya kalau masalah inti ke inti.
"ayo berangkat, daripada terlambat. hari ini pekerjaan kita banyak sekali mas. " mengingatkan suaminya.
Memang benar pekerjaannya akhir-akhir ini padat bahkan untuk sekedar istirahat hanya sebentar, lelah sih tapi demi istri dan anak-anak tidak jadi masalah untuk Brian, apalagi perusahaan ini sudah berdiri sejak opanya muda dulu.
"iya ay, ayo. "
Sementara di kelas Sea sendirian dan ia hendak keluar dari kelas justru di hadang beberapa orang yang tak lain adalah geng Olivia itu.
"hey jelek, udik. ngapain sih masih saja berani goda laki-laki sana sini hemmm, lu pakai pelet kan untuk merayu mereka. "
Pertanyaan apa ini, kenapa Olivia cs mendadak melabraknya, perasaan sedari tadi ia masuk aman-aman saja tanpa ada orang yang tau dan mempermasalahkan dirinya yang keluar dari mobil Delane.
Sky mendadak datang dan langsung memeluk adiknya.
"kakkk lihatlah kekasihmu itu, " merengek.
Sky terkejut, pintar juga aktingnya. "siapa yang mengatakan perkataan tidak pantas ke adikku? " padahal dulu ia tak mau mengklaim bahwa Sea adiknya, tapi kini berubah saat tau kenyataan yang ada.
Olivia bingung, teman-teman nya tidak ada yang berani jawab juga, semua terdiam.
"kami, min--"
"kita putus, jangan hubungi aku lagi. Dasar peghianat, " Sky membawa Sea ke lain tempat.
Olivia mengejar, ia ingin tau apa alasannya sampai-sampai ia di tuduh berhianat.
"sky tunggu, apa alasannya? " Olivia mengejar tapi ya percuma saja.
Langkah kaki Sky dan Sea cepat sekali.
"masuk." ke dalam mobil.
ia tatap sang adik. "meski aku selalu kamu buat kesal, tapi terus terang saja kaka tidak terima kamu di jelek-jelekkan, apa tidak bisa melawan? " kesal.
"bisa, tapi kalah personil doang, " santai banget.
Deg.
Jantung Sky terasa berdenyut sakit sekali, adiknya mendapatkan perlakuan tidak adil bertahun-tahun, terus kemana dirinya selama ini sampai-sampai Sea begini ia tak paham.
"Sea, percaya sama aku. Aku bisa melindungi mu sebagai kaka, kakak akan menjaga kamu sampai lulus SMA lalu menyusul kak Delane ke Harvard Sea. "
"iya, terimakasih ya. Boleh keluar kan dari mobil ini? "
Tanpa keduanya sadari ada seseorang yang menatapnya kesal dan penuh amarah, lalu orang itu pergi dengan emosi.