Belum Direvisi 🙏🙏🙏
Selain menceritakan kisah cinta seorang gadis biasa "Alya"... Novel ini berlatar belakang spot-spot wisata di Yogyakarta.
🍁🍁🍁
Alya seorang gadis yang sangat polos dan disayangi oleh semua sahabatnya. Namun dalam hal berpacaran dia memiliki prinsip yang kuat.
Prinsip Alya yang demikian membawanya pada kisah cinta yang penuh liku dan ujian.
Mungkinkah seorang gadis biasa "Alya" akan memperoleh kebahagiaan dari cinta sejati yang ia harapkan? Yuk ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebersamaan part 2
"Al..., Rud.... Sholat Dzuhur dulu yukkkk....!!" Ajak Arif di saat kami masih asik memancing.
"Oh..iya udah adzan.., katanya mau mancing sebentar terus ngajak Alya jalan2 ke sawah... lha ini malah sampai Dzuhur Rif..., hhhehe.... Duh tepuk jidat aku... Bro...bro..." Rudy tertawa lebar menyindir Arif...
"Hhhaha..., iya... Tidak sesuai rencana.. Tapi dua jam aja kurang Rud, waktunya untuk mancing.., paling nggak sampai sore yakkkk..." Ucap Arif, juga diiringi dengan tawa...
"Dah yukkk sholat dulu..! Mancingnya lanjut nanti, habis Ashar kita baru ke sawah biar nggak terlalu panas... Terus jam lima sore kita berangkat ke Alun-alun Selatan, biar nggak kemalaman pulangnya..." Ajakku dengan seulas senyum geli, karena mendengar obrolan mereka yang lucu....
"Baiklahhh Al..., sini alat pancingnya..! Mau aku simpan dulu. Ikan nilanya biar di gorengin adekku.., pulang dari Mushola kalian bisa langsung makan siang..."
Aku dan Arif menyerahkan alat pancing pada Rudy... Kami bertiga berjalan menuju teras, aku mengambil mukena dari dalam tas, sedangkan Rudy masuk ke dalam rumah untuk menyimpan alat pancing. Kemudian kami berjalan beriringan menuju Mushola yang berada di seberang rumah Rudy.
Aku mengambil air yang mengalir dari kran, untuk berwudhu. Kurasakan kesegaran bukan hanya di tubuhku yang terkena air wudhu, namun juga di dalam kalbu...
Aku melangkah masuk ke dalam Mushola, kulihat tubuh tinggi kedua sahabatku sudah berdiri di barisan shaf laki-laki.
Kami mulai sholat berjamaah dengan khusyu..., empat rokaat , dilanjut dengan lantunan dzikir dan doa.
Setelah selesai melakukan ritual itu, aku melipat mukena dan kudekap didadaku.
Arif dan Rudy sudah menunggu di depan Mushola. Kami bertiga, melangkahkan kaki menuju rumah sederhana Rudy dengan diselingi canda.
Sesampai di teras, ternyata sudah terhidang nila goreng, sambal trasi, nasi putih, lalapan kemangi dan ketimun.., serta kelapa muda yang sudah ditaruh pipet di atasnya. Seketika air liurku hampir menetes..., huhu.. Aku tak sabar ingin menikmatinya.
Adiknya Rudy memang sangat pengertian, dia menyediakan karpet agar kami bisa makan dengan duduk lesehan.
"Uchhh..., aku suka.., aku suka..." Ucapku spontan, sepertinya aku tidak bisa menahan nafsu untuk segera memakan hidangan yang ada di depan mata....
Arif dan Rudy sepertinya terkejut, mereka menatapku dengan bibir melongo... Kemudian, mereka tertawa terpingkal-pingkal....
"Hhhaha..., Al..., Al.... Sudah nggak sabar ya...??" Kata Arif tertawa mengejekku...
"Hehh Al, sudah berapa hari kamu tidak makan...??? Tuch ilermu (air liur) menetes...., hhhhaha..." Rudy dan Arif semakin gencar menggodaku... Tawa mereka semakin menjadi...
Aku duduk meringkuk di atas karpet, menutupi wajahku dengan tas.., karena teramat malu...
"Hiks..hiks..., kalian jangan seperti itu donk..! Aku nangis nich.." Ucapku terisak, dengan wajah yang masih tertutup tas.
Tawa mereka pun mulai terhenti...
"Al...., maaf dech, maaf.. Habisnya kamu lucu Al.., sini tasnya, jangan tutupi wajah manismu lagi donk...." Arif membujuk dan pelan2 mengambil tas yang menutupi wajahku...
"Cup..cup.., Alya manis, jangan nangis..! Aku minta maaf ya...ya..ya.. Al.., Alyaa..., senyum donk..!" Rudy ikut membujukku, dengan menampakkan muka lucunya, pipinya yang tembem.., hidung yang sedikit pesek, kulitnya yang putih..., xixixi.. Seperti badut... Aku mulai menatap mereka berdua, dan menyeka air mata...., dengan jari-jariku.
"Senyum donk Al..! Aku kangen senyummu lho..." gombalan Arif, ia menatapku dengan tersenyum.
"Yuk...ach, kita makan aja bro..! Al, aku ambilin atauuuu.., mau diambilin Big Boss...???hhhehe.." Rudy mulai mengambil piring, dan mengisinya dengan nasi tiga enthong, ikan nila goreng, sambal 3 sendok makan, dan lalapan..
"Aku.., aku ambil sendiri aja..." Dengan tak sabar aku mengambil piring dan kuisi dengan nasi dua enthong, ikan nila goreng, sambal 2 sendok, dan...., kemangi..
Arif yang melihat tingkahku, tertawa kecil. Kemudian dia juga mulai mengambil piring, dan diisi dengan menu yang sama.
Kami makan dengan lahap. Sesekali kami menyesap air kelapa muda yang masih ada di tempurungnya...
"Gimana Al.., dah kenyang...?"
"Sudah Rif... Alhamdulillah, kenyang sangat..., hehehe..."
"Nggak nangis lagi kan Al..?" Rudy mencoba menggodaku lagi..., dengan tertawa kecil..
"Hhhehe..., enggaklah.., kan sudah puas makannya..." Jawabku juga dengan diiringi tawa..
"Okay.., kalian istirahat dulu aja..! Nunggu waktu Ashar sekalian.., habis Ashar kita menyusuri persawahan..." Kata Rudy sambil mengambil piring-piring kotor.
"Ok...., Bro. Aku boleh rebahan di sinikan..??" Arif mulai merebahkan tubuhnya, di atas karpet yang masih penuh dengan piring-piring kotor dan tempurung kelapa..., seolah pertanyaannya tanpa meminta jawaban si empunya rumah.
Rudy hanya tertawa kecil..., dan menggeleng-nggelengkan kepala, mungkin dia heran dengan ulah Arif. Usai makan kog langsung rebahan.., hhhhehe...
"Heii Tuan Muda, sabar dikit napa sich...!!! Duduk dulu di atas kursi sana!! Aku bersihin bentar karpetnya.." Aku menyuruh Arif untuk beranjak dari karpet, Tuan Muda itu pun mengikuti perintahku. Kemudian aku membersihkan karpet dengan sapu tebahan yang sudah disiapkan oleh Rudy.
"Nah.., sudah hamba bersihkan Tuan, silahkan istirahat dengan nyaman..!" Ucapku dengan tertawa kecil, karena melihat mata Arif yang sudah menyipit, mungkin dia mengantuk karena kekenyangan....xixixi...
"Ya Al.., jangan ganggu aku lagi ya...! Tiba2 aku merasa capek dan mengantuk.., huaammm..." Dengan cepatnya si Tuan Muda tertidur pulas di atas karpet, tasku digunakan untuk bantalan kepalanya... Kalau sedang tertidur, wajah sahabatku ini sangat lucu.., sama sekali tidak mencerminkan seorang Tuan Muda yang super kaya...
Aku berjalan menghampiri Rudy di dapur..
"Rud.., aku bantu mencuci piring ya...?"
"Hmm.., baiklah Al, tapi cuma dikit kog..."
"Nggak papa Rud......" Aku mengambil tumpukkan piring2 kotor yang ada di atas meja dapur, kemudian mencucinya.
"Nahh..dah selesai Rud, aku mau melihat-lihat belakang rumahmu boleh?"
"Boleh Al..di belakang ada kandang sapi.."
"Oya..?"
"Iya Al.., ada satu sapi yang gemuk..aku namai sik..Emo..xixiixi.."
"Wawww..., ayok buruan antar aku melihat si Emo.., pasti gemuknya seperti kamu ya Rud...hhhahahha...." Ucapan dan tawaku tiba2 membuat Rudy cemberut... Semakin dia cemberut, semakin aku tertawa melihatnya...
"Alya.., ternyata bisa usil juga ya..." Gumamnya.
Kami melangkah menuju belakang rumah Rudy...
Nampak si Emo sedang memakan rumput..
"Al.., gimana hubunganmu dengan Arif...??" Rudy melontarkan pertanyaannya dengan tiba2.
"Aku dan Arif, hanya bersahabat kog Rud.., tidak lebih.." Jawabku, sambil asik memberi makan si Emo, tanpa menatap wajah Rudy.
"Al.., apa kamu yakin? Kalian serasi lho Al.. Aku kira hubungan kalian akan berubah menjadi ikatan yang lebih dari persahabatan.."
"Sudahlah Rud.. Aku dan Arif berbeda, dia anak pengusaha kaya, sedang aku gadis biasa yang tidak mempunyai harta. Aku sudah nyaman dengan perasaanku saat ini Rud.., aku menyayanginya sebagai sahabat..."
"Al.., apa yang sudah Arif katakan padamu..?? Apa dia sudah mengungkapkan rasa suka..?? Kalau aku jadi Arif, pasti akan mempertahankanmu Al.. Kamu berbeda..." Rudy mulai berkaca-kaca, seolah dia menyesali hubunganku dan Arif yang masih saja jalan di tempat...
"Rud..., rejeki, jodoh bahkan maut.., bukan kita yang menentukan.. Biarlah waktu yang akan menjawab hubungan kami, mungkinkah akan tetap seperti ini.., atau mungkin lebih... Yang terpenting persahabatan kita jangan sampai terputus.. Aku menyayangi kalian semua..."
"Iya Al, sudah terdengar adzan Ashar.. Kita bangunin Arif.., yukk....!" Ajak Rudy, kami pun berjalan mendekati Arif dan membangunkannya untuk menunaikan sholat Ashar......
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
bagus bnget critanya..../Good/