NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Sugar daddy / Mafia / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:97.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ibu.peri

Arsenio Wickley, seorang mafia yang berusia 39 tahun. Semenjak kejadian kekasihnya pergi karena kesalahan pahaman, semenjak itu Arsenio menutup hatinya untuk semua wanita. Tapi, kehadiran seorang gadis mengubah pendiriannya. Clara datang kepadanya, dan berniat menjadi sugar baby Arsen. bukan karena uang tapi karena ia butuh kasih sayang yang tidak ia dapat dari orang tuanya.
" Om, aku mau jadi sugar Baby om" ucap Clara sambil menatap wajah Arsen.

" Apa kau tahu, apa yang dilakukan Sugar Baby?" Arsen mendekati wajah Clara, membuatnya sedikit gugup.

" Memang apa yang harus aku lakukan?" tanya Clara yang penasaran, ia hanya tahu sugar baby itu hanya menemani makan, dan jalan-jalan.

" kau harus menemaniku tidur, apa kau mau?" Arsen semakin memojokkan tubuh Clara.

" tidak!! aku tidak mau.." Clara berlari saat mendengar ucapan Arsen.

" Dasar bocah ingusan" ucap Arsen seraya menggelengkan kepala.

Nantikan kisah kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu.peri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GCSM

Mobil hitam itu melaju mulus meninggalkan area apartemen. Suasana di dalam kabin cukup tenang, hanya terdengar suara musik instrumental yang diputar pelan. Clara duduk di samping Arsen, mengenakan gaun putih dengan dan kedua tangannya bertumpu di pangkuan, sesekali melirik ke luar jendela untuk mengusir rasa canggung.

“Kau terlihat tidak nyaman, Apa kepalamu masih merasa pusing?,” komentar Arsen sambil melirik singkat ke arahnya.

Clara tersenyum kecil, menggeleng.

“Tidak, aku hanya... masih merasa malu soal kejadian semalam, pasti aku telah membuat kekacauan di pesta itu.”

"Jangan khawatir, tidak ada lagi yang berani menampilkan berita itu ditelevisi, maupun media sosial,"

Clara menatap Arsen yang fokus menyertir, kemudian berbicara. "Apa om akan mendatangi kantor berita itu satu persatu, dan memberi tahu mereka agar tidak menyiarkan berita itu lagi,?," tanya Clara dengan wajah bingung.

Arsen tertawa pelan. “Untuk apa datang, semua sudah ada yang mengurusnya,”

"Oh.." Clara yang mengangguk-anggukan kepalanya. Dia tidak tahu, jika Bastian saat ini sibuk mondar-mandir. Ia mendapat perintah dari Arsen, agar membungkam media dan tidak lagi menampilkan berita tentang kejadian semalam.

Setelah beberapa menit, mereka tiba di sebuah restoran bergaya klasik Eropa. Pelayan menyambut dengan sopan, mengantar mereka ke meja pojok dekat jendela besar. Tempat itu tidak terlalu ramai, namun cukup mewah, dengan alunan piano yang lembut mengisi ruangan.

Clara menatap menu, berusaha fokus, namun pandangannya justru terpaku ke sudut ruangan lain. Matanya membelalak samar ketika melihat seorang wanita yang amat ia kenal.

Vanya.

Ia mengenakan dress merah ketat, duduk menyilang di hadapan seorang pria paruh baya yang berkemeja satin dan terlihat sangat mapan. Mereka tertawa kecil, saling bersitatap… lalu, tanpa malu-malu, pria itu mencondongkan tubuh dan men cibum bibir Vanya. Lama dan penuh naf su.

Clara tertegun. Dadanya menegang. Ia cepat-cepat memalingkan wajah, mencoba menyembunyikan keterkejutannya dari Arsen.

“Ada apa,?” Arsen sempat menoleh.

Clara tersenyum tipis, menyamarkan kegugupan.

“Tidak apa-apa..”

Ia memutar tubuh sedikit menjauh dari arah meja Vanya, berusaha menghindar dari pandangan Arsen.

Sementara itu, di meja lain—

“Sayang,” ujar pria paruh baya itu dengan suara rendah. Jemarinya menyentuh lengan Vanya dengan gerakan menggelitik.

“Kau benar-benar membuatku tergila-gila. Malam ini, datanglah ke Grand Belrose Hotel. Aku akan menunggumu di Presidential Suite. Dan... kenakan sesuatu yang tipis, agar aku bisa langsung ‘menikmatimu’ tanpa repot.”

Freddy Hartanto, pengusaha properti dan pemilik jaringan hotel mewah. Pria paruh baya itu, merupakan sugar Daddy Vanya.

Vanya tersenyum menggoda.

“Tentu, Om. Tapi jangan lupa transferannya ya. Aku baru lihat tas baru di butik kemarin.”

“Sudah kutransfer tadi pagi, cek saja rekeningmu. Malam ini… kau milikku sepenuhnya.”

Vanya menyeringai kecil, lalu mengambil segelas wine dan meneguknya dengan gaya sensual.

“Kalau begitu, sampai jumpa malam nanti, Om manis…”

Tak lama kemudian, mereka bangkit dari kursi. Sang pria merangkul pinggang Vanya dengan penuh kebanggaan, lalu keduanya berjalan keluar dari restoran.

Clara yang masih mencuri pandang dari ekor matanya, menghela napas panjang. Ia hanya belum bisa mengingat di mana pernah melihatnya. Tapi nalurinya mengatakan, ini bukan sekadar urusan pribadi. Akan ada hal besar di balik semua ini.

Namun, untuk saat ini… ia memilih diam. Tidak ingin Arsen tahu.

Clara hanya ingin, menyimpan kejadian barusan rapat-rapat dalam pikirannya.

*****

Ditempat lain.

Di sebuah restoran hotel mewah di pusat kota, suasana siang itu terasa elegan dengan denting piano pelan yang mengalun lembut di latar. Cahaya dari lampu kristal memantul di permukaan gelas wine, memberikan kesan glamor dan formal pada pertemuan penting yang tengah berlangsung.

Anton Wijaksono duduk bersandar dengan postur percaya diri. Di hadapannya duduk seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam berpotongan rapi dan wajah penuh karisma—Tuan Dirgantara, salah satu investor besar dan pengusaha tambang ternama di Asia.

Di sisi Anton, Sera tampil mempesona dalam balutan gaun satin merah marun yang menonjolkan lekuk tubuhnya. Belahan dada rendah dan belahan paha tinggi sengaja dipilih untuk menarik perhatian lawan bicara mereka—dan itu berhasil. Tatapan Pak Dirga beberapa kali melirik ke arahnya saat Anton mulai mempresentasikan proposal kerja sama.

"Kami hanya butuh sedikit dorongan, Pak Dirga," ujar Anton, senyumnya lebar. "Bila Anda berkenan berinvestasi, percayalah, angka keuntungan yang Anda terima akan berlipat."

Pak Dirgantara hanya mengangguk kecil. Wajahnya tenang, tapi sorot matanya tajam menilai. Tatapannya kembali beralih ke Sera.

"Mungkin... Nona Sera bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai bagian marketing dan potensi perkembangan pasar di Asia Tenggara?" ucapnya, nada suaranya terdengar seolah menggoda namun tetap bermain aman.

Sera tersenyum kecil. "Tentu, Pak. Jika Anda berinvestasi, kami akan memaksimalkan kampanye yang menyentuh pasar usia muda dan segmen premium. Target utama adalah ekspansi digital dan kerja sama influencer."

Saat itu juga, ponsel Anton bergetar. Ia melihat layar sejenak, lalu berdiri sambil meminta izin.

"Maaf, saya harus mengangkat ini. Silakan lanjutkan perbincangannya." Ia meninggalkan meja dengan cepat, memberi Sera dan Pak Dirga waktu berdua.

Begitu Anton menjauh, Pak Dirgantara mengganti sikapnya. Senyumnya berubah lebih santai, bahkan sedikit berani.

"Kau pintar bicara, Sera. Dan cantik..." ucapnya seraya meneguk wine-nya. "Tapi kau tahu, investasi besar butuh keyakinan... dan terkadang, keyakinan datang dari kedekatan personal."

Sera menaikkan satu alis. Ia tahu kemana arah pembicaraan ini.

"Apa maksud Anda, Pak?" tanyanya lembut, meski wajahnya tetap datar.

"Aku akan berinvestasi... tapi aku ingin lebih mengenalmu. Secara pribadi." Ia menyandarkan tubuh, menyiratkan sesuatu yang lebih dari sekadar makan malam.

Sera tersenyum kecil, tidak kaget.

"Aku juga bukan gadis bodoh, Pak," ucapnya tenang. "Kalau saya menuruti Anda malam ini, saya juga punya syarat."

Pak Dirgantara tampak tertarik. "Sebutkan."

"Jika saya setuju menemani Anda malam ini," ucap Sera sambil menatap tajam, "saya ingin 30% saham atas nama saya pribadi di bawah investasi Anda."

Pak Dirga tertawa ringan. "Berani juga kau..."

Sera berdiri, membetulkan gaunnya.

"Hubungi saya kalau Anda setuju. Tapi jangan lama. Saya bukan tipe wanita yang menunggu."

Dengan elegan ia meninggalkan ruangan, langkahnya mantap. Dari balik pintu kaca, Pak Dirgantara memperhatikannya pergi, sebelum tersenyum miring dan mengeluarkan ponselnya.

Saat Anton kembali, ia terlihat bingung saat tidak melihat sera disana.

"Oh.. putri anda ada urusan mendadak katanya, soal kerjasama kita, kau akan mengirim surat-suratnya besok." ucap pak Dirgantara sambil berdiri.

Mendengar itu, Anton langsung sumringah. Padahal ia tadi berniat ingin memarahi Sera karena meninggalkan calon investornya.

"Terima kasih pak," Anton langsung menyodorkan tangannya, dan langsung disambut oleh pak Dirga.

Anton tidak tahu, jika anak tirinya sampai men ju al di ri untuk mendapatkan investasi itu.

1
keira
tamat 😭😭😭😭😭
keira
sangat suka,bagus
Nani Te'ne
Suka
Ndha: makasih kak🤗🤗
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
cerita buat matt thor..harus ada! gw maksa🙂
Ndha: Waadduhh..😁
nanti diusahakan ya kak
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
lahhh🙃
vj'z tri
kenapa di akhir taruh bawang banyak banget loh 😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🎉🎉🎉🎉
Ndha
Hai.. ceritanya selesai ya😊
jangan lupa mampir di cerita baru author.
MEMBAWA BENIH SANG CASSANOVA

🥰🥰🥰
vj'z tri
sah sah sah 🎉🎉🎉🎉🎉🎉
partini
Jodi minta ma author lah dapat wanita yg cinta ma kamu setulus hati 🤭
partini: 🤣🤣🤣🤣 ga lah
total 2 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
walaupun anton tdk menjadi ayah yg baik buat clara ttp dia adalah keluarga satu"nya, anton sdh mendapatkan balasan meski luka clara tdk sepenuhnya sembuh dan memaafkan bisa cukup membuat hatinya lega meski sulit menerima kembali.
Ndha: tull.. kak👍👍
total 1 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉🎉🎉 lanjut Thor 🎉🎉🎉🎉
keira
👍👍👍👍👍semangat thor
Siti Amyati
sahabat jadi ibu tiri
Ndha: judulnya : Istri ayahku adalah sahabatku 🤭
total 1 replies
partini
om Arsen kan kaya bisa beli rumah lagi dong biar kenangan baru tercipta yg lama di kubur ajahhhhh
Ndha: mereka mau nostalgia kak🤭
total 1 replies
Muchamad Ridho
akhrnya muncul jg cerita vanya
Ndha: iya kak, hampir kelupaan 🤭
total 1 replies
vj'z tri
mommy Dady lagi lagi lagi lagi apa ya ?coba princess tanya author 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lupa kalau ada princess di sana 😅😅😅
Ndha: lagi ngemut permen wkwkwk
total 1 replies
vj'z tri
ehm ehm sesuatu 🤧🤧🤧
Siti Amyati
kan sekarang sudah beda ngga bisa bebas ada yg bakal ngangguin
Ndha: iya kak🤭 pasti digangguin terus Ama Ariel😆
total 1 replies
vj'z tri
papa Dedi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Arsen ganti nama jadi Dedi 😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ndha: wkwkwkwkw
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
mewek🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!