NovelToon NovelToon
Di Balik Tawa Ibu Mertua

Di Balik Tawa Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Cinta Lansia / Identitas Tersembunyi / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:440.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

Arumi tidak menyangka. Jika tawa Ibu mertua nya selama ini, hanya lah untuk menutupi lu-ka yang ada di dalam diri nya. Ibu mertua yang begitu baik, ternyata selama ini hidup tersik-sa di rumah nya. Beliau bukan hanya di sik-sa oleh kakak ipar nya Arumi. Tapi juga Abang ipar nya. Mereka berdua, benar-benar manusia yang tak punya hati.

Sanggup kah Ibu mertua nya Arumi bertahan dengan kelakuan anak dan menantunya? Atau, apakah Arumi bisa membawa Ibu mertuanya pergi dari neraka itu?

Ayo temukan jawaban nya langsung! Baca nya jangan lompat-lompat, ya. Biar author semangat nulis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"Sayang, kata Ibu. Kapan buku nikah kita selesai?" Tanya Ayu pagi itu.

"Sabar sebentar dong sayang. Bapak sedang mengurus surat-surat nya. Enggak segampang itu ngurus nya. Apalagi kamu belum cerai dengan si Dika itu."

"Tapi kata nya mau di urus."

"Iya sayang ku Ayu. Kan semua nya butuh proses. Udah dong, nggak perlu lagi mikirin hal itu. Yang penting kita udah sah. Mau ngapain aja bisa."

"Kamu sih enak ngomong gitu. Aku nanti yang rugi."

"Rugi apa nya? Sekarang kan aku ada di sini."

"Tau ah! Kesel jadi nya."

Ayu pun berlalu pergi dari hadapan Darma. Hampir setiap hari Ayu meminta hal yang diluar dugaan. Entah sampai kapan Darma akan bersabar.

Saat ini, ia sama sekali tidak memiliki apapun. Adapun uang yang selama ini ia peroleh, semua nya berasal dari para warga yang berhutang pada Bapak nya.

Para warga sama sekali tidak tahu jika Darma dan Bapak nya saat ini, tidak lah akur. Dan Darma, mengambil kesempatan saat Orang tua nya tidak di desa.

"Sayang, kata Ibu Beras habis. Mana uang nya? Aku mau belanja." Ucap Ayu yang kembali lagi masuk ke dalam kamar.

Darma pun mengeluarkan tiga lembar uang seratus ribuan. Uang itu ia dapatkan dari salah satu warga yang berhutang pada orang tua nya.

"Ini sayang ku."

"Loh, kok cuma segini? Kurang dong sayang."

"Kan cuma beli beras. Cukup lah itu. Kita harus hemat untuk sementara waktu."

"Hemat? Aku disuruh hemat? Jangan ngaco kamu. Dika saja tidak pernah menyuruh ku berhemat. Orang tua mu kan kaya raya. Kok malah aku menantu nya di suruh hemat sama anak nya."

"Ayu, kamu masih mencintai mantan suami mu itu?"

"Cinta sih enggak. Tapi setidaknya, dia lebih bertanggung jawab untuk membahagiakan aku."

Darma yang kesal dan cemburu, mengeluarkan tiga lembar lagi yang berwarna merah.

Padahal uang itu rencananya akan ia pakai untuk bermain to-gel malam nanti. Siapa tahu menang dan ia akan banyak dapat uang. Tapi, uang itu malah ia berikan pada Ayu.

"Nih, uang nya."

"Gitu dong. Itu baru nama nya suami. Aku pamit pergi dulu ya, sayang. Bye."

Ayu pun pergi dengan menggunakan sepeda motor milik nya. Sepeda motor itu sebenarnya adalah milik Dika. Akan tetapi, entah bagaimana caranya bisa di ambil dan dijadikan hak milik oleh Ayu.

Dengan hati senang, wanita itu pun pergi ke pasar untuk berbelanja. Namun, ketika ia berada di pasar, ia melihat Dika sedang memegang banyak barang belanjaan.

Dan di hadapan nya, ada seorang wanita bercadar yang saat itu sedang berbincang dengan nya. Karena penasaran, Ayu pun ikut mendekat dan mencoba mendengar apa yang dibicarakan oleh mereka berdua.

"Bang Dika, apa semua nya sudah dibeli?" Tanya wanita bercadar itu.

"Sudah dik Laras. Alhamdulillah semua nya sudah ada dan kita bisa pulang sekarang."

"Alhamdulillah ya, bang. Semoga saja acara kita nanti lancar."

"Amiin ya rabbal Alamin. Kalau begitu, ayo kita pulang." Ucap Dika yang langsung masuk ke dalam mobil milik wanita tersebut.

Ada supir yang membawa mobil itu. Dika duduk di depan, dan wanita bercadar tersebut duduk dibelakang.

Ayu begitu penasaran. Ia pun sangat panas hati nya saat melihat Dika yang masuk ke dalam mobil tersebut.

Ayu mengira, pasti Dika akan menikahi wanita itu. Ayu begitu kesal dan tak tahu lagi bagaimana harus bersikap.

"Ku-rang ajar kau Dika. Secepat itu kau dapatkan pengganti ku. Apa selama ini, kau tidak pernah mencintai ku? Mana naik mobil lagi tu cewek. Huh kesal!"

Ayu yang kesal, bukan nya belanja di pasar. Ia pergi ke salon langganan nya, dan langsung melakukan apa yang biasa nya ia lakukan di salon tersebut.

Dan akhirnya, uang yang akan di belanjakan untuk kebutuhan perut, malah habis untuk Ayu ke salon.

*****

Sementara itu, Laras dan juga Dika di perkenalkan oleh Pak Amin. Sikap Dika yang sudah mulai berubah, membuat Pak Amin ingin memperkenalkan Laras pada nya.

Tak ada maksud lain. Pak Amin memperkenalkan Dika sebagai pengurus mesjid yang selama ini sudah membuat mesjid menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dika yang santun dan bisa menjaga pandangannya, membaut Laras penasaran dengan duda tersebut.

Sedangkan Dika, ia masih tidak ingin dekat dengan wanita mana pun. Ia sungguh trauma dengan yang nama nya pernikahan.

Apalagi saat ini, Dika sedang mengumpulkan uang untuk membeli kembali rumah Ibu nya yang telah ia gadaikan.

"Wah, banyak juga barang belanjaan kalian." Ucap Pak Amin saat melihat barang belanjaan tersebut.

"Iya ni, Pak. Dik Laras bukan hanya ingin mengundang anak yatim. Tapi, Ibu mereka juga. Supaya, berkah kata nya." Ucap Dika.

"Subhanallah. Kamu memang luar biasa, nak Laras. Apa Mama dan Papa mu kamu undang?"

"Tentu saja. Aku tidak mau melewatkan sesuatu."

"Maksud kamu apa?" Tanya Pak Amin yang tidak tahu apa maksud dari gadis itu.

"Nanti juga Bapak dan Bibi akan tahu apa maksud dari Laras." Laras hanya senyum-senyum sendiri sambil melihat Dika yang begitu semangat mengangkat barang belanjaan yang tak ada habis nya itu.

Keringat mengucur deras dari kening nya. Dan hal itu, membuat jantung Laras berdebar. Baru kali ini ia salah tingkah dengan lawan jenis nya.

"Oh ya, Apa teman mu yang ada di desa ini juga kamu undang?"

"Jelas dong. Kalau tidak di undang, bisa marah dia nanti."

Pak Amin hanya bisa tersenyum. Beliau tidak bisa mengatur Laras harus dengan siapa ia berjodoh.

Laras sendiri sudah dewasa, dan bisa menentukan pasangan mana yang ia inginkan untuk menjadi suami nya.

"Dik Laras, semua barang nya sudah selesai di pindahkan. Sekarang, apa lagi yang bisa saya kerjakan?"

"Makan dan istirahat lah terlebih dahulu. Bang Dika pasti capek."

"Nanti saja. Tanggung ini. Sebentar lagi masuk waktu Zuhur. Kalau udah istirahat, takut nya kebablasan nanti. Setan paling bisa membuat kita terlena." Ucap Dika sambil tersenyum. Dan hal itu, malah membuat jantung Laras berdetak tak karuan.

Entah pesona apa yang dimiliki Dika. Tapi hal itu, membuat Laras tak bisa berkata-kata dan hanya terdiam sambil menatap senyuman itu.

"Oh iya. Kalau begitu. Kita shalat Zuhur, baru nanti kita lanjutkan lagi pekerjaan kita. Bagaimana?"

"Oke kalau begitu. Yasudah, Abang pamit dulu ya, Dik Laras. Pekerjaan berat tinggalkan saja. Biar nanti Abang yang kerjakan."

Laras hanya mengangguk. Dan Dika pun langsung pergi dari hadapan wanita bercadar itu.

Namun, saat Dika mulai menjauh, tiba-tiba saja Larasati mengatakan sesuatu.

"Bang Dika, apa Abang mau menjadi Imam ku?"

1
dnr
ada ya org kya dika sma ayu
Violet
Mauuuu... pny ibu mertua sprti Ibu Aminah tuh rasanya disayang2 tiap saat 🥰 Benar2 Ibu keluarga cemara. Keluarga no 1 tp itupun balik lg ke pribadi masing2 mau jd pribadi yg lbh baik lg atau makin terjerumus penyakit hati.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🤗
kalea rizuky
bner mertua oon
kalea rizuky
mertua oon ikut anak mu yg baik bodoh amat soal kenangan wong suami mu uda mati apaan ya yg mau di kenang dripada nyesekk
Anonymous
biar ibu mertuanya sadar kl anaknya tdk bisa sipercaya
Budy Firmansyah
hahaa😄😄😄😄😄...baru kali ini baca nivel bisa ketawa lepas......anjay...makanann basi buat ayam
..tololl😄😄
Fitri Zamzam
dari cerita ini kita bisa melihat hukum tabur tuai itu nyata adanya. dan ketika uang dan kekuasaan digunakan dengan bijak dan benar maka semua kebaikan akan tumbuh sekalipun itu dilingkungan orang2 jahat😊
Nur Lela
luar biasa
fitriani
wkwkkwkwwkk berasa udah menang eh tawnya malah zonk🤣🤣🤣
fitriani
gitu lah manusia giliran susah minta bantuan malah marah2
fitriani
untung romi datang tepat waktu
fitriani
hadeh akhirnya si kampret yg terobsesi sama arumi nongol😏😏😏
fitriani
oalah ternyata bapaknya darma beli kucing dalam karung toh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
dahlah pasti setelah ini emaknya darma tantrum dan terjadinya perang dunia🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
astaga bnr2 kacau balau keluarga si darma ini.... emaknya kebangetan sombong.... si darma gila.... bapaknya cari bini baru saking muaknya sama emaknya darna.... dahlah hancur lebur aja sekalian semuanya kl perlu sebentar lagi emaknya darma juga ikutan gila aja biar makin seru🤭🤭🤭🤭
fitriani
nah kan akhirnya emaknya si darma jadi jandes gara2 kesombongannya itu
fitriani
y Allah ngerinya gara2 pada mau semuanya dgn cara instant jadinya mati dan jadi pembunuh..... ayu yg ingin hidup enak malah mati d tangan darma dan darma yg terobsesi sama laras dan pakai jalan pintas malah jadi pembunuh
fitriani
nah bnr itu kata bapaknya darma sekalian aja tuh cariin juga bwt dy biar adil🤭🤭🤭🤭🤭
fitriani
dan ini adalah awal neraka bwt sinta
fitriani
ngeri bgt sama pelet2 dan hal2 mistis gitu percaya gak percaya tapi nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!