Sifa tidak pernah menyangka dengan nasib nya, ia harus menjadi Pengantin Pengganti, Kakak kandung nya sendiri yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan nya sendiri.
Bagaimana Kisah nya.. hanya di Novel Pengantin Pengganti
Follow Me :
Ig : author.ayuni
Tiktok : author.ayuni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Sifa, Revan dan kedua orang tuanya sudah berada di bandara. Mereka menunggu untuk proses untuk keberangkatannya menuju Kota Seribu Sunset.
” Mohon Perhatian.. Para penumpang dengan nomor penerbangan CK003 tujuan Kota Seribu Sunset, mohon melakukan boarding dari Terminal 3D pastikan Anda membawa semua barang bawaan Anda. Terima kasih .. "
Terdengar petugas bandara sudah memberikan pengumuman, Revan bersiap begitupun kedua orangtuanya.
" Ayo Dek .. " ajak Revan meraih tangan Sifa.
Sifa pun beranjak dari duduknya, ia sedikit merasa canggung dengan perlakuan Revan di depan kedua orangtuanya.
Bu Ratna dan Pak Tony hanya tersenyum kecil melihat anak dan menantunya terlihat akur. Walaupun sebelumnya mereka sempat khawatir akan rumah tangga anak dan menantunya, karena tragedi sebelum pernikahan terjadi.
" Mama bersyukur banget Pa.. Liat Revan sama Sifa sekarang.. " bisik Bu Ratna kepada suaminya.
" Hmm.. " Pak Tony hanya mengangguk mengiyakan.
Sesekali Sifa ingin melepaskan genggaman tangan Revan, namun dengan secepat kilat Revan kembali menggenggam tangan Sifa lebih kuat.
Saat Sifa berjalan beriringan dengan Revan, tiba-tiba dari belakang ada seorang anak kecil yang menabrak nya.
Bruk
Sifa menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah belakang.
" Eh sayang.. Kamu kenapa Nak ? " tanya Sifa lalu membantu anak itu untuk berdiri.
" Ma.. Ma.. " ucap anak itu yang berusia sekitar 3 tahun.
" Mama ? Mama kamu mana ? " tanya Sifa lagi, Revan pun menjadi ikut nimbrung dengan obrolan Sifa dan anak kecil itu.
Tidak lama seorang wanita berjalan sedikit berlari menghampiri Sifa dan Revan.
" Maaf.. Ini anak saya " ucap wanita itu.
" Oh.. Iya Bu " balas Sifa.
" Bu jangan ditinggalkan anak nya, berbahaya ini tempat umum " susul Revan.
" Tadi dia lepas dari gendongan pengasuhnya " ucap ibu dari si anak itu.
Sifa hanya manggut-manggut.
" Terima kasih banyak ya, permisi " susul si Ibu lagi.
" Sama-sama Bu, dadah adik... " ucap Sifa dengan gaya gemas melambaikan tangan kepada anak kecil itu.
Revan hanya memperhatikan, lalu tersenyum kecil.
Mama dan Papa Revan yang sudah lebih dulu berjalan akhirnya menunggu di depan antrian pemeriksaan kelengkapan.
" Ayo Dek.. Mama dan Papa udah nunggu " ajak Revan.
" Euu.. Iya Mas " balas Sifa.
Mereka berdua berjalan menghampiri kedua orangtuanya.
" Ada apa Mas ? " tanya Pak Tony.
" Itu Pa.. Ada anak kecil tiba-tiba nabrak Sifa dari belakang " jawab Revan.
" Oh gitu... Wah pertanda nih Pa.. " susul Bu Ratna kepada suaminya.
" Apa ? " tanya Revan menyelidik.
" Kamu sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah " ucap Bu Ratna tanpa basa-basi.
Revan langsung menoleh ke arah Sifa.
Sifa pun menjadi salah tingkah. Ia hanya tersenyum sedikit dipaksakan.
" Kita berdo'a saja yang terbaik, kalau di beri cepat Alhamdulillah.. Kalaupun belum.. Biarkan Sifa dan Revan menikmati masa pacaran halal mereka " ucap Pak Tony tersenyum sekilas.
Sifa hanya mengangguk tersenyum, begitupun Revan yang sesekali melirik ke arah istrinya.
Setelah melakukan check-in Sifa, Revan dan kedua orangtuanya mulai menaiki pesawat yang akan membawanya ke Kota Seribu Sunset.
Rejeki Sifa memang, ia mendapati kursi yang dekat jendela, sehingga ia bisa mengabadikan momen-momen indah perjalanan nya dari dalam pesawat, walaupun ini bukan kali pertama bagi Sifa naik pesawat namun ia selalu merasa bersemangat jika ia mendapati posisi duduk dekat jendela,
Revan hanya memperhatikan, ia pun menyadari jika jiwa muda Sifa masih membara sedangkan jiwa muda dirinya sudah lewat sekitar beberapa tahun lalu. Ia membiarkan Sifa menikmati perjalanan nya, sedangkan Revan ia memilih untuk tidur di dalam pesawat.
***
Sekitar 2 jam perjalanan udara akhirnya Sifa, Revan dan kedua orangtuanya sampai di bandara Kota Seribu Sunset. Mereka sudah di jemput oleh utusan dari keluarga Tante Reni.
" Akhirnya.. Aku sampe juga di Kota Seribu Sunset " guman Sifa bersemangat setelah ia membaca tulisan Selamat Datang Di Kota Seribu Sunset, nikmati liburanmu jangan lupa untuk kembali .
Sifa langsung mengeluarkan ponselnya memvideo setiap momen yang ia lalui, Bu Ratna hanya tersenyum melihat menantu nya, Revan pun hanya bisa menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal melihat tingkah istrinya.
" Ya Tuhan.. Pemandangan di bandara aja indah banget.. Gak salah dulu sempet masukin kota ini ke daftar liburan " ucap Sifa pelan namun tetap bisa di dengar oleh Revan.
" Kamu seneng banget ya.. " susul Revan.
" Bangeeettttt " balas Sifa lalu kembali memotret dan memvideo beberapa spot yang indah.
" Udah, simpen dulu ponselnya, nanti di hotel tempat kita menginap pemandangannya akan lebih indah " ucap Revan meraih ponsel Sifa, lalu ia kembali menggenggam tangan istrinya.
" Hmm.. " Sifa menuruti apa kata Revan, mereka pun berjalan menuju tempat tunggu penjemputan.
Tidak lama seseorang yang mengenali Bu Ratna dan Pak Tony menghampiri.
" Sore Tante Ratna Om Tony "
" Oh ya Sore "
" Saya Iman diminta Tante Reni untuk menjemput keluarga Tante Ratna " ucap Iman masih kerabat dari keluarga Tante Reni.
" Ini Iman ? Ya ampun sudah bujangan ya.. Ayo ayo kalo gtu " susul Bu Ratna.
" Mas.. Ini Iman anaknya Om Taufan kan ya ? " ucap Bu Ratna ke Revan.
" Oh ya Mas Iman.. " Revan menyalami Iman.
Iman lalu melirik ke arah Sifa.
" Ini istri saya " susul Revan.
Sifa hanya mengangguk menyalami.
" Oh ya.. " balas Iman.
Mereka lalu dipersilakan untuk menaiki mobil, dalam perjalan ia terus saja memandang keluar jendela, benar-benar indah suasananya menurut Sifa.
Sekitar 20 menit perjalan mereka telah sampai di hotel tempat dimana nantinya Sifa, Revan dan kedua orangtuanya menginap.
Setelah diantar oleh Iman menuju kamar masing-masing, Iman pamit untuk kembali pulang.
" Sifa, mau dikamar yang mana ? " tanya Bu Ratna.
" Yang mana aja Ma " jawab Sifa.
" Yang view nya langsung pemandangan Ma " susul Revan.
Revan tahu sepertinya Sifa memang menyukai pemandangan yang indah-indah.
" Berarti pas ya kamar jatah kamu ada balkon yang langsung pemandangan " susul Bu Ratna.
Revan hanya mengangguk.
" Pa ayo.. Biarkan Revan dan Sifa istirahat " ucap Bu Ratna kepada Pak Tony.
" Ya sudah.. Kalian istirahat ya.. Karena besok pagi kita harus sudah siap menuju tempat acara pernikahan " susul Pak Tony.
" Iya Pa Ma.. " balas Sifa.
Kedua orangtua Revan, kembali ke kamarnya, Sifa dan Revan pun masuk kedalam kamar lalu Sifa merapikan barang bawaannya.
Sifa teringat, ia lalu menoleh ke arah Revan, suaminya sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur, ia mengedarkan pandangannya, tidak ada sofa panjang di kamarnya, hanya dua sofa single dan meja sebagai penghubung lalu kursi di depan meja rias.
" Dimana Gue tidur ? " batin Sifa.
Ia lalu berjalan menghampiri Revan, terlihat Revan memejamkan matanya, ia melanjutkan langkahnya lalu membuka pintu balkon, angin semilir memasuki kamar, membuat rambut Sifa sedikit tersibak. Ia menikmati awan yang sudah mulai kelabu terlihat garis-garis merah yang semakin lama semakin meredup.
Pandangannya jauh kedepan, Sifa menikmati udara sore menuju malamnya yang sangat menenangkan jiwanya.
Tanpa ia sadari Revan sudah berada di belakangnya, tadi ia terbangun sesaat setelah Sifa membuka pintu balkon kamar, Revan bangun lalu menghampiri Sifa perlahan.
Revan tiba-tiba mencolek pinggang Sifa membuat Sifa terhenyak kaget.
" Aaaa..... "
Duggh
🌺🌺🌺
Jangan lupa dukung author dengan vote like dan komennya ya.. ♥️