Alpha CEO hebat yang tak tersentuh setelah patah hati dia tak pernah melihat wanita lagi, namun seorang gadis titipan dari adik dan wanita yang pernah dia cintai mampu mengalihkan perasaannya, lalu bisakah mereka bahagia? Akankah rumah tangganya itu berdiri dengan kuat tanpa goncangan???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke Indonesia
Delapan tahun pernikahan tak terasa sudah berlalu dan kini Alpha sudah kembali ke Indonesia, ke rumah dimana dirinya merangkai awal rumah tangganya.
Alpha mengingat kembali percakapan terakhir dengan Al Jovano sebelum memilih untuk ke Korea meninggalkan tekanan dari Oma dan Opanya.
📞" Ada apa kak??" Tanya Al Jovano waktu itu saat dirinya curhat.
📞"Al, Berikan anakmu padaku." Ucap Alpha waktu itu dari seberang dengan suara parau nya sembari menangis waktu itu.
📞" Jangan becanda kak, mana bisa aku memberikan anakku padamu, Zea bisa membunuhku."Kata Al Jovano saat itu tak percaya dengan permintaannya.
📞"Aku tidak subur Al, Aku mungkin akan susah memiliki keturunan."Kata Alpha waktu itu membuat Al Jovano terkejut.
📞" Aku gagal sabagai laki-laki." Lanjut Alpha dengan dada yang sesak saat itu.
📞"Aku merasa bersalah pada Shafa." Kata Alpha lagi kemudian menceritakan bagaimana tekan dan tuntutan sang Oma tentang keturunan pada Shafa, bahkan nyaris memaksa Shafa hamil jika tidak maka Alpha di minta untuk menikah dengan pilihan sang Oma.
📞"Shafa wanita baik Kak, dia tak akan meninggalkan kamu, karena dia tau bagaimana pahitnya kehilangan dan di tinggalkan."Kata Al Jovano menghibur Alpha waktu itu.
📞" Jangan menyerah kak, Shafa gadis yang Shalih, mungkin dirimu belum saatnya memiliki seorang anak namun teruslah berusaha dan jangan lupa berdoa." Kata Al Jovano menasehati Alpha lagi saat itu
📞"Kau tau sekelas nabi saja juga pernah mengalami ujian ini, jadi kamu jangan merasa berkecil hati. Teruslah berdoa seperti juga dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Zakaria. Ketika Nabi Ibrahim as tidak kunjung diberi keturunan, beliau memohon kepada Allah begitupun Nabi Zakaria juga mendapatkan ujian yang serupa. Nabi Zakaria dan istrinya telah menantikan kehadiran seorang anak. Beliau selalu berdoa dan memohon kepada Allah. Akhirnya Allah menganugerahkan keturunan yang telah lama ditunggu-tunggu." Lanjut Al Jovano panjang lebar pada Alpha kala itu.
📞"Dan jangan lupakan Ayah Arsya yang sama seperti dirimu namun ternyata Allah beri juga kejutan Zayn."Kata Al Jovano lagi yang perlahan sehingga membuat Alpha merasa lebih baik.
📞"Thank Al. Udah dulu Shafa nyariin." Kata Alpha lalu mengakhiri dengan salam.
Kini Alpha tersadar sambil menatap Shafa yang begitu bahagia dengan anak angkat yang dia adopsi dirinya pun juga merasa begitu bahagia karena memiliki Shafa dan anak angkatnya.
"Adam, sini sayang nanti kalau sekolah jangan nakal ya." Pesan Shafa pada putra yang dia adopsi lima tahun yang lalu.
"Siap Mama, Assalamualaikum." Adam salim dan ikut dengan Kenzie untuk berangkat ke sekolah, sedangkan Kenzie sudah mulai masuk kerja bersama di kantor Alpha.
"Sayangggg!!!!" Alpha keluar dari rumah dengan gagahnya meski usianya semakin tua.
"Ya Allah, tampan sekali suamiku ini." Kata Shafa mendatangi sang suami lalu merapikan dasi suami yang tidak simetri.
Alpha melingkarkan tangannya ke pelukan Shafa lalu melabuhkan kecupan dalam pada dua baris merah yang selalu tersenyum manis itu.
"Sayang, kok perut kamu gendut sih??" Tanya Alpha heran namun Shafa justru cemberut.
"Jadi aku gendut ya???"
"Ckkk, nanti aku program diet lagi ah."
Shafa merasa sedih jika tubuhnya tak menarik lagi di mata sang suami namun Alpha justru tergelak dan mengecup pipi sang istrinya.
Shafa semakin seksi tubuhnya namun bukan gendut, yang sedikit aneh bagian perut sang istri akhir-akhir ini terlihat lebih menonjol, jika Shafa hamil itu tidak mungkin mengingat kondisi dirinya yang tidak subur, Alpha berharap itu bukan penyakit.
"Udah ah, aku ambil tas dulu." Shafa berkata sembari jalan dan sedikit melamun hingga tak memperhatikan langkahnya.
"Aaaaaakkkkkkkk."
Shafa terpleset oleh sepatunya yang cukup tinggi hingga meringis di tempatnya, Alpha terkejut dan berlari masuk ke rumah dan terkejut saat melihat Shafa terduduk di lantai sambil meringis.
"Sayang!!!"
"Astaghfirullah!!!"
"Kamu kenapa bisa gini?? "
***
Up lagi kak, tetap di tunggu jejak baiknya, jangan lupa kasih ulasan juga ya, jujur author sedih karena retensinya kembali turun, namun author minta tolong bantuan semua pembaca untuk kasih bintang lima di ulasan agar retensinya tidak kembali turun, meski author tau cerita ini tidak sebagus yang kalian harapkan mohon dengan sangat kebaikannya kakak pembaca semua🙏🙏
masa sudah bau tanah senengnya cucu TDK bahagia.