NovelToon NovelToon
A Fractured Family'S Hope

A Fractured Family'S Hope

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Cerai / Mengubah Takdir / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Echaalov

Candy Selsha Bailey, seorang gadis cantik yang hidupnya tidak seindah namanya. Dari bayi sampai sekarang ia harus terus memakan obat-obatan agar bisa sembuh, punya tubuh yang sangat lemah, orang tua yang strict parents menjadikan hidupnya tidak bebas, nilai adalah hal yang harus ia pertahankan karena kalau tidak ia akan di marahi oleh ayahnya, masalah selalu datang menghampirinya membuat ia tidak tenang, rasa menyesal yang terus melingkupi relung hatinya membuat ia hidup dengan rasa bersalah, dan semenjak kejadian itu ia tidak pernah mempunyai teman yang benar-benar teman.

"Tuhan, kenapa hidup aku kayak gini? kenapa semua ini harus terjadi kepadaku? aku lelah Tuhan," ucapnya di ruangan yang sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Echaalov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Di sebuah kelas yang biasanya berisik sekarang terlihat tenang. Mungkin karena sebentar lagi ujian mereka menjadi lebih giat belajar seperti sekarang ini semua orang belajar meski tidak ada guru yang mengawasi tapi mereka tetap belajar.

Candy melihat ke samping dan ke belakang. Naysa dan Tania terlihat fokus belajar namun entah mengapa Candy merasa mereka memikirkan hal lain. Terlihat dari mereka yang terus menghembuskan nafasnya beberapa kali. Candy menatap Tania yang duduk seorang diri di bangkunya.

Kelas mereka memang siswi nya berjumlah ganjil, jadi ada seseorang yang duduk sendiri. Awalnya Tania emang sebangku dengan Nabila tapi itu cuman sebentar setelah itu ia pindah bangku ke bangku belakang lalu sebangku dengan Ajeng yang selama ini duduk sendiri.

Tania tidak mempermasalahkan itu, duduk sendiri pun lebih nyaman daripada sebangku dengan teman yang tidak dekat dengannya. Hal itu membuatnya canggung.

Tania merasa terganggu karena ada seseorang yang terus menatapnya. Ia pun mendongakkan kepalanya menatap orang yang terus menatapnya.

"Ada apa Sesel? " tanya Tania.

"Kenapa mata kamu kayak bengkak gitu habis nangis ya? " todong Candy menatap Tania.

"Aku nonton film sedih jadi deh nangis," dusta Tania. Untuk saat ini ia tidak mau bercerita, karena ia juga tahu kalau teman-temannya juga mempunyai masalah. Jadi ia tidak mau memberikan teman-temannya beban.

"Bohong sejak kapan kamu suka nonton film sedih kamu itu paling gak suka nonton film yang kayak gitu," ujar Candy.

Naysa yang sedari tadi menyimak angkat bicara."Kita temenan gak sebentar Ya, jadi kamu gak bisa bohong sama kita."

Candy menganggukkan kepalanya setuju."Iya benar, Ya. Tapi kalau kamu gak mah cerita juga gakpapa kita gak maksa kok."

"Untuk saat ini aku gak mau cerita," ucap Tania.

"Oke kita akan nunggu kamu cerita."

"Ingat kamu itu gak sendiri jadi jangan merasa sedih," ucap Naysa, Candy, dan Tania berbarengan mereka satu pemikiran.

Menyadari itu mereka saling tatap lalu tertawa kecil, setelah itu mereka kembali fokus belajar.

Di suasana yang hening tiba-tiba ada yang menggebrak meja. Hal itu membuat semua orang terkejut.

Brak

"Aku pusing gak mau belajar lagi," keluh Silvi dengan suara yang di buat selembut mungkin. Ia melakukan itu untuk mendapatkan perhatian dari anak laki-laki, namun sebaliknya mereka semua menatap Silvi aneh.

"Ngapain kamu bicara kayak gitu? " tanya Gerald.

"Gakpapa aku cuman mengeluh aja," ucap Silvi dengan suara yang di imut-imutkan. Gerald yang mendengar itu bergidik ngeri.

"Suara kamu kenapa gitu bikin merinding tahu," ucap Gerald.

Mendengar ucapan Gerald, Candy dkk tidak bisa menahan tawanya lagi. Mereka tertawa hal itu membuat semua orang menatap mereka dan Silvi menatap mereka kesal. Tania yang tadi terlihat murung sekarang terlihat tertawa melihat tingkah Silvi yang menurutnya lucu.

"Kenapa kalian ketawa? " tanya Silvi kesal.

"Habisnya suara kamu kayak tikus ke jepit," ucapan Candy membuat semua orang tertawa.

"Jangan ketawa," marah Silvi.

"Kalian kenapa sih ganggu aku terus," ujar Silvi marah.

"Kita gak ganggu kamu kok," ucap Tania.

"Lagian ngapain kamu bicara kayak gitu aneh tahu, gak cocok kamu ngomong gitu," ucap Naysa.

"Aku emang ngomong nya gitu kamu jangan iri liat aku yang bicara lemah lembut," ucap Silvi dengan nada yang lemah lembut. Tapi hal itu terdengar aneh dimata orang-orang.

"Tiba-tiba banget lemah lembutnya bukannya biasanya suara kamu kayak toa mesjid? " ejek Naysa. Semua orang tertawa mendengar itu.

Silvi akan melontarkan sesuatu namun ia tidak jadi melakukannya karena ada seseorang yang mencegahnya.

"Kamu keterlaluan Nanay," ucap Tyra yang sedari tadi diam. Ia menatap ke arah teman-temannya atau sekarang musuhnya?

"Keterlaluan apanya? " tanya Naysa menatap Tyra sambil bersedekap dada.

"Kamu sudah membuat Silvi di tertawakan oleh semua orang, cepat kamu minta maaf," ucap Tyra nadanya seperti memerintah hal itu membuat Naysa sedikit terpancing emosi. Silvi tersenyum senang melihat Tyra membelanya. Dengan begini hubungan mereka pasti tidak akan pernah membaik.

"Siapa kamu nyuruh aku minta maaf sama dia," ucap Naysa lalu melihat Tyra dengan tatapan mengejek.

Tyra mengepalkan tangannya."CEPAT MINTA MAAF," teriak Tyra lalu mendorong Naysa hingga jatuh.

Brug

Candy dan Tania segera membantu Naysa berdiri lalu menatap Tyra tajam.

Hal itu membuat semua orang menatap aneh Tyra. Kenapa dia melakukan itu, dalam benak mereka penuh pertanyaan.

Candy dkk emang sering berdebat dengan Silvi dkk. Dan tidak ada kata maaf di antara mereka berdua karena mereka tidak akur. Meski mereka saling berdebat mereka juga masih bertengkar layaknya anak-anak pada umumnya. Mereka tidak pernah menggunakan fisik hanya ucapan saja. Tapi kali ini berbeda Tyra mendorong Naysa hingga terjatuh.

"A-aku ga-gak," ucap Tyra gugup. Sepertinya ia tanpa sadar mendorong Naysa. Tyra gugup karena semua orang menatapnya dengan tatapan ngeri.

"Kenapa kamu mendorong Nanay? " tanya Candy marah. Baru kali ini Tyra melihat Candy marah padanya.

"Aku gak sengaja," ucap Tyra dengan nada tinggi tanpa sadar.

"Halah jelas-jelas kamu dorong Nanay kuat banget sampai sikunya ada memar. Kamu sengaja kan atau kamu ngelampiasin emosi kamu yang udah lama terpendam? " ucap Tania menatap tajam Tyra.

"Apa maksud kamu? aku gitu karena dia gak dengerin ucapan aku," bela Tyra. Ia tahu semua orang pasti akan mengerti ucapannya. Lalu membiarkan ia bersikap kayak gini karena semua orang selalu memaklumi semua tindakannya.

"Ini yang buat aku muak sama kamu. Kamu selalu ingin di mengerti tapi kamu gak bisa ngertiin orang lain," ucap Naysa marah.

"Ra kamu tuh harus sadar gak semua hal harus sesuai dengan ucapan kamu," ucap Candy.

"Percuma Sel kamu ngomong kayak gitu. Dia gak akan berubah," ucap Tania.

"Udahlah kita duduk aja, kita jangan memperbesar masalah nanti tuan putri marah terus dorong kamu," sindir Naysa dengan menekan kata tuan putri. Tyra mengepalkan tangannya mendengar ucapan Naysa.

Setelah itu mereka kembali duduk seperti semula. Semua orang juga duduk kembali tapi sebelum itu mereka menatap Tyra benci karena bersikap seperti itu. Tyra tidak suka orang-orang menatapnya seperti itu.

Ia menatap Candy dkk tajam, Tyra merasakan ada yang menepuk bahunya. Ia pun menoleh dan terlihat Silvi menatapnya sambil tersenyum.

"Tenang Tyra kita akan balas dendam ke mereka karena telah mempermalukan kamu. Serahkan saja rencana nya ke aku," ucap Silvi sambil menatap ke depan tempat beradanya Candy dkk.

"Apapun rencana kamu aku akan lakukan apapun itu agar membuat mereka menyesal memperlakukan aku seperti ini," ucap Tyra yang juga menatap Candy dkk.

1
Farldetenc
Ada karya menarik nih, IT’S MY DEVIAN, sudah End 😵 by farldetenc
Izin yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!