Baru beberapa jam menginjakkan kaki di kota kelahirannya, Sienna sudah harus menerima perlakuan tidak mengenakkan dari orang yang dicintainya.
Malam itu jadi malam yang panjang dan tak terlupakan baginya, juga bagi Akshan yang merupakan kakak dari sahabat baiknya.
Gadis itu pun menghilang bagai ditelan bumi. Hingga suatu malam pula, Akshan menemukannya dalam keadaan sangat berbeda. Dan oh, siapa lelaki dan 2 anak itu?
Mohon dukungannya, ini karya pertamaku. Kritik dan saran yang membangun terbuka lebar di kolom komentar. Selamat membaca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adalynn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu
Dengan tatapan membunuh, Tania terus memberikan pertanyaan yang selama ini memenuhi kepalanya. Sienna pun yang merasa bersalah terpaksa menjawab semua pertanyaan Tania, walau tidak sepenuhnya ia ungkap.
Walau ia bersahabat dengan Tania sejak balita, ia tetap haru menjaga beberapa part dalam hidupnya untuk tidak diumumkan pada orang lain, termasuk Tania, bahkan orangtuanya pun diperlakukan sama.
Sienna memang merupakan seorang yang lumayan menutup diri, bila ada hal yang tidak perlu ia katakan, ia akan dengan sangat hati-hati memendamnya dalam-dalam.
"Jawab Si! Sumpah, gue apalagi kak Akshan, mati-matian nyari lu kemana-mana. Tapi gak pernah ketemu!"
"Gue harus jawab apa sayangku? Gue juga gak tau kenapa kalian sampe gak bisa nemuin gue"
"Haahhh.. sudahlah, kalau gitu, yang ini pasti lu tau! Kenapa lu pergi? Gak bilang-bilang lagi!?" tanya Tania masih dengan nada kesal.
Sienna berdiam sejenak, lalu mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan, ia mengulanginya hingga tiga kali. Beruntung Tania lebih sabar kali ini, dia tahu bahwa ini hal sulit bagi Sienna. Dia hanya ingin tahu apa yang akan dikatakan oleh sahabatnya itu.
Sienna mengambil tangan Tania dan menggenggamnya.
"Hhmmm.. lain kali ya gue jawab.. gue belum siap dan gue rasa ini bukan saat dan tempat yang tepat"
Sienna menjawab dengan lemah lembut dan tersenyum tipis dengan mata yang berkaca-kaca. Tania mengerti dan membalas ucapan sahabatnya itu dengan anggukan kecil dan ikut tersenyum. Mereka kembali berpelukan.
Terdengar suara pintu diketuk dan masuk lah seorang wanita paruh baya yang membungkuk dan menundukkan kepalanya pelan ke arah kami. Bi Inah datang dengan membawa sebuah paperbag berisikan keperluannya dan nyonyanya.
Bi Inah langsung memasuki ruangan yang dikhususkan untuk keluarga pasien menginap, dan meletakkan bawaannya di meja nakas sebelah tempat tidur. Baru akan berbalik menuju nonanya, ternyata Sienna sudah menghampirinya lebih dulu.
"Eh non.. bibi sampai kaget.. baru aja bibi mau samperin enon"
"Hehe maaf bi udah bikin kaget.. aku mau salim dulu sama bibi"
Sienna tersenyum, begitu pula dengan bi Inah. Walau dia hanya asisten rumah tangga, tapi Sienna selalu hormat dengan orangtua tanpa melihat apa gelar dan pekerjaannya. Apalagi bi Inah, ia lah yang merawat Sienna dari bayi, tentu Sienna sangat menghormati bi Inah.
"Non, sebaiknya non Sienna sama den Pierre pulang saja, biar di sini saya yang jaga bu Nisa, non pasti capek kan setelah perjalanan jauh?"
"Gak apa-apa bi, aku di sini aja temenin nenek, sama bibi juga"
"Jangan non.. kasian non sama den Pierre butuh istirahat, si kembar juga dari tadi nanyain non sama den Pierre"
"Oh iyah, mereka belum tidur bi?"
"Belum non.."
"Ya Allah.. ini udah mau tengah malam.. ya udah kalau gitu aku dan Pierre pulang ya bi.. Tolong jaga nenek, kalau ada apa-apa tolong kabarin ya bi"
"Baik non.."
Setelah mengakhiri pembicaraannya dengan bi Inah, Sienna kembali duduk di samping sahabatnya yang sudah hampir tertidur. Timbul rasa ingin Sienna untuk menjahili Tania.
"Tan!" Sienna berjalan perlahan dan meminimalisir suara hentakan kakinya, begitu mendekat Sienna langsung menepak pundak Tania hingga ia terkejut bukan kepalang.
"Astagaaaa.. Sienna!" untung suara Tania yang terkejut tidak selantang biasanya. Sienna tertawa cekikikan tanpa mengeluarkan suara, membuat bahunya naik turun.
"Sowwwiiiiii.." kata Sienna dengan jari kanannya yang membentuk huruf V dan senyuman yang memperlihatkan gigi putihnya. Tania mengerucutkan bibirnya dan menatap Sienna dengan kesal.
"Udah malem.. pulang yuk, gue harus ketemu kakek di rumah, sebelum.." ucapan Sienna tertahan karena air mata yang tiba-tiba jatuh. "Sebelum kakek dimakamkan sehabis subuh ini" lanjutnya dengan berat hati.
Tania hanya mampu memeluk tubuh sahabatnya dengan sayang untuk meredakan keperihan Sienna. Setelah ditinggal pergi untuk selamanya oleh kakek, nenek yang koma, bahkan ibunya pun ikut dirawat saat ini.
"Nek.. kami pulang dulu yah.. nenek tidur dulu di sini ditemenin sama bi Inah dan om Tito.. nenek baik-baik dan segera sembuh yah.. biar secepatnya kita kumpul lagi" ucap Sienna dengan perkataan yang tersengal karena isakan.
"Sienna udah janji sama kakek, kami bakal tinggal di Jakarta lagi, di rumah kita.. makanya nenek lekas sembuh yah.. aku janji bakal jagain nenek, aku gak akan tinggalin nenek lagi.. nenek harus sembuh yah.. Sienna sayang banget sama nenek.." lanjutnya, masih dengan membisikan kata-kata itu persis di telinga neneknya.
----
Hallooo!
Gimana kabar kalian kesayanganku? Semoga sehat selaluuu! Aamiin
Curhat dikit yah
Ada beberapa nih yang minta visual, tapi aku takut membuyarkan imajinasi kalian.. karena aku yakin pasti ada yang membayangkan si ini dan si itu, aku takut bikin kalian kecewa.
Tapi bocoran dikit, aku ini korban bucinnya Christian Grey, suka banget sama Jamie Dornan pas meranin Mr. Grey 🥰
Nah, buat Akshan atau Pierre aku gak mau jawab, karena sekali lagi takut membuyarkan imajinasi kalian.
Apalagi buat tokoh Sienna, dia kan ceritanya gadis ayu asli Indonesia, turunan Jawa sama Sunda. Susah banget nyari yang pas, takut juga kalau gak sesuai dengan yang kalian bayangkan. Huhu
Ya, kalian tahu lah kalau Tania, Agnes, Akshan sama Pierre kan emang turunan bule.. bayangin aja bule-bule yang cantik dan gantengnya pake bingits.. hehee
Pokoknya kalian bebas lah mau mikirin siapa, boleh juga komen di bawah, menurut kalian siapa kira-kira yang pas buat karakter tokoh di novel ini.
Terimakasih sudah baca KARENA MALAM ❤️
Love you!