Aku tidak tahu dosa apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga tuhan menghukumku Seperti ini.
Aku Terjerat Dalam hubungan pernikahan Dimana Akulah orang ketiganya, Bangga? bahagia? tentu tidak, Aku seorang wanita mana mungkin aku akan bahagia diatas luka wanita lain Seburuk apapun wanita itu dia tetap seorang wanita dan sebaik apapun aku, Akan jauh lebih buruk dari pada dia.
Menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan sebuah hukum yang tengah aku jalani.
Jika diluar sana beberapa wanita bangga menjadi orang ketiga, tetapi aku justru menyesal, karena hinaan, cemoohan, serta makian, sudah menjadi Nyanyi wajib yang selalu terdengar ditelingaku.
Aku tidak berdaya jika harus melawan Nama besar Keluarga Sanjaya. Tapi jangan sebut Nama aku Luna jika aku mudahkan Semua keinginannya.
Silahkan langsung di baca 👉
Tinggalkan Jejak jika kalian suka dengan 💬🌟❤️ Terima kasih 🙏🙏🙏
Ingat Warning,⚠️⚠️⚠️21+++
Jangan lupa Follow IG Vivia129
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berdebat
Mobil Reval melaju meninggalkan gedung perusahaan, ia mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi, menyelip satu persatu mobil yang ada di depannya, tidak peduli cacian dan makian yang ia terima dari penggunaan jalan lain.
" Kamu mau bawah aku kemana." Tanya Luna, saat melihat Arah jalan yang di ambil Reval bukan menuju rumah mertuanya. " Ini bukan jalan, menuju rumah Bunda." Teriak Luna, Begitu pertanyaan tidak di indahkan oleh Reval.
" Bisa diam nggak." Bukannya menjawab, Reval malam membentak. Bagaimana mana seorang Luna bisa luluh kepadanya jika setiap bertemu selalu seperti ini.
" Nggak."
" LUNA."
" Apa."
Keadaan didalam mobil semakin memanas saja. " Aku bilang diam."Ulang Reval lagi.
" Kalau aku nggak mau kamu mau? mau nyiksa aku secara fisik dan batin lagi! Iya, dasar banci kamu cuma beraninya sama perempuan." Habis sudah kesabaran Reval Dan.
PLAAKK.
Satu tamparan cukup membuat Luna terdiam, bukan karena takut Sehingga tidak berani berbicara lagi, tetapi lebih tepatnya Luna tidak sadarkan diri.
"AAAKKHHHH, Kenapa kamu begitu keras kepala Luna." Ucap Reval sambil memukul setir mobilnya.
Tiga jam perjalanan, akhirnya mobil yang di kendarai Reval memasuki sebuah mansion yang begitu besar dan mewah, Mansionnya ikut di kelilingi puluhan Penjaga.
Reval keluar dari mobilnya sambil menggendong Luna ala bridal, Ia masuk kedalam mansion disambut empat orang pelayan perempuan dan satu orang Lelaki berusia sekitar empat puluh atau Lima puluh tahunan.
" Selamat datang Tuan,." Ucap kelima orang itu.
Reval hanya melirik mereka sekilas, kemudian melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamarnya di ikuti kelima pelayan itu.
" Untuk sementara waktu, istri Saya akan tinggal disini, saya harap kalian melayaninya dengan baik dan pastikan dia tidak boleh meninggalkan mansion ini walaupun hanya selangkah, ingat itu." Ucap Reval setelah meletakan tubuh Luna di ranjang King size-nya dan keluar menemui mereka yang sedang menunggu di depan pintu kamar.
" Baik tuan, kami akan menjaganya." Jawab kelimanya kompak.
" Ya sudah kalian boleh pergi, sedangkan kamu tetap disini." Tunjuk Reval pada salah seorang pelayan wanita.
" Baik tuan." Ucap mereka sedikit menunduk. sebelum meninggalkan pintu kamar Reval, sedangkan pelayan yang di tunjuk Reval, tetap pada tempatnya.
" Siapa Nama kamu?"
" Ria tuan."
" Ganti pakaian istri saya! kalau sudah, kamu boleh pergi, Sampaikan juga kepada Edy, bahwa tidak ada penjaga yang beloh masuk ke dalam mansion ini selama istri saya berada disini paham."
" Iya tuan."
Pelayan yang bernama Ria itu langsung masuk kedalam kamar, untuk Menganti pakaian Luna, sedangkan Reval Sendiri memilih untuk kembali kekediaman orang tuanya, di saat Luna belum juga sadarkan diri, buka karena tidak peduli tetapi Reval malas jika harus kembali berdebat dengan Luna dan bisa di pastikan akan berakhir seperti kejadian di mobil tadi atau di ranjang seperti yang sudah terjadi sebelum sebelumnya.
...💋💋💋💋💋💋...
Jam 2 Dini hari Reval tiba di rumah, lampu di Rumah mewah itu, sebagian sudah di padamkan.
" Kemana kamu membawa Luna pergi?" Tanya Bunda Vio saat kaki Reval akan menapaki anak tangga menuju kamarnya, ruangan yang tadinya kurang pencahayaan kini terang seketika.
" Bunda kenapa belum tidur." alih alih menjawab Reval malah balik bertanya.
" Jangan mengalihkan pentanyaan Bunda! Cukup jawab dimana Luna."
" Bunda tidak perlu tahu Luna dimana! Reval pastikan, menantu kesayangan bunda itu baik baik saja." Jawab Reval.
" Bukan itu jawab yang bunda inginkan nak! Bunda hanya ingin tahu Luna ada dimana? Katakan kemana kamu membawa Luna pergi?"
" Aku tidak akan mengatakannya! Aku mohon jangan bertanya lagi bun, Reval capek, mau istirahat dulu, selamat malam." Reval Kembali melanjutkan langkahnya.
" Kenapa kamu tidak memberitahu bunda?" Teriak Bunda vio membuat langkah Reval Kembali terhenti, bahkan beberapa pelayan sampai terbangun mendengar suara Teriak dari majikan mereka itu. " Bunda sudah pernah mengatakan kepada kamu! Jika kamu tidak bisa bersikap baik kepadanya! lepaskan dia, Bunda janji akan menerima Anita sebagai menantu di rumah ini dan bunda akan meminta pengacara untuk mengurus pernikahan kalain agar sah secara hukum." Bunda Vio mengantungkan kedua tangannya tepat di depan dadanya. " Tapi tolong lepaskan Luna! Kamu mengambilnya dengan baik baik dari mama Linakan, tolong pulangkan dia dengan baik juga nak."
" Itu tidak akan pernah terjadi Bun, Reval tidak akan pernah mengembalikan Luna Kepada siapapun, termasuk kepada mama Lina, karena Luna adalah istri Reval selamanya akan seperti itu, Reval akan melakukan apa saja, agar Luna tidak pergi lagi."
" Tapi Nak! apa yang kamu lakukan itu salah! Semakin kuat kamu menggenggamnya, semakin besar peluang dia untuk terlepas dari kamu! jangan sampai sikap kamu ini membuat kamu menyesal di kemudian hari." Bunda Vio menyerah membujuk putranya itu, ia memilih meninggalkan Reval begitu saja.
Sikap Reval yang seperti ini bukan baru sekali, sebab dulu saat ingin menikahi Anita ia juga bersikap seperti sekarang ini.
.
.
.
.
Bersambung.
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
gak apa thor penulis jg manusia biasa kami pembaca blm tentu bisa nulis, terima kasih dgn kisah ini. saran sih dikit, cerita ini babyak sedihnya jd bacanya nyesek. semangat berkarya
aku heran ama dion berbuat salah udah tahu kena minta dicegah oleh melly untuk tdk celap celup... lebay dion mah
aku gsk kebayang lho thor cinta namun sejauh itu jaraknya