Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28: Pertukaran Nyawa dan Pengepungan Es
[ Peringatan Krisis Skenario Utama: Karakter Diane Guinevere memasuki zona kematian absolut. Alur tidak dapat diubah secara konvensional. ]
[ Sanksi Pelanggaran Skenario: Kematian massal karakter sekunder. ]
"Sialan! Sistem bodoh! Apa maksudnya zona kematian absolut?!" James—atau Sylvester—berteriak murka di dalam ruang kerjanya.
Layar hologram biru di hadapannya berkedip-kedip merah pekat, memancarkan hawa dingin yang mencekam. James berulang kali mendial nomor ponsel Bellamy, namun hanya suara operator yang menjawab.
"Bellamy, angkat teleponnya! Di mana kau dan Dallas sekarang?!" geram James, jemarinya mengetuk meja dengan ritme panik.
Sistem novel mengunci pergerakan alur karena Bellamy sedang berada di luar jangkauan radar Guinevere, bersama dengan Dallas. Skenario asli menuntut Diane mati malam ini agar James jatuh depresi, dan sistem menolak memberikan celah manipulasi biasa.
Brak!
Pintu ruang kerja digebrak kasar dari luar. Pak Dodi masuk dengan napas terengah-engah, wajahnya pucat pasi seperti mayat dengan keringat dingin yang membanjiri pelipisnya.
"Tuan... Tuan James! Gawat!" seru Pak Dodi, memegangi dadanya yang sesak.
James berdiri tegak, auranya mengintimidasi. "Dodi? Kenapa kau lancang masuk ke sini? Dan di mana Odelia?"
"Odelia... Odelia sudah gila, Tuan!" Pak Dodi memotong dengan suara bergetar. "Saya diam-diam menguping pembicaraannya dengan Lucianna di rumah sewa. Odelia membawa racun arsenik dosis tinggi malam ini. Dia berniat menyelinap melalui jalur belakang dapur untuk memasukkannya ke dalam sup herbal malam milik Nyonya Diane!"
Mata James membelalak sempurna. Kata-kata Pak Dodi instan menyinkronkan peringatan merah dari Sistem Novel yang mengambang di udara.
[ Perubahan Alur Terbuka: Pengorbanan Vitalitas Diperlukan untuk Meretas Proteksi Kematian Diane Guinevere. ]
[ Opsi: Tukarkan 10 tahun sisa umur Anda untuk mematikan pergerakan Odelia secara instan melalui sistem. ]
James menatap teks melayang itu dengan tawa getir yang mendadak lolos dari bibirnya. "Tepatan waktu yang luar biasa, Sistem. Kau benar-benar ingin memeras jiwaku sampai habis, hm?"
"Tuan James? Anda bicara dengan siapa?" Pak Dodi menatap tuannya dengan bingung dan ketakutan, karena ia tidak bisa melihat layar sistem tersebut. "Kita harus segera ke kamar Nyonya Diane, Tuan! Sekarang!"
"Dodi, pergi ke dapur sekarang juga. Tahan Odelia dengan cara apa pun sebelum aku tiba!" perintah James, suaranya mendadak terdengar sangat berat dan letih.
Begitu Pak Dodi berlari keluar ruangan, James berbalik menghadap layar hologram merah itu. Sepasang mata mafianya berkilat penuh tekad mutlak. Di kehidupan lalunya sebagai Sylvester, ia gagal melindungi orang-orangnya. Di kehidupan ini, sebagai James Guinevere, ia tidak akan membiarkan Diane—wanita suci yang tulus mencintainya—mati secara tragis karena plot sampah ini.
"Ambil umurku, Sistem sialan! Lakukan sekarang juga!" teriak James mutlak.
Wussss!
Sebuah cahaya emas keunguan mendadak keluar dari layar sistem, membalut tubuh James. Rasa sakit yang luar biasa, seperti sumsum tulangnya diisap paksa, membuat James berlutut di atas lantai marmer sambil mengerang tertahan.
"Arghhh!"
Di dalam cermin besar di sudut ruangan, James bisa menyaksikan proses penuaan paksa itu terjadi. Sehelai demi sehelai rambut hitam legamnya yang karismatik perlahan memutih, berubah menjadi uban pekat di bagian pelipis hingga bagian atas kepalanya. Napasnya memburu tua, tubuhnya mendadak terasa jauh lebih berat dari beberapa menit lalu.
[ Transaksi Berhasil. 10 Tahun Vitalitas Dipotong. Odelia dilumpuhkan. ]
James mencengkeram tepi meja, memaksakan tubuhnya untuk kembali berdiri tegak. Meskipun rambutnya kini memutih drastis, tatapan matanya justru menjadi seribu kali lebih tajam dan berbahaya. "Kematian Diane... resmi kubatalkan, keparat."
...****************...
Sementara badai pertukaran nyawa terjadi di mansion Guinevere, di sebuah area jalan lingkar luar yang sepi dan gelap, mobil sedan hitam yang dikendarai oleh Dallas mendadak direm mendadak.
Ciiieeeetttt!
"Dallas, ada apa?!" Bellamy tersentak maju, berpegangan pada dasbor mobil.
Di depan mereka, tiga mobil SUV mewah berukuran besar sengaja diparkir melintang, menutup total jalan raya yang sepi itu. Belasan pria berjas hitam dengan senjata pemukul dan senjata api di tangan mereka langsung keluar, mengepung mobil Dallas dari segala arah.
Dari mobil SUV tengah, Fernando Enrique melangkah keluar dengan setelan jas yang berantakan, wajahnya tampak distorsi oleh kegilaan dan dendam yang mendalam. Di sampingnya, Javier berdiri dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa haus darah yang amat pekat.
"Turun kau, Dallas! Jalang kecil Bellamy, keluar kalian berdua!" raung Fernando, suaranya menggema di bawah guyuran rintik hujan malam.
Dallas menatap ke depan dengan rahang yang mengeras ekstrem. Ia melirik Bellamy di sampingnya, lalu menggenggam jemari gadis itu yang dihiasi cincin pertunangan mereka. "Tetap di dalam mobil, Bellamy. Jangan keluar apa pun yang terjadi."
"Kau gila? Pengepungan ini tidak ada di dalam skenario indahku malam ini," Bellamy mendengus, mata cegil-nya justru berkilat menantang, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. "Anjing tua itu benar-benar membawa seluruh pasukannya. Biarkan aku keluar dan merobek mulutnya."
"Tidak, Bellamy. Ini urusanku dengan mereka," Dallas menahan lengan Bellamy dengan lembut namun tegas. Pria itu membuka pintu mobil, melangkah keluar ke bawah guyuran hujan, menghadapi ayah dan adik tirinya sendirian.
"Fernando," suara Dallas terdengar sangat dingin, menembus deru angin malam. "Kau membawa semua mainanmu hanya untuk menjemput kekalahanmu?"
"Tutup mulutmu, anak haram!" Javier berteriak dari belakang ayahnya, menunjuk Dallas dengan tongkat besi. "Kau sudah merampas distrik barat! Kau menghancurkan reputasiku di depan seluruh kota dengan video sialan itu! Malam ini, kau tidak akan bisa keluar dari jalanan ini hidup-hidup!"
Fernando maju dua langkah, menyeringai mengerikan di bawah payung hitam yang dipegang ajudannya. "Dallas... kau pikir aliansi privatmu dengan Guinevere bisa menyelamatkanmu? Aku pemilik Enrique Group yang sah! Di tempat sepi seperti ini, jika kau dan pewaris Guinevere ini lenyap tanpa jejak karena 'kecelakaan rampok', siapa yang akan menyalahkanku?"
Dallas berdiri tegak, air hujan membasahi rambut hitamnya dan merembes ke kemejanya, memicu rasa perih pada sisa luka pecutan di punggungnya. Namun, Dallas tidak bergeming sedikit pun. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman misterius yang sangat dingin—senyuman yang ia pelajari dari mentor bayangannya, Diego Costa.
"Kau pikir... kau benar-benar mengepungku, Fernando?" tanya Dallas dengan nada meremehkan yang amat sangat.
"Apa maksudmu?!" Fernando menggeritkan giginya, mendadak merasakan firasat buruk yang aneh dari ketenangan Dallas.
Dallas mengangkat tangan kanannya yang mengenakan cincin berlian hitam dari Bellamy, menjentikkan jarinya satu kali ke udara.
Bzzzz—
Detik berikutnya, lampu-lampu sorot berukuran raksasa dari arah kegelapan hutan di pinggir jalan mendadak menyala serentak, membutakan pandangan pasukan Fernando. Suara deru mesin mobil-mobil taktis lapis baja terdengar mendekat dari arah belakang, mengunci balik posisi pasukan Enrique. Belasan pria dengan persenjataan militer lengkap dan seragam tak bermerek langsung keluar dari kegelapan, mengarahkan moncong senjata mereka tepat ke kepala pasukan Fernando.
"Apa-apaan ini?!" Javier memekik ketakutan, menjatuhkan tongkat besinya saat seberkas lampu laser merah dari senapan runduk (sniper) membidik tepat di tengah keningnya.
Fernando gemetar hebat, menatap sekeliling dengan wajah yang instan memucat pasi. "D-Dallas... dari mana kau mendapatkan pasukan militer swasta sebanyak ini?!"
Dallas melangkah maju, membiarkan aura intimidasi mutlaknya mengurung Fernando. "Sudah kubilang, Fernando. Kau terlalu bodoh untuk menyadari bahwa singa yang selama ini kau cambuk... sebenarnya dikawal oleh penguasa yang jauh lebih besar dari sekadar Enrique Group."
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣