NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:960
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Dengan langkah yang sangat lambat, Joni memimpin di depan, memastikan setiap aspal retak yang ia pijak tidak menimbulkan suara decitan yang bisa memicu perhatian. Mereka merayap di sepanjang koridor luar pabrik tekstil tua yang atap sengnya sudah runtuh setengah. Aroma oli terbakar dan karat tercium semakin menyengat seiring dekatnya mereka dengan sumber suara ledakan.

​BOOM!

​Sebuah kilatan cahaya hijau terang—sihir angin tingkat menengah—menghantam dinding beton di seberang jalan, menyisakan bekas tebasan yang dalam dan debu yang berhamburan.

​"Tahan," bisik Joni, meratakan punggungnya pada dinding pabrik yang dingin. Gondrong dan Laras segera mengambil posisi merapat di belakangnya. Joni perlahan melirik dari balik sudut pilar besi yang berkarat.

​Di tengah persimpangan jalan pabrik, sebuah pertempuran sengit sedang berlangsung. Namun, itu bukan pertempuran melawan zombie.

​Dua kelompok mahasiswa sedang terlibat duel PK yang brutal.

​"Jon, lihat lambang di seragam mereka," bisik Gondrong yang ikut mengintip dari celah bawah pilar.

​Kelompok pertama terdiri dari tiga orang yang mengenakan seragam jubah bulu putih dengan sulaman emas di bagian lengan—faksi penyihir dan pemanah dari Kampus Phoenix. Sementara kelompok lawan, yang berjumlah empat orang, mengenakan seragam zirah ringan berwarna abu-abu metalik dengan lambang gunung batu di dada mereka—mahasiswa dari Kampus Mythic Peak.

​Joni memicingkan matanya, memfokuskan pandangan ke arah jam tangan spiritual para petarung itu untuk membaca fluktuasi energi mereka.

​[DETEKSI SISTEM - JARAK JAUH]

​Target 1 (Phoenix - Shaman): Level 45

​Target 2 (Mythic Peak - Brawler): Level 48

​Target 3 (Mythic Peak - Swordsman): Level 52

​"Level mereka rata-rata kepala empat sampai kepala lima," Laras berbisik, napasnya tertahan. "Jauh di atas kita yang baru menginjak Level 30."

​"Sialan, bener-bener gak seimbang," gerutu Joni pelan. "Lihat cara main anak-anak Mythic Peak. Mereka sengaja ngepung satu Shaman Phoenix itu buat nyuri tongkat elemennya."

​Di arena dadakan itu, sang Swordsman dari Mythic Peak Level 52 melayangkan tebasan pedang besar yang dilapisi aura tanah padat. Shaman dari Phoenix yang sudah kehabisan Mana mencoba menahan dengan perisai sihirnya yang tipis, namun hantaman itu terlalu telak.

​BRAAAKKK!

​"Akhh!" Mahasiswa Phoenix itu terpental, tubuhnya menghantam tiang listrik kuno hingga patah. Indikator HP di pergelangan tangannya langsung berkedip merah kritis, lalu semenit kemudian tubuhnya meledak menjadi partikel cahaya putih, menandakan dia tewas dan ter-respawn paksa kembali ke lobi kampusnya.

​Sebuah tongkat kayu dengan permata hijau zamrud terjatuh di atas aspal. Itu adalah senjata Wind Staff Tier 2 milik si Shaman.

​"Hahaha! Dapat juga akhirnya! Senjata elemen angin gratisan!" seru sang Swordsman Mythic Peak sambil memungut tongkat itu dengan rakus. Tiga temannya yang lain langsung tertawa puas, bersiap membersihkan sisa barang jarahan yang terjatuh di tanah.

​Gondrong mengepalkan tangannya hingga urat jidatnya menonjol. "brengsek bener ya kelakuan anak Mythic Peak. Mainnya keroyokan, habis itu barangnya dirampok begitu aja."

​Joni menahan lengan Gondrong, menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Jangan gegabah, Ndrong. Level 52 itu punya Physical Attack yang bisa nembus rompi gue dalam tiga kali tebasan kalau kita gak siap. Sikonnya gak menguntungkan buat kita intervensi."

​Namun, keberuntungan tampaknya sedang tidak berpihak pada mereka malam itu.

​Saat kelompok Mythic Peak sedang asyik memilah barang jarahan, seekor Factory Zombie yang kelaparan tiba-tiba melompat dari lantai dua pabrik tekstil tepat di atas tempat Joni berlindung.

​KROOOAAK!

​Joni dengan refleks kilat menggerakkan Lightning Iron Gauntlet-nya, mencengkeram leher zombie itu di udara dan mengalirkan sengatan listrik biru hingga makhluk itu hangus menjadi abu dalam hitungan detik.

​ZZZZTTTT! BRAKK!

​Sialnya, suara sengatan listrik petir biru dan hantaman tubuh zombie yang jatuh ke tanah terdengar cukup nyaring di kesunyian malam kota mati.

​Di persimpangan jalan, sang Swordsman Level 52 dari Mythic Peak mendadak menghentikan tawa raksasanya. Kepalanya menoleh patah-patah ke arah pilar besi tempat Joni, Gondrong, dan Laras bersembunyi. Matanya menyipit penuh rasa curiga dan keserakahan yang baru.

​"Siapa di sana?! Keluar atau gue tebas pilar itu sampai runtuh!" teriak sang Swordsman lantang, mengangkat pedang besarnya yang kembali membara oleh energi tanah.

"Sial," umpat Joni lirih. Ia tahu mereka sudah terpojok. Mengintip dari balik pilar besi yang sudah mulai keropos, ia melihat empat orang Mythic Peak itu mulai bergerak menyebar, mengepung posisi mereka dengan senjata yang sudah siap.

​"Gondrong, Laras, dengar," bisik Joni cepat. "Begitu gue kasih kode, lari ke arah gang sempit di belakang pabrik tekstil. Jangan menoleh. Itu satu-satunya jalan buat tembus ke area pabrik kimia yang banyak ventilasi gasnya. Kita bakal pake kabut di sana buat ilangin jejak."

​"Tapi Jon, barang-barang mereka..."

​"Nggak ada barang yang lebih berharga dari level 10 kita, Ndrong!" potong Joni tegas.

​"HEI! Gue tahu kalian di sana! Keluar sebelum gue ratain bangunan ini sama kalian-kaliannya!" teriak sang Swordsman Level 52. Langkah kakinya berat, berdentum di atas aspal setiap kali ia melangkah mendekat. Ia tidak sendirian; rekannya yang lain, seorang Archer dengan busur panah berselimut aura beracun, sudah membidik tepat ke arah pilar tempat mereka bersembunyi.

​WUSH!

​Sebuah anak panah beracun melesat, menembus pilar besi dan meledak tepat di samping kaki Joni. Gas beracun berwarna ungu menyebar seketika, membuat Joni terbatuk hebat.

​"Sekarang!" teriak Joni.

​Joni melompat keluar, tidak melarikan diri, melainkan menabrakkan tubuhnya ke arah Swordsman yang paling dekat dengan jalur pelarian mereka. Dengan Lightning Iron Gauntlet yang berderit, ia melancarkan pukulan listrik bertenaga penuh.

​ZAAAT! BOOM!

​Swordsman itu terkejut karena Joni berani melawan, namun ia hanya tertawa meremehkan. "Level 30 mau cari mati?!"

​Ia menangkis pukulan Joni dengan bilah pedangnya. Benturan antara listrik dan energi tanah menciptakan ledakan kecil yang membuat Joni terdorong mundur—persis seperti yang ia harapkan. Dorongan itu justru memberinya momentum untuk melenting ke belakang, tepat ke arah Gondrong dan Laras yang sudah berlari duluan.

​"Cabut!" seru Joni.

​Mereka bertiga berlari sekuat tenaga memasuki labirin pabrik tekstil yang gelap. Di belakang mereka, suara tawa merendahkan dari kelompok Mythic Peak terus bergema.

​"Kejar! Anak tikus itu punya sarung tangan listrik! Ambil barangnya!" teriak si Swordsman.

​Joni, Gondrong, dan Laras membelah kegelapan pabrik. Joni terus menoleh ke belakang, memastikan tidak ada yang memanah mereka. "Terus lurus! Jangan belok sebelum masuk ke area pabrik kimia!"

​Tiba-tiba, Laras yang berada di posisi terakhir berhenti mendadak. Matanya tertuju pada sebuah bayangan di atas tumpukan mesin tenun tua yang ditinggalkan.

​"Kak Joni... berhenti!" bisik Laras dengan suara bergetar.

​Bukan karena kejaran Mythic Peak, tapi karena di depan mereka, tepat di lorong menuju pabrik kimia, muncul sosok baru yang berdiri tegak. Sosok itu mengenakan jubah hitam dengan topeng rubah putih yang retak—seorang Assasin tingkat tinggi. Di tangan kirinya, ia memegang jam tangan spiritual yang berkedip-kedip.

​"Bukan Mythic Peak..." gumam Joni, merasa bulu kuduknya berdiri.

​Assasin itu tidak menyerang. Ia hanya menunjuk ke arah belakang, tempat kelompok Mythic Peak sedang mengejar mereka. Suaranya terdengar mekanis, keluar dari sebuah alat komunikasi yang ia tempelkan di leher.

​"Kalau mau selamat, belok ke kiri. Tapi jangan harap bisa pulang dengan tangan hampa," ucap si Assasin dingin, sebelum akhirnya ia menghilang dalam sekejap menjadi asap hitam.

​"Itu... dia tadi siapa?" tanya Gondrong ketakutan.

​"Nggak tahu. Tapi dia tahu kita dikejar," jawab Joni dengan napas terengah-engah. "Laras, tadi kau lihat level di jam tangannya?"

​Laras menelan ludah. "T-tidak terbaca, Kak. Jam tanganku error. Itu artinya levelnya... jauh di atas 100."

​Joni menatap gang gelap di depan. Pilihan mereka cuma dua: menghadapi empat mahasiswa Mythic Peak yang rakus, atau mengikuti petunjuk misterius dari seorang Assasin yang jelas-jelas jauh lebih berbahaya.

​"Ke kiri!" putus Joni. "Apapun yang terjadi di depan, jangan biarkan mereka menangkap kita hidup-hidup!"

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!