Kisah seorang lelaki yang baik hati "Tuan Sempurna" menolong seorang wanita korban pemerkosaan yang hampir bunuh diri. Akhirnya ia menjadi suami pura-pura wanita itu untuk membohongi ibu sang wanita. Hingga akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Namun saling mengingkari rasa. Dan setelah berbagai ujian menerpa, akhirnya mereka bisa bersatu.
Tahap Revisi
Maaf jika kurang nyambung. Saya akan segera menyelesaikannya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amy Larahati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengingkari Cinta di Depan Mata
Yasin segera menuju ke studio foto untuk mencari orang sesuai perintah Nyonya Lidya. Beruntung, sesampainya disana pria itu sedang melakukan pekerjaannya mengedit foto-foto di komputernya seorang diri.
"Assalamualaikum." Yasin mengucap salam.
"Waalaikumsalam, ada yang bisa saya bantu Tuan?"
"Saya kemari atas perintah Nyonya Lidya untuk mengundang anda ke kediamannya, sekarang juga. Beliau meminta saya untuk membawa anda. Bagaimanapun caranya saya akan membawa anda," ucap Yasin dengan sopan.
"Kalau saya menolak?" ucap Reno menatap tajam ke arah Yasin.
"Maaf, saya akan menggunakan berbagai cara agar anda mau ikut dengan saya, sekali pun dengan cara halus atau kasar," kata Yasin dengan nada mengancam. Karena pantang baginya untuk mengecewakan majikannya.
Reno menghembuskan nafas kasar, ia yakin nenek Ray mempunyai maksud tertentu. Akhirnya ia mengalah dan mengiyakan permintaan Yasin. Ia menyadari, ia tak punya daya kuasa untuk menentang wanita terhormat di wilayah tersebut. Jika ia sampai berani maka dalam sekejap saja, usahanya selama ini dapat dihancurkan dalam seketika.
Reno. menyelesaikan pekerjaannya dan menutup studio fotonya dengan segera. Ia terpaksa untuk dibawa Yasin ke kediaman Nenek Ray. Ia sedikit takut. Takut-takut kalau Nyonya Lidya mengetahui rencana liciknya.
"Silakan masuk!" kata Yasin setelah sampai di kediaman Atmaja. Ia mempersilakan tamu istimewa yang diundang khusus oleh Nyonya Lidya untuk masuk ke rumah. Reno mengangguk dan masuk dengan canggung. Dalam hati ia sangat penasaran kenapa nenek Ray sampai memanggilnya.
Yasin berniat untuk memanggil majikannya. Namun, belum sempat ia beranjak dari tempatnya berdiri. Terlihat Nyonya Lidya menuruni tangga.
"Ohh ... tamu spesialku sudah datang rupanya, mari masuk!" kata Nyonya Lidya menuruni tangga dengan menatap tajam. ke arah Reno. Ia segera berjalan mendekat ke arah Yasin dan Reno berdiri.
"Assalamualaikum Nyonya." Reno mengambil dan mengecup punggung tangan nyonya Lidya.
"Waalaikumsalam, silakan duduk!" nyonya Lidya mempersilakan Reno duduk disofa ruang tamu.
Dengan ragu Reno mendudukkan dirinya di sofa mewah itu. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah. Reno takjub melihat betapa kayanya keluarga Ray. Ia sudah mendengar ketenaran kerajaan bisnis keluarga Atmaja. Hanya saja ia tak menyangka jika mereka benar-benar keluarga jutawan. Pantas Aurel bersikukuh untuk menikah dan masuk ke keluarga itu.
"Yas, suruh Bi Sum membuat minuman," perintah Nyonya Lidya.
"Baik Nyonya." Yasin undur diri ke dapur. Ia cukup tahu diri, Nyonyanya ingin berbicara empat mata dengan tamu istimewanya.
"Kamu ke sini tahu maksud saya memanggil kamu? Dan apa kamu tahu siapa saya?" tanya Nyonya Lidya to the point.
"Saya tak tahu tujuan anda memanggil saya nyonya. Yang saya tahu, anda nenek Ray kan?" kata Reno memastikan.
"Benar, aku memanggilmu kemari karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Tapi setelah ini jangan kamu sampaikan pada Aurel pula," ucap Nyonya Lidya.
"Tidak mungkin saya akan memberitahukan pada Aurel, Nyonya. Siapalah saya, saya dengan Aurel hanya ...."
"Teman tapi mesra?" tanya Nyonya Lidya tepat mengenai sasaran. Reno hanya tersenyum dengan gelisah. Ternyata wanita tua itu tahu perihal hubungannya dengan Aurel. Dalam hatinya ia sangat khawatir terhadap apa yang Nyonya Lidya inginkan darinya. Karena Reno yakin Nyonya Lidya bukan orang sembarangan.
"Saking mesranya, Aurel sekarang sedang mengandung anak kamu? Benar begitu?" Perkataan nyonya Lidya memojokkan Reno hingga mati kutu. Reno yang mengira semuanya tersimpan rapi ternyata diketahui oleh wanita tua itu. Kini Renomulai takut jika wanita tua di hadapannya akan melakukan sesuatu yang dapat menghancurkan hidupnya.
***
"Untuk apa Mas kemari? Bukankah Mas pernah bilang kalau Mas sudah melangkah maju, tak akan menoleh ke belakang lagi?" tanya Medina menemui Ray di depan rumah Zaskia.
Semula wanita cantik itu menolak untuk bertemu lagi dengan Ray. Tapi dengan sifat Ray yang pemaksa dan ngeyel, akhirnya Medina memutuskan untuk menemuinya untuk terakhir kalinya.
"Me, Mas sudah memutuskan hubungan dengan Aurel," ungkap Ray. Ray berharap setelah mendengar kabar ini, Medina akan melunak dan mau menerimanya sebagai suami.
"Nggak mungkin," kata Medina terkejut namun pura-pura acuh tak acuh.
"Me tak percaya pada kata-kata Mas?"
"Ya, Me tak percaya dengan perkataan Mas Ray."
"Sumpah Me. Mas Ray sudah memutuskan pertunangan dengan Aurel. Lihat ini Me! Ini bukti bahwa hubungan kami telah berakhir." Ray memperlihatkan cincin yang semula dipakai Medina. Medina hanya terdiam tak tahu harus bicara apa.
"Masih nggak percaya kalau Mas serius sama Me? Bagaimana caranya agar kamu percaya sama Mas? Katakan! Katakan Me! Apa yang harus Mas lakukan?" Medina hanya terdiam membisu.
"Katakan Me! Apa yang harus Mas lakukan agar kamu yakin," kata Ray mulai putus asa. Entah bagaimana caranya lagi ia akan membujuk wanita keras kepala itu.
"Cincin ini milik Aurel Mas. Bukan milik Me. Me tak berhak untuk menerimanya." Ucapan Medina terhenti ketika Ray tiba-tiba mengambil tangannya dan menyelipkan cincin tersebut ke jari manis Medina.
"Me belum berkata apapun, bahkan Me belum menyetujuinya ...," kata Medina berkaca-kaca. Ia sangat terkejut karena Ray memaksa memakaikan cincin itu ke jarinya.
"Apa sih susahnya? Mas harus bagaimana Me? Mas cuma mau menikah dengan Me. Membahagiakan Me seumur hidup Mas. Apakah susah sekali untuk menerima Mas?Menerima cinta Mas? Kenapa Me selalu mengingkari perasaan Me untuk Mas. Tanyakan hatimu Me adakah aku di hatimu? Kenapa cinta yang sudah ada di depan mata susah sekali untuk diungkapkan?" kata Ray tak mampu membendung lagi perasaannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Update kedua walau hanya sedikit..
Semoga kalian suka.
Seperti biasa aku mengharapkan dukungan dengan memberi like vote dan komen.. pembaca baru kasih like dari awal eps ya..
Terimakasih atas dukungan selama ini,
biar dia bs jodoh SM tuan sempurna...dn ga d kejar" ayah nya Gibran lg.