Hai...ini karya pertama aku jadi kalian harus dukung ya .
sinopis
Ini sudah modern tapi entah mengapa orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads tampan yang berada di pesantren jauh dari rumah mereka .
Namaku Ghania faneha Qhonita gadis tomboy yang selalu keluar malam dan balapan motor secara liar di tengah -tengah jalan raya .Suatu hari orang tua Qhonita mau menjodohkan Qhonita dengan seorang ustads yang tampan .
Agar anak mereka bisa merubah diri dengan berjalannya waktu .
Akankah Qhonita mau di jodohkan atau malah sebalik nya??
Yuk simak kisah selanjutnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon metri annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32
...Saya bukan orang baik ,sehingga merasa pantas untuk menulis dan merangkai berbagai hal tentang kebaikan .Saya pun bukan orang sempurnah tnpa cela ,lantas menganggap diri layak untuk mengajak orang lain berbuat kebajikan ....
...menasehati bukan berarti lebih mulia .Dan di nasehati bukan pula berarti lebih hina .Nasehat adalah manifestasi cinta ,dan wujud ukhwwah ....
...Bila hanya makhluk yang sempurah layak menasehati ,lalu sampai kapan harus menunggu malaikat berdiri berkhutbah di atas mimbar layaknya dimasjid ....
jika Qhonita sudah mengatakan kata Gue dan Elo itu berarti ia benar-benar kesal dan emosi , walaupun ia sudah bersusa payah untuk merubah kata-katanya agar tak terlalu kasar dan mengucapkan itu lagi tetapi ya namany juga kebiasaan jafi susah di hilangkan .
'' Asal abang tau , gue ini udah besar dan tau tentang apapun itu , dan gue juga tau batasan kok kalau memang 2 hari ini semenjak gue nikah ,bikin Abang risih dan gak nyaman contohnya dari awal udah tuh di godain terus oke itu di maklumi karena ada Abi Ummi juga kan ikutan bercandanya , terus pas di meja makan atau di ruang tamu tuh Abang masih kan ngolok-ngolok kami berdua masih tahan emosi gue , tadi pas di kamar gue kebentur dinding kamar mandi dan ini bengkak kan, nah Putra ,ngobatin ini di tiupin agar gak terlalu perih pas di olesi dengan minyak kayu putih , dan gak sengaja kami berdua bertatap muka alhasil lama kan tiba-tiba Abang dateng terus ngolok lagi , rasanya kayak ngelakuin yang gak sepantas nya dan ketahuan di depan umum Bang .'' Emosi dan amarah kesal masih bercampur aduk di kepala Qhonita darahnya masih mendidih lantas kelakuan sang abang .
'' Qhon , udah ayo kita sarapan ini sudah berapa lama kita masih belum ada isi perut loh .'' ucap Abi menengahi perdebatan mereka baru kali ini Qhonita semarah dan sekesal ini dengan Alif , biasanya sudah berdebat sedikit mereka akur lagi .
'' Maaf Bi, Mi , Qhonita mau ke kamar aja Qhonita kenyang .'' sahut Qhonita berjalan ke arah kamar dan menutupnya secara kasar .
'' Tuh kan ke kamar lagi , lama-lama bikin sakit mata liat nya .'' entah Alif atau bukan yang bicara seperti itu tapi itu memang berasal dari Mulut Alif .
'' Sudah sekarang kita makan ya , put makan dulu nanti kamu susul Qhonita ke kamar dan jangan lupa bawa makanan biar dia kenyang .'' titah Abi . Ummi tentu saja diam dan sedih .
'' Putra makan di kamar aja Bi ,Mi , barengan aja sama Qhonita .'' ucap Putra mengambil piring dan mengisi dengan nasi goreng tadi .
Setelah Putra pergi Abi dengan tegas dengan Alif .
''Jelaskan pada Abi kenapa Abang bersikap seperti tadi , sudah tau kalau Qonita itu pemalu walaupun ia keras kepala tapi pemalu nya itu gak bisa di rubah Abang .'' pembicaraan Abi memang benar Qhonita pemalu ia sangat pemalunya luar biasa , sekali di olok oke ia maklumi tetapi jika sudh berapa kali jangan salahkan jika Qhonita berbuat yang tidak- tidak .
'' Abang risih aja liat mereka coba Abi perhatikan deh , dari 2 hari yang lalu Qhonita tuh diam di kamar bangun masak aja Ummi semua yang urusin jadi istri itu teladan dikit dong , masa kalah sama suami .'' ada benarnya tapi tak sepantasnya Alif bicara seperti tadi di depan Qhonita .
'' Abang gak tau rasanya jika sudah menikah , dan memang benar kata Qhonita terserah mereka mau romantis apa enggak kenapa kita yang repot .'' seolah-olah Abi membela Qhonita padahal ia hanya membenarkan saja .
'' Sudah lah Abi itu gak ngerti perasaan Abang kayak gimana .'' sargas Alif pergi begitu saja .
keadaan si rumah sepi sampai malam hari Qhonita sedari pagi ia tak keluar dari kamar Alif pun entah kemana Ummi , dan Abi , hanya pasrah jika mereka bicara pasti tidak di perdulikan .
Di Kamar .
'' Kamu jangan kasar - kasar bicaranya , kasian Abang ia seperti tidak nyaman liat kita kayak tadi pagi .'' sahut Putra senderan di kasur .
Qhonita hanya diam tak mengubris perkataan Putra . Qhonita masih terisak dengan tangis nya ia masih gimana gitu ya 😥.
'' Hey .''
''Jangan nangis , kalau memang kamu gak nyaman yaudah tidur aja atau mau makan ?'' tanya Putra .
'' Aku gak mau ngapa -ngapain , kita pindah aja ya dari sini .'' permintaan Qhonita membuat Putra melongo .
'' Iya itu terserah kamu aja kalau memang mau pergi dari sini yaudah kita pamit sama Ummi , Abi kita pergi ke pesantren ya .'' Ajak Putra karena ada rasa kasian dengan keadaan Qhonita , tapi disisi lain Ummi , pasti lebih sedih lagi kalau anak perempuannya pergi .
'' Iya yudah Aku bicara sama Ummi dulu ya , kamu siap-siapin aja barang nya seperlu nya aja , oh ya koper nya ada di atas lemari .'' ucap Qhonita dengan keadaan mata sembab dan hidung tersumbat akibat lama menangis .
Ku menangis membayangkan betapa kejam nya . eit jangan nyayi guys 😂.
Lanjut .
Putra menuruti kemauan Qhonita , ia mengemasi barang-barang seperlunya saja dan memasukannya ke koper milik mereka .
Di saat Putra mengambil baju Qhonita , ada buku kecil dan di dalamnya ada tulisan rahasia , dan ada juga foto-foto .
Segera mungkin Putra menyebunyikan itu dan diam-diam mengambilnya dari Qhonita .
'' Bagaimana udah selesai belum , kalau udahh selesai kita pamit sama Ummi , Abi .'' Ucap Qhonita tiba-tiba masuk ke kamar .
'' Eh eng .. bukannya kamu tadi ke luar untuk pamit .''
'' Iya tadi sih gitu tapi barengan aja sekalian kita bawa barang nya .'' sahut Qhonita menarik koper yang berisi baju-baju mereka .
'' Saya aja yang bawa kamu duluan saja .'' ujar Putra mengambil alih koper .
Diam sejalan beriringan berdua menuju ruang tamu , dan pas saja semuanya sedang duduk bersantai .
'' Bi ,Mi , Qhonita pergi ke pesantren ya sore ini .'' pamit Qhonita mengagetkan Ummi .
'' Jangan bercanda Qhon , kalian kan masih lama nginap disini kenapa cepat banget yang kemarin udah lupain aja mungkin Abang lagi banyak urusan .'' sahut Ummi dengan lirih .
'' Gak apa-apa kok Mi, lagian Qhonita juga udah nikah jadi harus ikut suami kemanapun itu asal jalan menuju kebenaran .'' finis Qhonita karena ia tak mau berlama-lama .
'' Besok aja ya kan udah sore , kamu juga belum makan dari kemarin nanti sakit loh .'' khawatir Ummi .
Qhonita hanya senyum dan melihat ke arah Alif yang hanya cuek dengan mereka , dengan menghembuskan nafas secara kasar Qhonita segera mungkin pamit .
'' Qhonita sama Putra pamit ya Mi , insyaalloh kalau ada waktu kita main kesini sering-sering atau Ummi sama Abi , Abang main ke pesantren .'' ucap Putra menyalami ke dua nya tapi ketika berpapasan dengan Alif .
Alif cuek dan diam enggan untuk bersalaman .
'' Pergi aja Sono , lama amat kalau udah nikah tuh emang harus jauh dari orang tua gak usa bergantung terus .'' sargas Alif .
'' Abang kenapa sih , dari kemarin bukannya minta maaf malah makin ngelunjak , Abang yang salah .'' ucap Abi sudah tak mau lagi diam .
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
.
.
.
jangan Lupa like banyak komen banyak vote pun sama .
Made By :Metri pramisti
hadejhhh
DISINI MAU LIAT AUTHOR APA PUTRA JDI USTADZ TEGAS, ATAU USTADZ YG GIK MIKIRIN PRASAAN ISTERINYA..
SEMUA BLM DIJELASKN SIAPA2 WANITA YG MAU JDI PELAKOR SELAIN USTADZAH CACA,, TERUS APA JUGA ADA USTADZ CALON PEBINOR NII..
jadi cerita nya sedikit
semangat