Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
233
"Kau pura-pura tidak pulang semalam karena sengaja ingin dicari setelah bertengkar dengan Antonio, kan? Mengaku saja!" Widya tertawa mengejek, suaranya melengking memenuhi ruangan. "Dan sekarang kau sadar, kau tak bisa hidup tanpa Antonio, bukan? Makanya kau mengemis jalan untuk kembali ke rumah ini."
"Ibu benar," timpal Tari yang ikut melangkah maju sambil berkacak pinggang. "Paling juga taktik biar dikasih perhatian sama Kak Antonio. Modus klasik."
Grizla tetap tidak menjawab satu patah kata pun. Ketimbang membiarkan telinganya terus dikotori oleh racun kata-kata mereka, ia memilih untuk berbalik. Dengan langkah yang tenang namun pasti, ia berjalan mengabaikan keberadaan mertua dan adik iparnya, menuju ke dalam kamar.
"Nikmatilah masa-masa ini, Widya. Akan kubuat kau merasa terbang setinggi langit dengan semua keangkuhanmu. Berbanggalah kau sekarang sekencang yang kau bisa. Karena tak lama lagi... akan kuhempaskan kau ke dasar jurang yang paling dalam sampai kau hancur tak tersisa!" batin Grizla, tersenyum dingin dalam kegelapan koridor menuju kamarnya.
Sementara itu di ruang tamu, melihat punggung Grizla yang menghilang di balik pintu kamar, Widya langsung terkekeh puas. Ia merasa telah memenangkan konfrontasi tersebut.
"Lihatlah wanita itu, Tari. Dia tidak berani menjawab karena semua ucapanku benar! Dia terpaksa pulang ke rumah ini merangkak-rangkak gara-gara takut jadi gelandangan di luar sana," kata Widya, menepuk bahu putrinya sambil terus terkekeh kegirangan.
Tari mencibirkan bibirnya dalam-dalam, menatap sinis ke arah pintu kamar Grizla yang sudah tertutup rapat.
"Lagian kapan sih Kak Antonio mau menceraikan Grizla secara resmi, Bu? Aku sudah benar-benar muak setengah mati melihat wajah sok sucinya itu setiap hari di rumah ini," keluh Tari dengan nada manja sekaligus kesal.
"Sabar, Tari. Ibu juga sedang mengusahakan hal itu," sahut Widya sambil membenahi posisi duduknya di sofa.
"Mendingan Kak Antonio secepatnya menikah dengan Kak Tiara," lanjut Tari dengan mata berbinar-binar membayangkan sosok wanita pilihannya. "Kak Tiara itu cantik, penampilannya berkelas, punya pekerjaan yang mapan, dan yang paling penting, banyak duitnya! Jelas berkelas dan jauh berbeda dari Grizla yang cuma bisa jadi beban di rumah ini!"
*******
Keesokan paginya, atmosfer di kantor pusat Arwana Group terasa jauh lebih menegangkan bagi Antonio.
Pria itu datang dengan kantung mata yang menghitam akibat kurang tidur. Setelan jasnya tak lagi selicin biasanya, dan ia terpaksa membawa tumpukan papan jalan berisi berkas operasional lapangan yang berat.
Begitu ia melewati kubikel utama, beberapa rekan sejawatnya sengaja berbisik sambil meliriknya sinis.
"Lihat tuh, mantan manajer kesayangan kita. Sekarang jadi seksi sibuk di lapangan," sindir salah satu staf pemasaran, cukup keras untuk didengar Antonio.
Antonio mengeraskan rahangnya, berjalan lurus tanpa menoleh sedikit pun menuju meja barunya di sudut ruangan. Namun, belum sempat ia mendudukkan bokongnya, suara interkom di kubikel itu berbunyi.
"Pak Antonio, segera ke ruang rapat utama sekarang. Nyonya G dan Pak Boni sudah menunggu untuk evaluasi lapangan gelombang pertama." Suara Siska terdengar tegas dari peleras suara.
Antonio tersentak. Jantungnya mendadak berdegup kencang. "Nyonya G sudah datang sepagi ini? Dan dia mau mengevaluasi kerjaku bersama Boni?" Ada rasa bangga sekaligus gugup yang aneh di dadanya. Ini adalah kesempatannya untuk menarik perhatian sang bos besar dan menjatuhkan Boni.
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..