NovelToon NovelToon
Bucin, Suami CEO

Bucin, Suami CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga / CEO / Persahabatan / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Ika Nanda

kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.

yuk ikuti cerita nya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Hana pun langsung berlari menghampiri ibu nya, dan langsung memeluk nya. "ibu... aku sangat merindukanmu" ucap Hana dalam pelukan ibu nya

Jimin pun hanya tersenyum memandang Hana yg begitu bahagia. "keluarkan satu koper yg berwarna hitam. setelah itu, paman kembali lah ke rumah, katakan pada nyonya mu. kami bermalam di sini malam ini" ucap Jimin kepada sopir nya

"baik tuan... "

Jimin pun menghampiri Hana dan ibu nya sembari membawa koper nya. "halo ibu, apa kabar... " sapa Jimin

"aah Jimin, ibu Baik... bagaimana dengan mu!?? " ucap nyonya Haeri

"aku... sudah lebih baik sekarang. "

"ayo masuk lah, kalian pasti lelah. " ajak nyonya Haeri sembari berjalan masuk

"oppa, terimakasih banyak" ucap Hana melihat Jimin

Jimin pun mengelus kepala Hana "sama-sama.... " menebar senyuman

Hana pun tersenyum dan mereka pun masuk ke dalam rumah.

"oppa, apa kau yakin kita malam ini tidur di sini. !? " tanya Hana meletakkan koper Jimin di sudut ruangan

"hemm, kenapa!?? " Jimin duduk di tepi ranjang milik Hana

"tidak. aku hanya takut kau tidak akan bisa tidur. apalagi, ranjang ku tidak sebesar di rumah mu"

Jimin pun menarik Hana yg berdiri tidak jauh dari nya, dan duduk di pangkuan nya "itu bukan rumah ku. lagi pula, ranjang ini cukup kan untuk kita. "

"oppa... "

"hemm.... " Jimin pun meraih wajah Hana, ia pun langsung mengecup lembut bibir nya. "begini rupa nya rasa nya" ucap Jimin sedikit berbisik dan lanjut mencium Hana

Hana pun hanya diam dan membalas ciuman Jimin. meletakkan kedua tangan nya di atas bahu Jimin. pada saat itu, suara ketukan pintu pun menghentikan aksi Jimin.

tok... tok... tok... "Hana sayang, makanan sudah siap. ayo makan dan ajak lah Jimin" ucap nyonya Haeri dari balik pintu

"iya bu, sebentar lagi kami turun" jawab Hana "ayo turun dan makan, setelah itu nanti baru mandi. " ajak Hana dan akan bangun dari pangkuan Jimin

namun Jimin menahan nya "apa kau bersedia malam ini!?? "

"hah... " Hana sedikit bingung dan tidak mengerti "kita makan sekarang, ibu sudah menunggu. " Hana pun bangun di susul Jimin

mereka pun makan bersama sembari mengobrol, saat sudah selesai makan. Jimin pun mendapat sebuah pesan. dan pesan itu tidak lain adalah pesan dari ibu nya. isi pesan itu adalah sebuah foto apartemen "pergilah lihat rumah itu bersama Hana besok, jika kalian menyukai nya tinggal lah di sana. ibu tidak bermaksud mengusir mu dari rumah, hanya saja. kau dan Hana sudah menikah, maka kalian harus tinggal berdua. jangan lupa, besok bawalah Hana pulang. " isi pesan dari nyonya Min Seo

Jimin pun melihat foto nya, di sana juga sudah ada alamat nya "Hannam The Hill... dia sungguh banyak membuang uang untuk ini" ucap hati Jimin

"oppa... " panggil Hana

"hemm... "

"ada apa!?? "

"aah tidak. itu pesan dari rumah" ucap Jimin meletakkan ponsel nya

"dari ibu!?? "

"emm.... "

"apa ibu marah!?? "

"tidak. aku naik dulu ya, aku ingin mandi. "

"ouh baiklah, aku akan menyusul sebentar lagi"

"permisi bu... " pamit Jimin pada ibu mertua nya

nyonya Haeri pun hanya mengangguk sembari tersenyum. saat Jimin sudah tak terlihat lagi, nyonya Haeri pun mulai bertanya "apa dia memperlakukan mu dengan baik sayang!?? "

"tentu saja bu... "

"kau sedang tidak membohongi ibu kan nak!?? "

"apa raut wajah ku terlihat berbohong bu!?? "

"hemm, memang tidak. tapi kan kalian menikah bukan karena cinta, jadi ibu sedikit khawatir"

Hana pun tersenyum dan memegang tangan ibu nya. "ibu tidak perlu khawatir, semua akan baik-baik saja. oiya, bagaimana toserba!?? apa berjalan lancar!? dan ibu... "

"semua lancar, ibu juga baik. hanya saja, ibu 2 hari ini seperti mudah lelah. jadi tidak pergi untuk membuka nya. "

"itu bagus, ibu tidak perlu memaksa. aku akan bicara pada Jimin, untuk tetap bisa menjaga toserba. tapi tidak dalam waktu dekat. "

"jangan fikirkan itu, kau fokus lah pada Jimin"

Hana pun tersenyum "aku akan melihat nya, ibu istirahat lah. "

"emm, ibu akan istirahat. kau pergilah"

Hana pun beranjak pergi ke kamar menyusul Jimin. namun seperti nya Jimin belum selesai mandi. seperti biasa, Hana pun mempersiapkan pakaian yg akan di kenakan Jimin.

Hana teringat, di kamar mandi tidak ada handuk. jadi ia pun mengetuk pintu kamar mandi. tok, tok, tok "oppa, apa kau membawa handuk!?? "

suara gemericik air pun bercampur dengan suara Jimin "ooh iya, aku lupa membawa nya. bisakah kau bawakan"

"ouh tunggu sebentar... " Hana pun langsung bergegas mengambil handuk di dalam lemari. Hana langsung masuk ke kamar mandi, dan memalingkan wajah nya "eemm, oppa... ini handuk nya"

Jimin pun membuka tirai pembatas, ia melihat Hana yg menyerah kan handuk tapi membuang wajah nya. Jimin pun menarik tangan Hana, bukan mengambil handuk nya. sontak saja Hana langsung jatuh ke dalam pelukan Jimin "oppa... " ucap Hana yg saat itu basah karena terkena guyuran air dari shower yg masih hidup...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!