Kalila gadis yang berasal dari negara indonesia , dia mengalami kecelakaan pesawat saat akan menuju ke Negara I untuk melanjutkan kuliah s2 nya , namun jiwanya bukan pergi ke alam baka , melainkan masuk ke raga seorang gadis cantik yang bernama NEVA QUEEN MARTINEZ .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Beberapa hari telah berlalu , dan hari ini Hugo mengajak Queen pergi ke sesuatau tempat , yang mana membuat Queen penasaran .
'' Sebenarnya kita mau kemana ?'' . Tanya Queen entah yang keberapa kalinya , saat melihat jalanan yang sama sekali belum pernah ia lalui .
'' Nanti kamu juga akan tahu sayang '' . dan lagi lagi seperti itu jawaban Hugo , yang mana membuat Queen mendengus.
Hingga tak berselang lama , mobil yang mereka tumpangi memasuki area pinggiran pantai,yang mana membuat Queen mengembangkan senyumnya .
''Wahhhh,,, indah sekali '' . Gumam Queen menatap hamparan pantai sepanjang jalan membuatnya ingin bermain ria di pantai itu , sampai sampai Queen tidak sadar jika mobil yang ia tumpangi memasuki gerbang besar .
'' Sayang , kita sudah sampai '' . Ujar Hugo membuat Queen langsung menoleh pada Hugo .
'' Kita ke pantai ?'' . Tanya Queen , karna memang letak berhentinya mobil yang ia tumpangi tak jauh dari pantai .
'' Boleh juga , tapi coba kamu lihat di depan '' . Jawab Hugo .
'' Itu villa siapa ?'' . Tanya Queen ketika melihat bangunan seperti villa di depannya .
'' Itu villa kita , tempat tinggal kita '' . Jawab Hugo membuat Queen membulatkan kedua matanya .
'' Tem,,, tempat tinggal kita '' . Ulang Queen yang di angguki oleh Hugo .
'' Ayo kita keluar '' . Ajak Hugo .
Lalu Hugo dan Queen segera keluar dari dalam mobil , Queen seketika di buat kagum saat melihat halaman depan villa itu , dimana sepanjang jalan dari gerbang sampai ke halaman di penuhi dengan berbagai macam bunga mawar , bunga kesuakaannya .
'' Ayo kita masuk '' . Ajak Hugo menggenggam pergelangan tangan Queen , dan membawanya masuk ke dalam villa tersebut .
'' Selamat datang , Tuan , Nyonya '' . Sambut kepala pelayan membungkuk hormat , yang di ikuti oleh beberapa pelayan lainnya , mereka semua adalah pelayan yang bekerja di villa yang pernah di tempati oleh Jassy , yang kini oleh Hugo di pindah kerjakan di villanya yang baru .
Hugo hanya menganggukan kepalanya , sedangkan Queen dia tersenyum .
Saat semakin masuk ke dalam , Queen bisa menebak jika villa yang ia masuki baru selesai di bangun , karna dia mencium aroma cat yang masih baru .
Hugo membawa Queen mengelilingi seluruh tempat yang berada di villa , dari ruang tamu , ruang tengah , dapur , taman belakang , kolam renang , dan terakhir di kamar utama yang akan mereka tempati .
'' Wahhhhh,,,,, indahnya '' . Gumam Queen terkagum kagum , karna pemandangan dari balkon kamarnya langsung mengarah ke pantai .
'' Apa kamu suka ?'' . Tanya Hugo memeluk tubuh ramping Queen dari belakang .
'' Suka , suka sekali '' . Jawab Queen cepat dengan menganggukan kepalanya .
Queen tersentak saat tiba tiba Hugo berlutut di depannya , sembari membuka kotak cincin yang sangat indah .
'' Kalila Queen Zivana , apa kamu mau menikah denganku '' . Ucap Hugo dengan lembut .
Queen menutup mulutnya terkejut , dia tidak menyangka jika Hugo akan melamarnya tapi bukan sebagai Neva , melainkan sebagai Queen .
'' Iya , aku mau '' . Jawab Queen membuat Hugo mengembangkan senyumnya , lalu beranjak berdiri dan memeluk Queen dengan erat .
'' Terimakasih sayang , terimakasih '' . Ujar Hugo , bahkan sampai mendaratkan kecupan berkali kali di pucuk kepala Queen karna terlalu bahagia .
'' Sini , aku pakaikan cincinnya ke jari manis kamu '' . Tukas Hugo .
'' Iya '' . Sahut Queen menjulurkan tangannya pada Hugo , dan Hugo segera mengambil cincin berlian itu dari dalam kotaknya , lalu dia masukkan ke jari manis Queen .
'' Wah,, cantik sekali cincinnya '' . Ujar Queen melihat cincin yang melingkar di jari manisnya , dan kebetulan cincinnya sangat pas di jarinya .
'' Wajah Kalila juga tidak kalah cantik '' . Ucap Hugo membuat Queen menatap Hugo dengan pandangan menyipit .
'' Apa Kak Hugo tahu wajah asliku ?'' . Tanya Queen .
'' Aku tahu namamu , sudah pasti aku juga tahu wajah kamu yang sebenarnya sayang '' . Jawab Hugo lalu membuka layar ponselnya .
'' Ini kan '' . Tukas Hugo , membuat Queen membulatkan kedua matanya , karna ternyata Hugo memiliki foto dirinya , bahkan di jadikan wallpaper di ponselnya .
'' I,,,, ini Kak Hugo dapat dari mana fotoku ?'' . Tanya Queen mengambil ponsel Hugo begitu saja , dan membuka galeri ponsel Hugo , yang mana semakin membuatnya terkejut , karana semua foto yang ada di galeri , adalah fotonya sebagai Kalila .
'' Itu tidak sulit sayang , yang penting kamu cemburu tidak , kalau aku menyimpan foto foto itu ?''. Tanya Hugo bercanda .
'' Pertanyaan macam apa itu, mana mungkin aku cemburu sama diriku sendiri '' . Sahut Queen membuat Hugo terkekeh .
Malam harinya Hugo dan Queen menikmati semilir angin pantai di balkon kamar mereka , Hugo sengaja mengajak Queen untuk menginap di villa barunya , dan dia berencana akan menempati villa barunya setelah mereka menikah dua minggu lagi , bahkan Queen tidak tahu jika Hugo sudah menyiapkan pesta pernikahan mereka dengan sangat megah , karna Hugo tidak bilang kapan mereka akan menikah pada Queen .
'' Kak '' . Panggil Queen yang berada di pelukan Hugo , karna saat ini Queen duduk di pangkuan Hugo .
'' Ada apa sayang '' . Sahut Hugo .
'' Kak boleh tidak aku minta sesuatu pada Kakak ?'' . Tanya Queen .
'' Mau minta apa sayang , kamu katakan saja , selagi aku bisa , aku akan mengabulkannya '' . Jawab Hugo mengecup pucuk kepala tunangannya dengan penuh kasih sayang .
'' Emm,, , kalau kita sudah menikah nanti , boleh tidak ,kalau aku minta kakak untuk memberikan donasi pada panti asuhan yang menjadi tempat tinggalku dulu '' . Tanya Queen hati hati , dia takut Hugo mengira dirinya materealistis , meskipun itu bukan untuk dirinya .
Sedangkan Hugo yang mendengarkan permintaan tunangannya langsung tersenyum , dai kira tunangannya akan minta apa , ternyata minta untuk kebutuhan orang lain , dan padahal saat ini Hugo juga sudah menjadi donatur di panti asuhan yang menjadi tempat tumbuh besar tunangannya , dan sudah mulai sejak Hugo tahu jika jiwa Kalila tumbuh besar di panti asuhan itu , yang mana membuat Hugo memutuskan untuk menjadi donaturnya .
'' Tentu sayang , tanpa kamu mintapun aku juga sudah melakukannya '' . Jawab Hugo , membuat Queen terkejut dan langsung beranjak bangun .
'' Ma,,, maksud Kak Hugo , kak Hugo sudah memberi mereka donasi ?'' . Tanya Queen .
'' Iya , semenjak aku tahu kamu tumbuh besar di panti asuhan '' . Jawab Hugo yang tidak memberitahukan kebenarannya , jika dirinya bukan hanya memberikan donasi tapi menjadi donatur tetap panti , bahkan Hugo juga sudah membelikan tanah yang lebih luas , untuk di bangun panti asuhan baru untuk mereka tinggali .
'' Terimakasih Kak , Kak Hugo yang terbaik '' . Ucap Queen tersenyum .
'' Sama sama sayang , apapun yang berkaitan denganmu , itu juga harus menjadi urusanku '' . Jawab Hugo .
Dua orang itu kembali menikmati semilir angin pantai , sambil berpelukan satu sama lain , jika Queen merasa nyaman dengan pelukan Hugo , maka berbeda dengan Hugo yang merasakan sesuatu di bawah sana yang mulai terasa sesak .
" Ayolah junior , jangan minta keluar dulu , tinggal dua minggu lagi , tahan ya " . Batin Hugo menatap ke bagian bawah pusatnya , berharap apa yang di ucapkan dalam hatinya di dengar oleh yang berada di bawah sana .