Jika aku bisa aku bisa memilih aku lebih baik hidup sederhana bersama suami dan kedua anakku.Setelah usaha yang kami jalani begitu sukses ternyata rumah tanggaku malah di uji dengan berbagai masalah bahkan aku tidak pernah menyangka suami yang begitu mencintaiku selama ini tega ingin menyingkirkan ku demi selingkuhannya.
Ikuti kisah cerita ini jangan lupa dukung dan subscribe dan tinggalkan jejak makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 ~ Menyesal ~
Setelah mengucapkan kata-katanya Vito langsung meninggalkan mamanya dia sama sekali tidak peduli dengan perasaan mamanya saat ini perut lapar,rumah berantakan dan baju kotornya juga sudah menumpuk,sementara Vito belum juga mencari pembantu untuk membereskan rumahnya.
"Vito....Kapan kamu akan mencari pelayan di rumah ini,coba kamu lihat rumah berantakan,piring-piring kotor,dan makanan pun selalu order dari luar mama sudah bosan makan diluar." Tanya Sarah sebelum Vito benar-benar hilang dari pandangannya.
Vito menghentikan langkahnya lalu menoleh kepada mamanya sampai saat ini dia masih menyimpan rasa kesal di hatinya terhadap mama dan adiknya sesekali dia ingin memberi mamanya pelajaran.
"Tidak ada uang untuk membayar pembantu,kalau mama merasa risih dengan rumah yang kotor silahkan kerjakan sendiri,udah ya aku mau masuk ke dalam dulu." Jawab Vito lalu dia segera pergi dari tempat itu sebelum mamanya bersikap menyebalkan.
"Arng...Kenapa semua jadi begini,aku kira setelah Naura pergi hidupku semakin nyaman ini malah terbalik aku tidak terima di perlakukan seperti ini." Ucapnya dia juga pergi ke dalam kamarnya dia menahan rasa lapar di perutnya menunggu menantu dan anaknya order makanan karena dia sudah tidak punya uang karena semalam dia baru bayar cicilan tas branded miliknya.
Sementara itu Vito bersiap-siap untuk keluar dari rumah sudah lama dia tidak mengunjungi pabrik miliknya dia takut tempat itu di rusak orang.
"Kenapa kita tidak pergi besok saja sih mas kepala ku lagi tidak enak ini."
"Udah kamu di rumah saja,istrahat aku cuma sebentar saja." Jawab Vito lalu pergi dari rumah sama sekali dia belum makan dan juga minum kopi.
Setelah suaminya pergi Melisa memesan makanan hannya untuknya melalui online sejak tadi dia sudah kelaparan tapi dia malas order karena dia ingin membuat mertuanya semakin kesal dengannya.Jauh di dalam pikirannya dia punya niat untuk menguasai semua perhiasan milik mertuanya dan juga tas branded yang bisa dia jual dia sudah tidak sabar untuk mengusir wanita tua itu dari rumah suaminya.
Tidak lama kemudian pesanannya datang dia segera membayar makanannya lalu dia duduk di ruang tamu dan mulai menikmati makanannya.
"Hmm...Mana makanan untukku,kamu memesan makanan hannya untukmu saja,dasar menantu kurang ajar menyesal aku telah memujamu sebelumnya ternyata kamu tidak lebih dari serigala berbulu domba,kamu baik itu karena kamu ingin menjadi istri anakku." Ucap Sarah penuh emosi.
"Baguslah kalau kamu sudah sadar,maaf ya mama mertua,jangan kamu pikir aku menyukaimu jadi mertua,aku hannya mencintai anakmu kalau kamu mau silahkan pergi dari rumah ini dan kembali ke rumah mu." Jawab Melisa dengan nada angkuh membuat Sarah semakin emosi.
" Aku akan melaporkan sikap mu ini kepada anakku dasar menantu sialan,brengsek kamu yang seharusnya pergi dari rumah ini." Sarah memegangi jantungnya tubuhnya hampir ambruk tapi dia mencoba untuk kuat.
"Silahkan saja laporkan,aku ingin lihat siapa yang di bela Vito kamu atau aku,kita lihat nanti.Udah aha aku mau pergi dulu aku bosan melihat tampang mu yang menjijikan jangan lupa bekas makan ku di buang." Ucap Melisa lalu pergi begitu saja.Dia tersenyum puas saat melihat Sarah memegangi jantungnya barusan dia berharap dengan begini mertuanya itu cepat mati agar dia bisa menguasai semua perhiasan dan juga hartanya sekaligus rumahnya.
" Aduh....Jantungku,aku bisa mati kalau begini,aku tidak tahan lagi,aku harus melaporkan sikap Melisa yang semakin kurang ajar padaku,ternyata dia baik padaku karena ada maunya saja." Ucapnya sambil memegangi jantungnya tapi sesaat dia teringat dengan ucapan Vito kemarin.
Sementara itu Vito baru saja keluar dari pabrik dia membawa mobilnya menuju sebuah ATM yang ada di pinggir jalan dia mengambil semua kartunya dan memasukkan satu persatu ke dalam mesin ATM tapi dari semua kartunya dia hannya mendapat dua juta rupiah.
Vito duduk di emperan lalu dia menghela napas berat,keuangannya benar-benar hancur saat ini untuk melanjutkan hidup terpaksa dia menjual salah satu lagi dari koleksi mobil miliknya.
Vito mencoba menghubungi semua teman-temannya untuk menjual mobilnya tapi satu pun tidak ada yang berminat karena dia menawarkan harga yang cukup tinggi.Di saat dia sedang pusing dan pikirannya sedang galau tiba-tiba dia melihat sepeda motor parkir di depannya dan saat melihat orang yang membawa sepeda motor miliknya dia sangat kaget.
"Naura...."Naura menoleh ke arahnya,sudah lumayan lama mereka tidak bertemu Naura cukup prihatin melihat keadaan Vito yang lumayan acak-acakan dan wajahnya tampak suntuk.
"Apa yang kamu lakukan disini?"
"Harusnya aku tanya apa yang kamu lakukan disini,dan kenapa kamu meninggalkan rumah kita tidak bercerai dan aku tetap bertanggung jawab atas hidup mu dan kedua anakku." Ucap Vito mencoba untuk drama di hadapan Naura.
Naura tertawa kecil,wajahnya seakan merendahkan Vito dan bahkan wajahnya tampak jijik melihat Vito.
"Apa....Bertanggung jawab kamu bilang,apa aku harus bertahan dengan semua permainan kalian di rumah itu,sikap angkuh ibu dan adikmu yang selalu merendakkan aku,dah kamu yang membawa selingkuhan mu ke rumah sementara aku masih ada....Sudahlah nikmati saja hidupmu mas dan nikmati perniakahn mu yang kedua,harapan ku semoga kamu bahagia dan tidak menyesal untuk semua perbuatan mu kepada ku dan juga keluargaku." Ucapnya lalu dia menghidupkan sepeda motornya dia ingin segera pergi tapi Vito menarik tangannya.
"Naura...Aku tidak mau cerai darimu,kalau kamu berani macam-macam kepadaku ku pastikan kamu menyesal nantinya." Ancam Vito.Dengan kasar Naura menghempaskan tangan Vito lalu dia segera pergi dari tempat itu tadinya dia ingin mengambil uang untuk membeli kebutuhan rumah tapi dia urungkan niatnya.
Vito segera masuk ke dalam mobilnya dari belakang diam-diam dia mengikuti Naura,selama ini dia belum tau Naura tinggal dimana.
"Jika aku hidup miskin Naura aku pastikan kamu juga tidak bisa kaya,kamu terlalu egois,aku sudah tidak mencintaimu untuk apa aku mempertahankan mu." Ucapnya dalam hati penuh dendam dan amarah.
Naura tidak menyadari kalau Vito mengikutinya dia mengambil uang dari atm lainnya lalu dia segera pulang ke rumah kontrakannya yang ternyata sudah ada dua pintu satu untuk dia tinggali bersama Marni dan kedua anaknya satu pintu lagi untuk tempat dia kerja.Naura sudah memakai tiga pria untuk pengantar barang tidak butuh waktu lama dia menjalankan bisnisnya ini.
Dari kejauhan Vito melihat Naura berbincang dengan tiga pria,hatinya semakin kesal saat ketiga pria itu membawa barang-barang yang akan di antar ke pengiriman untuk yang distributor luar kota dan pengiriman langsung ke distributor dalam kota.
"Bangsat....Kamu pasti menyesal karena telah main-main denganku Naura..." Ucapnya penuh kebencian melihat kesuksesan Naura yang tidak butuh waktu lama.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
udah tau suaminya pake uang gak jelas juga bukan di ambil tabungan nya atau di umpetin msh jaa di biarin..
masak gak peka suami selingkuh 😡