NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Tiara

Reinkarnasi Tiara

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Chicklit / Tamat
Popularitas:846.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: La-Rayya

Namaku Tiara. Aku hidup di sebuah pulau terpencil jauh dari Ibu Kota. Tidak ada listrik, mobil, atau gedung bertingkat di tempat aku tinggal.
Memiliki wajah cantik tak selamanya baik, karena hal itulah aku dibunuh teman-temanku yang lain karena para pria di suku kami menyukaiku.
Aku sempat berpikir bahwa aku sudah mati dan aku bisa bertemu dengan ibu ku yang sudah meninggal. Namun, aku malah terbangun di sebuah tempat asing, dan yang terburuk adalah aku terbangun dengan kondisi tubuh yang berbeda.

Ternyata aku mengalami reinkarnasi di tubuh seorang wanita yang sudah bersuami dan memiliki seorang anak. Hal terparahnya adalah, pemilik tubuh ini sepertinya wanita jahat. Karena orang-orang yang hidup dengannya tampak membencinya.

Aku memutuskan untuk merubah segalanya. Tapi bagaimana caraku melakukannya dengan tubuh yang berbeda dan juga di tempat yang asing bagiku ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikut Atau Tidak?

Setelah pertunjukan selesai, Alvin berlari ke arah orang tuanya dari belakang panggung dengan riasan yang masih terpasang di wajahnya. Dia langsung bertanya kepada orang tuanya.

"Mama, Papa, bagaimana penampilanku?"

Julian terbatuk dan tetap terdiam. Dia tidak menjawab pertanyaan Alvin. Tiara lalu mengangguk dan memuji penampilan Alvin.

"Bagus sekali Alvin. Tarian mu luar biasa sayang." Ucap Tiara.

"Hehehe yang benar?" Ucap Alvin menjawab dengan malu-malu dan rendah hati.

Julian tidak bisa menahan tawanya.

Banyak orang tua di sekitar mereka yang berfoto bersama anak mereka yang baru saja tampil. Mereka mengambil foto untuk membuat kenangan akan hari ini. Melihat hal itu Alvin lalu menarik pakaian Tiara dan Julian.

"Papa, Mama, apakah kalian ingin berfoto denganku? Aku bahkan memakai riasan hari ini." Ucap Alvin.

Julian melihat lingkaran merah di pipi Alvin dan tahi lalat di dahinya. Dia tidak tahu apa yang akan dipikirkan Alvin ketika dia melihat gambar itu di masa depan nanti.

Julian lalu mengeluarkan ponselnya.

"Ayo cari tempat untuk mengambil foto." Ucap Julian.

Alvin membawa mereka ke sebuah taman bermain yang ada di dekat perosotan.

"Ayo kita berfoto di sini." Ucap Alvin.

Julian awalnya mengambil foto Alvin sendirian. Lalu dia memotret Tiara dan Alvin bersama.

Ketika dia selesai dan hendak menyimpan ponselnya, Alvin tiba-tiba berkata, "Papa, apakah Papa tidak akan berfoto dengan Mama dan aku? Ayo kemari lah." Ucap Alvin.

Mendengar ucapan Alvin, orang tua yang juga mengambil foto di dekat mereka berkata, "aku akan membantu kalian mengambil foto kalian."

Julian merasa tak berdaya. Dia pun menyerahkan ponselnya pada orang itu. Dia lalu berjalan untuk berdiri di samping Alvin di bawah tatapan penuh harap dari Alvin.

Alvin dengan senang berdiri diantara orang tuanya dan memegang tangan mereka. Dia tersenyum bahagia.

Tiara merasakan wajahnya menghangat. Saat dia diam-diam meluruskan rambut dan pakaiannya, dia berusaha tersenyum manis dan berharap dia tidak terlihat terlalu jelek. Tapi karena dia berdiri di samping dua orang tampan, Tiara merasa bahwa dirinya terlihat lebih jelek dari biasanya.

Alvin merasa begitu puas dengan foto keluarga mereka dan dengan gembira berkata, "kita semua tampak hebat dalam foto ini. Papa, aku ingin menggunakan foto ini sebagai foto profilku. Bisakah Papa menggunakannya sebagai foto profil Papa juga?" Ucap Alvin.

Julian terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya menyetujui ucapan Alvin.

"Baiklah." Ucap Julian.

Kemudian Alvin segera menoleh ke arah Tiara.

"Mama juga harus menggunakan foto ini sebagai foto profil Mama. Jadi kita semua akan membuat foto profil yang sama." Ucap Alvin.

Tiara mengibaskan tangannya.

"Sayang, ponsel Mama hilang dan Mama tidak memiliki aplikasi itu. Tidak apa-apa jika kamu dan Papa saja yang memakai foto itu." Ucap Tiara.

"Ponsel Mama hilang?" Ucap Alvin segera melihat ke arah Julian untuk meminta bantuan. "Papa, Mama kehilangan ponselnya. Bisakah Papa membelikan yang lain untuk Mama?" Tanya Alvin.

Julian melirik ke arah Tiara. Tapi dia tidak mengatakan apa-apa.

Alvin berpikir bahwa Papanya ragu-ragu membelikan ponsel untuk Mamanya karena harga ponsel terlalu mahal. Jadi dia buru-buru melanjutkan bicaranya.

"Papa.... Papa bisa menggunakan uang tabunganku untuk membelikan ponsel untuk mama. Apakah uang tabunganku cukup?" Tanya Alvin.

Sejak Alvin masih kecil, Julian memang sudah menaruh semua uang Alvin di tabungan. Sehingga Alvin bisa mengurus sendiri uangnya. Karena itulah Alvin tahu bahwa dia memiliki simpanan uang. Tapi dia tidak tahu berapa banyak uang yang dia miliki itu.

Julian tidak tahu bagaimana harus merespon Alvin.

Sejujurnya dia merasa bahwa tidak pantas baginya membeli ponsel untuk Tiara.

Melihat situasi itu, Tiara segera melambaikan tangannya.

"Sayang, Mama tidak membutuhkan ponsel. Mama bisa menggunakan tablet itu bersama denganmu. Ponsel itu tidak menyenangkan. Jadi tidak perlu membelinya." Ucap Tiara.

Alvin terdiam, dia mengerutkan bibirnya.

Saat ini pertunjukan di atas panggung telah berakhir dan kepala sekolah naik ke atas panggung untuk bicara.

Acara pentas di sekolah sudah berakhir dan anak-anak akan mendapatkan liburan yang berlangsung selama hampir satu bulan.

Alvin sangat bersemangat saat dia berdiskusi dengan Tiara tentang tempat mana yang bisa mereka kunjungi besok.

"Papa akan menemui Om mu besok. Om Andre dan Om Joni. Mereka bilang ingin bertemu denganmu. Apakah kau ingin ikut dengan Papa besok?" Tanya Julian.

Mata Alvin berbinar dan mengangguk.

"Aku ingin pergi... Aku ingin pergi... Aku ingin bertemu dengan Om Andre dan Om Joni." Ucap Alvin penuh semangat.

Tiara tidak tahu siapa Om Andre dan Om Joni yang disebutkan Alvin. Tapi dia bisa menebak bahwa kedua orang itu memiliki hubungan baik dengan suaminya. Tiara berpikir bahwa mungkin mereka itu adalah teman baik suaminya. Jika tidak, Alvin tidak akan begitu menyukai mereka.

Tiara pun berpikir apakah dia akan sendirian di rumah besok karena Alvin dan suaminya akan keluar rumah. Jadi dia berpikir untuk memanfaatkan waktu tersebut untuk membersihkan rumah dan membuat makanan yang bisa disimpan di freezer agar dia bisa memasaknya sebagai sarapan untuk Alvin.

Tiara telah membuat rencana tentang apa yang akan dia lakukan besok. Tapi Alvin bicara dengan menarik pakaiannya.

"Mama harus ikut dengan kami besok." Ucap Alvin.

"Ah?"

Tiara melirik Julian sekilas sebelum dia melambaikan tangannya.

"Tidak... tidak... tidak... Mama tidak akan pergi. Kaki Mama membuat Mama tidak nyaman untuk pergi jauh. Mama lebih baik menunggumu di rumah." Ucap Tiara.

Tiara sadar bahwa berdasarkan hubungannya dengan Julian, pria itu pasti tidak ingin membawa dirinya pergi. Jadi dia harus mengambil inisiatif untuk menolak dan tidak mempersulit Julian.

Alvin tampak cemberut.

"Mama tidak mau ikut dengan kami." Ucap Alvin.

"Bukan begitu sayang. Ini karena kaki mama yang tidak nyaman bagi Mama untuk pergi bersamamu dan Mama tidak bisa bermain. Jadi pergilah bersama Papa besok, oke. Mama akan membuatkan banyak makanan lezat untukmu dan Papa makan saat kalian berdua kembali ke rumah." Ucap Tiara.

Alvin mengerutkan keningnya. Dia tidak senang karena dia sangat ingin Mamanya ikut bermain bersama mereka.

...****************...

Alvin tetap tidak senang sampai malam hari. Setelah mandi, dia tidak pergi ke kamar Tiara. Sebaliknya dia tidur bersama dengan Julian dan menghela nafas khawatir.

Julian merasa bahwa Alvin terlihat lucu dan bertanya padanya.

"Ada apa? Kenapa kau menghela nafas?" Tanya Julian.

Alvin menopang dagunya dan bertanya.

"Papa, tidak bisakah kita membawa Mama ikut bersama kita besok? Mama akan takut sendirian di rumah. Kita tidak bisa meninggalkan mama sendirian." Ucap Alvin.

Julian terdiam. Alvin lalu memegang tangan Julian.

"Papa jangan membenci Mama karena gerakan Mama yang lambat. Kaki Mama akan membaik dan jika kondisinya sudah membaik, Mama akan berhenti menggunakan tongkat." Ucap Alvin.

Julian tidak bisa menjelaskan hubungannya dengan Tiara kepada Alvin. Dia tidak pernah mengajak Tiara ke pertemuan saudara laki-laki mereka sebelumnya dan Alvin juga tidak pernah meminta untuk membawa Tiara bersama mereka sebelumnya.

Ini adalah pertama kalinya Alvin meminta hal itu. Julian merasa ragu-ragu.

Dalam hati Julian berpikir. Sebenarnya separuh hatinya ingin mengajak Tiara dalam pertemuan itu. Meskipun identitas Tiara adalah istrinya, tapi Tiara tidak ada di dalam hatinya.

'Haruskah aku membawanya ke sana besok?' tanya Julian dalam hati.

Bersambung...

1
Fatia
ya ampun Alvin bikin gemes aja🥰
Nunung Nurasiah
sama nih AQ juga susah banget gemuk walaupun ingin BB 63 kg..mentok di 54/55..banyak makan KLO penuh ujung2x pengen jongkok..
Nunung Nurasiah
tentara ko pada mabuk..gimana KLO ada musuh menyerang..kan bahaya toh?
Nunung Nurasiah
knp Tiara jlk Kaka?
Nunung Nurasiah
ke salon ajj
Nunung Nurasiah
bawa bekal makanan jadi ingat waktu mondok/pesantren
Nunung Nurasiah
ini cerita dari negara mana thor..soalx sperti terjemahan ya..maaf KLO salah
Nunung Nurasiah
AQ pinjemin kursi roda nih..punya tetangga itu juga ...kasian pake tongkat trus
Nunung Nurasiah
katax menunggu berubah .udah berubah ko Julian malah curiga ya
cha_cha96
Winny Anpooh
Luar biasa
Lala Kusumah
Alhamdulillah ceritanya luar biasa bagus, menarik juga inspiratif bagi kita semua, teruslah berkarya dengan karya-karyanya yang bagus lagi, semangat sehat ya 💪💪😍
La-Rayya: makasih, baca kisah yg lain jg ya 😊🙏🏻
total 1 replies
YuLiianna Sariie
Luar biasa
tudehun
/Good/
Dikdikdoank
Luar biasa
zahra ou
seru ceritanya
mnarik
R yuyun Saribanon
apik
R yuyun Saribanon
dih tentara mabuk2an, ada anak kecil pula.. jadi contoh yg baik ya thor
R yuyun Saribanon
thor bahasa utk alvin di perbaiki..jangan menyapa ibunya dg sebutan kau.. tak pantas
ana azizah
alurnya bagus
tapi aku rasa akhirnya terlalu di paksakan dan buru2
banyak hal yg sepertinya masih menjadi misteri
zahra ou: betul, mulai dr saudra tiara m yoga.
hbl cocok tnam n mncangkul hrs nya jd putri kcl tiara yg imut n lucu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!