Bagaimana jika menantu yang selalu dihina ternyata adalah seorang pangeran dan pewaris tunggal yang menghilang sejak dia berusia 1 bulan?
Setelah menjalani kehidupannya yang selalu dianggap sebagai seorang menantu sampah, Kyo mulai menemukan jati dirinya yang sebenarnya disaat sang kakek memberikan sebuah kalung yang ternyata adalah kalung milik orang tuanya yang ditemukan disaat Kyo dan kedua orang tuanya mengalami kecelakaan maut 25 tahun yang lalu.
Sebuah misteri terungkap jika Kyo adalah Renji Aizen, seorang pangeran dan pewaris tunggal keluarga Aizen yang dinyatakan hilang sejak dia berusia 1 bulan.
Akankah Renji Aizen yang sudah dinyatakan menghilang sejak dia berusia 1 bulan kembali lagi dan akan berdiri dipuncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran Yang Terungkap
Kana segera membuka pesan-pesan yang dikirimkan oleh Ellios untuknya. Rupanya ada beberapa file yang Ellios kirimkan untuknya. Dan betapa terkejutnya Kana saat melihat isi file itu. Sepasang matanya membelalak dan dia segera membungkam mulutnya dengan jemarinya.
"Ada apa, Sayang?" tanya Kyo mulai penasaran.
"Kak, coba lihat ini!"
Kyo mulai mendekat dan melihat pesan-pesan itu. Dan Kyo juga sangat terkejut saat melihat semua itu.
"Bagaimana Ellios bisa berpikiran sampai sana? Aku sendiri saja sungguh tidak menyangka jika paman Akashi bisa melakukan semua ini. Itu artinya dia sudah mempersiapkan semua ini jauh dari saat kedua orang tuaku masih ada." ucap Kyo merasa sangat terpukul.
Sepasang pupilnya bergetar dan matanya mulai berkaca-kaca disaat membayangkan semua tindakan jahat yang pernah dilakukan oleh paman angkatnya terhadap kedua orangtuanya. Rahang tegasnya mulai mengeras dan jemarinya mulai mengepal kuat.
"Kakak ... tenanglah ..." ucap Kana meraih jemari Kyo dan berusaha untuk menenangkannya.
"Kali ini aku tidak akan diam saja! Aku akan mengungkap kepada seluruh dunia siapa sebenarnya Akashi Aizen! Dia harus membayar semua ini!!" geram Kyo seketika berubah dan tidak seperti Kyo yang biasanya.
Kali ini matanya penuh dengan kebencian dan aura ingin membalaskan dendam kedua orang tuanya. Namun lagi-lagi Kana mengusap jemari Kyo dengan hangat dan kembali menenangkannya.
"Kak. Dendam itu sangat menyiksa dan membuat hati kita selalu tidak tenang. Kakak yang aku kenal tidak seperti ini. Dia adalah sosok pria yang berhati lembut dan baik. Jangan kotori hati kakak dengan perasaan dendam dan kebencian, Kak." ucap Kana sangat berhati-hati.
"Aku hanya akan membuat mereka menerima hukuman yang sudah sepantasnya saja, Kana. Dan aku akan mengungkap kejahatannya ini! Jika hanya aku yang disakiti, aku tidak akan pernah mempermasalahkannya. Namun jika mereka berani menyakiti orang-orang yang aku sakiti ... seperti kedua orang tuaku ataupun kamu ... maka disitulah aku tidak akan diam! Aku akan memberikan balasan untuk mereka!" tandas Kyo menatap lekat Kana.
Mereka berdua sempat bertatapan penuh makna selama beberapa saat. Dan akhirnya Kana mengangguk pelan dan tersenyum manis.
"Mereka pasti akan menerima balasan atas apa yang telah mereka lakukan. Akhir-akhir ini kakak sangat kurang beristirahat. Sekadang kakak tidur dan beristirahatlah. ... lihatlah wajah kakak ... mata kakak bahkan memiliki mata panda pada bagian bawah mata." ucap Kana dengan nada jenaka karena memang berniat untuk menghibur suaminya.
"Hhm? Benarkah?" tanya Kyoemasang ekspresi polos dan memegangi bagian bawah matanya.
Kana mengangguk dan tertawa kecil, "Makanya kakak harus beristirahat yang cukup."
"Uhm ... Kana ... tau tidak? Ada cara loh untuk membuat kita agar bisa tidur dengan nyenyak."
"Oh ya? Cara apa itu, Kak?" tanya Kana sangat ingin tau.
"Caranya adalah dengan ..."
"Dengan ap ..."
Belum sempat Kana melanjutkan kalimat tanyanya, Kyo sudah mengecup bibir Kana dengan lembut dan mulai mendorong tubuh Kana.
...🍁🍁🍁...
Sementara itu di perusahaan cabang Aizen Group prefektur Kanagawa, Ryuma tak sengaja melihat form cuti yang diajukan oleh Kyo di meja kerjanya. Dan tentu saja hal ini membuatnya cukup merasa aneh. Karena sebenarnya seharusnya Kyo belum memiliki hak cuti. Dan cuti kali ini lebih seperti hutang cuti atau ijin.
"Ada hal sepenting apa hingga dia mengambil ijin seperti ini? Bahkan dia mengambil ijin selama 3 hari? Belum lagi jika ditambah dengan hari libur di akhir pekan. Jadi dia memiliki waktu selama 5 hari." gumam Ryuma mengerutkan kening menatap form cuti itu.
Karena masih merasa sangat penasaran akhirnya Ryuma mulai menghubungi seseorang.
"Selidiki karyawan cabang kita yang bernama Kyo Shigeta yang bekerja di divisi keamanan. Pergi kemana saja dan apa saja yang dia lakukan selama dia cuti!" titahnya kepada seseorang.
Setelah memberikan titahnya, Ryuma segera mengakhiri panggilan itu tanpa memberikan kesempatan kepada anak buahnya menjawabnya terlebih dulu.
.
.
.
Beberapa saat berlalu, malam itu Ryuma mendapatkan sebuah kabar yang cukup membuatnya terkejut bukan main.
"Kyo Shigeta pergi ke Nagano bersama istrinya Kana Zaraki, Tuan. Pihak keluarganya mengatakan jika mereka hanya ingin berlibur bersama dan melangsungkan bulan madu kedua." ucap seorang pria dari seberang line telepon.
"Nagano? Bulan madu kedua?" ucap Ryuma lirih masih dengan kening berkerut.
"Benar sekali, Tuan Ryuma. Tuan besar Tetsuya Zaraki sudah sangat ingin menimang cucu, jadi beliau selalu mendesak putri dan menantunya untuk segera memberikannya seorang cucu." ucap pria di seberang line telepon menjelaskan kembali.
"Okay!" Ryuma kembali mematikan panggilan itu karena merasa jika kekhawatirannya telah sia-sia.
"Ckk ... dasar si mesum! Mengambil ijin bekerja hanya untuk melakukan bulan madu? Cihh ... benar-benar otak mesum!" dengus Ryuma sambil tertawa menertawakan Kyo.
"Hhmm. Apakah aku harus memecatnya saja dari kantor cabang ya? Semakin dia jauh dari Aizen group, maka akan semakin bagus! Mungkin saat ini dia tak merepotkan sama sekali. Namun siapa yang tau di hari esok? Dengan alasan ini aku akan membuatmu dikeluarkan dari perusahaan!" gumam Ryuma lagi menyeringai misterius.
...🍁🍁🍁...
Dua hari kemudian ...
Kyo dan Kana pergi ke rumah sakit untuk mengambil tes DNA. Mereka juga ditemani oleh nenek Yu dan Kaguya, karena tentunya nenek Yu dan Kaguya juga merasa penasaran dengan hasil tes DNA tersebut.
"Bagaimana hasilnya? Bagaimana? Apakah hasilnya menyatakan jika kamu adalah cucuku?" tanya nenek Yu tak sabaran ketika Kyo baru saja mengambil berkas tersebut dan membacanya.
"Hasilnya adalah ..." ucap Kyo menggantung dan memperlihatkan wajah murungnya.
Sementarab Kana, nenek Yu dan bibi Kaguya masih terdiam menunggu tak sabaran untuk mendengarkan ucapan dari Kyo.
"Apa hasilnya? Cepat katakan kepada kami!" potong nenek Yu semakin tak sabaran.
"Hasilnya menyatakan jila aku adalah memang cucuk nenek. Aku adalah Renji Aizen, Nenek." ucap Kyo dengan senyum lebar lalu duduk bersimpuh di hadapan nenek Yu dan segera memeluk kaki nenek Yu.
"Apa aku bilang! Tidak pakai tes DNA pun aku tetap akan mengetahui jika kamu adalah cucuku Renji!" ucap nenek Yu penuh haru dan mengusap sisi samping wajah Kyo.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Kana dan Kaguya yang saat ini masih berdiri di belakang kursi roda nenek Yu.
"Baiklah-baiklah! Besok kita akan segera pergi ke Tokyo bersama-sama! Mamo Aizen harus mengetahui hal besar ini! Jangan sampai dia salah mengambil langkah! Aizen group harus jatuh di tangan orang yang tepat! Dan itu adalah kamu, Cucuku Renji! Nenek akan membantumu untuk mengungkap semua ini dan mendapatkan hak-hakmu kembali!" ucap nenek Yu penuh binar.
Kyo tersenyum hangat dan mengangguk pelan.
...🍁🍁🍁...
klu bisa tweens baby-nya🥰🌹🌹
hukuman penjara masih terasa ringan...seharusnya siksa saja terlebih dahulu
seru...keren...yang bikin cerita the best👍🌹🌹