NovelToon NovelToon
Girl Who Are You?

Girl Who Are You?

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Teen School/College / Romansa / Chicklit
Popularitas:293.7k
Nilai: 5
Nama Author: AuraAurora

Delia Safitri, seorang gadis remaja yang harus merasakan kerasnya kehidupan di saat gadis seumurannya menikmati indahnya masa sekolah.

Ia harus bekerja untuk memenuhi kehidupannya, bahkan ia menjadi tulang punggung keluarga. Pahitnya kehidupan, membuatnya menjadi gadis yang tegar.

Di sisi lain, seorang pria dengan predikat Casanova. Mengalami peristiwa naas, yang mengakibatkan hampir saja merenggut nyawanya. Jika saja ia tidak di selamatkan oleh seseorang. Dia adalah Ariel manuela.

Bagaimana kisah mereka berdua???
cuzzzzz langsung mampir baca yukkkkk ☺☺☺☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AuraAurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertiga

"Mama... Boleh beli ice cream?" Alma yang berada di supermarket bersama Meili.

Perempuan dengan perut buncit itu tengah menikmati me time bersama putrinya, dan ia memutuskan untuk berbelanja saja.

"Boleh, tapi cuma satu oke!" Meili menyetujui. Karena suaminya selalu berpesan agar tidak terlalu sering memberikan ice cream kepada putri mereka.

"Oke." Lalu langkah kecil Alma berlari ke arah freezer ice cream berada. Tapi matanya ia seperti melihat Om Ariel nya. "Mama, bukankah itu Om Ariel?" Ia menunjuk keberadaan Ariel.

Meili menoleh ke tempat yang di tunjuk Alma, memang benar itu adalah Ariel dan seorang gadis. Ia mengerutkan dahinya, merasa pernah melihatnya.

Tanpa menunggu jawaban mamanya, Alma lari begitu saja menghampiri Ariel yang akan mengantri ke kasir. "Om Ariel." teriaknya.

Hingga membuat Ariel dan Delia menoleh.

Alma langsung memeluk kaki Ariel.

"Hei... Kesini dengan siapa?" Ariel kemudian menggendong Alma. Meskipun ia terkadang kesal dengan tingkah Alma, tapi rasa sayangnya mampu mengalahkan itu semua.

"Sama Mama." Alma menoleh pada Meili yang menghampiri mereka.

"Kesini cuma berdua?" Ariel bertanya. Sedangkan Delia hanya menyimak obrolan mereka.

"Bertiga, sama supir." jawab Meili. "Kakak tau sendiri, sahabat kakak itu belakangan ini sangat sibuk." Kemudian matanya beralih pada Delia. "Hai... Aku Meili, istri dari sahabatnya Kak Ariel." Ia mengulurkan tangannya.

"Oh... Iya, saya Delia." Ia menyambut uluran tangan Meili dengan hangat.

"Nggak usah terlalu formal, biasa saja." Meili terkekeh. "Karena rasanya aku jadi terlihat tua."

Membuat Delia ikut tersenyum. "Iya."

"Pacar Kakak?" Tanpa basa basi Meili langsung menanyakannya pada Ariel.

Namun Ariel hanya tersenyum kaku, ia tidak bisa menjawab karena memang hubungan mereka yang hanya sebatas dekat tanpa status.

"Pasti tidak, sudah ku duga." ujar Meili. "Dia terlalu cantik untuk Kakak."

Membuat mata Ariel mendelik. "Maksudmu aku tidak tampan? Begitu!" Ia bersungut-sungut.

"Tentu tidak." Meili menjawab cepat. "Karena yang paling tampan cuma Papanya Alma."

Membuat Ariel mendengus.

"Ya sudah, aku mau bayar dulu lalu pulang." Ariel menurunkan Alma.

"Mau ikuuut." ucap Alma. Membuat perhatian tiga orang dewasa itu seketika beralih padanya. "Mama, mau ikut Om Ariel." rengeknya.

"Sayang, sudah malam." Meili berujar.

Tapi raut wajah putrinya berubah cemberut.

"Lain kali saja, ok." kata Meili. Tapi putrinya itu hanya diam.

Ariel menghela nafasnya dalam, gadis kecil itu memulai dramanya kembali. "Biarkan saja, nanti aku akan mengantarkannya pulang."

Meili menatap putrinya cukup lama, hingga kemudian ia yang akhirnya mengalah. "Baiklah, tapi nanti jangan terlalu malam ya." ucapnya pada Ariel.

"Iya."

Membuat senyum di wajah Alma terbit.

*

*

Di dalam mobil Alma yang duduk di pangku Delia di kursi depan, tengah menikmati ice cream yang tadi mereka beli.

Delia dan Alma bahkan tidak membutuhkan waktu lama untuk mengakrabkan diri.

Lihatlah mereka berdua seperti kakak dan adik yang sedang menikmati ice cream.

Ariel yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Di dalam mobil terdengar suara Alma yang terus saja berceloteh dan Delia yang menanggapi.

"Jadi bagaimana! Langsung pulang." tanya Ariel. Membuat Delia menoleh ke arahnya.

"Iya, nanti keburu busuk sayur nya kalau tidak cepat masuk kulkas. Kan sayang tadi udah beli banyak buat stok." Delia mengingat belanjaannya.

"Oke."

"Tante!" panggil Alma. Ia memberi isyarat agar Delia lebih mendekat. "Kita pergi ke mall yuk... !" bisiknya.

"Hei... jangan bicara yang aneh-aneh ya!" Ariel menginterupsi.

"Alma tidak aneh-aneh." jawab gadis kecil itu. "Iya kan Tante!" Ia mencari pembelaan.

"Iya." jawab Delia dengan tersenyum.

"Tuh kan." Mata Alma membulat yang ia tujukan pada Ariel.

"Kenapa kalian seperti bersekongkol?" Ariel menggumam.

Delia yang mendengarnya hanya tersenyum.

"Tante, ice cream nya sudah habis." Alma menunjukkan stik yang bersih tanpa sisa.

"Sini Tante buang." Delia mengambil alih, lalu membungkusnya dengan tisu dan membuangnya pada tempat sampah yang berada dalam mobil. "Lihat, ice cream nya kemana-mana." Melihat pipi gembul Alma yang belepotan.

Ia membersihkannya dengan tisu yang di beri sedikit air. "Kenapa kamu segemas ini." Delia sesekali mencium Alma.

Dan gadis kecil itu hanya tertawa.

Ariel melihat interaksi itu membuat hatinya menghangat, entah kenapa ia membayangkan mungkin jika nanti ia berkeluarga akan melihat pemandangan seperti itu.

Di detik berikutnya tatapan matanya terkunci pada wajah ayu Delia.

*

*

Sampai di rumah, Delia langsung menata berang belanjaannya di kulkas juga di dapur.

Sedangkan Ariel dan Alma sedang menikmati acara televisi.

"Om... " Delia sudah selesai dengan urusannya. "Kita pergi ke mall!"

Ariel sedikit bingung dengan permintaan Delia, bukankah tadi ia yang meminta langsung pulang?

Pandangannya lalu tidak sengaja ke arah Alma yang tersenyum penuh arti pada Delia. Ia menghembuskan nafasnya kasar, pasti ini berkaitan tentang gadis kecil itu. "Apa ini kemauan Alma?"

Delia menggelengkan kepalanya. "Tidak sepenuhnya, aku juga ingin pergi."

Hingga akhirnya mau tidak mau Ariel menuruti keinginan kedua gadis berbeda usia itu.

Dan setelah sampai di mall, Delia begitu saja di gandeng oleh Alma menuju area permainan. Ariel yang melihatnya hanya bisa mendengus. "Seharusnya aku bisa menghabiskan waktu berdua dengan Delia."

Tapi lihatlah, kini gadis kecil itu telah menguasai Delia.

"Ini... satu juta cukup kan?" Ariel memberikan kartu yang setelah ia isi saldo. "Bersenang-senang lah."

Delia kemudian menerimanya. "Terlalu banyak Om." Delia merasa sayang dengan jumlah uang segitu hanya untuk main.

"Tidak apa-apa, sesekali."

"Om tidak ikut main juga?" Delia bertanya.

"Apa kamu ingin aku jadi tontonan?" Ariel berdecak.

Delia melihat sekitar, memang hanya di dominasi anak kecil juga remaja. Ada juga orang tua tapi hanya mendampingi anak mereka yang masih balita. "Ya sudah kalau begitu." Akhirnya Delia yang menemani Alma bermain.

Sedangkan Ariel menunggu di sudut area permainan itu.

Ia terus memperhatikan Delia yang dengan sabar menuruti keinginan Alma, hingga bermain bersama. "Kenapa aku rasanya seperti sedang mengasuh ponakan."

Beberapa saat sudah berlalu, Delia dan Alma menghampiri Ariel.

"Sudah pua bermain?" tanya Ariel.

"Iya Om." jawab Delia dengan senang. "Sekarang ayo kita makan ayam krispi."

Ariel memutar bola matanya malas. Belum juga ia menjawab, Alma sudah menariknya.

Jika orang lain melihat mungkin mereka seperti keluarga kecil yang bahagia. Di mana Alma menggandeng keduanya, Delia di sebelah kiri dan Ariel di sebelah kanan.

Sebelum menuju foodcourt, mata Delia tidak sengaja melihat outlet yang menyediakan photo box. Mungkin kebersamaan ini bisa ia jadikan momen tersendiri. "Ayo kita ke sana!" Ia menggandeng Alma.

Di dalam ruangan yang sudah di sediakan, Alma dan Delia tampak begitu antusias. Tapi Ariel hanya diam sembari mengikuti keinginan mereka.

Mereka memposisikan diri masing-masing di depan layar yang menampakkan diri mereka. Alma berada di depan, sedangkan Delia dan Ariel berada di belakangnya.

Ada senyuman samar di bibir Ariel, saat otaknya terpikirkan sesuatu. Tangannya begitu saja merangkul pinggang Delia, membuat gadis itu terkejut.

"Om!" Ia tidak Terima.

"Jangan marah-marah di sini, nanti Alma takut." ujar Ariel.

Delia mendengus.

"Senyum, tadi katanya ingin foto." Ariel mengingatkan.

Hingga foto pertama terlihat Ariel merangkul Delia, dan Alma yang tersenyum.

Di foto kedua mereka merubah gaya, tapi Ariel semakin dekat dengan Delia. "Om, ini terlalu dekat." Ia mendorong dada Ariel tapi pria itu tidak menghiraukan.

Cup.

Foto kedua terambil dengan Ariel yang tiba-tiba mencium pipi Delia. Dan akhirnya di ruang foto itu menjadi sangat ramai kerena keusilan Ariel.

...----------------...

...Om Ariel, emang ya... selalu aja kesempatan dalam kesempitan 😂...

1
Yunita Dwi Lestari
kak di tunggu karya2 selanjutnya
Elizabeth Zulfa
iya Thor gpp... msih setia menunggu update mu kok meski sekian lama menanti... semoga stlh ini bisa rajin2 up nya... gak vacuum2 lagi 😁😁😁✌✌
Talnis Marsy
kirain ini cerita berhenti gitu aja..ternyata lanjut toh setelah sekian lamaaa....
semangat thor
irma hidayat
lanjut up nya thor ditunggu
irma hidayat
sehat ,semangat selalu thor yg baik, hingga bertanya tanya knapa ga perna up? up nya selalu ditunggu
cha_cha96
Ariel plis deh.. Delia masih sakit 😑
cha_cha96
ga mana sih ank buah nya papi kok gk ad
cha_cha96
ciihhh... parasit
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Rara surati: , z😌😌🤣🥲
total 1 replies
Endang Suprihatin
lanjut Thor, seru ceritanya
Rosnita Pku
lanjut thorr
Rosnita Pku
ada apa ya
Rosnita Pku
hmmm....Wang jajannya sebulan setahun gaji ku sebagai guru ondeeee Mak jang
Rosnita Pku
resiko ambil anak ABG yang masih sekolah
Rosnita Pku
Maasyaa Allah ....Allah maha mengetahui keinginan hamba Nya yang baik
Rosnita Pku
lanjut thorr
Rosnita Pku
Luar biasa
Bulan Bintang
kasihan Joana , hasrat ny tertunda 🤭
Bunda Anieta
wah lg ngidam nih..tp tar gimana sekolah nya...
nining
ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!