NovelToon NovelToon
KUTUKAN JARAN GOYANG

KUTUKAN JARAN GOYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Bad Boy / Akademi Sihir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang Alifas Yang Merumput

Bagus , seorang pemuda yang di tolak cintanya dengan cara menyakitkan, mengambil jalan pintas untuk mendapatkan cintanya. apa yg terjadi ? jika ternyata semua yang dia dapatkan hanya kenikmatan semu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Alifas Yang Merumput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 : Usaha Pembersihan

Mobil taksi online yang mereka tumpangi akhirnya berhenti tepat di depan sebuah rumah Joglo sederhana berhalaman luas di dalam kompleks pesantren milik Kyai Ahmad. Begitu pintu mobil dibuka dari luar oleh Bagus, hembusan hawa sejuk dan tenang khas lingkungan tempat ibadah langsung menyambut kedatangan mereka. Namun, bagi entitas makhluk gaib yang bersarang di dalam tubuh kurus Sri, hawa sejuk yang murni itu bagaikan siraman air raksa mendidih yang membakar kulit rohnya. Sri mendadak membuka mulutnya lebar-lebar dan menjerit histeris dengan sangat melengking. Suaranya yang melengking tinggi bergaung ganda, memecah kesunyian suasana siang hari di pesantren tersebut. Tubuhnya yang semula lemas dan nyaris tinggal kulit pembungkus tulang itu mendadak meliuk-liuk ekstrem, berontak dengan kekuatan fisik yang luar biasa besar hingga Bagus hampir kewalahan dan kewalahan menggendong tubuhnya masuk menembus pintu ruang tamu.

Di dalam ruangan beralas karpet hijau tua yang bersih itu, Kyai Ahmad rupanya sudah duduk menunggu kedatangan mereka. Beliau adalah seorang pria paruh baya berwajah sangat teduh, mengenakan baju koko putih polos dan sarung. Tatapan sepasang matanya tampak begitu tenang, namun memancarkan sorot tajam yang mengarah langsung ke titik tengah dahi Sri yang terus-menerus bergerak liar menggeleng tak karuan.

"Baringkan tubuhnya di sini, Nak Bagus," ujar Kyai Ahmad dengan nada suara yang sangat tenang dan tertata, mencoba meredakan kepanikan yang mendera batin Bagus.

Bagus perlahan merebahkan tubuh Sri di atas permukaan karpet hijau. Namun, begitu punggung Sri menyentuh lantai, tubuhnya langsung berguling ke kanan dan ke kiri secara liar. Kedua tangan Sri bergerak mencakar-cakar dadanya sendiri dengan kuku-kukunya yang tajam hingga meninggalkan bekas guratan merah berdarah. Kedua matanya melotot tajam hampir keluar, menatap lurus ke arah Kyai Ahmad dengan pancaran aura penuh kebencian dan permusuhan. Yang paling mengerikan adalah seulas senyum kosong yang menjadi ciri khas dari pengaruh getaran Jaran Goyang itu masih terpatri kaku di bibirnya yang pecah-pecah, berpadu kontras dengan tatapan sepasang matanya yang beringas menyerupai binatang buas.

"Jangan ikut campur dalam urusan kami, tua bangka!" bentak Sri dengan nada yang sangat kasar. Suara yang keluar dari tenggorokannya bukan lagi suara asli seorang wanita, melainkan suara ganda yang terdengar sangat berat, parau, berisik, dan bergaung gaib memenuhi ruangan. "Gadis ini sudah menjadi milik mutlak dari majikanku! Batin dan sukmanya sudah kami ikat mati tiada henti!"

Kyai Ahmad sama sekali tidak menunjukkan rasa gentar sedikitpun mendengar ancaman makhluk gaib tersebut. Beliau menggeser posisi duduknya menjadi bersila tepat di dekat kepala Sri, lalu mengalihkan pandangannya menatap ke arah Bagus yang sedang bersimpuh lemas sambil menangis penyesalan di sudut ruangan. "Nak Bagus, kamu adalah orang yang telah membawa penyakit kegelapan ini ke dalam dirinya melalui jalan pintas yang hitam. Sekarang, kamu harus ikut bertanggung jawab penuh untuk menghentikannya. Duduklah di sini, pegang kedua pergelangan tangan gadis ini dengan kuat, dan ikutlah berdoa memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa."

Bagus melangkah maju mendekat dengan seluruh persendian tubuh yang gemetar hebat. Ia mengulurkan kedua tangannya untuk memegang erat pergelangan tangan Sri. Begitu kulitnya bersentuhan, pergelangan tangan Sri terasa sangat panas menyengat, persis seperti ia sedang memegang balok besi tua yang terpanggang terik matahari siang. Begitu tangan Bagus berhasil mengunci gerakan berontak Sri, Kyai Ahmad mulai memejamkan kedua matanya. Beliau meletakkan telapak tangan kanannya beberapa sentimeter di atas kening Sri, lalu mulai melantunkan bait-bait ayat suci Al-Qur'an dengan nada suara yang bergetar penuh penekanan spiritual yang dalam.

Seketika itu juga, sebuah benturan energi spiritual yang sangat hebat terjadi di dalam ruangan tamu tersebut.

Udara di dalam ruang tamu yang awalnya terasa sejuk dan berangin, mendadak berubah menjadi sangat gerah, panas, dan pengap yang menyesakkan dada. Di dalam pandangan mata batin Bagus, ia seolah-olah melihat gumpalan kabut hitam pekat yang meliuk-liuk kasar menyerupai bayangan seekor kuda liar yang sedang mengamuk, mencoba melepaskan diri dari jeratan rantai cahaya putih yang dipancarkan melalui setiap lantunan ayat suci dari mulut Kyai Ahmad. Sri menjerit semakin kencang menembus langit-langit ruangan, tubuh kurusnya melengkung kaku ke arah atas dengan hanya bertumpu pada bagian kepala belakang dan kedua tumit kakinya, persis seperti orang yang sedang mengalami kesurupan tingkat berat.

"Panas! Panas! Hentikan suara itu!" raung suara khodam yang berada di dalam tubuh Sri dengan nada kesakitan. Sri menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri secara ekstrim dan cepat, mencoba menghindari sapuan hawa murni dari telapak tangan Kyai Ahmad. Aliran air mata bercampur keringat dingin mengucur deras membasahi wajahnya yang kian hari kian pucat pasi.

Bagus semakin mempererat cengkraman kedua tangannya pada pergelangan tangan Sri, meskipun rasa panas gaib yang menjalar mulai membuat kulit telapak tangannya sendiri terasa perih dan melepuh merah. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Bagus terus-menerus merapalkan doa penyesalan yang tulus. Ia meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Tuhan dan kepada jiwa Sri karena selama ini telah dibutakan oleh rasa sakit hati dan dendam materi. Penyesalan yang tulus dan murni dari lubuk hati Bagus ternyata secara instan ikut melemahkan kekuatan ikatan mantra Jaran Goyang tersebut, karena pada hakikatnya energi pelet hitam itu bersumber dan mendapatkan bahan bakar dari ambisi egois dan hawa nafsu milik Bagus sendiri selaku sang pengirim ilmu.

Kyai Ahmad memperkeras intonasi suara lantunan ayat sucinya, menekan telapak tangan kanannya tepat menyentuh kulit dahi Sri sambil menghentakkan nafas spiritual energinya. Seketika itu juga, tubuh Sri tersentak hebat seperti kesetrum aliran listrik tegangan tinggi, lalu ia memuntahkan cairan kental berwarna hitam pekat yang berbau sangat anyir darah dan busuk ke atas permukaan karpet. Bersamaan dengan keluarnya cairan hitam misterius tersebut, sebuah suara lolongan gaib yang panjang dan melengking sedih terdengar menggema di udara ruangan sebelum akhirnya perlahan-lahan lenyap tak berbekas terhempas angin.

Tubuh kurus Sri mendadak lemas total, ambruk tak berdaya di atas lantai semen beralas karpet dengan helaan napas yang perlahan-lahan mulai kembali berjalan teratur dan normal. Kabut hitam tebal yang selama ini mengunci dan merusak sistem logika sehatnya telah berhasil diputus total oleh kekuatan jalur putih. Namun, setelah menyeka keringat di dahinya, Kyai Ahmad tidak langsung tersenyum. Beliau langsung menolehkan wajahnya ke arah Bagus dengan raut muka yang sangat serius dan tegang. Beliau tahu betul, putusnya rantai gaib di dalam tubuh Sri barulah awal dari sebuah konsekuensi gaib yang sesungguhnya bagi diri Bagus selaku sang pengirim ilmu hitam.

“Ketika ikatan gelap berhasil diputus oleh kesucian doa, kabut yang mengunci jiwa akan sirna bersama penyesalan yang tulus. Namun ingatlah, setiap panah gaib yang kau lepaskan ke arah orang lain, akan selalu mencari jalan pulang untuk menghantam balik dada sang pemiliknya.”

— Sang Alifas Yang Merumput

1
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
wah mau apa tuh bagus
Wijaya Mandiri Media Studio: mau ke dukun bagus nya hehehe Semar mesem 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!