NovelToon NovelToon
Menjadi Penguasa Dengan Sistem Misterius

Menjadi Penguasa Dengan Sistem Misterius

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Tamat
Popularitas:575.7k
Nilai: 4.4
Nama Author: Ikki Kurunia

[Jangan dibaca, novel berisi adegan++. Harap bijak dalam membaca. MC bisa bikin darah tinggi!]

[3-25 : Plot MC hidup sendiri bersama sistem, mungkin agak membosankan dan bertele-tele]

[26 keatas: Plot berubah. MC menjadi konglomerat, banyak pelayan, pengawal setia, banyak musuh, pengkhianatan, penyesalan. serta kemunculan tokoh-tokoh lainnya]

Pemuda yang baik hati, tiba-tiba dituduh lalu di usir dari rumah keluarga angkatnya, sampai berniat bunuh diri.

Ia akhirnya mendapatkan sebuah sistem, setelah menolong nenek-nenek misterius, yang dimana sistem itu akan membantunya menjadi seorang penguasa tertinggi.

Kepribadiannya yang naif dan bertele-tele, perlahan berubah, menjadi kejam tanpa ampun dalam melenyapkan musuhnya. Simak terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikki Kurunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Sistem, Diam

Zevan memutuskan untuk membawa kesepuluh gadis itu pulang menuju mansionnya, dengan menggunakan sebuah minibus yang dikendarai oleh Vanze. Ia pun segera memerintahkan para pelayannya untuk menghidangkan beraneka macam makanan lezat, sesaat selepas kesepuluh gadis itu menginjakkan kaki mereka di mansion tersebut.

Setelah memasuki ruang makan, dan tercengang saat mendapati berbagai macam makanan mewah yang telah dihidangkan oleh para pelayan, mereka lantas berlari lalu menduduki kursi makan masing-masing, dan segera menyantap seluruh hidangan itu dengan tergesa-gesa.

"Hmm ... enaaak!" ujar Helena, si gadis ceria berwajah imut, yang tengah terduduk seraya mengunyah-ngunyah segumpal daging ayam goreng.

"Tuan Zevan, lihatlah wajah-wajah itu. Mereka benar-benar sangat menikmati makanannya," ungkap Vanze, yang tengah berdiri dibalik pintu, seraya menoleh kearah para gadis.

Zevan yang tengah bersandar pada sisi pintu pun, hanya terdiam seraya bersedekap tangan, dan menatap penuh serius kearah para gadis tersebut.

"Tuan Zevan." Seruni seketika datang lalu berdiri dihadapan Zevan. "Aku datang, sesuai perintahmu," ucapnya seraya membungkukkan badan.

Karena mengenakan seragam pelayan yang terbuka bagian bahunya, Seruni lantas membuat perhatian Zevan seketika tertuju pada bahu kanannya. "Sistem, sembuhkan luka dibahu Seruni, selagi kain hitam itu masih membalutnya. Besok dia akan menyadari bila lukanya sudah sembuh, dan mulai membuka kain itu," perintah Zevan dalam hatinya.

[Baik Tuan!]

[Sistem! Mengunci target: Seruni Larasati, diaktifkan!]

[Menyatukan serat daging bahu: diaktifkan!]

[Mengembalikan sel kulit bahu: diaktifkan!]

[Merapatkan pori-pori kulit bahu: diaktifkan!]

[Menghilangkan bekas luka bahu: diaktifkan!]

[Mencerahkan kulit bahu: diaktifkan!]

[Semua sudah beres, Tuan!]

"Baik, terimakasih," ungkap Zevan dalam hatinya, sesaat setelah sistem melakukan konfigurasi pada bahu Seruni.

"Tuan Zevan, apa yang akan anda perintahkan padaku? Aku sangat menantikan tugas itu," ucap Seruni selepas membungkuk, dan menatap penuh serius pada wajah Zevan.

Zevan sontak mendeham. "Seruni, aku menugaskanmu." Ia lalu menoleh kearah para gadis, yang semakin tergesa-gesa dalam melahap seluruh makanan. "Untuk merawat dan terus mengawasi perkembangan mereka. Buatlah mereka menjadi gadis-gadis yang anggun, terpandang, dan kuat sepertimu," ungkapnya, sambil menatap satu persatu wajah-wajah gadis itu.

Seruni kembali membungkuk. "Baik, Tuan Zevan. Perintahmu, adalah suatu kewajiban bagiku," ucap Seruni dengan penuh kepercayaan diri.

Zevan lalu melangkahkan kakinya, dan pergi meninggalkan ruangan tersebut. "Aku sangat menantikan perkembangan mereka, Seruni," harapnya dengan sebelah tangan yang melambai, seraya berjalan dengan penuh ketenangan, menuju kamar pribadinya.

"Sistem, sebutkan informasi tentang Helena, dan gadis lainnya satu persatu," pinta Zevan dalam hatinya, selagi kakinya menapak pada setiap anak tangga.

[Baik Tuan! Mohon tunggu sebentar!]

[•••••Sedang Menganalisis•••••]

"Aku harus mencari tahu asal-usul mereka. Dan mengetahui kronologi-kronologi yang menyebabkan mereka terjerat, dalam perdagangan manusia," pikir Zevan, dan mulai menapakkan kakinya pada lantai dua mansion. Zevan kembali menapaki anak tangga, yang terhubung dengan lantai tiga mansion.

[•••••Analisa Selesai!•••••]

[•••••Data-Data Sepuluh Gadis•••••]

[•••••Helena Dwi Putri: Usia 12 tahun. Berhenti sekolah sejak SMP. Diketahui tinggal bersama ibunya. Namun suatu hari, sang ibu meregang nyawa saat berusaha melindunginya dari ancaman para mafia. Diculik oleh David Barony, dan dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••Tiara Mahira Suci: Usia 13 Tahun. Berhenti sekolah sejak SMP. Diketahui tinggal bersama kakeknya. Namun suatu hari, sang kakek terbunuh, karena mengelak saat ditagih hutang oleh pihak mafia komplotan David. Diculik oleh David Barony, dan dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••Putri Diana Sari: Usia 14 Tahun. Berhenti sekolah sejak SMP. Diketahui tinggal bersama pamannya. Namun suatu hari, karena sudah terlilit hutang, sang paman menjual Putri pada David Barony, dan dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••Bella Ayudisha Guntoro: Usia 14 Tahun, saudari kembar Mella Ayudisha Guntoro. Berhenti sekolah sejak SMP. Menjadi satu-satunya anggota keluarga Guntoro, setelah David melakukan pembunuhan berencana terhadap seluruh anggota keluarga konglomerat tersebut. Diculik oleh David Barony, dan dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••Mella Ayudisha Guntoro: Usia 14 Tahun, saudari kembar Bella Ayudisha Guntoro. Berhenti sekolah sejak SMP. Satu-satunya anggota keluarga Guntoro yang tersisa, setelah David melakukan pembunuhan berencana terhadap seluruh anggota keluarga konglomerat tersebut. Diculik oleh David Barony, dan dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••Lala Fitriyanti: Usia 14 Tahun. Berhenti sekolah sejak SMP. Memiliki nasib yang sama dengan Helena. Diculik oleh David Barony, dan dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••Aura Andini Putri: Usia 15 Tahun. Berhenti sekolah sejak SMA. Keluarganya dibunuh oleh sang pacar. Ia lalu dijual kepada David Barony, dan dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••Nabila Oktavia: Usia 15 Tahun. Berhenti sekolah sejak SMA. Keluarganya dibunuh oleh para komplotan mafia David, karena terjerat banyak hutang. Diculik oleh David Barony, dan dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••Devi Syahira Mulyanti: Usia 15 Tahun. Berhenti sekolah sejak SMA. Diketahui tinggal bersama ayahnya. Namun suatu hari, sang ayah menjualnya pada David Barony, karena kalah besar dalam berjudi. Dijadikan sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit•••••]

[•••••*Alyssa Anggraini: Usia 16 Tahun. Berhenti sekolah sejak SMA. Orangtuanya diketahui bunuh diri, karena kesulitan ekonomi. Diadopsi oleh David Barony. Namun suatu hari, karena ketertarikan s*ksual rekan mafianya terhadap Alyssa, David berubah pikiran lalu memutuskan untuk menjual Alyssa, dan menjadikanya sebagai gadis pemuas nafsu para orang-orang elit*•••••]

[•••••Laporan Selesai•••••]

Langkah kaki Zevan sontak terhenti, tepat didepan pintu kamar pribadinya. "Dimana keberadaan David Barony sekarang?" tanya Zevan dalam hatinya, selagi tangannya memegang gagang pintu kamar.

[Dineraka Tuan. Anda kan sudah memerintahkanku untuk meledakkan markasnya]

Zevan sempat hening, namun mulai menyadari perkataan sistemnya. Ia pun sontak tertawa terbahak-bahak. "Bagaimana bisa aku lupa dengan orang yang sudah kulenyapkan itu!" gumamnya, ditengah kesunyian malam yang gelap.

{Tuanku pikun ternyata -,-}

"Tuan Zevan." Seruni tiba-tiba muncul dibelakang Zevan, yang membuat anak itu menjadi terkejut bukan kepalang karenanya.

"Astaga. Kau mengagetkanku saja Seruni," keluh Zevan, seiring dengan detak jantung yang berdetak kencang.

Seruni lalu membungkuk. "Maaf Tuan. Aku benar-benar tak bermaksud mengagetkanmu," ungkapnya dengan polos.

Zevan mendengus, dan mencoba untuk meraih kembali kepercayaan dirinya. "Seruni, ada apa? Kenapa kau tidak istirahat?" tanya Zevan, dengan raut wajah curiga.

Seruni yang masih membungkuk pun lantas berkata, "Justru kedatanganku kemari, untuk bisa beristirahat denganmu Tuan," jawab Seruni, dan mulai menegakkan tubuhnya.

"Apa kau yakin?" tanya kembali Zevan, demi memastikan perkataan Seruni.

Wajah cantik dan anggun itu lalu mengangguk, yang membuat Zevan belum berpegang pada kepastiannya. "Aku sangat yakin Tuan," jawab kembali Seruni, dengan mata yang tak pernah berkedip sedetikpun.

"Hanya tidur saja kan? Tidak lebih?" Zevan kembali memberikan beberapa pertanyaan, yang sebenarnya sudah terjawab tuntas oleh Seruni.

Namun, pertanyaan yang terakhir itu, seketika membuat Seruni berpaling wajah. "Jika Tuan ingin lebih, aku ... aku siap melakukannya," jawabnya dengan mata yang mengerling-ngerling, seiring dengan kedua pipi yang telah memerah.

[Ayo Tuan! Let's go!]

"Sistem, diam. Aku hanya ingin memastikan saja, bila Seruni mau melakukannya tanpa ada paksaan dalam hatinya," batin Zevan, yang sempat menatap kearah seluruh tubuh Seruni, mulai dari ujung kepala, hingga ujung kaki.

"Baiklah. Tapi, usahakan untuk tidak membuatku khilaf malam ini. Besok aku harus ujian lagi," tegas Zevan, seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. "Dan kau sistem, jangan ikut campur!" tegasnya dalam hati.

[Baik, Tuan ....]

"Baik Tuan." Seruni pun turut masuk kedalam kamar pribadi Zevan.

Sesaat kemudian, Zevan telah terbaring diatas ranjangnya, bersama dengan Seruni, yang turut terbaring disampingnya. Meski gadis itu tengah mengenakan pakaian yang super minim dan ketat, Zevan tetap berusaha untuk tak tergoda.

Namun, level birahinya mulai beranjak naik secara perlahan, saat Seruni dengan sengaja mengelus-elus dadanya.

{Ayoolaah!! Sedikit lagiii!!}

Zevan berusaha mencari cara, agar membuat suasana diantara mereka tak menjadi canggung. "Seruni, apakah ada orang yang kau sukai saat ini?" tanya Zevan, yang membuat Seruni sontak menghentikan gerakan jarinya.

{Tuan Zevan!}

"Tuan Zevan," jawab Seruni, dengan singkat, tegas, dan jelas.

Mendengar jawaban itu, membuat Zevan menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghempaskannya secara perlahan. "Baiklah Seruni. Ayo tidur," ucapnya, seraya memeluk tubuh Seruni erat-erat, dan membuat kepalanya bersembunyi dibalik belahan dada gadis itu.

"Baik Tuan. Selamat malam." Seruni pun turut memeluk Zevan erat-erat, dan semakin memperkuat rangkulan tangannya pada kepala Tuannya itu.

{Jangan tiduuurr!! Aarrghh :X}

...****TBC****...

1
oppoA18 Siapat
apa author mau buat adegan lucu?
tapi aku merasa koq nggak lucu sama sekali setiap MC bertengkar dg sistem nya sendiri?
oppoA18 Siapat
MC gegabah dan boros, sebaiknya buat amal saja menyumbang ke panti asuhan misalnya
Tahir Note
MC setan, sd punya sistem masih aja bego.
Tahir Note
host yg tolol bego..
Dewa Koplak
mc nya TOLOL
Xtramz
naif parahhh jinkkk
Xtramz
naif banget sattt
Ali
😄😄😄😄😄
Ali
broo bukan host nya yg diancuk tapi si othor yg bikin alur cerita ini yg gelo
Sang M
Tahi....... cerita sampah
Sang M
Gak suka Host ini. terlalu otak bocil gak dewasa sama sekali payah. fuckkk.
Sang M
Perbaiki karakter Host, Thor. .!!!!!!!!! system nya bagus tapi Host nya tahi sampah. dancokkkkk
Sang M
Host payah dancokkkk lu...
EmDeen
authornya keliatan banget urat miskinnya .
sampe bikin tokoh utama yang ga jelas.

maaf.. saya stop baca. aliran cerita terhambat dan terantuk2 sepanjang jalan karena pemaksaan karakter tsb
Lapega Dari Tbs
mc-nya naif bin goblok....
Pendekar Rajawali
Bingung dgn novel ini jalan ceritanya, seperti nya Novel ga jelas
Hary
CERITA PALING JELEK....!!!
Hary
PENULIS KACANG...BUKU TERJEMAHAN....
NGAKU2 TULISAN SENDIRI
Hary
SULAP... PERBAIKI MANSION DG CARA SULAP...
Hary
SOK PAHLAWAN...
SEHARUSNYA DATANG BERSAMA POLISI,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!