Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Ngga Buta
Dewo yang sejak beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya sejak beberapa puluh menit lalu memilih jas untuk adiknya tiba tiba kedua matanya Dewo menangkap sesuatu membuat Dewo tersenyum lebar membuat Ane yang berada di sebelahnya menautkan alisnya melihat Dewo yang tersenyum lebar
"Dewo kenapa kamu senyam senyum kayak gitu kamu nemu uang banyak di jas ?" tanya Ane sambil memicingkan satu mata ke Dewo sementara Dewo dengan cepat menggelengkan kepalanya mantap
"Aku ngga nemu uang banyak di jas tapi aku nemu uang banyak di atm miliknya papa dan atm miliknya mama" jelas Dewo sambil tak bosan bosannya menerbitkan senyuman lebar sedangkan Ane memutar bola matanya malas
"Dewo terus kenapa kamu senyam senyum sendiri kayak gitu kalau ngga nemu uang banyak di jas terus kamu senyum senyum kayak gitu kenapa tapi kamu ngga gila kan ?" tuduh Ane menatap serius ke Dewo sementara Dewo memudarkan senyuman lebar di wajahnya lalu menatap tajam ke Ane
"Mah aku senyam senyum kayak gini karena aku menemukan jas buat adiknya aku mah aku ngga gila buktinya aku ingat mama dan aku jadi ceo di salah satu perusahaan terkenal dan ternama di negara ini" jelas Dewo menatap sekilas ke Ane lalu tangannya mengambil jas yang ada di depannya sedangkan
"Dewo kalau cuma menemukan jas buat adiknya kamu kenapa kamu kayak bahagia banget seperti anak kecil yang baru di belikan permen atau balon mama senang kalau kamu ngga gila benar juga kata kamu kalau kamu ngga gila apa perlu di tulis di keningnya kamu tulisan saya tidak gila jadi kalau ada orang yang melihat kamu senyam senyum sendiri kayak tadi ngga bakalan menuduh kamu gila paling menuduh kamu ngga waras" cibir Ane sambil mengeluarkan senyum licik sedangkan Dewo menatap tajam ke Ane
"Mah aku juga bahagia setelah menemukan jas buat adiknya aku soalnya sebentar lagi kita berdua pulang ke rumah dan aku bisa rebahan di ranjang empuknya aku anak kecil di beri uang dua ribu juga senang mah ngga harus membelikan permen atau balon apaan sih mah ngapain juga di tulis di keningnya aku tulisan kayak gitu aku ngga gila kalau yang menuduh aku gila berarti syirik dan iri sama aku makanya fitnah aku gila mah gila sama ngga waras artinya sama ini jas buat adiknya aku" jawab Dewo sambil menyodorkan jas ke Ane membuat Ane langsung menerima jas yang di sodorkan Dewo lalu menampung ke dalam tas belanjaan yang dan di tangannya
"Dewo setelah kita berdua dari tempat jas mama mau ke tempat kemeja buat membeli kemeja buat papa kamu kalau kamu mau rebahan ngga harus di ranjang kamu tiduran saja di lantai supermarket ini adem koq rasanya masa sedikit banget cuma dua ribu seribu dong kirain harus di tulis kayak gitu di keningnya kamu berarti kamu menuduh mama syirik dan iri sama kamu ? mama ngga bakalan syirik dan iri sama kamu karena uangnya mama banyak dan orang tuanya mama punya banyak perusahaan kalau kamu baru jadi CEO jadi ngga usah sombong kirain gila sama ngga waras beda artinya soalnya kata katanya beda ayo buruan kita berdua ke tempat kemeja" ajak Ane lalu menggandeng tangannya Dewo sementara Dewo menatap ke arah tangan yang di pegang oleh Ane
"Tapi mama juga belikan kemeja buat aku juga pakai uang mama biar aku yang memilih kemejanya sendiri kalau aku tiduran di lantai supermarket ini nanti di kira aku gila rasanya adem tapi telinganya yang panas mendengar nyinyiran netizen kalau seribu makin sedikit dong lebih banyak dua ribu ngapain pakai di tulis di kening mending tulis di punggung supaya semua orang nuduhnya orang lain yang memasang padahal dirinya sendiri yang memasang aku ngga menuduh mama syirik dan iri ke aku ngga usah di jelaskan mah karena aku tahu seluk beluk orang tuanya mama dan orang tuanya papa yang kaya raya aku ngga sombong tapi pamer beda kata doang artinya sama mama ke tempat kemejanya ngga usah gandeng tangannya aku soalnya aku malu nanti aku yang masih muda dan tampan ini di kira selingkuhan tante tante" jelas Dewo sambil celingak celinguk sementara Ane langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Iya Dewo mama bayarin kamu kemeja silahkan kamu pilih sendiri kemeja yang mau kamu beli ngga cuma di tuduh gila doang kamu juga bakalan di tuduh gembel ngga punya rumah sampai tidur di lantai supermarket ini kalau telinga kamu ngga panas letakkan telinga kamu di kulkas kirain banyak yang seribu di banding dua ribu namanya kamu melempar batu sembunyi tangan kirain kamu menuduh mama syirik dan iri sama kamu kirain belum tahu makanya mama jelaskan kalau orang tuanya mama kaya raya pamer sama sombong artinya sama kamu apa apaan sih mama juga masih muda koq di tuduh tante tante" teriak Ane dengan sangat keras melebihi suara toa membuat semua orang yang ada di supermarket menatap ke arah Ane dengan tatapan bingung sementara Dewo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil satu tangannya masih betah di gandeng Ane
"Mah lebih baik kita berdua buruan ke tempat kemeja soalnya kemejanya sudah ngga sabar pengin di beli sama kita berdua" ajak Dewo mengalihkan topik pembicaraan bahkan tanpa ragu Dewo menyeret paksa Ane bahkan Dewo mempercepat langkah kakinya membuat Ane ikut mempercepat langkah kakinya
Aya mengambil dress yang ada di tangannya Ema lalu Aya menatap dengan seksama apa penyebab dress itu sobek namun dirinya belum menemukan jawaban walaupun Aya telah bertanya ke rumput yang bergoyang atau nyiur yang melambai tetap saja diam tak menjawab pertanyaan Aya sementara Ema tertawa dalam hati karena dirinya yakin pasti nanti malam Ema akan di bebaskan memakai pakaian apapun karena gaunnya sobek saat ada pelayan supermarket lewat Aya memangil pelayan tersebut
"Mba mau tanya boleh" ucap Aya menatap ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya sambil mengeluarkan senyum ramah sedangkan Ema yang sedang tertawa dalam hati langsung mengernyit heran
"Boleh bu memangnya mau tanya apa ?" tanya pelayan supermarket sambil tak melunturkan senyuman ramah yang dia keluarkan sejak tadi sementara Aya tersenyum lebar membuat Ema menatap Aya dengan tatapan bingung
"Mba tolong carikan dress dengan model, warna, dan corak yang sama persis dengan ini soalnya waktu anak saya mau pakai dress ini robek" jelas Aya sambil menyodorkan dress yang ada di tangannya sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya mantap sambil menerima dress yang di sodorkan Aya sedangkan Ema melototkan kedua matanya
"Mah ngga usah cari dress yang kayak gitu lagi takutnya stok sudah habis kasihan mba pelayan supermarket sudah mencari capek capek ngga nemu biar aku pakai pakaian yang lain saja nanti malam saat acara makan malam" cerocos Ema sambil berharap Aya tak meminta dress yang sama dengan dress yang dirinya robek sementara Aya tersenyum licik sedangkan pelayan supermarket menatap Ema sambil tersenyum tipis
"Ema mama suka sama dress yang robek itu kan sudah kewajiban mba pelayan supermarket mencarikan barang yang di butuhkan pembeli mama tahu model pakaian apa yang akan kamu pakai saat acara nanti malam jadi kamu nurut mama atau kamu pulang sendiri pakai taksi tanpa di beri pesangon sama mama" berkali kali Aya mengeluarkan jurus ancaman kepada Ema membuat Ema mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan
"Baik bu saya akan carikan dress yang sama persis dengan dress yang ibu inginkan ngga papa mba sudah kewajiban saya mencarikan barang barang yang di perlukan oleh pembeli di supermarket ini jadi ngga usah khawatir iya ibu benar sudah kewajiban saya untuk mengambilkan barang barang yang di inginkan pembeli kalau gitu saya permisi aku cari dress ini dulu bu" pamit pelayan supermarket sambil tersenyum lebar ke arah Aya sementara Aya langsung menganggukkan kepalanya sedangkan Ema memijit pelipisnya sendiri dirinya cuma berharap kalau dress yang di inginkan oleh sang mama stoknya sudah habis di supermarket ini
"Silahkan mba" jawab singkat Aya lalu pelayan supermarket melenggang pergi menuju ke tempat stok barang untuk mengambilkan barang yang di inginkan Aya sementara Ema meremas kedua tangannya sendiri
Setelah Aya dan Ema berpuluh puluh menit menunggu tiba tiba pelayan supermarket kembali sambil membawa dua dress di tangannya melihat itu membuat Aya tersenyum lebar sementara Ema langsung membulatkan kedua matanya tidak menyangka bahwa stok dress yang di inginkan Aya masih ada apakah stoknya sangat banyak atau tidak banyak yang membeli dress itu hanya semut yang tahu
"Bu ini dress yang di inginkan semua sama persis dengan dress yang ibu beri tadi" ucap pelayan supermarket sambil menyodorkan dress ke Aya sementara Aya dengan cepat menangkap dress itu dari tangannya pelayan supermarket sedangkan kedua mata Ema terbelalak lebar melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa dress yang di inginkan Aya sama persis dengan dress yang ada di tangannya Aya yang baru saja di ambilkan oleh pelayan supermarket
"Makasih mba iya ini dress yang sama persis sesuai dengan dress yang aku inginkan" jawab Aya dengan kedua mata yang berbinar setelah Aya mengecek semua ternyata dress itu sama persis dengan dress yang sobek oleh Ema
"Sama sama bu saya permisi dulu mba bu" pamit pelayan supermarket sementara Aya mengangguk anggukkan kepalanya sedangkan Ema tersenyum masam
"Iya mba silahkan" sahut Aya lalu pelayan supermarket langsung berjalan menjauh dari Ema dan Aya
"Tuh kan Ema dress yang mama cari masih ada stoknya di supermarket ini kalau stok di supermarket ini sudah habis mama bakalan mengajak kamu untuk berselancar ke semua supermarket di negara ini untuk mencari dress ini sampai ke ujung dunia" jelas Aya tanpa dosa membuat Ema melototkan kedua matanya ke Aya cuma gara gara mencari dress sampai rela keliling dunia padahal dress masih banyak yang lainnya lagi
"Iya mama aku tahu soalnya aku ngga buta jadi tahu stok dress yang mama cari masih ada apa mama bakalan mengajak aku keliling dunia cuma untuk mencari dress yang sama persis dengan dress yang sobek masih banyak dress yang lain dengan motif dan warna yang lain" ketus Ema sambil mendelik ke Aya sementara Aya tersenyum lebar ke karena dress yang dia inginkan masih ada stoknya
"Mama cuma menjelaskan Ema ngga menuduh kamu buta iya tapi kamu ngga usah khawatir karena stok dress yang mama inginkan di supermarket ini masih ada jadi kita berdua ngga usah repot repot keliling dunia buat mencari dress ini ayo kita berdua belanja lagi" ajak Aya lalu menggandeng tangannya Ema membuat Ema tersenyum kecut lalu Aya melangkahkan kakinya ke tempat bedak membuat Ema mengikuti jejak kakinya Aya