Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Permainan Baru Di Mulai
Rasa bahagia yang luar biasa membanjiri seluruh jiwa dan raga Restu. Ia merasa seperti baru saja memenangkan lotere terbesar di dunia.ketika dia melihat angka angka di rekening tabungannya
"Satu milyar rupiah! Dan saham perusahaan! Itu artinya ia bukan lagi karyawan rendahan, tapi pemilik dari perusahaan tempat dia berkerja dan ini bukan main-main, artinya aku bisa menghukum orang-orang yang menyakiti diriku dikantor"
Badan Restu yang begitu lelah jadi punya tenaga lagi sambil mengucapkan terimakasih pada Tuhan
"Tuhan... terima kasih... terima kasih..."
Isaknya sambil tersenyum lebar, air matanya terus mengalir tapi kali ini adalah air mata kebahagiaan yang membuatnya dirinya akan punya segalanya
Namun, tiba-tiba ia merasakan keanehan.
Rasa sakit yang tadi menggerogoti kepalanya, rasa berdenyut yang luar biasa itu... perlahan menghilang. Rasa perih di lukanya yang menganga... lenyap seketika.
Restu menyentuh pelipisnya yang tadi berdarah deras. Darahnya sudah berhenti. Dan saat ia meraba kulitnya...
Glek!
Seolah ada cahaya hangat yang menyebar dari dalam tubuhnya. Luka di kepalanya menutup dengan cepat, menyisakan kulit yang mulus tanpa bekas luka sedikitpun!
Ia menunduk melihat kakinya yang tadi telanjang, penuh luka goresan, menginjak paku, dan berdarah-darah. Sekarang, kulit kakinya kembali bersih, halus, seolah-olah baru cuci kaki dan tidak ada satu pun luka atau lecet. Bahkan rasa lelah yang luar biasa itu jadi benar-benar hilang entah ke mana.
Tubuhnya terasa sangat ringan, segar, dan bugar! Seolah ia baru saja tidur nyenyak selama seminggu penuh. Energinya kembali penuh, bahkan jauh lebih kuat dan lebih segar daripada sebelumnya!
"Wah... ini... ini sungguh ajaib..." gumam Restu tak percaya sambil memegang kedua lengannya. Ototnya terasa lebih kencang, napasnya terasa lebih lega.
[BONUS TAMBAHAN: PEMULIHAN TUBUH MAKSIMAL. TUBUH PENGGUNA KEMBALI SEHAT SEMPURNA DAN FIT UNTUK MENERIMA MISI BERIKUTNYA.]
Restu tersenyum lebar. Sistem ini benar-benar sempurna! Tidak hanya memberinya kekayaan, tapi juga memberinya kesehatan!
Namun, saat ia melihat bayangannya di kaca jendela rumah, ia sadar. Walaupun lukanya sembuh dan badannya sehat, penampilannya masih berantakan. Baju compang-camping, penuh lumpur dan darah kering, rambut kusut seperti sarang burung.
Ia tidak boleh memperlihatkan perubahannya secara tiba-tiba. Belum saatnya. Jika ia langsung bilang bahwa ia punya uang satu milyar dan jadi pemilik saham, istrinya pasti akan kaget atau malah tidak percaya dan menganggapnya gila.
'Belum saatnya kalian tahu siapa aku sebenarnya,' batin Restu. 'Aku akan menyimpan ini dulu sebagai rahasia besar. Biarlah semua berjalan seperti biasa dulu, sampai waktu yang tepat tiba.'
Restu menarik napas panjang, mencoba menetralkan detak jantungnya yang masih berpacu karena kegembiraan. Ia menyembunyikan rasa senang itu jauh di dalam hati. Wajahnya kembali memasang ekspresi lemas dan sedih seperti biasa, agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Perlahan, ia membuka pintu rumahnya. Suasana di dalam masih terasa mencekam. Istrinya, Rina, sedang duduk di sofa sambil melipat baju dengan wajah cemberut. Meisya dan Maya sedang duduk di meja makan, keduanya terlihat kesal dan menunggu uang.
"Kamu ini kemana saja?! Jam berapa sekarang?!" serbu Rina begitu melihat suaminya masuk. "Badan kotor sekali! Bau tanah! Cepat mandi! Jangan bawa penyakit ke rumah ini!"
Restu hanya mengangguk pelan, tidak menjawab. Di dalam hati ia tertawa bahagia.
'Marahlah sekarang, ma. Nanti akan ada saatnya papa buktikan segalanya,' pikirnya.
"Pa..."
Meisya memanggil dengan nada dingin tanpa menatap wajah ayahnya.
"Uang kuliahku gimana? Besok harus dibayar lho."
Restu menelan ludah, masih berpura-pura sedih dan lemah.
"I... iya... Papa akan cari caranya..."
"Selalu aja cari cara! Papa tuh nyata dong!"
Potong Maya yang baru sajanyang sebenarnya baru datang dengan ojek online, wajahnya masih manyun.
"Mana uang ongkosnya? Abang ojolnya nunggu di luar!"
Restu segera merogoh sakunya, meski tahu dompetnya kosong. Namun tiba-tiba ia teringat, uang satu milyar itu sudah masuk!
Dengan tangan gemetar karena menahan senang, ia mengambil uang tunai yang kebetulan ada sisa recehannya, tapi kali ini ia berniat memberi lebih.
"Ini... ini uangnya Sayang. Maafin Papa ya..."
Ucap Restu sambil memberikan uang lebih banyak dari seharusnya.
Maya mengambilnya dengan kesal lalu keluar membayarnya.
Restu masuk ke kamar mandi kecil di belakang rumah. Saat pintu tertutup rapat, senyum lebar kembali mengembang di wajahnya. Ia melihat pantulan dirinya di cermin pecah. Mata nya kini bersinar tajam, penuh wibawa dan kekayaan yang baru saja ia miliki.
"Permainan baru saja dimulai..."
Bisiknya pelan sambil membersihkan dirinya dengan perasaan penuh bahagia
"Besok... besok dunia akan tahu siapa sebenarnya Restu!"
Ia menyembunyikan semua kekayaannya, menyembunyikan kesembuhan ajaibnya, dan bersiap untuk membalikkan keadaan perlahan namun pasti.
"Besok aku akan jadi orang yang berkuasa"
Restu tertawa yang ditahan sambil dia memakai handuk setelah dia mandi dan membersihkan diri untuk selanjutnya berganti baju dengan baju yang bersih untuk selanjutnya dia akan tidur di ruang tamu yang biasa dia pakai tidur fengan alas tikar dan bantal dari matras lipat
Kini dia bersiap untuk tidur sambil bicara dalam hati
"Selamat datang kebahagiaan"
tinggalkan jejak sobat ya
makasi