NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sergapan 2

Sang Pemimpin pembunuh bayaran yang tidak terima hampir semua bawahannya dibunuh oleh Lue Ang segera menghadangnya, Pemimpin pembunuh bayaran tidak peduli dengan spiritnya yang tidak mau keluar, sebagai pemimpin dirinya tidak akan melarikan diri sendiri meninggalkan anggotanya.

"Sudah cukup, sepertinya aku memang harus membunuhmu saat ini," ucap pemimpin pembunuh bayaran.

"Kalau begitu coba hentikan aku," sahut Lue Ang santai sambil tersenyum.

Wheeeeeeeeeeessss.

Lue Ang melemparkan pedangnya ke arah pembunuh bayaran yang ada di depannya, bersamaan dengan itu Lue Ang pergi ke pembunuh bayaran lainnya dan melayangkan pukulan dengan kekuatan penuh.

Buuuuuuuug.

Semua pembunuh bayaran berhasil dihabisi Lue Ang dan tersisa sang pemimpin, dari raut wajahnya Lue Ang bisa melihat kalau pemimpin pembunuh bayaran terlihat sangat marah.

"Sekarang hanya tersisa kita berdua," ucap Lue Ang.

"Bagus, kali ini aku benar benar akan membunuhmu," sahut pemimpin pembunuh bayaran.

Dengan gerakan cepat Lue Ang mengambil pedangnya yang menancap di tubuh pembunuh bayaran, Lue Ang langsung berlari pergi ke arah Pemimpin pembunuh bayaran yang sudah siap menerima kedatangan serangannya.

Jleeeeeeeeb.

Pedang Lue Ang yang seharusnya mengenai pemimpin pembunuh bayaran malah mengenai anggotanya yang sudah mati, pemimpin pembunuh bayaran berhasil menarik tubuh anggotanya tepat sebelum Lue Ang mengayunkan pedangnya.

Saat ingin menyerang Lue Ang dengan kemampuannya yang tersisa spiritnya mengatakan sesuatu, tanpa berpikir panjang Pemimpin pembunuh bayaran bergegas pergi menghilang begitu saja meninggalkan Lue Ang.

Lue Ang yang melihat Pemimpin pembunuh bayaran menghilang begitu saja terlihat kebingungan, padahal Lue Ang sebelumnya melihat pemimpin pembunuh bayaran sangat ingin membunuhnya yang sudah membunuh belasan anggotanya.

"Sepertinya spiritnya mengatakan sesuatu yang sangat penting yang membuatnya mau tidak mau harus pergi," ucap Ameng.

"Padahal aku berharap bisa membunuhnya juga," sahut Lue Ang.

"Padahal baru beberapa hari tapi kamu sudah memiliki banyak kemajuan," ucap Ameng.

"Aku seperti terbiasa memasukkan kekuatan saat menyerang tapi untuk kekuatan dari artefak itu sendiri langsung masuk begitu saja, aku sama sekali tidak bisa mengendalikan seberapa kuat kekuatan yang dikeluarkan," sahut Lue Ang.

"Itu wajar saja karena artefak hanya berguna untuk seseorang yang lemah, Jika kamu sudah sampai ke tingkat tinggi artefak itu dengan mudah kamu kendalikan tapi juga tidak berguna lagi untukmu," ucap Ameng.

"Tidak heran orang itu mengatakan kalau artefak itu tidak akan berguna untuknya," sahut Lue Ang sambil menganggukkan kepala.

"Sekarang gangguan sudah tidak adalagi, aku bisa melanjutkan perjalanan menuju perguruan Langit Tinggi dengan tenang," sambung Lue Ang.

"Tapi perjalananmu masih sangat jauh," ucap Ameng.

"Aku juga tahu itu, tapi tidak masalah bagiku karena aku ingin menjadi sangat kuat," sahut Lue Ang.

Klotak klotak klotak.

Suara kereta kuda yang terdengar dari belakangnya mengejutkan Lue Ang, Lue Ang segera memutar badannya saat melihat kereta kuda menuju ke arahnya.

Lue Ang dibuat terkejut lagi saat melihat kereta kuda tidak memiliki kusir, Lue Ang tanpa banyak berpikir melompat ke depan kereta kuda dan menarik tali kuda membuat kuda berhenti seketika.

"Ternyata kamu bisa menghentikan kereta kuda," ucap Ameng.

"Aku pernah melihatnya saja, tanpa sadar aku melakukannya," sahut Lue Ang.

"Itu bagus, ingatan mu benar benar sangat kuat," ucap Ameng lagi.

Melihat sekilas kereta kuda yang mewah sudah bisa dipastikan milik orang terpandang, tapi sejak Lue Ang menghentikan kereta kuda tidak ada pergerakan apapun dari dalam.

Lue Ang yang turun dari kereta kuda bergegas membukanya, saat membuka kereta kuda Lue Ang melihat seorang pria lebih tua sedikit darinya tidak sadarkan diri.

"Sepertinya dia seorang pangeran, bagaimana cara menyadarkannya?" Tanya Lue Ang.

"Bersiaplah lebih dulu, ada yang datang untuk membunuhnya," ucap Ameng.

"Aku juga menyadarinya," sahut Lue Ang yang langsung diam dan bersembunyi di pinggir.

"Tidak ada pergerakan, mungkinkah Pangeran Zuan sudah mati," ucap pembunuh bayaran tepat di depan pintu.

"Tunggu, tapi bagaimana bisa kereta kuda terbuka jika dia mati," sahut pembunuh bayaran lain.

Jleeeeeeeeb.

Lue Ang yang sudah bersiap langsung menghunuskan pedangnya, pembunuh bayaran yang lambat menyadari kehadiran Lue Ang mati begitu saja.

"Am apa yang terjadi padamu?" Tanya satu pembunuh bayaran.

"Pemimpin mu sepertinya sudah kehabisan anggota, untuk membunuh seorang pangeran hanya mengirim dua anggotanya saja," ucap Lue Ang.

Mayat yang baru saja di bunuh Lue Ang dilempar keluar, terlihat raut wajah terkejut dari pembunuh bayaran yang ada di bawah.

Pembunuh bayaran yang tersisa terdiam menatap Lue Ang, dalam misi membunuh Lue Ang sebelumnya dirinya ikut serta dan sudah melihat sendiri orang di depannya itu jatuh ke jurang.

Saat ini pembunuh bayaran di depan Lue Ang tidak mengetahui kalau ada misi baru, pembunuh bayaran itu bahkan tidak tahu kalau Lue Ang masih hidup.

"Ternyata dunia ini sempit, aku malah menemukan mu padahal baru saja aku berhasil menghabisi banyak rekan mu," ucap Lue Ang.

"Itu tidak mungkin," sahut pembunuh bayaran.

"Kenapa tidak mungkin, Kalau kamu bisa kembali hidup hidup kamu pasti akan melewati banyak mayat rekanmu tidak jauh dari sini," ucap Lue Ang.

Sang pembunuh bayaran yang terdiam seketika teringat sesuatu, dirinya mendengar misi yang sangat penting tentang membunuh seseorang dari keluarga Ang, sang pembunuh bayaran tidak menyangka kalau keluarga Ang yang dimaksud adalah orang yang sama dengan orang yang menjadi misi sebelumnya.

"Tidak mungkin rekanku mati di misi kali ini," ucap pembunuh bayaran.

"Salahkan saja pemimpin mu yang melarikan diri," sahut Lue Ang sambil tersenyum.

Bruuuuaaaaaaaaaaak.

Satu pukulan keras berkekuatan penuh yang dilayangkan oleh Lue Ang membuat sang pembunuh bayaran terlempar jauh ke belakang, kekuatan dari artefak yang keluar sangat banyak membuat pembunuh bayaran hampir mati.

"Dia masih belum mati," ucap Lue Ang.

"Tidak mungkin," sahut pembunuh bayaran dengan suara pelan.

Jleeeeb.

Lue Ang yang tidak ingin membuang waktu langsung menancapkan pedangnya ke perut pembunuh bayaran, pedangnya langsung ditariknya kembali menyisakan darah segar menetes dari ujung pedangnya.

"Akhirnya, para pembunuh bayaran yang pernah hampir membunuh ku semua mati, tinggal pemimpin itu saja yang melarikan diri," ucap Lue Ang.

Suara kuda yang terdengar dari arah belakang membuat Lue Ang bergegas memutar badannya, Lue Ang hanya diam saat melihat seorang penjaga datang bersama dua orang pria di belakangnya.

"Pangeran!" Teriak sang penjaga tepat setelah turun dari kuda.

Dua orang prajurit yang dikirim oleh Raja memperhatikan dua orang yang sudah tidak bernyawa di tanah, setelah melihat kedua pembunuh bayaran yang sudah mati dua orang prajurit langsung menatap Lue Ang.

Melihat sang Pengeran yang masih belum sadarkan diri penjaga bergegas turun dari kereta kuda, penjaga menghampiri dua prajurit yang mengantarnya.

"Bisakah kita bawa Pangeran kembali saja? Pangeran masih belum sadarkan diri," ucap penjaga

"Tidak bisa, Pangeran harus tetap pergi ke perguruan," sahut prajurit dengan nada tegas.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!