NovelToon NovelToon
Secret Marriage

Secret Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ifra Sulistya

Bagi dunia luar, Reihan Arta Wiguna adalah sosok "Ice King" di lantai bursa—dingin, tak tersentuh, dan selalu kalkulatif. Namun, di balik kemewahan hidupnya, ia terikat oleh janji konyol kakeknya puluhan tahun silam. Ia dipaksa menikahi Laluna Wijaya, seorang gadis yang ia anggap hanya sebagai "beban" tambahan dalam hidupnya yang sudah sibuk.
Laluna sendiri tidak punya pilihan. Menikah dengan Reihan adalah satu-satunya cara untuk melindungi apa yang tersisa dari nama baik keluarganya. Mereka sepakat pada satu aturan main: Pernikahan ini harus menjadi rahasia. Tidak ada cinta, tidak ada kemesraan di depan publik, dan tidak ada campur tangan dalam urusan pribadi masing-masing.
Namun, tinggal di bawah satu atap perlahan meruntuhkan tembok yang dibangun Reihan. Laluna bukan sekadar gadis penurut yang ia bayangkan; ia adalah api yang hangat di tengah musim dingin Reihan. Saat satu per satu rahasia keluarga dan pengkhianatan bisnis mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifra Sulistya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: AROMA BARU DI JALANAN SCBD

Kehidupan setelah badai besar biasanya menyisakan keheningan yang melegakan, namun bagi Laluna, keheningan itu justru menjadi kanvas kosong yang siap ia lukis dengan warna-warna baru.

Sebulan telah berlalu sejak skandal Arta Wiguna mereda dari tajuk utama media. Danu kini mendekam di balik jeruji besi menunggu persidangan, sementara kakek Surya memilih untuk pensiun sepenuhnya ke vila pribadinya di Bogor, menyerahkan kendali penuh dinasti kepada Reihan.

Namun, perubahan terbesar tidak terjadi di gedung pencakar langit itu, melainkan di sebuah ruko sudut di kawasan SCBD yang kini selalu dipenuhi antrean panjang sejak pukul tujuh pagi.

"Satu lusin donat classic glaze dan dua chiffon pandan untuk meja nomor empat!" seru Laluna dari balik meja konter.

Ia tampak berbeda. Tidak ada lagi gaun sutra atau riasan tebal yang menyesakkan. Laluna kembali ke jati dirinya, mengenakan kaos polo putih bersih, apron linen berwarna cokelat bumi, dan rambut yang dicepol rapi.

Keringat tipis di pelipisnya justru membuatnya tampak lebih hidup daripada saat ia menjadi "Nyonya Rahasia" di apartemen mewah itu.

Lonceng di pintu berdenting. Laluna mendongak, siap menyapa pelanggan berikutnya dengan senyum otomatisnya, namun kalimatnya tertahan di tenggorokan.

Seorang pria mengenakan setelan jas abu-abu gelap berdiri di sana. Ia tidak membawa dokumen atau tas kerja, melainkan sebuah buket kecil bunga melati putih yang aromanya langsung bersaing dengan wangi panggangan roti.

"Tuan CEO sedang tersesat?" goda Laluna sambil tetap membungkus donat untuk pelanggan lain.

Reihan melangkah mendekat, mengabaikan tatapan penasaran dari beberapa pelanggan wanita yang mulai berbisik-bisik mengenali wajah sang penguasa Arta Wiguna.

Ia meletakkan bunga itu di samping timbangan digital Laluna.

"Aku tidak tersesat. Aku sedang melakukan inspeksi mendadak pada investasi pribadiku yang paling berharga," jawab Reihan dengan nada bicara yang masih kaku, namun matanya memancarkan kehangatan yang tak bisa disembunyikan.

Laluna tertawa kecil.

"Investasimu sedang sibuk, Reihan. Jika kau ingin kopi, kau harus mengantre seperti yang lain."

Reihan tidak beranjak. Ia justru berjalan memutar menuju pintu samping konter, area terlarang bagi pelanggan dan masuk ke dalam dapur. Ia melepas jasnya, menggulung lengan kemeja putihnya hingga ke siku, dan meraih sebuah apron cadangan yang tergantung di dinding.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Laluna terbelalak.

"Mencuci piring. Bukankah itu janjiku di kartu ucapan kemarin?" Reihan menjawab dengan sangat tenang, lalu mulai menyalakan keran air dan meraih spons pencuci piring.

Pemandangan itu begitu surealis. Pria yang biasanya memimpin rapat dengan nilai triliunan rupiah kini sedang bergulat dengan sisa adonan ragi di dalam wadah mikser besar. Para karyawan "Khay" yang lain hanya bisa saling lirik dengan wajah pucat, tidak berani menegur bos besar mereka.

Satu jam kemudian, saat jam makan siang mulai mereda, mereka duduk di sebuah meja kecil di pojok belakang toko yang menghadap ke taman vertikal mini.

Laluna memberikan segelas kopi susu gula aren buatan sendiri kepada Reihan.

"Kau benar-benar melakukannya," gumam Laluna sambil menatap tangan Reihan yang kini sedikit basah.

"Terima kasih, Reihan. Untuk semuanya. Untuk membiarkanku menjadi 'Laluna yang ini'."

Reihan menyesap kopinya, lalu menatap Laluna dalam-dalam.

"Aku yang seharusnya berterima kasih. Kau menyelamatkan lebih dari sekadar posisiku di perusahaan. Kau menyelamatkan caraku melihat dunia."

Namun, di tengah momen manis itu, Reihan mengeluarkan sebuah amplop hitam dari saku jasnya. Ekspresinya sedikit berubah menjadi lebih serius.

"Ini bukan tentang Danu atau masa lalu," ucap Reihan sebelum Laluna sempat bertanya.

"Ini tentang masa depan. 'Khay' mendapatkan perhatian dari sebuah grup hotel internasional di Singapura. Mereka ingin menjadikan brand-mu sebagai mitra eksklusif untuk seluruh cabang mereka di Asia Tenggara."

Laluna tertegun. "Singapura? Tapi aku baru saja membuka satu toko ini, Reihan. Aku belum siap untuk ekspansi sebesar itu."

"Aku tahu. Dan aku tidak akan memaksamu. Tapi ada satu hal lagi," Reihan menjeda.

"Ibu... dia ingin menemuimu lagi. Tanpa perantara, tanpa ancaman. Dia ingin meminta maaf secara resmi sebelum dia kembali ke London."

Laluna terdiam.

Bayangan Ibu Ratna dan peringatannya tentang "ahli waris" kembali melintas.

Namun, kali ini rasa takut itu sudah hilang. Laluna menatap cincin yang kini kembali ia pakai, bukan sebagai simbol kontrak, tapi sebagai janji yang ia pilih sendiri.

"Aku akan menemuinya," jawab Laluna mantap.

"Tapi aku ingin kau ada di sana. Bukan sebagai pelindungku, tapi sebagai saksi bahwa kita sudah bukan lagi dua orang yang terikat oleh dosa masa lalu."

Reihan menggenggam tangan Laluna di atas meja.

"Aku akan selalu ada di sana."

Tiba-tiba, pintu ruko terbuka dengan kasar. Seorang pria muda dengan kamera profesional dan mikrofon masuk, diikuti oleh beberapa orang lainnya.

"Nona Laluna! Apakah benar bahwa kesuksesan 'Khay' adalah hasil pencucian uang dari skandal Arta Wiguna?" tanya wartawan itu dengan agresif.

Wajah Reihan seketika berubah. Aura "Ice King"-nya kembali dalam sekejap.

Ia berdiri, menutupi tubuh Laluna dengan bahunya yang lebar. Namun, sebelum Reihan sempat mengeluarkan kata-kata tajamnya, Laluna menarik pelan lengan jas suaminya.

Laluna melangkah maju, berdiri di samping Reihan dengan dagu terangkat.

"Toko ini dibangun dengan tepung, keringat, dan kejujuran," ucap Laluna dengan suara yang tenang namun berwibawa, persis seperti cara Reihan bicara di ruang rapat.

"Jika Anda ingin mencicipi 'pencucian uang' kami, silakan beli donat cokelat ini. Tapi jika Anda ingin mencari skandal, Anda salah alamat. Karena di sini, kami hanya menjual kebahagiaan yang bisa dimakan."

Wartawan itu tertegun, kehilangan kata-kata melihat keberanian sang pemilik toko.

Reihan menatap istrinya dengan rasa bangga yang luar biasa. Ia menyadari bahwa Laluna bukan lagi bunga yang butuh dilindungi, melainkan api yang mampu menerangi jalannya sendiri.

Setelah para wartawan itu diusir keluar oleh pengawal Reihan yang sigap, Laluna berbalik ke arah suaminya.

"Jadi, Tuan Arta Wiguna," ucap Laluna sambil tersenyum nakal.

"Apakah kau masih ingin membantuku mencuci piring, atau kau lebih suka membantuku mengembangkan resep baru untuk ekspansi Singapura kita?"

Reihan menarik Laluna ke dalam pelukannya, mencium keningnya di tengah aroma vanila yang memenuhi ruangan.

"Sepertinya aku lebih suka keduanya. Selama resepnya tetap melibatkan kita berdua."

Malam itu, di bawah kerlip lampu SCBD, "Khay Bakery" tidak hanya menjadi tempat menjual roti. Ia menjadi saksi bahwa di tengah dunia yang keras dan penuh tipu daya, sebuah hubungan yang diawali dengan kontrak palsu bisa berubah menjadi cinta yang paling nyata

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!