NovelToon NovelToon
De Lawrence : Ambisi Masa Lalu

De Lawrence : Ambisi Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:778.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosee_

DILARANG PLAGIATT!

Novel Ke-empat

Sebuah kisah yang bermula dari masa lalu dan membentuk jati diri baru seorang gadis manja menjadi sosok yang berbeda demi mendapatkan kembali apa yang menjadi miliknya.

"Boleh kuminta satu permintaan?" Jessie bertanya.

"Katakan," ucapnya kemudian saat melihat Jessie tidak bergeming.

"Berpura-puralah bahagia selama acara pernikahan berlangsung," pinta Jessie.

Xavier menatapnya dengan kening mengkerut.

"Aku tahu berpura-pura bahagia itu tidak menyenangkan sama sekali, tapi bertahanlah satu hari saja di depan semua orang." Jessie ingin pernikahan pertamanya dihiasi dengan senyuman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Bau!

Miranda menangkis tangan Jessie kasar.

"Dia akan mendapatkannya setelah kalian menikah. Itu kesepakatannya dengan Argus!"

Dia bahkan tahu banyak, Xav, batin Jessie sinis.

"Sebenarnya dia belum mengatakan hal lain." Sok Iba.

"Apa?" Miranda menatap penasaran.

"Warisan akan diturunkan kepada cucu mereka dan itu adalah calon anak kami," bisik Jessie ditelinganya, "jika Xavier menceraikanku, maka dia akan kehilangan segalanya. Tentu saja aku akan membawa anak kami bersamaku." Raut wajah Jessie langsung berubah dingin.

"Tidak mungkin!" Wajah Miranda berubah syok.

Bagaimana bisa seperti itu! Jelas-jelas Xavier bilang hanya jika ia menikahi Jessie!

"Jauhi dia. Dibanding kau, aku lebih baik darimu." Menepuk bahu Miranda dengan senyuman.

Jessie meninggalkan Miranda yang masih terdiam syok hingga memasuki lift. Sebelum lift tertutup sempurna, Miranda terlihat berteriak kencang seperti seseorang yang kehilangan akal dan akhirnya tertutup sempurna.

"Gila!" umpatnya berdecih.

***

Raut wajah Jessie sudah kembali seperti semula begitu pintu lift menuju ruangan Xavier terbuka. Kebetulan seseorang berdiri di depan pintu dengan wajah terkejut saat melihatnya.

"Felix?"

Pria itu tidak berkedip dan menyahut. Dilihat secara langsung Jessie lebih sempurna dibandingkan di foto. Bagaimana bisa tuannya ingin menyingkirkan wanita semenakjubkan ini!

"Aku tahu aku cantik, tapi jangan menatapku terlalu lama."

Eh? Felix tersadar.

"Kau Felix, kan?"

"Benar, Mrs," jawabnya agak gugup.

"Kau tampan juga. Tidak seburuk makian Xavier." Menepuk-nepuk lengan Felix sambil berlalu melewatinya.

Tunggu! Apa katanya? Jadi tuannya sering memakinya! Kejam sekali.

Padahal aku sering bekerja keras untukmu, Sir. Menangis tanpa air mata.

Jessie sampai di depan ruangan Xavier. Ia menatap pintu itu dulu sebelum masuk. Sebelumnya Jessie telah mengambil sesuatu di dalam tasnya.

"Felix! Apa kau tidak tahu mengetuk pin—" bentak Xavier tertahan begitu melihat siapa yang membuka pintu ruangannya tiba-tiba.

"Maaf, aku tidak melihatnya." Mengangkat bahu, "mungkin karena tempat ini sudah ternodai oleh aura jahat."

What?!

Jessie masuk sambil memutari ruangan. Mengibaskan tangannya di depan wajah seolah ada debu yang menghalanginya. Kemudian Jessie membuka benda yang tadi diambilnya dari dalam tas dan menyemprotkan di sekitar mereka.

"Jess?!"

Ada apa dengan wanita ini. Datang dan bertingkah aneh. Tiba-tiba menyemprotkan parfum di sekitar ruangan hingga menyengat.

Wanita ini memang kejutan!

Xavier mau tidak mau berdiri dan merebut parfum itu dari tangannya yang langsung di hadiahi tatapan tajam dari Jessie.

"Apa!" tantang Xavier. Jessie masih menatapnya tajam. Wajah itu terlihat lucu di mata Xavier.

Aku ingin menciumnya! Xavier menahan diri agar tidak tertawa.

Tiba-tiba Jessie merampas parfum itu dan malah menyemprotkannya ke tubuh Xavier dengan cepat.

"Kau bau! Seluruh tempat ini bau!"

"Jess— hei!" Xavier mencoba menghindar. "Jess— haha. Hentikan— kau sakit lagi? Obatmu habis?" Tawa Xavier akhirnya lepas.

"Menyebalkan!" bentak Jessie.

Melihat kegigihan Jessie yang tidak menyerah, Xavier segera menangkap kedua tangan mungil itu.

"Lepas!"

"Tidak mau!" Xavier menolak.

"Kau ingin ku gigit?!"

Pfff ... hampir saja tawa Xavier meledak lagi. Inilah sifat asli istrimu Xavier. Menggemaskan.

"Gigit saja."

Jessie berhenti meronta. Xavier menjadikannya sebuah kesempatan untuk memeluk istrinya. Jessie membiarkan. Jujur saja ia memang merindukan Jessie saat ini. Kebetulan wanita ini datang sendiri.

"Kita sudah sepakat," ucap Jessie.

"Hmm?"

"Setelah menyentuhku, kau tidak boleh memiliki orang lain."

Padahal Jessie sudah tahu jika suaminya memiliki orang lain di belakang, tapi bertemu langsung dengan Miranda membuatnya seperti dihantam oleh kenyataan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
awesome moment
kasihan jessie. vier g sadar2 bhw lawrence tu marga jessie. duh...jd pengin getok kepala vier.
awesome moment
😄😄😄ngabrut
awesome moment
do'a ibu tu sll manjur
awesome moment
bnr.an n? vier putus sm manda?
awesome moment
vier kalah 1 langkah. jessie adalah pilihan ortunya. jd...g bakalan ktmu jeleknya
awesome moment
jessie tu cerdik
awesome moment
👍👍👍rachel g salah pilih menantu.jessi tangguh
awesome moment
pembuat asli berdarah2 bikin karya, plagiat main copas. bisakah dia ttp spt skrg klo karyanya yg dicopas?
Daneen
Sakitnya jadi jessie
Daneen
Rumit sekali
Daneen
Sad
Daneen
Haduh pasangan ini 🤣🤣
Daneen
Wkwkwk
Cemburu nie
AZLEN HASLINA BT. AWANG KPM-Guru
karya yang luar biasa...
Yunita Arriviani
Luar biasa
Warnilah Ummu faliha
l
Trituwani
sedih bgt ya ampun/Cry//Cry/
Trituwani
berarti kecelakaan yg menyebabkan xavier tertabrak itu aslinya buat lawrence kan ka,mau nabrak lawrence malah kena xavier
Trituwani
bang xav sudah tau klo jessie itu orang yg sama
Trituwani
xavier lg amnesia ternyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!