NovelToon NovelToon
MY IDOL MY SUGAR DADDY

MY IDOL MY SUGAR DADDY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

MY IDOL MY SUGAR DADDY Disya Putri, mahasiswi ekonomi yang berjuang menopang hidup dan ibunya, terpaksa menyetujui tawaran tak terduga dari Min Jae—idol papan atas yang dikenal dengan nama panggung Zelo. Hubungan mereka bermula dari perjanjian tanpa cinta: ia melayani, ia dibayar. Namun perlahan transaksi itu berubah menjadi rasa tulus, hingga masa lalu kelam Min Jae kembali hadir. Li Bora, mantan kekasih sekaligus produser yang dulu pergi tanpa penjelasan, kini kembali membawa ancaman dan rahasia besar. Di tengah tekanan publik, penolakan keras ayah Min Jae yang menganggap latar belakang Disya tidak setara, serta bukti perjanjian awal yang dijadikan senjata, mereka diuji hingga ke titik terberat. Di saat yang sama, tersembunyi kebenaran mengapa Li Bora dulu pergi, dan siapa yang sebenarnya mengatur semua ini dari balik layar. Akankah cinta yang tumbuh di antara keterpaksaan mampu bertahan melawan ambisi keluarga, masa lalu yang kelam, dan dunia yang menentang? Atau mereka justru menyadari bahwa pertemuan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan takdir yang telah lama disiapkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~KERAGUAN DAN TEKANAN TERSEMBUNYI

Hari-hari berikutnya berjalan dengan suasana yang tak sepenuhnya tenang. Min Jae berusaha sekuat tenaga untuk tampil biasa saja di depan Disya. Ia tersenyum saat menyambut gadis itu pulang, bertanya tentang kuliahnya, dan bercerita tentang hal-hal ringan di agensi. Namun di sudut matanya yang tak terlihat, keraguan masih menyelimuti. Kata-kata Li Bora di ruang rapat terus berputar di kepalanya: "Aku tidak pernah benar-benar bisa melangkah pergi sepenuhnya."

Dulu ia berpikir Li Bora pergi karena ingin mengejar impiannya melanjutkan studi di Amerika, karena tidak mau terikat hubungan jarak jauh. Tapi kini ada sesuatu yang terasa berbeda—seolah ada hal yang sengaja disembunyikan darinya.

Sore itu saat mereka duduk di balkon apartemen menikmati udara sejuk, Disya menatap profil samping wajah Min Jae yang tampak murung.

"Oppa," panggilnya pelan. "Kau menyembunyikan sesuatu dariku ya?"

Min Jae menoleh cepat, lalu tersenyum tipis berusaha menutupi kegelisahannya. "Tidak kok. Aku cuma sedikit lelah saja dengan jadwal padat."

Disya menggeleng pelan, matanya menatap lurus ke manik mata pria itu. "Aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu yang berat. Kau tidak perlu pura-pura kuat di depanku. Kalau kau belum siap bercerita, tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksamu. Aku cuma ingin kau tahu... aku ada di sini, dan aku percaya padamu sepenuhnya."

Mendengar itu, hati Min Jae terasa hangat sekaligus perih. Ia menarik Disya ke dalam pelukan erat. Gadis ini begitu dewasa, begitu sabar, begitu tulus—padahal ia sendiri masih terperangkap dalam keraguan masa lalu.

"Terima kasih," bisiknya lembut. "Terima kasih sudah tetap di sini."

Di sisi lain, Li Bora mulai bergerak perlahan namun pasti. Ia tidak datang dengan tuntutan atau pertengkaran. Ia memanfaatkan perannya sebagai produser baru di agensi untuk berpapasan dengan Min Jae sesering mungkin.

Pagi itu saat Min Jae berjalan menyusuri lorong menuju ruang latihan, Li Bora muncul dari arah berlawanan sambil membawa tumpukan berkas. Ia sengaja berhenti tepat di depan Min Jae.

"Maaf, boleh kau beri waktu sebentar?" tanyanya dengan nada lembut. "Ada dokumen administrasi yang perlu ditandatangani seniman senior. Aku bingung bagian mana yang harus diisi, dulu kau pernah mengajarkanku hal ini."

Min Jae menatapnya sejenak, lalu mengangguk singkat. "Beri saja. Aku tunjukkan bagiannya."

Saat mereka berdiri berdekatan melihat berkas itu, Li Bora berbisik pelan—hanya terdengar oleh mereka berdua. "Lihat? Masih sama seperti dulu. Kau selalu siap menolongku tanpa bertanya banyak hal."

Min Jae mundur selangkah, menatapnya dengan waspada. "Itu tugas rekan kerja, Li Bora. Tidak ada yang lain."

Li Bora tersenyum tipis, lalu menutup berkasnya. "Tentu saja. Aku hanya teringat masa-masa kita dulu. Dulu kau sering menungguku sampai larut malam di studio, kan? Katamu musik kita satu aliran, dan kita akan menciptakan lagu hebat bersama."

Kalimat itu sengaja diucapkan cukup keras saat Kim Seo Jun lewat di dekat mereka. Seo Jun sempat berhenti sejenak menatap mereka berdua dengan alis berkerut, lalu melanjutkan langkahnya. Li Bora tersenyum puas dalam hati—itu persis yang ia inginkan: membuat orang lain mengira ikatan lama mereka masih sangat kuat.

Siang harinya, ponsel Li Bora bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal, namun ia tahu betul siapa pengirimnya:

"Lakukan bagianmu secepatnya. Jangan sampai waktu satu bulan habis sia-sia. Aku tidak suka menunggu."

Itu pesan dari Min Sung Hoon. Li Bora menelan ludah, tangannya mencengkeram ponsel erat. Ia tahu jika ia gagal, hal buruk bisa menimpa karirnya dan juga karir Min Jae. Tapi di sisi lain, keinginannya untuk kembali ke sisi Min Jae semakin membara. Ia tidak rela melihat pria yang dicintainya bersama gadis lain.

Sementara itu, Disya yang datang ke agensi untuk membawa bekal makan siang buatannya sendiri untuk Min Jae tanpa sengaja mendengar percakapan dua staf lain di sudut ruang istirahat.

"Kau lihat tadi kan? Min Jae dan Produser Li Bora ngobrol berdua begitu lama," bisik salah satu staf.

"Siapa yang tidak tahu mereka dulu sepasang kekasih paling serasi di sini," jawab yang lain. "Bahkan ada yang bilang dulu mereka hampir bertunangan lho. Sayang sekali Li Bora pergi tiba-tiba. Sekarang dia kembali, siapa tahu mereka memang ditakdirkan untuk bersatu lagi."

"Benar juga. Dibanding gadis biasa yang baru dikenal Min Jae, kan jelas Produser Li Bora lebih cocok dari segi latar belakang dan pemahaman tentang dunia musik."

Hati Disya terasa seperti diremas kencang. Ia tidak marah pada staf itu, tidak juga cemburu buta. Tapi kata-kata itu menancap dalam: apakah aku hanya gadis biasa yang tidak pantas berdiri di sampingnya? Apakah aku hanya pengganti sementara sampai dia kembali dengan orang yang tepat?

Ia melangkah pelan pergi dari sana, memilih duduk sendirian di bangku taman kecil di halaman belakang agensi. Angin sore menerpa wajahnya, membuat matanya sedikit perih. Ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak membiarkan keraguan menguasainya, tapi suara-suara itu terus berputar di kepala.

Tak lama kemudian, Min Jae menemukannya. Ia melihat Disya yang menunduk diam, bahunya terlihat sedikit bergetar.

"Disya?" panggilnya lembut. "Kau di sini ternyata. Aku sudah mencarimu ke mana-mana. Ada apa?"

Disya mendongak, berusaha menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca. "Tidak apa-apa, Oppa. Cuma... sedikit lelah saja."

Min Jae duduk di sampingnya, lalu menggenggam kedua tangan gadis itu erat. Ia tahu ada sesuatu yang salah.

"Jangan bohong padaku," ucapnya tegas namun lembut. "Apa yang kau dengar? Atau apa yang kau pikirkan?"

Disya menarik napas panjang, lalu bercerita dengan suara pelan. "Orang-orang bilang... Li Bora jauh lebih cocok denganmu. Bahwa dia orang yang tepat untukmu, dan aku hanya orang asing yang masuk di tengah masa lalu kalian. Aku tidak mau menuntutmu apa-apa, Oppa. Aku cuma ingin tahu... apakah kau pernah berpikir begitu juga?"

Min Jae menatapnya lekat-lekat, lalu menggeleng mantap. "Tidak pernah. Tidak sedikit pun. Masa lalu adalah kenangan, tapi kau adalah kenyataan yang aku pilih dengan segenap hatiku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun, termasuk masa laluku sendiri, merusak apa yang kita bangun."

Ia menarik Disya ke dalam pelukan, menepuk punggungnya lembut. "Aku berjanji padamu. Apa pun yang terjadi, aku akan tetap di sini. Aku tidak akan membiarkanmu merasa tidak diinginkan atau tidak pantas. Kau adalah rumahku, Disya."

Disya memeluk erat pinggang pria itu, merasa sedikit tenang meski beban di hatinya belum hilang sepenuhnya.

Di tempat lain, di apartemen sederhana yang dulu pernah menjadi tempat tinggal mereka berdua saat baru merintis karier di Blue Sky, Li Bora berdiri diam di tengah ruangan. Semuanya masih sama persis seperti yang ia ingat—bentuk jendela yang menghadap ke barat, rak buku tempat mereka menyusun lirik lagu, bahkan noda kecil di lantai yang pernah tercipta saat mereka tertawa terjatuh bersama.

Ia berjalan pelan menuju meja belajar tua di sudut ruangan. Di sana terbuka amplop tebal berisi dokumen lengkap yang disiapkan orang suruhan Bapak Dokter Min Sung Hoon: salinan kertas perjanjian tertulis yang ditandatangani mereka berdua di awal hubungan, daftar aturan main yang ditulis sendiri oleh Min Jae, serta catatan rinci setiap kali dana disalurkan ke rekening Disya.

Tidak ada bukti pesan singkat atau rekaman obrolan—karena tawaran awal memang disampaikan secara lisan di dalam mobil, lalu dituangkan secara resmi ke dalam perjanjian ini. Namun dokumen kertas ini justru jauh lebih kuat dan sah: bukti nyata bahwa hubungan mereka bukan berawal dari cinta tulus, melainkan kesepakatan transaksi uang dan kebutuhan semata.

Li Bora menyentuh kertas itu dengan jari gemetar. Ia benci harus membawa hal kotor ini ke dalam ruangan yang penuh kenangan indah mereka. Tapi ia tahu lembaran ini adalah senjata terakhir yang ia miliki. Nanti, saat waktunya tiba, dokumen ini bisa digunakan untuk menekan siapa saja—baik untuk meminta Disya menjauh, maupun memaksa Min Jae meninggalkan gadis itu.

"Maafkan aku, Min Jae," bisiknya pelan sambil air mata menetes membasahi pipi. "Aku hanya ingin kau kembali ke tempatmu yang sebenarnya. Di sini, di sisiku. Aku tidak punya pilihan lain."

1
Eomma'Drakor 01
Alice😡
Eomma'Drakor 01
disya kenapa ga pacaran Ama Jack aj sih?
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya, nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Tere Rere
keren
Flm Rendom
kisah cinta yg Berawal dari transaksi..
Flm Rendom
kira2 siapa nih yang bakalan melanggar aturan transaksi...
Wae
suka dengan persahabatan Jack dan disya😍 ceritanya bikin baper
Wae
my idol may sugar Daddy 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!