Nayla Faranisa, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA kelas 12, Ia tinggal berdua dengan Abang nya yang merupakan seorang pengusaha kaya raya, sejak kematian kedua orang tua mereka delapan tahun silam, Gerald sang kakak adalah orang yang selalu melindungi adik satu-satunya yang kini telah menginjak dewasa, siapa sangka Gerald mulai menyukai Nayla yang kini bertransformasi menjadi seorang gadis yang sangat cantik, Ia tak rela jika sang adik dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Hingga akhirnya Gerald benar-benar jatuh cinta kepada adiknya. Dan ia bertekad untuk menjadikan adiknya sebagai miliknya agar tidak ada pria yang coba-coba mendekati Nayla.
Nayla pun tak terima dengan perlakuan sang Kakak, tapi Gerald tetap meyakinkan kepada Nayla jika dirinya benar-benar mencintai gadis itu.
Akankah Gerald berhasil meluluhkan hati Adiknya? Rahasia apa yang membuat Gerald yakin jika Nayla akan menjadi miliknya untuk selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 HTA
"Iya benar, Bi! Aku menikahi Nayla sekitar tiga tahun yang lalu, saat Aku tak sengaja bertemu dengan Almarhum Pak Nurdin sebelum beliau meninggal dunia, saat itu dia memintaku untuk menikahi Nayla yang saat itu Adikku masih kelas 3 SMP, Ia memintaku untuk menjaga Nayla, karena dia sudah merasa jika dirinya sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang diderita, awalnya Aku menolak nya, tapi Pak Nurdin terus memaksa, karena dia sangat percaya padaku, dari situlah Aku mengabulkan permintaan nya, sebelum dia pergi untuk selamanya, Dia sudah menjadi wali nikah Nayla, dan dihadapan nya, di saksikan oleh seorang dokter dan beberapa perawat, Aku mengucapkan ijab Kabul di depan Pak Nurdin, semenjak itu rasa cinta ku terhadap Nayla semakin besar, Aku sangat posesif, Aku tidak mau dia berdekatan dengan laki-laki lain, karena Nayla hanya milikku."
Mendengar pengakuan dari Gerald, Bi Jum akhirnya mengerti kenapa Gerald melarang Nayla untuk berpacaran, ternyata bukan hanya mencintai Nayla, Gerald ternyata adalah suaminya.
"Apa Nyonya besar tahu jika Tuan muda pernah bertemu dengan Pak Nurdin?" tanya Bi Jum penasaran.
"Iya! Oma tahu, tapi Oma tidak tahu jika Aku sudah menikahi Nayla, dari situlah Oma tahu siapa sebenarnya kedua orang tua Nayla, dan dari situ juga Oma bersikeras untuk menjodohkan Aku dengan Moza, karena Oma tahu jika Ibunya Nayla pernah menjadi wanita malam dan sekarang pergi entah kemana." ungkap Gerald sembari menundukkan wajahnya.
"Sebaiknya Tuan muda jujur saja sama Nyonya! Kasihan Non Nayla! Nyonya dari dulu selalu menganggap Non Nayla sebagai anak pungut, meskipun Papa dan Mama Tuan muda menganggap Non Nayla sebagai putri kedua mereka, bahkan mereka sudah memilki catatan dokumen dan akta kelahiran resmi untuk Non Nayla, jadi semua orang menganggap kalian berdua itu adalah kakak beradik sedarah." ucap Bi Jum menjelaskan.
"Aku pasti akan mengatakan nya kepada Oma, tapi tidak sekarang. Jika sekarang Aku bilang pada Oma, yang ada Oma akan mati-matian untuk memisahkan kami karena kekuatan hukum yang akan menjadi senjata Oma untuk memisahkan kami, jika Nayla adalah adik kandung ku, Bibi tenang saja, Aku akan melakukan tes DNA secepatnya untuk meruntuhkan kekuatan hukum itu, jika Nayla bukanlah Adik kandung ku, sehingga semua orang akan tahu jika Aku dan Nayla sah-sah saja untuk menjadi suami istri." mendengar penuturan dari Gerald, Bi Jum terlihat senang, ternyata Gerald benar-benar sangat mencintai Nayla.
"Bi Jum akan selalu mendukung Tuan muda, semoga semuanya bisa diselesaikan dengan baik, dan semoga Nyonya besar bisa segera merestui pernikahan kalian, Bi Jum akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan kalian berdua."
"Terima kasih, Bi!" Gerald merangkul Bi Jum seperti ibu nya sendiri, meskipun Bi Jum hanyalah asisten rumah tangga, Gerald tetap menghormati nya karena Bi Jum sudah sangat berjasa bagi keluarga besar Adams.
*
*
*
*
Di dapur Nayla pun berhasil merampungkan tugas Bi Jum untuk menyiapkan sarapan untuk pagi ini, sementara Hera yang mengawasi Nayla di dapur, Ia terlihat mulai tergoda dengan masakan Nayla.
Tak dipungkiri aroma masakan Nayla sangat menggoda, sejenak Hera menelan ludahnya saat Ia memperhatikan Nayla sedang menghidangkan makanan itu di atas meja.
"Nah ... udah siap semuanya, Oma! Ayo dicicipi, ini enak banget loh Oma, capcay kuah bakso yang eumm endul banget Oma, cobain deh pasti Oma suka!" seru Nayla sembari menunjukkan capcay buatannya, dengan wajah sinis Hera seolah tidak mau memperhatikan masakan Nayla yang sudah disediakan oleh Nayla khusus untuk nya.
"Hmm ... gitu aja bangga, pasti rasanya biasa-biasa saja, Oma juga bisa bikin sendiri," jawabnya dengan tetap menunjukkan wajah juteknya.
"Oh ya! Wah kalo gitu kapan-kapan kita bikin bareng yuk Oma!" ajak Nayla.
"Dihh ... ogah ya! Males banget masak sama kamu, udah! Panggil Gerald biar dia sarapan dulu, Aku nggak mau cucuku belum sarapan sebelum berangkat kerja." jawab Hera yang masih saja bersikap dingin kepada Nayla.
Nayla pun menghela nafasnya dan segera pergi ke atas untuk memanggil Gerald untuk sarapan.
Sesampainya di depan pintu kamar Gerald, Nayla mengetuk pintu kamar itu pelan.
Tok ... tok ... tok ...
"Bang! Sarapan nya udah siap, ditunggu Oma tuh, cepat Bang! Nay mau mandi dulu!" setelah Nayla mengatakan hal itu di depan pintu kamar Gerald, Ia pun segera masuk ke dalam kamar dan mandi, Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.
"Aduh gawat! Bisa-bisa telat sekolah nih!" Nayla pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Nayla mulai melepaskan pakaian nya yang menutupi seluruh bagian tubuhnya tanpa terkecuali, kemudian ia mulai memutar kran shower, Nayla mandi di bawah guyuran air shower yang hangat, perlahan ia mengambil sabun dan mengusapkan pada seluruh tubuhnya.
Tanpa Nayla sadari ada sepasang mata yang sedang asyik menyaksikan nya mandi, tanpa curiga Nayla terus menyelesaikan ritual mandi nya, tentu saja Ia membersihkan setiap lekuk tubuhnya dengan lembut, membuat pemilik sepasang bola mata itu menelan ludahnya kasar.
Setelah Nayla menyelesaikan mandinya, Ia pun bergegas mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya. Namun, tiba-tiba saja Ia dikejutkan oleh seseorang yang sedang menarik tangan Nayla dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Awww ... !"
Seketika Nayla membulatkan matanya saat melihat Gerald sedang berada di dalam kamar mandi bersama nya.
"Abang! Ngapain Abang di sini? Aku pikir Abang masih berada di dalam kamar Abang sendiri?" seru Nayla yang terkejut melihat kedatangan suaminya yang tiba-tiba.
"Ya ... tadi Aku memang masih berada di dalam kamar, tapi Aku ingin menjaga istriku yang sedang mandi, khawatir jika saja jika ada kecoa, nanti siapa yang nolongin kamu, kalau ada Abang kan kecoa nya bisa matiin." mendengar alasan Gerald, Nayla hanya bisa tertawa kecil.
"Alasan! Bilang aja Abang mau ngintip Nay mandi? Iya kan? Mau jadi Jaka Tarub Abang?" seru Nayla sembari mencoba mengambil handuk, tapi lagi-lagi Gerald menahannya.
"Siapa bilang Aku ngintip, justru Aku sudah melihat semuanya."
"Ihhh Abang sumpah ya nakal banget! Tak bilangin Oma loh!" seru Nayla mengancam.
"Bilangin aja nggak takut! Palingan juga kamu yang disalahin," Gerald tampak tertawa mesum.
"Dihh ... malah ketawa, minggir! Nay mau ganti baju, Nay udah telat nih, Bang!" ucap Nayla sembari beranjak pergi ke luar.
"Eh eh tunggu dong! Kamu belum mengeringkan tubuhmu, sini biar Abang yang mengeringkan nya." Gerald pun mulai mengambil sebuah handuk dan Ia elapkan pada tubuh Nayla, setiap lekuk tubuh istrinya, Gerald dengan lembut mengeringkan nya.
Seketika Nayla menahan sesuatu yang mulai berdesir melewati aliran darah nya, saat Gerald mengusap area perut Nayla.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
...Mohon dukungannya ya untuk memberi bintang lima, othor akan memberikan kisah cinta terlarang lagi yang lebih menantang, so tetap dukung karya author ya 😘😘🙏🙏...
Mampir thor,Kayaknya seru nih...