NovelToon NovelToon
CINTA LELAKI BIASA

CINTA LELAKI BIASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:342.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shan_Neen

🙏DILARANG BOOM LIKE 🙏

Apa jadinya jika sebuah ikatan pernikahan didasari oleh sebuah obsesi, atau rasa ingin memiliki?

Olivia, gadis yang dianugerahi gelimangan harta dan juga kasih sayang dari kedua orang tuanya. Gadis yang selalu bisa mendapatkan apapun yang dia mau, kini dihadapkan dengan seorang pemuda yang membuatnya penasaran, hingga ingin memilikinya.

Sedang Alzam, tak lebih hanya seorang pemuda sederhana, yang berusaha keras menghidupi ibu dan kedua adiknya. Tak ada waktu baginya untuk memikirkan perkara cinta.

Suatu ketika, mereka dihadapkan dalam situasi tak terduga, yang membuat keduanya terpaksa harus menikah.

Akankah Olivia dan Alzam mampu bersatu dalam ikatan suci yang dipaksakan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikut ke kedai

Di dalam sebuah taksi online, nampak sepasang suami-istri baru, sedang menuju ke suatu arah. Si suami terlihat berwajah datar, dengan selalu melempar pandangan ke arah luar mobil, sedangkan si istri terus saja menggelayut manja di lengan suaminya.

Mereka tak lain adalah Alzam dan Olivia. Keduanya memutuskan pergi ke kedai bersama, setelah perdebatan kecil mereka sebelum pergi.

Alzam ingat betul bagaimana keras kepalanya Olivia saat meminta ikut bersamanya ke kedai pagi ini.

Saat itu, dia sudah hampir keluar dari kamar, akan tetapi Olivia lebih dulu membuka pintu dan masuk ke dalam.

“Mas, aku ikut kamu ke kedai yah,” seru Olivia.

“Aku tuh ke sana mau kerja, bukan main-main. Mending kamu di rumah aja yang anteng,” seru Alzam.

Olivia maju dan meraih tangan Alzam. Pemuda itu nampak mengerutkan kening, melihat sikap manja Olivia yang tiba-tiba muncul dan membuatnya takut.

“Tapi aku mau sama kamu. Masa pengantin baru pisah-pisahan gini sih? Nggak banget deh. Aku ikut kamu yah, Mas. Yah... Yah... Yah...,” bujuk Olivia.

Alzam pun segera menepis tangan Olivia, dan melepaskan diri dari sang istri.

“Aku tanya dulu sama kamu, mau ngapain kamu ke sana?” tanya Alzam.

“Aku cuma mau deket kamu doang, Mas. Masa istri sendiri nggak boleh nemenin suaminya kerja sih?” rengek Olivia.

“Kamu inget nggak? Setiap kali kamu ke sana, selalu aja buat ulah yang bikin aku males ngeladenin kamu. Bikin aku nggak fokus kerja tahu nggak,” tutur Alzam.

“Iya deh maaf. Kali ini aku janji nggak bakal bertingkah lagi. Suer deh!” bujuk Olivia.

“Aku nggak yakin,” sahut Alzam.

“Mas, beneran. Aku janji deh bakal anteng di sana. Boleh yah,” bujuk Olivia lagi.

“Tapi aku bakal sampe malem di sana, Liv,” ucap Alzam.

“Nggak papa. Aku kuat kok liatin kamu seharian. Boleh yah... Yah... Yah...,” rengek Olivia.

Alzam nampak memijat keningnya. Dia tak ingin gadis itu mengganggu harinya. Sudah cukup hidupnya berakhir konyol dengan menikahi gadis rese, yang selalu seenaknya sendiri itu. Dia tak mau jika Olivia pun membuat hari-harinya di kedai menjadi tidak senyaman dulu.

Melihat sang suami yang terus diam, Olivia kesal dan menjejakkan kaki ke lantai, serta melipat tangan di depan dada sambil menatap tajam ke arah Alzam.

“Jujur aja deh sama aku. Kamu ke ke sana dan nggak bolehin aku ikut biar bisa ketemuan sama cewek ganjen itu kan?” terka Olivia.

Alzam menoleh dan menautkan kedua alisnya.

“Cewek ganjen? Siapa?” tanya Alzam tak paham.

“Siapa lagi? Cewek ganjen yang selalu aja bikin aku kesel dan sok akrab sama aku,” sahut Olivia.

“Maksud kamu Nurul? Liv. Aku sama Nurul cuma temen. Di antara kami nggak ada apa-apa. Nggak usah mikir macem-macem deh,” elak Alzam.

“Ya mana aku tahu. Kamu aja gitu pas aku minta diajak ke kedai tadi,” sahut Olivia.

Alzam mengusap rambutnya kesal dengan rengekan Olivia. Dia pun akhirnya mau tak mau mengiyakan permintaan sang istri untuk ikut bersamanya ke kedai.

“Tapi kamu harus janji jangan rese. Diem aja. Duduk yang anteng. Kalo nggak...,” seru Alzam.

“Iya, suamiku sayang. Aku janji nggak akan macem-macem. Percaya deh,” sela Olivia cepat.

Tiba-tiba, sebuah bunyi notifikasi dari ponsel, membuat Alzam mengalihkan perhatiannya. Dia meraih benda pipih tersebut dari dalam tas selempangnya dan melihat isi pesan yang masuk.

“Taksinya udah dateng. Cepetan siap-siap! Aku tunggu di luar. Kalau kelamaan, aku tinggal!” seru Alzam.

“Oke, five minutes,” sahut Olivia.

Gadis itu berjalan masuk dan Alzam segera melangkah keluar kamar. Olivia nampak menyambar sebuah tas hitam bertali rantai dan juga sandal berhak delapan sentimeter.

Dia menenteng keduanya dan berlari menyusul Alzam, yang telah sampai di pintu depan.

“Mas, tunggu!” pekik Olivia.

Namun, Alzam tetap berjalan dan sampai di samping mobil. Olivia melihat suaminya sudah berdiri sambil membukakan pintu untuk sang istri.

Olivia tak bisa menahan senyumnya melihat perhatian kecil dari Alzam untuknya. Dia pun segera masuk dan duduk tenang di kursi belakang.

Sementara itu, Alzam berjalan memutar dan duduk di sisi satunya lagi. Olivia terlihat sedang memakai sandal berhak tingginya, dan setelah itu merapikan rambut serta make up nya.

Alzam melirik sekilas. Dia hanya bisa geleng-geleng kepala dengan apa yang dilakukan oleh sang istri.

Hari ini, Olivia tampil berbeda. Sejak gadis itu sering pergi ke rumah Bu Aminah, dia mulai berpakaian lebih sopan dan tertutup. Hanya saja Olivia belum mau menutup kepalanya dengan hijab.

Seperti hari ini, Olivia hanya mengenakan sebuah tunik dengan aksen floral yang dipadukan dengan legging berwarna gelap sebagai bawahannya. Bahkan make up nya pun terkesan natural. Dia hanya menambahkan polesan bedak tipis dan lipstik berwarna soft peach.

Setelah selesai, Olivia memasukkan semua peralatan make up nya ke dalam tas, dan merangkul lengan Alzam dengan erat. Ia menyandarkan kepalanya di pundak sang suami dengan manjanya, membuat Alzam merasa risih dengan sang supir taksi yang duduk di depan sana.

Dia berkali-kali berusaha melepaskan diri, akan tetapi Olivia semakin kuat merangkulnya. Akhirnya, Alzam tak peduli lagi, dan membiarkan saja Olivia berbuat sesukanya sepanjang perjalanan.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat puluh menit dari rumah keluarga Olivia, kini mereka telah sampai di komplek kampus Universitas Harapan Bangsa, tempat di mana kedai Alzam berada.

Pemuda itu keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk istrinya. Meski dia selalu bersikap dingin, akan tetapi Alzam tak bisa bersikap tak sopan kepada wanitanya, apalagi merendahkannya di depan orang lain.

Dia pun mau tak mau menjaga masalah rumah tangganya yang baru berusia sehari itu, dan mencoba membiasakan bersikap baik kepada gadis tersebut, walau hanya di depan umum.

“Makasih, Mas Al” ucap Olivia.

Dia kembali merangkul lengan Alzam, akan tetapi kali ini lengan yang dirangkulnya adalah yang terluka sebelumnya. Hal itu hingga membuat Alzam mendesis pelan, dan sedikit menarik lengannya dari Olivia.

“Kamu kenapa, Mas?” tanya Olivia heran.

“Nggak papa,” sahut Alzam datar.

Olivia tak bisa melihat luka tersebut, karena tertutup oleh jaket yang dipakai sang suami. Dia hanya bisa mengikuti suaminya yang tetap diam dan berjalan masuk ke dalam kedai.

Saat itu, semuanya terlihat sedang bersiap-siap untuk membuka tempat tersebut. Sekitar lima belas menit lagi, tanda tutup kedai akan dibalik menjadi buka.

Saat itulah, Alzam masuk dan membuat semua pegawainya menoleh. Mereka terkejut dengan kedatangan pengantin baru itu ke sana.

“Assalamu’alaikum,” sapa Alzam, diikuti Olivia setelahnya.

“Waalaikumsalam,” sahut semuanya.

Mereka tak percaya dengan yang ada di depan mereka. Abas yang saat itu sedang membereskan meja dan kursi pelanggan, maju dan menghampiri keduanya.

“Bos, kok udah masuk aja? Nggak bulan madu dulu?” tanya Abas.

“Iya nih si bos. Kirain mau kemana gitu. Kita udah ngarep banget sama oleh-olehnya lho,” sahut Amy yang ada di balik meja barista, sedang menyiapkan biji kopi yang akan digunakan.

“Kalian ini. Aku mana ada waktu buat liburan. Jangan ngada-ngada deh. Udah-udah! Pada kerja lagi sana. Nggak usah peduliin kita di sini. Biasa aja oke,” seru Alzam.

“Oke, Bos. Terus, ini ceritanya Bu bos lagi ngadain kunjungan? Apa jangan-jangan kalian berdua lagi jalan-jalan bulan madu di kedai ini?” tanya Abas saat melihat Olivia, yang terus saja menempel pada Alzam seperti lem super.

Alzam menoleh ke arah Olivia, yang memang terus memeluk lengannya, membuat pemuda itu memutar bola matanya sembari menghela nafas kesal.

“Liv, bisa lepasin nggak? Aku mau kerja,” ucap Alzam lirih.

.

.

.

.

Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.

terimakasih 😁

1
Suyatno Galih
makanya ksh tau duluan sm suami dr pd si mantan mu yg ksh tau mlh di bumbu nyahok lu Oliv
Suyatno Galih
siap2 si putih mu lapa Leon,
Elizabethlizy
semangattt yaaa karya nya bagus bagusss
Anyelir
huaa pasti nanti ada sakitnya 😭
Anyelir
biasanya kalau mamaknya kek gini julid pasti
🐌KANG MAGERAN🐌: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Hanni🍯
denger noh, Liv. denger/Hammer/
🐌KANG MAGERAN🐌: sabar kak... sabar
total 1 replies
ig:@beatricx.kaihena
semangat Thor, butuh dukungannya juga yaaa.... saling support
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih kak 🙏
total 1 replies
한스 |HANSEN|Author DarkRomance
makasih kakak 🙏
Jelo Muda
keren... penuh nasehat dan petuah hidup yg baik ..
Cis Siu
bagus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Bu Aminah.... mertua idaman 😍
Chindra Pangalima
seharusnya bukan akhwat,tapi ukhty Olivia
kika
rabbani ya...wkwk...
kika
klo aku lbuh milih bli mesin cuci dripada tv, krn hiburan sdh ada hape, wkwk...
kika
bak mandi? bath tube maskudnya ya thor?
🐌KANG MAGERAN🐌: iya itu 😅
total 1 replies
kika
aku suka crita bgini, dripada yg CEO2...udah bosen...wkwk
kika
wkwk...nurul bs lihat bahwa oliv udah bikin hdup alzam yg monoton jdi lbih berapi2...wkwk... mski awalny api emosi...lama2 mungkin jd api asmara ya thor.... suka...suka....lanjut thor...
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih kak sudah mampir🥰
total 1 replies
Suprihtini Hamdan
bagus
🐌KANG MAGERAN🐌: mkasih kak
total 1 replies
ervina
Kecewa
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!