NovelToon NovelToon
Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:15.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Seorang pria dewasa dengan Depresi Pascatrauma. Ia selalu menolak perjodohan dengan berbagai alasan. Hingga suatu hari, sebuah berita buruk memaksanya untuk menikah.

Siapa yang akan Ia pilih?

Akan menyembuhkan, atau membuat Depresi itu semakin menjadi-jadi dan tak akan pernah sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saya bersedia, jadi Istri Bapak.

Abi pun mengantarnya kembali ke tempat tadi. Nisa mengambil motor, dan segera pulang beriringan dengan Abi dibelakangnya.

"Re, maaf. Aku tak akan pernah lupa dengan kita."

Abi telah tiba dirumahnya. Malam ini, Ia bebas dari gangguan apapun. Rasanya begitu damai meski masih harus beradu argumen dengan gadis anehnya itu. Ya, gadis aneh yang sebentar lagi akan menjadi istrinya sebentar lagi.

Dirumah, Mama Sofi sudah begitu cemas. Duduk di depan teras sembari terus memainkan Hpnya. Namun, kecemasan berganti senyum lega ketika putranya datang dan masuk ke halaman rumah mereka.

"Ya Allah, Abi. Kamu darimana saja? Mama cemas daritadi nungguin kamu. Kamu ngga papa kan, Nak?" tanya Mama Sofi.

"Abi ngga papa. Maaf, telat dari jam biasanya. Abi, ada urusan sedikit." balasnya. Ia pun berjalan meninggalkan sang Mama. Langkahnya tampak lelah, naik ke atas dengan banyaknya anak tangga yang harus Ia lalui. Dan berhenti sejenak di tengah jalan, kembali menoleh pada sang Mama.

" Ma? "

" Ya, sayang? "

" Persiapkan pernikahan Abi, dalam minggu ini. Tak perlu terlalu mewah, yang penting sah. Nisa, juga tak memiliki keluarga yang begitu banyak." pintanya. Kembali berbalik dan menaiki sisa-sisa tangga terakhirnya.

Mama Sofi teecengang. Ia berusaha mencerna sekali lagi, apa yang diucapkan oleh putranya barusan. Ia pun seketika berteriak histeris, tatkala berhasil mengartikan semua kata-kata yang di torehkan Abi padanya.

"Huaaaaaaa! Aku akan punya menantu! Anakku akan segera menikah!"

Bibik pun keluar, terheran dengan dengan sang Nyonya yang tampak sangat bahagia. Bertanya kenapa pun, tak di jawabnya. Justru tangan nya diraih dan mengajaknya berjingkrak menari bersama.

"Nyonya kenapa?" tanya nya, untuk yang kesekian kalinya.

"Abi mau menikah, Bik. Abi mau menikah sama Nisa, yang kemarin Abi bawa kemari." jawabnya dengan wajah berseri-seri.

Bibik pun tampak begitu bahagia mendengarnya. Meski, kadang terbesit antara segala pertanyaan dalam benaknya."Menikah karena cinta, atau sekedar mau menutupi rumornya? Meski Bibik tahu, jika Mas Abi itu normal."

Namun, Ia tak sanggup merusak kebahagiaan itu dari wajah Mama Sofi. Hanya berusaha mendoakan yang terbaik untuk sang Abi yang masih begitu sulit melupakan trauma masa lalunya.

Sementara itu, Abi dikamar. Merenung mendengarkan suka cita sang Mama dengan sang Bibik. Kepalanya terasa berat, hingga akhirnya Ia menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya yang luas itu. Memejamkan mata, dan meringkuk memeluk lututnya dengan erat.

Sebuah tangan seolah memeluknya dari belakang. Terasa begitu lembut, dengan nafas yang berhembus di tengkuk lehernya.

"Re, maaf. Ini demi mama, dan perusahaan. Aku harus menepis semua berita miring itu." ucapnya lirih.

"Kau melupakan ku, Bi. Kau mengkhianatiku. Aku tak rela, Bi. Selamanya tak akan rela." bisik sosok itu padanya.

Abi hanya bisa menangis saat ini. Air mata nya keluar dengan begitu deras, tanpa Ia mampu membuka matanya. Menikmati setiap pelukan dan usapan lembut di tubuhnya. Meski, terkadang Ia juga takut dengan keadaan yang seperti itu.

Abi sengaja tak meraih obatnya saat ini. Abi sengaja, hanya diam dengan segala rasa takut itu. Ia hanya ingin, terlelap dengan pelukan Rere semalaman ini. Meski Ia pun sadar, jika itu hanya sebuah halusinasi yang seharunya Ia usir jauh-jauh.

"Kau akan tetap menjadi milik ku, Bi. Kau milik ku." bisiknya lagi.

**

Nisa tak ke Rumah sakit malam ini. Ia pulang kerumah, dan langsung merebahkan diri nya dintempat tidur yang kecil itu. Kecil, pengap, sempit, dan sudah tak empuk sama sekali. Kasurnya sudah mati, tak ada rasa busa lagi disana. Bertahun-tahun, Ia tidur di alas yang keras itu, mengubur segala lelahnya disana.

"Aku akan pergi. Entah kapan tak kembali, entah atau bahkan tak pernah kembali."

1
Borahe 🍉🧡
lanjut lagi dong thor sampai Dita dan Alex nikah dan sampai Nisa lahiran Pliss😍
Borahe 🍉🧡
Abi trauma dgn kejadian Rere yg kecelakaan. makanya dia tdk ingin hal tersebut terulang lagi ke Istirnya
Borahe 🍉🧡
Apaan bukan pencemburu. tp ambekan
Borahe 🍉🧡
Hahaha sabar Bu sek🤗
Desi linda Saputri
itu ulah feby pasti...
Desi linda Saputri
cari kesempatan nih si dita...sebel deh ama cwe modelan gini
Dnur
kau yg mau pergi sendiri Dita... kenapa minta dicegah? pergi ya pergi aja
Dnur
sakit yg kau buat sendiri Dita...
Dnur
dita
Dnur
nisa
herself_22
Luar biasa
Nursina
lanjutkan semangat
3sna
capek dibikin sendiri
3sna
emng blm ada kurir ya
💗 AR Althafunisa 💗
Daebakkkk 😂 Emang feeling seorang istri itu kuat ya 😌
3sna
itu bawa abinya masuk kekamar dita gimn yaa?
3sna
lha ktny dingin,,ini ramah,,,bgmn cb
Maliq kumbara: Dengan orang2 tertentu
total 1 replies
3sna
formal itu terlmbat bukan telat
3sna
nisa ambil langkah tegas abinya jg harus lebih tegas
3sna
setan itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!