NovelToon NovelToon
PELAKOR SEXY HABIISSSS....

PELAKOR SEXY HABIISSSS....

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Pelakor / Tamat
Popularitas:129.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayumi

Luna Heart namanya, cantik, sexy dan cerdas. Dibesarkan oleh keluarga kaya semenjak dia ditemukan di depan pintu rumahnya. Semenjak orang tua angkatnya meninggal dia mulai ditindas, diusir, bahkan dibunuh. Tuhan maha besar, dia ditemukan masih bernafas oleh seorang ibu. Kebaikan ibu ini dia tebus dengan cara menjual dirinya ke kota.....

Hallo reader, ini karya baruku. support ya, dalam bentuk, like, comment, gift, vote....trimakasih love you all ♥️♥️♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU TANTE DEWI

Selesai menumpahkan rasa sesak di dada, aku kembali ke belakang meja. Dirga memandangku tanpa berkata. "Ting" notif ponselku berbunyi, aku buka Whatsapp.

"Aku jemput kamu pulang kantor!!" tulisnya.

"TIDAK USAH!!" balasku sebel.

"Kamu chat dengan siapa?" suara Dirga terdengar penuh perhatian.

"Jangan terlalu jauh masuk sampai mengurusi siapa yang chat. Kau akan menderita jika sampai begitu, pikiran mu akan tidak tenang. Bayangin saja, setiap hari yang chat banyak, tidak mungkin kau tanya terus menerus."

"Orang lain semua begitu sampai tukeran akun itu hal yang wajar sayank. Aku ingin lebih tahu tentang dirimu." dalih Dirga.

"Landas kebersamaan adalah saling percaya, kalau kau tidak mempercayai pasanganmu bubar saja. Aku tidak seperti orang lain yang selalu kepo, jika aku mencintai orang, aku akan setia." jelasku supaya Dirga mengerti.

"Karena kau tidak mencintaiku, jadi kau tidak peduli terhadapku. Sedangkan aku selalu cemburu dan takut kehilanganmu." Dirga mulai kecewa.

"Jika kau kasihan padaku bebaskan aku, sudah cukup penderitaanku selama ini, jangan ditambah lagi."

"Terserah kamu dah, kau kaku dan tidak ada luwesnya sama sekali." kata Dirga menatapku.

"Makanya cari yang luwes supaya pas, sifatku sangat jelek, ini baru permulaan sejatinya sifatku jauh dari kata baģus, malah terkesan brengsek." kataku datar tanpa emosi, aku pikir jiwaku sudah mati menghadapi kondisi yang menghimpit tubuhku.

"Aku memang mencari wanita bersifat brengsek dari pada wanita sok suci dan lebay." ucap Dirga tidak mau kalah.

Sebel khan kalau sudah begini. Demi bisa terus bersamaku, Dirga jadi plin plan tidak karuan. Wibawanya lenyap gara-gara cinta.

Menyibukan diri dengan pekerjaan membuat ingatanku tentang si Yudha perlahan sirna. Istirahat sebentar untuk makan siang setelah itu aku kembali menyibukan diri di belakang meja.

Jadi orang nomer satu sangat sibuk dan telponpun tidak berhenti-henti berdering. Terakhir Dirga pamit mau rapat, dia bersama pak Marcel sebagai wakilnya. Seharusnya aku yang ikut, Dirga pasti malu membawaku karena perutku sudah terlihat buncit.

Tidak terasa Matahari sudah condong ke barat. Aku meregangkan badanku yang terasa kaku. Disamping pekerjaan menumpuk yang membuat badanku lelah, masalah yang aku hadapi juga membuat perasaanku terbebani.

Aku berdiri dan berjalan mondar mandir sebentar untuk menggerakan kaki yang terasa kaku. Kemudian aku duduk di sofa tamu. Semenjak Dirga mengajak aku kerja disini, di atas meja tidak pernah sepi makanan dan aneka buah serta minuman sehat.

Aku memilih salah satu buah untuk di makan. Tiba-tiba saja pintu di buka aku kaget melihat orang yang datang. Tante Dewi dengan seorang wanita.

"Ya Tuhan...Lunaaa...akhirnya tante menemukanmu. Tante sudah keliling mencarimu, sudah berapa uang tante kucurkan supaya bisa ketemu kamu." kata tante Dewi seraya memelukku.

Aku yang tidak menyangka akan sikap tante Dewi menjadi kaku, aku tidak bisa pura-pura baik atau menangis melihatnya. Hatiku sudah terlanjur sakit. Aku malah muak melihat sikap tante Dewi yang sok baik.

"Duduklah dengan tenang tante, ini kantor. Kalau besok-besok tante datang kesini, harus ketuk pintu kalau mau masuk supaya sopan."

"Mana sempat berpikir ketuk pintu, tante sangat ephoria menemukanmu kembali. Bagaimana khabarmu?"

"Tante lihat sendiri, aku segar bugar, setelah kalian mencoba membunuhku." jawabku menohok.

"Maafkan tante sayang, sebenarnya yang jahat paman randu, waktu itu tante tidak kuasa untuk menghalangi perbuatan mereka. Tante orang yang paling merasa berdosa ketika kamu hilang." suara tante Dewi tersendat- sendat karena menangis bombay di depanku.

"Saya bukan anak kecil tante, semua masalah yang saya hadapi sekarang muncul dari tindakan berutal saudara tante tempo hari."

"Tapi kau bersyukur Luna, kau mau dinikahi oleh bapak Dirgantara, pria kaya yang tajir melintir."

"Tante kalau sudah selesai boleh pulang, saya juga sebentar lagi akan pulang."

"Luna, tante mohon jangan melaporkan kejadian tempo hari dengan polisi, bagaimanapun juga kamu keponakan kami. Seperti menepuk air di atas dulang. Kita akan ke cipratan semua. Kita akan mendapat malu."

"Tante, sebagai rakyat yang beretika dan menjunjung tinggi ke adilan, seharusnya tante sendirilah yang melapor kejadian itu? bukankah tante juga sebagai saksi kunci, kalau tante tidak mau disebut pelaku?!"

"Tidak sangka kalau kau mulai pintar berkata-kata, seolah lupa kebaikan kami. Jika saudara kami tidak sudi mengambil kau waktu dulu, anak haram seperti kau sudah jadi santapan anjing." ketus suara tante Dewi.

"Itulah namanya nasib baik tante, kalau Tuhan tidak menghendaki, saya akan terus hidup. Supaya tidak terlalu lama saya sarankan supaya tante keluar."

Tante Dewi tiba-tiba kembali menangis sesenggukan, rupanya dia minta tanda tanganku untuk pinjam uang dan gadai Villa.

"Luna sayank, bagaimana kalau tante minta tanda tanganmu hanya sebagai saksi saja." tante Dewi lagi memelas.

"Saksi apa tante, untuk saat ini saya tidak mau ikut campur persoalan tante. Stop!! mengusik saya."

Aku sudah muak dengan keberadaan tante disini. Tapi dengan berbagai cara dia minta supaya aku menandatangani surat yang di bawa wanita temannya.

"Bu Luna mengertilah, tanpa tanda tangan ibu, hutang bu Dewi tidak bisa di lunasi, apa ibu tidak kasihan kepada tantemu sendiri."

"Itu urusan dia saya tidak ikut campur." kataku keukeuh. Tanpa aku duga tante Dewi berdiri menghampiri ku serta menjambak rambutku dengan keras.

"Aduhhh....tante." teriakku kencang.

Bertepatan dengan itu dua orang laki-laki bertatto masuk keruanganku. Aku tidak bisa berpikir ketika kedua laki-laki itu memegangku.

"Brengsekk!! ada apa ini!!" bentak Yudha menendang laki-laki yang memegangku. Aku bersyukur Yudha datang tepat waktu.

"Yudha, jangan kau bela dia." teriak tante Dewi marah. Untung Scurity juga datang, mungkin mereka mendengar teriakanku karena pintunya terbuka.

"Siapa kalian bikin kacau disini, kurang ajar, aku telpon polisi." teriak scurity ikut menyerang dua orang preman itu.

Yudha mengalingi badanku. Tante Dewi sungguh bringas dan kasar. Aku habis di caci maki. Tapi dia tidak memaki Yudha, apa dia tidak tahu bahwa Yudha itu calon ayah dari janinku? kedua preman itu lari di pentong Scurity, tinggal tante Dewi yang marah-marah.

"Ada hubungan apa kamu memarahi "istri" saya." kata Yudha marah dengan raut wajah merah padam.

Bagai di sengat listrik aku, mungkin tante Dewi juga kaget luar biasa. Beraninya dia mengatakan aku istrinya.

"Apa? jadi kau yang menghamili Luna?"

"Ya akulah orangnya dan siapapun yang berani mengganggunya hadapi aku." suara Yudha gemetar.

"Tapi Luna kepunyaan Dirga." kata tante Dewi samar seolah kepada dirinya sendiri.

"Siapapun boleh mengatakan dirinya mempunyai hubungan dengan Luna, tapi pada akhirnya aku suaminya." kata Yudha pedas.Tidak tahu lagi aku harus bagaimana, aku takut Yudha kecewa atau Dirga kecewa.

"Aku perlu menghubungi Hanun atas pristiwa yang aku tidak duga ini." kata tante Dewi keluar dari ruanganku.

"Maafkan aku jika telat datang." kata Yudha memelukku. Aku tidak kuasa menolak pelukannya dan ciumannya. Aku betul-betul mencintainya dan merasa nyaman berada disisinya.

"Maukah kamu tinggal bersamaku, aku akan menyewa bodyguard untukmu."

"Trimakasih kau telah membantuku, aku bisa menjaga diriku."

****

1
Maghfirah Azizah
aduhhh luna nasibmu, 😭😭
Maghfirah Azizah
yahhhh sayang banget, kok bisa diketemuin lagi sih sama yudha 😣
Maghfirah Azizah
kasihan luna
Maghfirah Azizah
ihhh gedegsama yudha, mulutnya pedes
Maghfirah Azizah
jaga terus luna ya bibi, jangan sampai luna putus asa
Maghfirah Azizah
pengen cubit ginjalnya yuda 😡
❦ ⃟ ⃟🌠༊⃝𖥯ilha࿔⏤͟͟͞R✰͜͡w⃠ঔৣ꧂
Mangat sll kk Yumi
.
lunas kamu harus tetap waspada
.
dasar yudha,, pinter banget ngerayu...
.
yach ketahuan
Maghfirah Azizah
katanya cinta tapi selingkuh hadehhhh gedeg ya
Rini Haryati
bagus
semangat
makasih
sukses
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
pernikahan sakral.di hadapan Tuhan, jangan dibuat permainan
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
pengorbanan dengan mengumpankan diri pas pak Lukas
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Aku bingung ma luna, klu sama yudha kok jd plinplan yah, jangan lah ke mkn bujukan lelaki, hati org siapa tau, ambil yg pasti2 aja
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw... Ada drakula noh.. Maka nya leher merah😁
💐
kasian luna🥺sabar ya lun paman nya kejam banget dah🙄
💐
wah luna ada di bali mau juga dong ke Bali🙈
💜⃞⃟𝓛🍌 ᷢ ͩ 🇦 🇷 🇦
ngapain yudha ke rumah valeria????
💜⃞⃟𝓛🍌 ᷢ ͩ 🇦 🇷 🇦
ceraikan saja untuk apa di pertahankan lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!