NovelToon NovelToon
Mantan Jadi Mertua

Mantan Jadi Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Balas Dendam / Mafia / Menantu Pria/matrilokal / Dosen
Popularitas:359.4k
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Terima kasih mantan sudah melahirkan jodoh ku.

Geli-geli sedap, rasa asam, asin, pahit jadi satu.

Apa jadinya jika kamu jatuh hati pada mantan kekasih Mama mu?

"Ingat Vano kau sudah pernah merebut miliki, dan kali ini aku bukan merebut milik mu. Tetapi aku meminta anak mu, wanita yang aku cintai sebagai pendamping hidup ku!" Papar Firman.

Zie terperangah ketika mendengar kenyataan besar.

"Firman mantan kekasih Bunda?"


Bertahan sulit, di tinggalkan pun sakit, kenapa harus mencintai mantan kekasih wanita yang melahirkan nya?

Dan bahkan hubungan nya sudah sampai di atas ranjang.

"Tinggalkan dia Zie!" Titah sang Ayah.

"Anak mu sedang mengandung anak ku!" Tandas Firman.

Degh!

Akankah Zie dan Firman bersatu dalam ikatan pernikahan dan mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.

Lantas bagaimana dengan janji yang pernah Ziva ucapkan saat berpisah dari Firman beberapa tahun lalu?

Akankah Firman menangih janji itu.

Catatan : Yang anti 21+ tolong minggir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Beberapa hari lagi Zie akan dinikahkan dengan seorang pria pilihan Vano, seorang CEO di perusahaan cabang.

Tentunya tidak akan ada yang bisa menolak tawaran tersebut namun, siapa sangka rencana itu sampai di telinga Firman.

"Benarkah?"

Firman tersenyum miring, sepertinya Vano sedang menganggap nya remeh. Sudah pernah mengalah melepaskan Zivanya untuk Vano dan kali ini tidak akan mengalah lagi dengan lelaki sama yang akan menikahkan Zie dengan pria lain.

"Cari tahu tentang pria itu dan seret dia ke hadapan ku!"

Rian mengangguk mengerti, segera melakukan perintah dari Firman.

Menyeret hidup-hidup calon suami yang di carikan Vano untuk Zie.

***

"Darmawan, kalau kamu mau menikahi putri ku, kamu akan mendapatkan salah satu anak perusahaan ku," Vano menawarkan sebuah perusahaan nya untuk pria tersebut.

Siapa yang tidak tergiur akan itu semua, bahkan anak dari presdirnya juga sangat cantik.

"Saya setuju Pak Presdir," sahut Darmawan dengan senyum bahagia.

"Bagus, besok kalian anak menikah!" Papar Vano.

"Iya."

Darmawan langsung menyetujui permintaan Vano, lebih cepat juga akan lebih baik.

Setelah pembicaraan selesai Vano segera pergi meninggalkan perusahaan, hatinya merasa ini adalah jalan tepat. Selama ini pun Darmawan terkenal baik dan bijak.

Dari pada Zie menikah dengan Firman, lebih baik menikah dengan pria lain sekalipun ia harus merelakan salah satu dari perusahaan.

Darmawan pun begitu bahagia, kabar baik ini akan ia sampaikan pada kedua orang tuanya. Segera pulang ke rumah dan menceritakan segalanya.

Tetapi siapa sangka di tengah perjalan pulang ada sebuah mobil melintang di tengah jalan saat mobilnya tengah melaju dengan kecepatan sedang.

Cittt.

Terpaksa Darmawan mengerem mobil dengan mendadak, demi menghindari kecelakaan.

"Siapa yang mengemudi di depan, goblok sekali!" Umpat Darmawan sembari turun dan ingin menghampiri pengemudi mobil sialan tersebut.

Tok tok tok.

Dengan berani tanpa ada rasa takut Darmawan mengetuk kaca mobil, menantang siapa saja si pengemudi yang sudah berani membuat waktunya terbuang sia-sia.

Dalam pikiran Darmawan kini ia adalah seorang calon menatu keluarga Zavano, siapapun akan takut pada dirinya.

Derajatnya seketika naik, tak ada lagi keluarga sederhana. Kini berpindah menjadi keluarga bahagia dengan bergeming harta, sombong sudah lumrah toh sudah kaya raya.

"Brengsek turun!!!" Seru Darmawan.

Firman segera membuka pintu mobilnya, lalu turun dengan perlahan.

Menatap pria di hadapannya dengan tubuh lebih kecil darinya menurutnya tidak sulit menghadapi 10 pria seperti di hadapannya.

"Hey, kau tidak tahu siapa saya!"

Darmawan membentak Firman dengan nada suara tinggi, tidak perlu takut pada siapapun baginya kini derajat bukan lagi dari kalangan menengah.

Tapi melambung tinggi dalam sekejap karena, akan segera mempersunting seorang wanita anak konglomerat, bukan hanya kaya harta tapi kecantikan nya juga seperti bidadari.

"Apa selain tolol, telinga mu juga tuli!" Sergah Darmawan lagi dengan sinis.

Firman bersandar di bagian depan mobilnya, kacamata hitam pekat tak juga lepas dari matanya. Bahkan kedua tangannya di lipat di dada dengan santai, seakan membiarkan pria sombong di hadapannya bahagia sejenak karena akan menikahi Ziezie Zavano.

"Kau? Sepertinya kita pernah bertemu?" Darmawan berusaha mengingat siapa pria di hadapannya, "kau Firman?" Darmawan dengan bangga mengingat siapa pria tersebut.

Tetapi sesaat kemudian ia tersenyum miring, jika dulu Firman adalah CEO yang ditakutkan dan disegani tapi kini sepertinya berbalik sebab, Firman lah yang harus segan pada dirinya.

"Cepat minta maaf!!!"

Geram Darmawan karena, Firman masih berdiri santai dengan senyum seakan tak perduli padanya.

"Jika selama ini kau bisa angkuh seperti ini, tapi tidak dengan sekarang! Sekarang saya adalah calon menantu keluarga Zavano."

Darmawan merapikan kerah jasnya, membanggakan diri seakan Firman bukan apa-apa.

"Kau tau kan? Siapa itu calon mertua ku?"

"Siapa dia?" Tanya Firman santai sambil membuka kaca mata.

Darmawan berjalan mendekati Firman, pria di hadapannya sangat menjengkelkan.

"Tidak usah pura-pura bodoh, singkirkan rongsokan ini dari hadapan mu, karena mobil mu itu mobil ku terhalang!"

Darmawan menendang ban mobil Firman.

Firman mengangkat sebelah alisnya, melihat mobilnya sejenak, kemudian menatap mobil milik Darmawan. Firman tersenyum miring, rongsokan dari mana? Sedangkan bandingan mobil mereka saja kalah jauh.

10 seperti mobil Darmawan sama dengan satu mobil Firman. Tanpaknya Darmawan tak tahu apa-apa mengenai harga mobil.

"Calon OKB," kata Firman dengan santai.

"Bacot! Menyingkir dari hadapan ku."

"Batalkan pernikahan mu dengan anak Presdir mu itu!" Ujar Firman memberikan peringatan awal.

"Apa? Dasar gila!"

Firman merasa terlalu lama berbasa-basi dengan Darmawan sangat membuat waktunya terbuang sia-sia.

Buk.

Buk.

Buk.

Buk.

Darmawan terkapar di jalan, Firman tak memberikan ampun sedikit pun. Seketika ia memutar tangan Darmawan kebelakang hingga mengaduh.

"Jika kau masih ingin hidup, batalkan pernikahan itu, atau kedua orang tua mu, adik mu akan akan ikut merasakan penderitaan!" Ancam Firman.

Sedangkan Rian mengambil ponselnya dan menunjukan rekaman di mana kedua orang tua Darmawan tengah di ancam oleh Rian beberapa saat lalu.

Terserah orang berkata apa, tetapi tidak ada yang boleh memiliki Zie selain dirinya. Siapapun bisa habis di tangan Firman tanpa kecuali.

"Baiklah, aku tidak akan menikahi anak Presdir ku, tapi lepaskan aku, dan jangan sakiti keluarga ku," Darmawan menghiba mengharapkan belas kasih dari Firman untuk tidak menyakiti keluarganya.

"Bagus!"

Buk.

Firman kembali menendang Darmawan.

"Cepat temui Vano dan katakan kau membatalkan pernikahan itu, sekarang!" Titah Firman tidak ingin di bantah.

"Tapi-"

"Sekarang, atau kau aku lenyapkan saat ini juga!"

"Ikuti saja kata bos ku, atau?" Rian ikut tersenyum miring.

"I-iya!"

Segera Darmawan masuk kedalam mobilnya dan melajukan dengan kecepatan tinggi segera kembali menemui Vano.

"Bagus! Ini tidak seberapa bila dia menantang ku!"

Firman menatap mobil Darmawan yang sudah melesat dalam waktu hitungan detik, semoga pria sombong itu tidak lagi berani atau bermimpi menjadi suami Zie.

***

Sampai di perusahaan Zavano, Darmawan langsung kembali masuk keruang Presdir. Baru saja beberapa saat lalu, Darmawan meninggalkan Perusahaan kini kembali lagi bahkan dalam keadaan babak belur.

"Pak Presdir saya menolak menikah dengan putri anda," kata Darmawan langung.

Vano yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya baru menyadari Darmawan sudah berada di hadapannya. Entah sejak kapan tapi wajah pria itu sudah babak belur.

"Pak, Presdir jangan bunuh saya, tapi saya tidak bisa melanjutkan rencana pernikahan saya dan putri anda," ujar Darmawan lagi dengan terbata-bata.

Vano menatap penuh tanya, beberapa saat lalu Darmawan bahkan begitu bahagia.

"Apa kau sedang bermain-main dengan saya?!" Tanya Vano dengan suara dingin merasa di rendahkan oleh Darmawan.

"Tidak Pak Presdir, tidak......" Darmawan tidak menyangka jalan hidup nya bisa begitu rumit, "saya permisi Pak Presdir!"

"Apa yang terjadi?" Vano berpikir keras sambil memijat kepalanya.

1
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
hellooooo
Triya Abdullah
sudah baca 2x..masih belum up thor. niat bikin cerita gk sie thor
ririnyulistiana
waahhh.... bener2 digantung nih,, sama kak author. kpan nih dilanjutnya 🤔🤔🤔
Fitriyanti Siregar
Luar biasa
Yantisejati
paling belum di apa2in,itu modusnya pak firman
Yantisejati
aduh zie,pak firman panas dingin lho
Yantisejati
zie2 bar2 🤣🤣🤣
Ntwr Tania
kok ndak ada lanjutannya y thor crita ini
Wati Frindiyadi
ngegantungggg.....semoga author di kasih sehat dan inspirasi buat lanjutin novel ini
Wati Frindiyadi
ceritanya tamat apa belom ya ini ??
Yani
Ngak ada kelanjutannya
Lavender twins
ya ampun thor
cerita nya seru banget
tp koq gag ada kelanjutannnya ya???
tolong la thor lanjut lagi cerita nya
pleeaseee 🙏🙏🙏
aq memohon ya thor....
penasaran banget soalnya
gmn zie selanjutnya dan gmn alma juga 😭😭😭😭
Lavender twins
mana oma" gesreknya
dan mana aran dan arman
Alya Yuni
Ak bls bca suka membuli orng aku pling bnci cukp ya tdi ingat gk pembulian e taunya ada
Liana Hermawan
ini blm di update lagi ya,kapan di update nya
Tiar 185
ini ko ga ad lnjutan nya sih udh lama bgt ak tunggu tunggu dlnjut nya
ig : linakrl2802
iniii kelanjutan nya dimana ya Thor
violet
menurutku lebih kasian zie, dia nggak tau apa-apa, Krn cinta sepihak dr firman jadi terjebak, membuat kecewa keluarga bahkan hrs menikah dgn orang yg tdk dicintainya.
Tha Ardiansyah
hello thorr.... kemana kah dirimu
Titik Subekti
lama banget up nya thor
kangen lanjutanya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!