Nama nya Vidya, ia salah satu anak cerdas namun terasingkan oleh keluarga nya sendiri.
Dengan sikap acuh sang ibu, kakak yang selalu membully nya entah itu di rumah atau pun di sekolah.
Terlebih lagi sang ayah yang sibuk bekerja dan hanya mementingkan Lidya dan sang kakak nya saja.
Iya Vidya itu merupakan anak bungsu di dalam keluarga Luke. Tapi di keluarga tersebut bagaikan yang anak bungsu itu adalah Lidya.
Walaupun sikap keluarga nya seperti itu tapi Vidya tak pernah sekali pun membenci mereka karena bagi Vidya tanpa mereka ia tak bisa ada di dunia ini.
Vidya hanya bisa berdoa dan berusaha agar suatu saat nanti ia dapat terlihat di mata sang ayah dan ibu nya.
Di dalam rumah tersebut hanya 2 pembantu nya yang menyayangi Vidya selama ini hingga sekarang ia bertumbuh menjadi gadis cantik yang duduk di sekolah menengah atas.
Vidya hanya mempunyai 1 orang sahabat di sekolah nya yaitu Airin, orang yang selalu membela nya dikala ia di bully.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikan
Sedangkan di kediaman rumah besar Lizama sedang ramai dengan kehadiran sang cucu kembar nya, iya tuan Lizama sangat kesepian pada saat di tinggal sang istri tercinta walaupun itu sudah lama berlalu namun tak pernah terbesit sedikit pun di pikiran nya untuk mencari istri baru, justru ia mengalihkan kesedihan nya dengan fokus pada kebahagiaan kedua putra nya dan lebih memilih untuk memajukan kerajaan bisnis nya hingga sekarang semua orang mengenal siapa itu Rusdian Lizama namun ia dan kedua putra nya tak pernah mau muncul ke hadapan publik kecuali sang asisten kepercayaan nya yang selalu menghandle semua nya.
Di usia nya yang sudah tak lagi muda sekarang ini, ia hanya fokus untuk mengurus hidup nya saja di hari tua nya.
"Kakek, ayo kita ke taman lihat ikan" ucap Rhyana dengan bawel nya.
"Tidak kek lebih biak kita ke perpustakaan kakek saja, Rhe ingin membaca di sana" ucap Rheana yang tak mau kalah dari sang adik dan untuk urusan hoby memang mereka bertolak belakang sekali.
Dan terjadi lah tarik menarik dengan sang kakek yang menjadi korban kedua cucu nya itu. Rusdian pun sangat menikmati bermain bersama kedua cucu yang super duper aktif itu hingga ia pun harus memanggil asisten nya untuk menemani ia menjaga dua cucu kembar nya.
Sedangkan para orang dewasa sedang ngumpul di ruang keluarga termasuk juga Rara, mereka membahas kelanjutan kasus si kembar mau bagaimana.
Rara yang sebagai dari ibu si kembar sangat ingin untuk melanjutkan kasus ini tanpa peduli mau mereka pelajar atau pun bukan karena bagi nya kesalahan mereka harus di pertanggung jawabkan.
Sedangkan suami dan adik ipar nya tak setuju karena mereka masih mempunyai belas kasihan, mereka pun sudah menyelidiki keluarga dari pelaku tersebut.
Yang salah satu nya hanya dari keluarga sederhana, tentu yang mereka maksud itu Bella dan tentu juga mereka menyelidiki keluarga Lexa karena walaupun ia tak terlibat tetap saja ia ada di lokasi saat terjadi penganiayaan juga bukan nya ia menolong justru hanya menonton dengan acuh tak acuh, saat Rara melihat rekaman itu ia geram karena bagi nya tak ada kah rasa kasihan yang di miliki oleh Lexa sangat di sayangkan sekali walau ia tidak ikutan namun dengan seperti itu ia juga ikut mendukung teman nya berbuat seperti itu walaupun dengan diam saja di pojokan.
Dan sekarang mereka hanya tinggal minta pendapat kepada sang ayah saja sebagai yang paling tua, mungkin tanpa mereka bilang pun pasti Rusdian sudah tahu apa yang terjadi dengan kedua cucu nya dan mungkin juga ia sudah mengambil tindakan.
Namun mereka tak tahu mengapa sikap sang ayah masih terlihat santai dan tenang tak ada yang bisa menebak raut wajah nya.
"Jadi gimana mas, mba?" tanya Rhayi pada dua orang yang berada di ruang keluarga tersebut.
"Aku sih tetap pada keputusanku, terserah apa katamu mas. Bukan maksud aku sebagai istri ingin melawan tapi aku hanya ingin keadilan untuk kedua anak kita itu saja tidak lebih" gumam Rara yang tak sependapat dengan mereka berdua.
Rusdian dan si kembar pun lewat depan mereka karena ingin menuju ke arah taman samping rumah mereka. Dan ketiga orang itu seperti ingin mengucapkan sesuatu namun sang ayah hanya melihat dan melanjutkan jalan nya seperti ingin memberitahu mereka jika ia ingin menghilangkan trauma pada diri kedua cucu kembar nya dengan mengalihkan pada keadaan sekitar nya yang membuat si kembar merasa nyaman dan aman.
Mereka bertiga pun seolah mengerti dengan arti dari kode yang di maksud sang ayah sehingga secara bersamaan mereka menganggukkan kepala nya, setelah itu Rusdian fokus lagi pada kedua cucu nya.
"Kek, aku mau buah anggur itu" tunjuk Rheana pada pohon anggur yang berbuat dengan sangat lebat di halaman samping rumah sang kakek.
"Iya kek, Rhy juga mau buah lengkeng itu" tunjuk Rhyana tak kalah dari sang kakak, ia menunjuk pada pohon lengkeng yang tak jauh letak nya dari pohon anggur.
Memang rumah sang kakek banyak di tanami pohon buah di samping rumah nya, karena Rusdian pikir lebih enak dan sehat makan buah langsung yang dari pohon nya.
Sehingga ia pun tak perlu membeli buah ke supermarket jika ia atau pun kedua putra nya menginginkan. Untuk para pembantu maupun supir ataupun juga satpam di bebaskan untuk mengambil jika mereka menginginkan nya, Rusdian sama sekali tak pernah membatasi untuk para pekerja nya.
Sehingga membuat orang yang bekerja di kediaman rumah besar Lizama sangat betah karena sang majikan yang begitu baik dan tak pernah membandingkan untuk pekerja junior maupun senior, semua fasilitas di sama ratakan.
"Tunggu sebentar ya, biar kakek panggil tukang kebun dulu untuk mengambilkan nya untuk kalian berdua" sahut Rusdian menjawab keinginan kedua cucu nya.
"Tapi kek, kita ingin kakek sendiri yang mengambilkan nya bukan tukang kebun kakek itu" ucap si kembar entah kenapa bisa secara bersamaan.
Rusdian pun langsung saja berfikir, di umur nya yang sudah tua harus memanjat pohon lengkeng untuk mengambil nya kalau untuk pohon anggur mungkin ia bisa untuk mengambilkan nya dengan memetik nya karena masih termasuk pendek tapi tak bisa di bayangkan jika ia harus mengambil lengkeng untuk cucu bungsu nya itu.
Rusdian coba bernegosiasi pada kedua cucu nya itu dengan mengalihkan nya pada tujuan awal mereka.
"Cucu nya kakek lebih baik kita langsung melihat ikan di sana saja, kemarin kakek ada beli ikan baru loh lucu lagi" ucap Rusdian yang mengarah pada mereka berdua.
"Kalian tak ingin memberi nya nama kah atau ingin bermain bersama ikan-ikan itu" lanjut Rusdian kembali.
"Jadi lebih baik kita tunggu di sana saja dn biarkan tukang kebun yang mengambilkan buah kalian nanti bibi yang akan mengantarkan kepada kalian" jelas Rusdian agar di mengerti cucu nya.
"Baiklah kek, ayo kita ke sana sekarang" ucap Rhyana yang seketika saja menjawab sedangkan Rheana masih memperhatikan pohon anggur hijau itu yang begitu sangat lebat dan menggiurkan untuk di cicipi nya.
"Ayo Rhe, tenang saja tak akan lama kok" ucap Rusdian kepada cucu sulung nya itu.
"Nanti kakek pinjamkan buku baru untukmu yang berada di perpustakaan" ucap Rusdian mengerti jika cucu nya yang satu ini seperti nya sudah tertarik pada bisnis pada umur nya masih sangat kecil.
"Oke, ayo kita ke sana kek" ucap Rheana yang langsung bersemangat begitu kakek nya bicara seperti itu.
semangat thor 💞
sehingga dia kayak orang hilang ingatan
sampai tidak tau orang di mimpinya
smg cepat mengingat kembali.
sepertinya Vidya bukan saudara kandung lydia, makanya si vydia, mendapatkn perlakuan yang berbeda.
gk bs dbayangkn klo aku berada di posisi vidya, smoga vidya bs menemukan kebahagiaan
Kakak nya gitu astaga pelan dikit ketuk pintunya
Entah masalalu apa yang membuatnya dikucilkan oleh keluarganya ..