Lin Chen seorang Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga telah kembali.
Terlahir dengan kondisi tubuh khusus membuat Lin Chen tidak dapat berkultivasi, hingga suatu keberuntungan mengubah hidupnya menjadi seorang kultivator.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 57. Kemunculan Serigala Iblis Merah
Lin Chen terus bergerak dengan kecepatan penuh, setelah perjalanan nya tertunda selama satu minggu lebih, Lin Chen berniat untuk segera tiba di kota selanjutnya.
" Swusshh....." Lin Chen terus bergerak tanpa istirahat, bahkan sudah dua hari berlalu setelah dia pergi meninggalkan kota awan panas.
Satu hari kembali berlalu, Lin Chen yang sedang bergerak dengan cepat untuk segera tiba di kota Yan, tiba-tiba menghentikan gerakannya.
Dengan waspada Lin Chen mencoba menyebarkan persepsinya untuk mengetahui situasi di hutan tersebut.
" Aura yang sangat mengerikan, aku dapat merasakan energi Qi di tempat ini sangat berbahaya." Ucap Lin Chen yang merasa kurang nyaman.
Merasa jika berdiam diri terlalu lama akan membahayakan dirinya, Lin Chen mulai kembali bergerak.
Namun, baru saja Lin Chen pergi sekitar lima ratus meter dari tempatnya berhenti sebelumnya. Datang segerombolan serigala merah bertanduk satu dengan taring panjang melesat ke arahnya.
Lin Chen menatap tidak percaya. " Bagaimana bisa di tempat ini ada Serigala iblis merah, binatang buas yang kabarnya sangat mengerikan."
Melihat serigala iblis merah yang menuju ke arahnya, Lin Chen segera bergerak dengan menggunakan Langkah Dewa Naga untuk menghindarinya.
" Swusshh...." Cakar serigala iblis merah mengenai udara kosong, lalu bergerak kembali mengejar Lin Chen yang terus menghindar.
" Tidak ada pilihan, aku harus membunuhnya dengan cepat atau akan datang serigala iblis merah lainnya."
Lin Chen mengeluarkan pedang Naga Abadi dari cincin penyimpanan, dengan menyalurkan energi miliknya, Pedang Naga Abadi kini mulai di selimuti energi berwarna keemasan.
" Swusshh...." Lin Chen menggunakan langkah sunyi membuat tiga serigala iblis merah yang menyerangnya tidak dapat mengetahui pergerakannya.
Dengan sekali sabetan pedang, Lin Chen mengarahkan pada bagian tanduk serigala iblis merah.
" Bagian tanduk serigala iblis merah adalah kelemahannya. Andai saja aku tidak memiliki pengetahuan yang luas, akan sangat sulit untuk membunuh mereka semua." Batin Lin Chen dengan terus bergerak menghindari serangan.
Benar saja, saat tanduk serigala iblis merah terpotong, mereka seakan kehilangan kekuatan miliknya.
Meski begitu, mereka masih dapat bergerak dengan cepat menggunakan tenaga nya yang lebih kuat di bandingkan hewan buas lainnya.
" Aaaauuuu...." Serigala iblis merah meraung dengan marah.
Kemudian tiba-tiba mereka semua merubah wujud, hingga terlihat serigala iblis merah yang memiliki tinggi sekitar sepuluh meter dengan lebar lima meter.
Matanya yang tajam menatap marah ke arah Lin Chen.
" Cih! Kalian yang mengganggu perjalanan ku, seharusnya aku yang marah bukan kalian!" Lin Chen dengan mendengus kesal.
Seperti mengetahui apa yang di ucapkan oleh Lin Chen, ketiga serigala iblis merah mulai melesat dengan melepaskan bola-bola yang muncul di sekeliling tubuhnya berwarna merah darah.
" Dhuaaarrrr....."
" Dhuaaarrrr...."
Suara ledakan terdengar sangat keras, membuat hutan di sekitarnya hancur berantakan.
Lin Chen terus menghindar, namun tiba-tiba dia merasakan udara di sekitarnya berubah.
Hingga tidak lama kemudian, muncul puluhan hewan buas yang memiliki mata merah darah. Dengan raungan serigala iblis merah, puluhan hewan buas bermata merah melesat ke arah Lin Chen dengan melepaskan serangan.
Lin Chen segera menggunakan Tapak Dewa Naga untuk menghancurkan serangan puluhan hewan buas.
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi saat serangan mereka saling bertemu. Lin Chen terlempar mundur beberapa meter.
" Sangat kuat! Ini yang membuat mereka menjadi hewan buas yang mengerikan. Menggunakan energi Qi iblis merah yang mampu membuat hewan buas lainnya berada di bawah perintah nya." Lin Chen dengan membatin, kemudian segera bangkit kembali.
Dengan tatapan mata yang tenang, Lin Chen mulai melepaskan Aura Dewa Naga untuk menghalau energi Qi iblis merah yang mulai mengganggu dirinya.
" Baiklah, saatnya sedikit berolahraga." Ucap Lin Chen dengan tersenyum tipis.
" Swusshh...." Dengan melepaskan aura dewa naga dan tingkat kultivasinya. Terlihat perubahan bola mata Lin Chen yang kini memancarkan cahaya keemasan dengan lingkaran mata merah.
Puluhan hewan buas melesat dengan kecepatan tinggi kembali menyerang Lin Chen.
Lin Chen menatap hewan buas yang menuju ke arahnya dengan tersenyum. Lin Chen sendiri sangat yakin untuk mengalahkan hewan buas yang berada pada tingkat Kaisar hingga spiritual itu dengan sedikit usaha. Begitu juga mengalahkan tiga serigala iblis merah yang mulai melemah setelah terpotong tanduknya.
Hanya saja, Lin Chen masih sedikit waspada jika nanti nya akan muncul serigala iblis merah lainnya.
" Kalian semua benar-benar menyebalkan!" Dengus Lin Chen yang merasa waktunya untuk beristirahat kini terbuang untuk melayani mereka bertarung.
Sudah tiga hari Lin Chen melakukan perjalanan tanpa istirahat melewati beberapa kota dan hutan, hingga akhirnya kini dia hampir tiba di kota besar di benua timur, yaitu kota Yan.
Lin Chen menutup kedua matanya, terlihat pedang Naga Abadi mulai bergetar dengan aura yang keluar dari dalamnya.
" Saatnya mencoba teknik pedang Naga Abadi." Ucap Lin Chen, yang kemudian menghilang dari tempatnya.
" Swusshh...." Lin Chen muncul di samping kiri salah satu hewan buas yang memiliki kekuatan tingkat Spiritual.
Dengan sekali ayunan, terlihat cahaya keemasan yang keluar melesat dengan sangat cepat.
Lin Chen terus bergerak dengan cepat berpindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya menggunakan langkah dewa naga.
Setiap dirinya berpindah, Lin Chen akan melepaskan serangan pedang Naga Abadi ke arah hewan buas.
" Dhuaaarrrr...."
" Booomm...."
Satu persatu hewan buas terlempar dengan tubuh terpotong menjadi dua bagian.
Ketiga serigala iblis merah yang melihat bagaimana Lin Chen membantai pasukan miliknya dengan mudah, hanya mampu menatap dengan kaget.
Tidak ingin pasukan miliknya terbunuh, ketiganya segera melesatkan serangan ke arah Lin Chen.
Lin Chen yang melihat serangan datang ke arahnya tersenyum tipis, dengan menggunakan Tapak Dewa Naga, Lin Chen menghancurkan serangan ketiga serigala iblis merah dengan mudah.
" Segera panggil komandan, sepertinya pemuda itu cocok untuk di gunakan pengorbanan darah pemimpin." Ucap salah satu dari iblis merah darah berbicara menggunakan bahasanya.
Lin Chen yang melihat tingkah yang mencurigakan dari mereka, segera bergerak ke arah nya dengan melepaskan energi pedang keemasan yang membentuk sabit.
" Dhuaaarrrr....." Serangan pedang Lin Chen melempar ketiganya yang tidak mampu menghindar.
Lin Chen kembali bergerak dengan mengayunkan pedang ke arah hewan buas yang masih hidup.
Hingga saat tiba di dekat ketiganya, Lin Chen melepaskan Auman Dewa Naga, lalu mengkombinasikan dengan serang Tapak Dewa Naga.
" Roooaaarrrhhh......"
Dari kehampaan, muncul tapak dengan sisik naga yang mendominasi membuat tekanan di sekitarnya menjadi begitu mencekam.
" Dhuaaarrrr....." Ledakan keras kembali terjadi membuat pohon-pohon di sekitarnya hancur.
Terlihat ketiga serigala iblis merah yang kini mengeluarkan darah dari seluruh tubuhnya.
Lin Chen mengeluarkan api berwarna merah kehitaman, lalu melemparkan ke arah mereka.
" Swusshh....."
" Booomsssss...." Ledakan keras membuat kawah besar dengan ketiga serigala iblis merah yang terbakar. Tidak lama kemudian semua hewan buas dan ketiga serigala iblis merah terbunuh.
Lin Chen segera membersihkan jejak pertempuran, lalu pergi dari tempat itu sebelum serigala iblis merah yang memiliki kekuatan lebih tinggi datang.
" Mungkin aku akan menyelidiki masalah ini, tetapi tidak untuk saat ini." Lin Chen dengan melesat meninggalkan tempat tersebut.
Lin Chen berfikir jika ini bukan lah masalah yang kecil, hingga dia harus mengetahui rahasia di balik kemunculan serigala iblis merah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebelumnya ada kesalahan kota, seharusnya Lin Chen berada di kota Awan panas bukan di kota Giok.
Like & Komen untuk menambah semangat author untuk tetap update. Thanks 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Berhenti tengah jalan...