NovelToon NovelToon
Suamiku Gemulai

Suamiku Gemulai

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Romansa / Tamat
Popularitas:27.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: lena linol

Warning ya!!!
Anget-anget kuku, bikin gerah, ketawa, dan menangis.


Harap baca 'My Sexy Old Man' agar mengenal karakter protagonis prianya.

Emanuel adalah pria yang gemulai yang mempunyai sifat yang lembut bagaikan kapas.

Sedangkan Afika larasati adalah gadis kecil yang baru berusia 17 tahun itu mempunyai sifat yang keras, tomboi dan jago bela diri.

Bagaimana jika dua manusia berbeda karakter itu di satukan dalam ikatan pernikahan?

Bagaimana kisah selanjutnya?

Penasaran? Yuk simak terus kelanjutannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi pejantan tangguh

Bondan menggiring menantunya itu menuju ruangan pribadinya. Sejak tadi Bondan mengetatkan rahangnya setelah tahu kejadian yang menimpa anak dan menantunya. Ya, Fika sudah menceritakan semua dan tentu saja hal itu membuat Bondan meradang hingga saat ini.

"Ayah ini—" Ema ternganga saat memasuki ruang pribadi Bondan yang ternyata adalah tempat latihan Ayah mertuanya itu untuk menguatkan otot.

Bondan membangun ruangan pribadinya itu di belakang rumahnya, maka dari itu ruangan tersebut cukup luas. Disana ada berbagai macam alat olah raga berat dan juga beberapa samsak tinju yang menggantung disana.

"Jangan banyak tanya!! Dan berlatihlah untuk menjadi pria sejati mulai saat ini!" Sahut Bondan tegas, berjalan menuju lemari yang ada di sudut ruangan itu, kemudian Bondan membuka lemari tersebut dan mengambil sesuatu dari dalam sana. Entah apa yang diambil Ayah mertuanya itu, Ema hanya memperhatikannya dari jauh saja dan matanya menelusuri setiap sudut ruangan itu.

"Kemarilah." Panggil Bondan, kemudian Ema berjalan mendekati Ayah mertuanya.

"Ganti pakaianmu dan juga gunakan ini." Bondan memberikan setelan baju olah raga dan juga sepasang sarung tinju kepada menantunya.

"Iya, tapi menggantinya dimana?" Tanya Ema, setelah menerima pakaian olah raga itu beserta sarung tinjunya. Karena yang dilihat Ema, diruangan itu tidak ada toilet atau ruang ganti.

"Ya, disinilah." Jawab Bondan.

Aduh, gawat! Di dadaku 'kan banyak tanda merahnya. Batin Ema.

"Aku mau ganti di dalam rumah saja ya, Yah." Ucap Ema.

"Hih, kita ini sama-sama pria jadi tidak perlu malu seperti itu, jadi ganti sekarang karena aku tidak ingin membuang waktuku." Ucap Bondan, tidak ingin di bantah.

"Ya, tapi 'kan—"

"Ganti sekarang!!!"

"Ah, iya ya ya." Sahut Ema cepat dan segara membuka baju dan celana hingga menyisakan boxer berwarna hitam.

"Wow, dari bentuknya sepertinya punyamu besar juga ya." Ucap Bondan, memperhatikan sesuatu dibawah sana.

"Ayah! Aku masih normal." Sungut Ema, lalu membekap burung elangnya yang bobo ganteng di dalam sangkarnya.

"Aku hanya memastikan saja, putriku puas tidak dengan pria sepertimu." Sahut Bondan tak kalah kesal.

"Tentu saja puas. Karena terlalu menikmati, putrimu sampai memberiku banyak tanda di dadaku ini." Balas Ema dengan bangga, sembari menunjukan beberapa tanda merah yang ada di dadanya.

Mata Bonda terbelalak saat melihat ada beberapa tanda cinta disana.

Ternyata putriku sangat ganas sekali. Batin Bondan.

"Bagaimana? Apa Ayah sudah percaya? Jika burung elangku ini tidak perlu di ragukan lagi kekuatannya." Tanya Ema pongah, membuat Bondan memalingkan wajahnya kesal.

Ema tersenyum puas saat melihat wajah Ayah mertuanya kesal, kemudian ia segera memakai pakaian olah raganya.

"Dasar menantu edan." Gerutu Bondan, dan tentu saja tidak di dengar oleh Ema.

*

*

*

Disisi lain Fika tengah membereskan kamarnya agar nyaman di tempati oleh suaminya nanti. Karena Fika dan Ema akan menginap disana beberapa hari kedepan. Ya, setelah berbicara dengan Ayahnya. Bondan menyarankan mereka untuk tinggal beberapa hari disana agar ia bisa melatih menantunya itu menjadi pejantan tangguh.

Dan untuk seragam sekolah, peralatan sekolahnya, dan juga pakaian suaminya, Fika meminta bantuan Bibi untuk mengantarkannya sore nanti.

"Semoga ini awal yang baik, untuk memperkuat cinta kita." Gumam Fika, sembari memasang sprei bermotif Dora ke kasurnya.

Setelah selesai membersihkan kamarnya, Fika menuju dapur ingin membuat minuman dingin untuk dua pria yang terpenting dalam hidupnya. Kemudian Fika membawa minuman dingin itu menuju ruang latihan Ayahnya.

"Ya ampun, Ayah!!" Teriak Fika, saat memasuki ruangan tersebut ia melihat Bondan akan meninju wajah tampan suaminya. Fika berjalan cepat dan meletakkan nampan yang ia bawa diatas meja kecil yang ada di sana, kemudian ia segera berlari melindungi suaminya.

Bondan dan Ema yang mendengar teriakan Fika pun langsung menoleh dan Bondan juga segera menurunkan tinjunya.

"Ayah, jangan memukul wajahnya." Kesal Fika, lalu menarik Ema dan meneliti wajah suaminya yang tampan itu, ia takut jika wajah Ema lecet.

"Heh, lebay!! Dasar bucin!" Sidir Bondan, sembari memutar kedua bola matanya malas saat melihat tingkah putrinya yang berlebihan.

"Kamu tidak apa-apa 'kan, Sayang?" Tanya Fika, setelah memastikan wajah Ema baik-baik saja, tanpa memperdulikan sindiran Ayahnya.

"Tentu saja suamimu baik-baik saja, karena dia cepat tanggap dengan apa yang Ayah ajarkan!" Sahut Bondan kesal.

"Lalu kenapa Ayah tadi ingin memukul wajah tampannya?" Tanya Fika, tak kalah kesal.

"Sayang, Ayah justru mengajariku bukan memukulku." Jelas Ema.

"Ayah hanya mengajarinya teknik memukul lawan dengan benar." Jelas Bondan kesal. "Kalau begitu kamu saja yang mengajarinya." Lanjut Bondan lagi, dan berjalan keluar dari ruangan itu.

"Dasar bucin! Memangnya suaminya itu bermain bola bekel apa?" Gerutu Bondan.

"Ayah, tunggu! Jangan marah dong. Nanti malam aku masakin ayam kampung bakar 2 ekor buat Ayah." Ucap Fika sedikit berteriak.

Mendengar makanan kesukaannya di sebutkan, Bondan menghentikan langkahnya, namun ia menggelengkan kepalanya beberapa kali.

Jangan murahan, masa cuma karena 2 ekor Ayam kampung hatimu luluh sih. Tapi, sayang kalau di lewatkan, apalagi masakan Fika sama persis dengan masakan Bunda. Batin Bondan, dilema.

Fika tersenyum dalam hati saat melihat Ayahnya berjalan memasuki ruangan tersebut.

"Benarkah 2 ekor ayam kampung bisa membuat hati Ayah luluh secepat itu?" Tanya Ema, tidak percaya.

"Yup, itu adalah makanan kesukaan Ayah dan menu wajib saat beliau masih aktif di ring tinju." Jawab Fika, tersenyum dan Ema menganggukan kepalanya berulang kali bertanda jika dirinya paham.

"Huh, aku kesini lagi bukan karena Ayamnya tapi karena aku murni ingin mengajari menantuku." Sangkal Bondan, saat sudah di depan putrinya.

"Iya deh iya percaya. Ayah." Sahut Fika tersenyum senang.

Sedangkan Ema menahan tawanya saja, saat melihat Ayah mertunya yang sangar itu luluh dengan 2 ekor ayam kampung.

"Ayo mulai dari awal lagi" Ucap Bondan.

"Tentukan sikapmu." Ucap Bondan tegas.

Ema mengambil posisi berdiri dengan kaki kanan setengah langkah di belakang kaki kiri lalu ia memposisikan Tinju kiri (lead) sekitar enam inci di depan wajah di tingkat mata. Tinju kanan (rear) diletakkan di samping dagu dan siku diposisikan di depan tulang rusuk untuk melindungi tubuh. Dagu diposisikan ke dada untuk menghindari pukulan ke arah rahang yang sering menyebabkan knockout. 

Bondan menganggukan saat melihat sikap Ema sudah benar, begitu pula Fika.

"Menjaga posisi tangan seperti itu sangat penting cukup sulit selama di atas ring tinju. Jadi kamu harus bisa menjaga dan mempertahankannya." Ucap Bondan tegas dan Ema menganggukan kepalanya mengerti.

Bondan berdiri tegap di depan Ema, lalu menggunakan punch mitt di tangannya untuk melatih pukulan Ema.

"Anggap punch mitt ini adalah lawanmu dan pukul dia dengan pukulan Jab!" Ucap Bondan, menepuk punch mitt yang ia kenakan di tangan kanannya berulang kali.

Pukulan jab itu berupa pukulan lurus ke depan, bisa mengarah ke badan atau muka lawan.

Ema menganggukkan kepalanya dan mulai memukul punch mitt itu.

Bugh

"Kurang keras!!!"

Bugh

Ema memukul punch mitt itu lebih keras lagi dan mengerahkan seluruh tenaganya.

"Lebih keras lagi!!! Hilangkan tangan gemulai mu itu!! Dan jadilah pejantan tangguh, sialan!!!" Umpat Bondan kesal, kepada menantunya.

Pantesan Ayah marah, lha wong mukulnya masih gemulai.. 😂

Semangat Nuee 😘

Bantu dukunga ya, seikhlas kalian aja, biar Emaknya makin mangat ngetiknya 😚

1
Elizabeth
𝙩𝙚𝙧 𝙗𝙤𝙣𝙙𝙖𝙣" 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙖𝙠𝙪.. 𝙫𝙞𝙨𝙪𝙖𝙡 𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙤𝙩 𝙗𝙞𝙣𝙜𝙞𝙩😍😍
Elizabeth
𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙗𝙤𝙣𝙙𝙖𝙣 𝙝𝙤𝙩 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙩𝙝𝙤𝙧😍😍
Elizabeth
𝙙𝙧 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨🤣🤣
Elizabeth
𝙙𝙧 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙠𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙖𝙣𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙠𝙚 𝙗𝙖𝙥𝙠𝙣𝙮𝙖🤣🤣
Melani Sunardi
😂😂😂😂😂 lah klo rapat bagaimana pipisnya toh Nue......
Melani Sunardi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Melani Sunardi
aduh Nue..... baru reda, dah bablas lagi ngomong mu..... 😄😄😄😄😄
Melani Sunardi
namanya juga uyut nya si baby .....jadi sedikit bibitnya oma adalah ya 😂😂😂😂😂😂
Asih Sudarsih
🤣🤣🤣🤣
Asih Sudarsih
🤣🤣🤣
Melani Sunardi
nah loh ga bisa retur loh Nue..... 🤣🤣🤣🤣🤣
Melani Sunardi
😂😂😂🤭🤭🤭🤭
Ira Valencia
💪💪💪💪👍👍👍👍
Ira Valencia
sukses terus
🍀Goeunii...💃🌷
lahhh amit2 tapi tadi suruh tanggung jawab buat nikahin 🤣🤣
🍀Goeunii...💃🌷
ngakakkkk🤣🤣🤣
Siti Nurbaidah
👍
Luh Nanik
aku dah baca semua lho Thor...rma sm Cristal besanan...
Luh Nanik
tegang...tapi🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nunung Nurasiah
like ajj ya ka .gak ada duit buat beli hadiah..hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!